
Marah yang tertahankan mambuat matanya memerah dan hanya duduk sembari melontarkan senyuman remeh.
Di Dalam sebuah ruangan yang tampak sedikit remang-remang, dengan cahaya matahari menembus masuk melalui celah-celah lubang disana, Putra mahkota terlihat memandang tajam kearah seorang laki-laki yang juga tampak sedang duduk berhadapan dengannya.
sepertinya, saat itu mereka sedang berada Di dalam penjara bawah Tanah, meskipun demikian, Tempat tersebut mungkin hanya tertanam masuk setengah bagian ke dalam saja, hal tersebut terlihat jelas dengan adanya lubang-lubang Cahaya yang berada pada bagian paling Atas dinding disana.
Geram, hingga gertakan gigi mampu terdengar "Masih tidak mau mengaku...?" tanya Putra mahkota masih memiliki sedikit kesabaran.
"sungguh, Aku tidak mengerti maksud anda yang Mulia," jawab laki-laki Dihadapan Putra mahkota, menghela nafas, terlihat jelas sedang menyembunyikan sesuatu "sekalipun anda membunuhku, tetap saja aku tidak bisa membantu anda karena memang Aku tidak mengetahui tentang hal tersebut." Salah satu anggota Yellow sprayer tersebut memang begitu Keras kepala, bahkan ketika berada dihadapan Putra mahkota sekalipun, ia yang terlihat sedang tunduk memandangi Borgol yang mengunci kedua tangannya Tetap Bungkam, menutup Mulut padahal Bukti-bukti tentangnya Terlihat Jelas diatas Meja yang berada diantara dia dan putra mahkota.
"hmm" Berulang kali para pejabat tinggi telah keluar masuk ke dalam ruangannya, meskipun Seluruh tubuhnya telah Habis Babak belur dan penuh Luka, Laki-laki tersebut hanya diam dan menyangkal pertanyaan dari mereka hingga Kini putra mahkota sendirilah yang turut campur tangan untuk membuka mulut Laki-laki tersebut "harusnya dosa seseorang tidak ditanggung oleh orang lain, tetapi karena aku adalah orang yang sangat kejam..." Semakin mengembangkan senyuman remehnya "dengan senang hati aku akan menghanguskan pengkhianat negara hingga keakar-akarnya" putra mahkota mulai meraih ponsel didalam kantungnya lalu menggeser cepat di atas meja hingga ponsel tersebut bergerak tepat di depan salah satu anggota Yellow Sprayer dihadapannya tersebut.
__ADS_1
"hentikan uhuk uhukk.. memang salahku apa..?" suara seseorang dari dalam layar ponsel mengejutkan laki-laki tertunduk dan saat itu ia mulai mengangkat kepalanya. "jangan lakukan itu pada istriku, aku mohon, jangan pukul dia lagi, saat ini dia sedang Hamil.." pinta laki-laki yang berada didalam layar ponsel begitu memelas. "ayah ayah ayah... " panggil laki-laki di dalam layar ponsel lagi begitu menyedihkan "apa salah keluarga kami hingga para pejabat tinggi menganiayah kami begini kejamnya hiks hiks.." lanjut laki-laki tersebut lagi meneteskan air mata, semakin mengejutkan laki-laki yang melihatnya dari layar ponsel tersebut.
"bunuh saja dia didepan putranya ini, setelah itu istrinya lalu ayahnya." perintah putra mahkota begitu kejam "ah benar, perlahan-lahan, potong dulu tangannya..
"hentikan brengsek, " anggota yellow sprayer mulai membuka suara kembali dan terdengar marah "bagaimana bisa kau melakukan itu kepada orang yang telah membantu ratu yuanna menjadi penguasa mutlak di negara ini..?" ucap geram laki-laki tersebut bersamaan dengan tendangan dari dalam layar Ponsel hingga menimbulkan suara erangan kesakitan yang mampu memperpiluh hati laki-laki yang melihatnya.
tersenyum Penuh kepuasan "hmm" putra mahkota membalas tatapan tajam laki-laki yang sungguh berani menentangnya tersebut. mungkin laki-laki yang menatap mata putra mahkota tersebut tidak lagi takut mati, karena sepertinya setelah berhasil ditangkap oleh Negara, para anggota Kelompok tersebut memang telah siap untuk menjalani hukuman mati. "Kau kira aku adalah jenis orang yang akan membalas kebaikan dan hutang budi manusia," semakin mengembangkan senyumannya "hahaha, konyol sekali," tawa kepuasan putra mahkota menggema "jika manusia telah berbuat baik, maka jangan pernah mengharap imbalan apapun dari kebaikan yang telah dilakukannya agar tidak berakhir dengan kecewa karena tidak semua orang tahu cara membalas kebaikan orang lain dan aku termasuk bagian dari orang-orang tersebut" ucap tegas putra mahkota menjelaskan bersamaan dengan video ponsel yang telah terhenti "yuanna bahkan tidak bisa menghentikanku untuk menyiksa temannya itu" lanjut putra mahkota terlihat begitu senang mempermainkan laki-laki dihadapannya.
Semakin senang karena melihat amarah laki-laki dihadapannya " aku tidak tahu alasan kau tetap menutup mulutmu, hanya saja...." mulai berdiri dan berjalan menghampiri laki-laki tersebut "Ibumu yang sedang Hamil, aku sendiri yang akan membunuhnya, memasukannya ke Kolam buaya seperti halnya yang biasa Yuan lakukan, tentu saja itu juga Hobi utamaku" Bisik putra mahkota sembari menepuk-nepuk bahu laki-laki disampingnya "kau tahu darah Yuan mengalir didalam tubuhku, bukan..?" menggenggam erat bahu tersebut hingga membuat laki-laki disamping putra mahkota menahan rasa sakit yang luar biasa sampai suara remukan terdengar ke telinganya "Percaya atau tidak percaya, hari ini kau sendiri yang akan menyaksikan seluruh keluargamu Mati menjadi makanan rebutan Puluhan Buaya Muara peliharaanku" Lanjut putra mahkota, meraih ponsel miliknya, memasukan ke dalam kantung dan mulai berjalan ke Arah Jeruji besi yang tertutup dan dijaga oleh beberapa Tentara militer berpangkat tinggi. mulai Meraih headset miliknya dan meletakan ke lubang telinga "persiapkan semua untukku, sekarang juga aku menginginkan seluruh keluarganya berkumpul Di Istana Lu" perintah putra mahkota kepada bawahannya dari balik headset yang saat itu ia kenakan.
"akan kukatakan" teriak laki-laki tersebut mulai berdiri.
__ADS_1
"sudah terlambat" ucap putra mahkota menolak keras dan masih melangkah kaki.
mulai melangkah namun sayang kakinya terborgol dan terkait dengan kaki meja dihadapannya "Go anya" teriak laki-laki tersebut ketika putra mahkota hendak keluar dari jeruji besi yang telah terbuka "ibuku terpaksa menyuruhku demi menyelamatkan adik raja negara, " ungkap laki-laki tersebut dari kejauhan menghentikan langkah kaki putra mahkota "tolong keluargaku, Yellow sprayer pasti akan Menangkap dan memasukan mereka kedalam Kolam buaya, aku sungguh tidak tahan lagi, aku mohon..." pintanya menunduk begitu memelas bersamaan dengan putra mahkota yang telah berbalik menghadap kearahnya kembali dan mengantungi kedua tangan "kalaupun aku mati, setidaknya selamatkanlah keluargaku, Yellow Sprayer pasti sedang mengincar nyawa mereka saat ini."
"kau dengar sendiri, Bukan..? " ucap putra mahkota dari balik headset miliknya kepada seseorang yang mungkin juga mendengarkan percakapan mereka "paman Wan Zi, putramu Wui Zi telah mengkhianati negara ini, begitupula dengan istrimu, Go Ansi" ucap putra mahkota menjelaskan kepada laki-laki dewasa yang tadinya berada di dalam Layar ponsel milik Putra mahkota.
"maafkan Aku Xu'i" ucap laki-laki dewasa dari balik headset mulai merasa bersalah.
"Ayah,"panggil anggota Yellow sprayer mulai menyadari sesuatu "jadi kau menipuku.."bentak laki-laki tersebut marah kepada putra mahkota.
"kau kira aku sejenis Penipu" jawab putra mahkota keras "aku akan menghukum pengkhianat negara sama seperti hukuman yang diberlakukan Yuan kepada pengkhianatnya" ancam putra mahkota begitu menegunkan laki-laki tersebut hingga ia mulai menggigil, tak lagi mampu menahan rasa takutnya "bawa dia ke istana Lu" perintah putra mahkota kali ini kepada para pejabat tinggi disana lalu berbalik kembali, dan berjalan cepat menuju pintu keluar penjara bawah tanah untuk menemui seseorang dengan senyuman Senang menghiasi Bibir.
__ADS_1