Greatest, Chasing After You : My Husband Is Not An Ordinary Villain - Season 5

Greatest, Chasing After You : My Husband Is Not An Ordinary Villain - Season 5
Markas musuh


__ADS_3

Pintu Darah terbuka,


Suara Sepatu terdengar menggema di Tempat yang diisi beberapa ruangan berjeruji besi.


lampu bercahaya putih menyinari tempat tersebut,


membuka salah satu pintu "Keluarlah.." perintah putra mahkota yang saat itu sedang di Ikuti oleh beberapa orang Polisi penjaga dan berdiri dibelakang laki-laki tersebut ketika langkah kakinya terhenti.


"Xu'i ya," panggil seorang wanita tua dengan nada Lemah, mungkin karena rasa bersalah di dalam hatinya. wanita tua dengan kehormatan tinggi tersebut terlihat begitu sedih dan menyalahkan dirinya sendiri.


mulai melangkah kaki keluar, "ikuti aku" perintah putra mahkota lagi begitu Dingin. Sungguh mengabaikan dan tidak berlaku Sopan kepada wanita tua tersebut, padahal wanita tua itu adalah Ibu Tiri dari raja negara.


melangkah kaki hingga memasuki sebuah penjara lainnya di Gedung yang sama, dua orang laki-laki dewasa tampak membuang Wajah, enggan menatap mata putra mahkota yang begitu tajam.


seorang Polisi penjaga penjara membuka pintu jeruji besi, lalu menundukan kepala, memberi hormat kepada putra mahkota yang telah memasuki ruangan dibalik Jeruji besi tersebut sembari menarik kasar tangan wanita tua dan melemparkannya ke depan dua orang laki-laki dewasa yang dipenuhi Luka pada wajah serta tubuh mereka.


Duduk Di Lantai Semen yang begitu dingin, sembari mulai menoleh ke arah wajah putra "perihal apa yang menyebabkan putra mahkota negara NC kebanggaan negara dan sangat Terhormat datang menemui Musuh." tanya salah seorang laki-laki dewasa tersebut yang tak lain adalah laki-laki penyamar penasihat raja di Masa lalu. Laki-laki tersebut bahkan mulai mengingat Serangan texchi pisau putra mahkota yang pernah mengenai wajahnya saat ia sedang menyamar terakhir kali, hal itu semakin membuatnya enggan untuk bertemu dengan putra mahkota.


melangkah mendekat, memandang Borgol yang mengunci kedua tangan Laki-laki penyamar Penasihat raja dan juga penyamar menteri keuangan dimasa lalu "Kesepakatan" putra mahkota mulai membuka suara bersamaan dengan Ibu Tiri Raja negara yang mulai memperbaiki posisi duduknya setelah tadinya jatuh terjungkal karena hempasan tangan putra mahkota.


"putriku sudah mati, " Musuh yang dulunya menyamar sebagai menteri keuangan mulai membuka suara " jadi tidak ada lagi kesepakatan yang bisa kau dapatkan dariku" lanjut laki-laki tersebut begitu Acuh hingga sedikitpun ia tidak berminat untuk memandang wajah putra mahkota.


tersenyum kecut "kalian mengenalnya..?" tanya putra mahkota sembari menunjuk kearah Ibu tiri raja negara yang saat itu terlihat menundukan kepala.


kedua laki-laki dihadapan putra mahkota mulai menoleh kepala memandang wanita Tua yang terlihat menghela nafas berat disana "mana mungkin aku mengenali wanita Kaya seperti dia" Dilihat dari Arah manapun, perilaku Duduk Elegan Ibu tiri raja negara sangat kentara bahwa dia berasal dari kalangan penduduk kelas Atas.

__ADS_1


senyuman kecut berganti dengan senyuman remeh "padahal kalian satu kelompok, kenapa bisa tidak saling mengenali...?" ucap putra mahkota menjelaskan, ucapannya tersebut sedikit mengejutkan kedua laki-laki dewasa yang berhasil memata-matai keluarga kerajaan negara NC.


"Kami bergerak terpisah jadi tidak saling mengenal" jawab laki-laki penyamar menteri keuangan teramat ketus.


mulai menarik rambut wanita tua yang saat itu sontak mengerang kesakitan dan mengangkat kepala, terpaksa memandang kedua laki-laki dewasa disana "dia adalah Ibu raja negara" ucap putra mahkota memberitahukan, ucapannya tersebut lagi dan lagi sontak mengejutkan kedua orang tersebut.


"kau kira aku percaya..?" seorang diantara mereka terlihat belum mempercayai putra mahkota.


semakin mengembangkan senyuman remeh "tanyakan saja sendiri" melepaskan tangan dari rambut wanita tua tersebut, putra mahkota mulai berdiri.


menghela nafas, seorang lain yang tadinya enggan memandang wajah putra mahkota kini mulai menoleh kepala "sudah kubilang, tidak ada kesepakatan yang dapat kami lakukan" jawab laki-laki dewasa yang tampak menengadah dan mulai memandang wajah putra mahkota.


memandang penuh kepuasan "aku akan balaskan dendam atas kematian putrimu" putra mahkota mulai mengajukan tawaran.


berjongkok kembali "kau tahu, Baik Musuh kalah atau Musuh menang sekalipun.." meletakan kedua tangan diatas lutut kaki dengan santai "tetap akulah yang akan menjadi penguasa Mutlak negara ini" Jelas putra mahkota menegunkan kedua laki-laki dewasa disana, begitu juga dengan wanita tua yang mulai menghela nafas berat "kau lihat, bukan..?" mengangkat tangan meletakan beberapa jari di dahi sembari tersenyum senang "Wanita tua kaya ini saja bahkan aku sanggup menemukannya, padahal dia sangat Licik hingga jejak dari Perilaku lembutnya selama ini tak terlihat, apalagi hanya untuk mengalahkan Yuan dan membalas dendam atas kematian putrimu"


"kau kira aku bodoh.." ucap seorang lainnya menyela Kalimat putra mahkota, si penyamar penasihat raja terlihat khawatir jika Teman satu kelompoknya tersebut terpancing dengan perkataan laki-laki tersebut. "kalau kau bisa dengan mudah membunuh Yuan, kenapa harus membuat kesepakatan dengan kami..?" jelasnya berusaha meyakinkan temannya agar tidak membuka mulut.


"karena aku tidak ingin membuang-buang waktu" jawab santai putra mahkota mulai menarik tangan Wanita tua disampingnya untuk berdiri " aku hanya ingin bergerak lebih cepat, tetapi karena kalian menolak membuat kesepakatan maka jangan salahkan aku jika sedikitpun kalian tidak memiliki kesempatan untuk membalas dendam" berbalik dan mulai melangkah kaki "meskipun sedikit Lama, tapi Pasti..." masih tetap melangkah sembari menarik paksa tangan wanita tua keluar penjara "aku, Xu Xu'i akan menemukan Xu Yuan dengan caraku sendiri" lanjut putra mahkota lagi.


"Kota bawah Laut"


"kau...?"


baaakkk ..

__ADS_1


uhukk..uhukkk


tendangan putra mahkota mengenai cepat tubuh samping si penyamar penasihat raja hingga membuat laki-laki dewasa tersebut terpental jauh menabrak dinding dan mengerang kesakitan ketika dia berusaha menutup mulut temannya yang mulai membuka rahasia.


"Lanjutkan" perintah putra mahkota begitu tajam yang telah melepaskan tangannya dari tangan Wanita tua dibelakangnya dan berdiri menatap tajam laki-laki penyamar menteri keuangan dimasa lalu.


"markas Yellow sprayer ada didalam kapal induk raksasa yang terisi sebuah Kota dan berada Di Dasar Laut" Jelas laki-laki dewasa tersebut menginformasikan, sungguh hal tersebut sangat menyenangkan hati putra mahkota "kau hanya bisa memasukinya dengan bantuan anggota yellow sprayer lainnya dan jika salah seorang anggota telah tertangkap negara maka dia tidak lagi dapat menemukan kapal Induk itu, maka dari itu..." tertegun sejenak, lalu pasrah dengan kemungkinan jawaban putra mahkota "aku tidak bisa membantumu masuk kesana karena kapal tersebut selalu bergerak dan berpindah-pindah tempat" lanjut jelas laki-laki dewasa tersebut semakin menyenangkan hati putra mahkota yang sangat menyukai tantangan.


"bawa dia ke ruanganku" perintah putra mahkota kepada polisi penjaga lalu mulai melangkah kaki kembali sembari menarik tangan wanita tua yang sedari tadi berdiri menunggunya dan tidak berniat untuk lari sedikitpun.


terus melangkah, hingga keluar dari Penjara Disana,


seorang laki-laki Tua terlihat berdiri menghalangi langkah putra mahkota dan Wanita tua dibelakangnya.


"Sihan.." panggil wanita tua semakin merasa bersalah ketika melihat tatapan penuh kesedihan Suaminya, Laki-laki tua yang saat itu mengenakan setelan jas rapi adalah Ayah kandung dari raja negara, Sun Sihan.


tersenyum kecut, putra mahkota yang mengenali laki-laki tua tersebut melepaskan tangan wanita tua dibelakangnya dan berlalu pergi dengan meninggalkan mereka berdua karena dia sangat menghormati laki-laki tua dihadapannya tersebut.


menghela nafas "kau melakukannya demi Sien, bukan..?" tanya Ayah raja negara begitu sedih karena hatinya yang teriris setelah kepergian putra mahkota dari sana.


menggigit bibir bawah, merasa sakit didalam hati "aku hanya membantu memanipulasi data saja..


"tetap saja kau mengkhianati negara bahkan membawa Ansi dan putranya untuk berkhianat" Sela ayah raja negara begitu enggan mendengarkan penjelasan istrinya "kenapa kau membohongi mereka dengan mengatakan bahwa Ayu dalam bahaya...?" lanjut ayah raja negara bertanya kembali.


"Ayu memang dalam bahaya, Sihan" jawab wanita dewasa tersebut menunduk sedih "tetapi saat ini Ayahku sedang berusaha menyelamatkannya agar dia tidak menjadi incaran Yuan" lanjut Wanita tua tersebut menjelaskan "aku hanya ingin membantu meringankan beban Ayahku, dan juga ..." melepaskan gigitan bibirnya lalu menggertakan gigi menahan rasa sedih "Ingin bertemu Sien sekali saja" tambahnya lagi begitu menyayat hati suaminya yang baru menyadari bahwa selama ini istrinya sangat merindukan putranya.

__ADS_1


__ADS_2