Greatest, Chasing After You : My Husband Is Not An Ordinary Villain - Season 5

Greatest, Chasing After You : My Husband Is Not An Ordinary Villain - Season 5
Seniman berbakat


__ADS_3

“Profesor.”


“Profesor.”


“Profesor.”


Beberapa orang tampak menyapa Putra Mahkota dengan begitu sopan, beberapa orang dari mereka terlihat seperti orang-orang dari bangsa eropa.


Di atas Kapal Induk, Langit-langit atap kapal yang terbuat dari kaca tampak menutup. Tiga lapis bagian masih mampu memperlihatkan matahari panas di siang hari itu.


Kapal yang mengapung di permukaan air laut tersebut terlihat seperti sebuah pulau besar yang bergerak dari kejauhan. Bedanya, Pulau tersebut memiliki perisai pelindung yang menutupi kota di atasnya dari hembusan angin kencang pertengahan samudra.


Sangat besar, meskipun demikian, Hamparan laut di sana juga jauh lebih besar dibandingkan Kapal induk tersebut.


Di dalam kapal, bagian timur, Putra Mahkota terlihat berjalan keluar rumah diikuti dua orang kepercayaannya dan beberapa orang yang tadi menyapa laki-laki itu.


Mereka berjalan menuju ke sebuah gedung di seberang jalan, gedung berbentuk kubah yang dindingnya terbuat dari kaca tersebut memperlihatkan pantulan langit, awan dan matahari dari kejauhan.


Meskipun tidak seperti aslinya, tetap saja hal tersebut mengundang banyak penduduk kota hanya untuk sekedar duduk di pinggiran jalan dan melihat ke arah gedung tersebut.


Mungkin, karena mereka sangat menginginkan untuk melihat langit setelah sekian lama hanya terkurung di dasar lautan yang begitu dalam sebelumnya.


Terus berjalan hingga memasuki gedung, kali ini puluhan orang dengan pakaian yang sama menyambut kedatangan Putra Mahkota di depan pintu gedung tersebut.


Pakaian kaos berwarna hitam dengan lambang percikan tetesan air yang menyembur ke atas dan berwarna kuning.

__ADS_1


YELLOW SPRAYER.


Itulah mereka, kelompok gelap yang berhasil menguasai kapal Induk dan memiliki ratusan peneliti berbakat serta sebuah tempat yang biasa digunakan untuk melakukan percobaan tubuh manusia.


Betapa mengerikannya, dengan begitu banyak alat-alat canggih pada zaman Kecanggihan di masa lalu, tentu saja hal tersebut akan mengundang begitu banyak peneliti dari belahan dunia tertarik hanya sekedar untuk memeriksa alat-alat canggih tersebut dan mengetahui proses percobaan pembuatan robot-robot manusia dan juga proses pembuatan obat-obatan pengubah darah, yang lebih terkenal saat itu adalah SPBAC. NC - Special Blood of All Clans. NC, darah khusus yang bisa digunakan untuk membuka pintu-pintu darah dari semua klan negara NC bahkan Pintu darah Harta Klan sekalipun. Hanya saja, kapal tersebut masih di sembunyikan dan tidak diketahui oleh masyarakat di penjuru dunia kecuali hanya beberapa negara saja.


Dan saat ini, Putra Mahkota begitu antusias untuk melakukan penelitian itu, Penelitian yang telah membuat istrinya memiliki tipe darah tersebut begitupula dengan Ratu Negara NC, Xu Yuanna yang saat ini tampak terduduk lemah di atas lantai dengan rambutnya yang berantakan dan wajah pucat kelelahan.


“Xu’i.” Panggil geram wanita dewasa itu, ia begitu terkejut ketika melihat Putra Mahkota berjalan santai melewatinya dan duduk di atas sebuah kursi di atas tiga anak tangga di hadapan ratu Negara.


“Profesor Louise.” Seseorang datang dan memberikan sebuah dokumen tebal ke tangan Putra Mahkota.


Laki-laki tersebut mengambilnya dan mulai duduk melipat kaki serta membuka lembaran dokumen yang telah ia letakan di atas paha kaki dengan salah satu tangan, sementara tangan lain mengepal dan menahan pipi dengan sikunya yang bersandar di gagang kursi berkaki empat tersebut.


“Apa yang dia katakan?” Tanya Putra Mahkota menggunakan bahasa Indonesia. Hal tersebut sontak menambah keterkejutan di dalam hati Ratu Negara.


Ya,


Walaubagaimanapun, pada abad Kecanggihan, Negara NC tidak pernah ada maka dari itu bahasa Negara NC tentu saja tidak mungkin diketahui oleh Profesor Louise.


Seseorang tampak mendekati Putra Mahkota yang masih dengan santai memandang tulisan di lembaran dokumen tanpa sedikitpun melirik ke arah Ratu Negara NC. Dia mulai mengartikan ucapan Ratu Negara menggunakan bahasa Indonesia dengan nada pelan dan teramat sopan.


“Oh ya, So that you’re the Queen Of NC?, Nice to meet you, My Queen.” Ucap Putra Mahkota mulai menutup buku dan meletakan kedua tangan di atas kedua gagang kursi lalu memandang Ratu Negara dengan tatapan menghina.


“Konyol, “Bentak Ratu Negara keras, tangannya yang diikat kebelakang serta kakinya yang juga diikat dan dua orang pengawal musuh di dekatnya, membatasi pergerakan wanita tersebut hingga ia hanya bisa memandang Putra Mahkota dari kejauhan saja. “Kau kira aku tidak bisa Bahasa Indonesia?” Lanjut bentak Ratu Negara menggunakan bahasa negara asal Profesor Louise, Seorang Profesor berbakat milik Negara Indonesia pada masa lalu, di abad Kecanggihan.

__ADS_1


“Oh ya, Jadi kau ternyata bisa berbahasa Indonesia, hebat sekali, hebat sekali.” Puji Putra Mahkota mulai berdiri lalu memberikan lembaran dokumen ke tangan seorang anggota musuh negara di sampingnya. “Mungkinkah kau pernah datang ke Negaraku?, aku bertanya-tanya, mengapa semua orang disini begitu asing?, dan ternyata mereka semua adalah bekas dari para pendudukmu yang berkhianat. Kasihan sekali seorang ratu dikhianati rakyatnya sendiri dan sekarang malah akan dijadikan bahan percobaan oleh mereka, uhhh waah.. Kasihannya.”


“Keparat.”


“ohhh jadi kau juga tahu kata makian dari negaraku, ya?” Putra Mahkota mulai berjalan menuruni anak tangga mendekati Ratu Negara. “Ah, aku tidak menyangka bahwa di masa depan ternyata aku akan menjadi Raja haha haha hahahahahaahaha..” Tawanya menggelega, ia terlihat begitu kesenangan sembari berputar memandang atap-atap langit gedung sejenak, setelahnya Ia mulai berjongkok dan mengangkat paksa kepala Ratu Negara naik dengan mencengkram rahang leher dan memandang tajam matanya. “ Wajahmu sangat cantik, bagaimana kalau kau menjadi Istriku saja,? Tidak, Istri ke sepuluhku, aku sangat ingin memiliki 10 istri, setelah menikahi Claya untuk yang kedua kalinya, aku akan menikahimu juga dan memberikanmu kenikmatan tubuh mudaku ini haahahahha,” Tawanya lagi membuat geram Ratu Negara yang langsung melayangkan ludah.


“Cuih, Brengsek.”


“Pakkk..” Tamparan keras mengenai wajah Ratu Negara hingga wanita dewasa tersebut terbaring di atas lantai.


“Berani sekali kau meludahiku, wanita sialan.” Maki Putra Mahkota begitu marah, ia mulai membersihkan wajah yang terludahi dan mulai mengangkat kaki untuk menginjak tubuh Ratu Negara yang telah terjatuh lemah.


“Profesor?”


“Apa?” Bentak keras Putra Mahkota penuh emosi sebelum sempat menginjak tubuh wanita dewasa tersebut, dan mengalihkan tubuh memandang ke sumber suara.


“Xu .. Xu Yuan ingin berbicara dengan anda,” Ragu-ragu seorang dari mereka menyampaikan pesan.


“Yuan? Mungkinkah dia yang akan menjadikanku Raja dunia ini?” Tanya Putra Mahkota mulai kesenangan, wajah senangnya terlihat jelas dipandangan mata seluruh musuh-musuh negara yang memenuhi tempat tersebut.


“Benar Profesor, Xu Yuan akan menuntun jalan anda menguasai dunia.” Jawab musuh negara tersebut tidak lagi ragu-ragu menyampaikan setelah melihat wajah kegirangan Putra Mahkota.


“Haha haha hahahahaha, Akulah Raja Dunia, akulah orangnya hahahaha, beruntung sekali aku bisa hidup kembali di tubuh bocah remaja tampan ini.”


Sungguh, Seniman berbakat memang sangatlah pandai berpura-pura, siapa yang akan menyangka bahwa hari itu, Putra Mahkota tetaplah Putra Mahkota Negara NC. Hanya saja, dia adalah orang yang pandai memainkan Peran.

__ADS_1


__ADS_2