Greatest, Chasing After You : My Husband Is Not An Ordinary Villain - Season 5

Greatest, Chasing After You : My Husband Is Not An Ordinary Villain - Season 5
ruangan khusus


__ADS_3

Megah.


Kemegahan dan kemewahan yang sungguh membinarkan mata.


Dilantai dasar gedung Asrama terdapat puluhan penjaga Sekolah yang terlihat sedang berdiri berjajar rapi, menunduk kepala hormat dengan kedatangan putra mahkota.


Sepi.


Sepertinya para penghuni Asrama sedang menyembunyikan Diri karena tidak ingin mendapatkan masalah.


Memang,


Putra mahkota sendiri telah memberikan peraturan bahwa Ketika ia berada disekolah, tidak diizinkan Seorang Siswa ataupun siswi sekalipun untuk mengganggunya atau bahkan hanya sekedar mencuri foto dan juga mendekatinya.


Lantai terbuat dari marmer,


Di Dinding koridor, terdapat begitu banyak Gambar beraneka ragam yang terbingkai dan menggantung rapi disisi Atas dinding sebelah kiri.


Locker sepatu juga terlihat tersusun rapi disisi kiri dinding, dan memanjang kedalam namun kadang terpisahkan oleh beberapa pintu hingga tak mampu terlihat dipandang mata. dipertengahan koridor, terdapat begitu banyak tiang-tiang pintu Lift yang berjajar terpisah berjarak dan masuk kedalam hingga tak terlihat oleh pandangan mata lagi.


Tidak terlihat sebuah tanggapun disana,


Mungkin,


tangga digedung tersebut, hanya digunakan untuk Jalur darurat saja dan terdapat di bagian tertentu gedung yang saat itu tak terlihat dipandangan mata Zili.


Disisi kanan gedung, terlihat sebuah Ruangan besar.


Ruangan tersebut memiliki Pintu berwarna merah dibagian pertengahannya,


Ruangan tersebut juga terlihat memanjang jauh hingga masuk kedalam.


Koridor Lantai dasar disana terlihat lumayan sempit Karena Diapit oleh Locker sepatu, Pintu Lift dan juga ruangan dengan pintu tertutup.


“Selamat datang yang mulia,..” sambut Hormat para penjaga Asrama yang mungkin adalah Beberapa pejabat Militer.


Walaubagaimanapun, pekerjaan sebagai seorang penjaga Gedung sekolah dinegara NC merupakan Seorang pejabat Tinggi dengan kedudukan yang juga cukup tinggi hingga bagi para Murid yang tidak menghormatinya akan mendapatkan hukuman berat dari Pihak sekolah.


Terus melangkah, putra mahkota membawa Zili kesisi kanan gedung, tempat sebuah ruangan memanjang kedalam berada.


Berhenti didepan pintu,


Putra mahkota mulai menempelkan ibu jarinya diPertengahan Pintu yang berlubang “Acces Data Is succesfully” suara pintu terdengar, warna merah dipertengahan pintu mulai menyala. Pintu yang berhasil memeriksa Sidik Jari Tangan putra mahkota mulai terbuka.


Masuk kedalam Ruangan.


Luar biasa,

__ADS_1


Luas ruangan bahkan jauh melebihi Koridor lantai dasar yang tadinya hanya terisi locker-locker sepatu dan juga tiang-tiang Lift.


Didalam ruangan tersebut Terisi begitu banyak ruangan-ruangan lainnya, Dan ruangan tersebut juga terlihat seperti Sebuah rumah sakit kecil yang memiliki banyak peralatan lengkap.


Mulai melangkah kaki kembali, ketika putra mahkota menarik tangan dan membawanya masuk kedalam ruangan, Pintu yang tadinya terbuka kini tertutup kembali.


Beberapa langkah berjalan, putra mahkota mulai menghentikan kaki kembali, tepat disebuah peralatan Pemeriksa Sidik Jari di dinding sisi kanan samping pintu.


Dengan cepat, laki-laki tersebut Mengangkat tangan Zili, lalu meraih ibu jarinya. “shisou..” panggil gadis itu ketika melihat ibu jarinya telah berada didalam peralatan Pemeriksa sidik jari Disana.


Tersenyum lembut, memandang kearah tangan Zili “Masukan sidik jarimu dengan baik, “ perintah putra mahkota mulai melepaskan tangannya. “mulai sekarang kau bisa tinggal diasrama Sekolah dan menetap Di tempat Khusus Klan Xu” jelas putra mahkota membingungkan Zili.


“Tempat Khusus...?” tanya gadis itu sungguh sangat penasaran.


Mulai menyimpan sidik jari Zili yang telah selesai diperiksa, lalu menekan Beberapa tombol disana,


Sebuah Laci dinding terlihat terbuka.


Putra mahkota mulai memainkan jari-jari tangannya diatas keyboard yang berada didalam laci dinding tersebut hingga memunculkan layar Dinding dan menyimpan data Zili masuk kedalam perangkat Keras tersebut.


Terkejut dan tidak menyangka.


Pikirnya,


Bagaimana mungkin putra mahkota mengetahui semua Biodata tentangnya yang saat itu telah terisi lengkap disebuah Dokumen didalam layar dinding...?.


Mengapa bisa layar dinding berada ditempat tersebut...?


Yang ia ketahui, layar dinding sangat sulit untuk digunakan, bahkan pangeran istana yang sangat cerdas juga kesulitan untuk menggunakan perangkat keras tersebut.


Barangkali,


hanya putra mahkota sajalah yang diberi Izin Leluasa untuk mengakses seluruh data dan peralatan digedung dan sekolah kerajaan tersebut.


Bahagia,


Begitu bahagianya Zili ketika mengetahui bahwa Gurunya ternyata begitu mengenalnya, tidak seperti ia yang hanya sedikit saja mengetahui tentang laki-laki tersebut.


Setelah menyelesaikan Pengisian data, putra mahkota menutup layar dan laci dinding “Lantai dasar adalah Lantai Khusus untuk klan Xu” ucap Putra mahkota mulai menjelaskan “semua hal yang berhubungan dengan klan Xu, bisa didapatkan Dilantai ini, dan tentu saja...” meraih tangan Zili kembali dan membawanya berjalan ikut bersama “hanya keluarga kerajaan dan beberapa orang yang telah diizinkan sajalah yang bisa memasuki tempat ini” Lanjutnya menjelaskan masih terus berjalan.


“itu artinya, ..” mulai menebak-nebak “setiap Klan memiliki tempat mereka masing-masing digedung ini...?” tanya Zili Meminta keyakinan.


Tersenyum senang karena tidak lagi perlu menjelaskan panjang lebar “benar..” jawab putra mahkota mulai menghentikan Langkah didepan sebuah pintu ruangan lainnya. “semua yang berhubungan dengan Klan Sun bisa kau temukan dilantai dua, Lalu klan Ann dilantai tiga, Klan Ou dilantai empat, Klan Lu dilantai lima, kemudian Klan Co dilantai enam, Klan Shen dilantai Tujuh dan terakhir..” meletakan ibu jari Zili dipertengahan pintu “ Klan Zin di lantai delapan” pintu Dihadapan mereka telah terbuka, kali ini dengan menggunakan Sidik Jari Gadis itu.


Sepertinya mulai sekarang Zili bisa leluasa keluar masuk Asrama High raise karena telah memiliki tempat tinggal disana. “begitu ya..?” jawab gadis yang tadinya tertunduk lalu mengangkat kepala dan membelalak mata.


Bagaimana tidak,

__ADS_1


Saat itu ia melihat Ruangan dihadapannya seperti sebuah Rumah mewah, dengan interior elegen dan desain mempesona.


Sebagian Dindingnya terbuat dari kaca, gorden dinding kaca terlihat terbuka, didalamnya ada tiga buah Sofa dan juga televisi besar menggantung didinding sana, disisi kanan dan kiri terdapat beberapa ruangan lain yang berbeda, dibalik kaca terdapat sebuah kebun tanaman, disudut kanan ruangan terdapat aquarium berukuran sedang yang diisi berbagai jenis ikan Hias.


“Kau datang..?” sebuah pintu ruangan lain terbuka,


Zili mulai melihat pangeran Xu Keluar dari kamarnya yang terdapat disisi Kiri Ruangan.


Menarik tangan zili masuk “Kau disini..?” tanya balik putra mahkota ketika pangeran Xu sedang berjalan mendekati.


“Jadi aku harus tinggal dimana lagi..?” tanya balik Pangeran Xu yang kini telah berdiri dihadapan putra mahkota dan Zili ketika mereka berdua telah mendaratkan tubuh diatas Sofa sembari menghadap keluar dinding kaca.


“Coffe” perintah putra mahkota kepada seorang pelayan ruangan yang baru saja tiba “kau ingin minum apa..?” tanya putra mahkota kali ini kepada Zili sembari melepaskan tangan gadis itu dan melipat kakinya.


“Kopi” jawab Zili, mengikuti Keinginan putra mahkota hari itu.


Memahami permintaan, pelayan pribadi Keluarga kerajaan yang telah terlatih mulai pergi meninggalkan mereka “kukira kau sedang bermain-main dengan pekerjaan Merepotkanmu itu..” ucap putra mahkota menebak-nebak, sembari mulai berdiri kembali dan melangkah menuju kesebuah pintu Ruangan, lalu membukanya dan memasuki ruangan tersebut.


Tidak lama, putra mahkota telah kembali dengan membawa sebuah buku dan duduk kembali diposisinya semula.


Pangeran Xu yang tadinya masih berdiri melipat tangan, saat itu mulai duduk diatas sofa samping putra mahkota dan Zili berada “bukankah kau ingin mengajari Istrimu cara Berakting..?” tanya Pangeran Xu, mengejutkan zili.


“berakting...?” tanya Zili tidak mengerti.


Tersenyum lembut menoleh kearah Zili “hmm” lalu menoleh kearah Pangeran Xu “bagaimana kau tahu bahwa aku akan mengajari istriku cara berakting...?” Tanya putra mahkota dengan raut wajah yang mulai berubah.


Tidak seperti biasa,


Sungguh terlihat sangat aneh ketika Zili melihat raut wajah serius pangeran Xu yang belum pernah ia lihat sebelumnya “Bukankah cara paling baik melindungi Orang yang sangat disayangi adalah Dengan cara berakting...?”


Membelalak mata,


Mendengar ucapan Pangeran Xu.


ucapan tersebut sangat sesuai untuk menjawab pertanyaan dari Polisi inteligen yang diajukan kepada zili beberapa hari yang lalu.


“Karena aku sangat sayang pada diriku sendiri maka dari itu aku sangat menyukai pekerjaanku sebagai seorang artis” lanjut pangeran Xu membalas tatapan Tajam milik putra mahkota.


Tersenyum kecut “Yuhan, “ panggil putra mahkota “tebakanmu benar” lanjut laki-laki tersebut mulai membuka Buku bersamaan dengan secangkir kopi panas untuk putra mahkota dan segelas Kopi dingin untuk Zili.


Membelalak mata lagi, Zili mulai berpikir,


Betapa Hebatnya, Pelayan pribadi keluarga kerajaan bisa mengetahui keinginan Zili yang lebih memilih Minuman dingin dibandingkan Minuman panas


Lagi dan lagi,


Gadis itu merasa sangat tidak percaya diri,

__ADS_1


Menyadari bahwa Kemampuannya jauh lebih rendah dibandingkan dengan seorang pelayan.


__ADS_2