
“Kau kira bisa memukulku?” Pangeran istana menggenggam tangan Pelindung putra mahkota, Shin jo yang hampir saja mengenai wajahnya.
Kuat.
Gumam Pelindung putra mahkota, shin jo, ia terpaksa melepaskan tangannya dari pangeran istana.
Swiiiiipppp....
Lemparan jarum dari pangeran istana berhasil ditangkap Pelindung putra mahkota Shin ji yang memang sebelumnya mampu mengimbanginya.
“Desa Shen 1, Dari mana kau belajar keahlian mereka?”
Tebakan yang nyatanya merupakan kebenaran tersebut mengejutkan Pelindung putra mahkota Shin jo. Ia bahkan sampai membelalak mata tidak menyangka bahwa Pangeran istana yang tidak dilatih oleh raja bayangan Xu idris, bisa memiliki keahlian khusus tersebut.
Pangeran istana tersenyum, buuuummm taaaaar.
Kakinya menendang meja, menyebabkan meja kaca disampingnya tersebut menabrak dinding pecah.
“Kembalikan”
“Dia bukan milikmu” tolak pelindung putra mahkota shin ji, ia yang telah berhasil menutup resleting gaun lalu membawa Zili keluar ruangan Tersebut.
Terus berjalan, tiba-tiba dengan terpaksa ia harus melempar Zili menjauh saat pangeraan istana akan menarik tangannya.
Cepat..
Tidak lagi mampu mengimbangi, tangan Pelindung Putra mahkota tersebut terpaksa menjadi pengganti tangan Zili ketika hendak diraih pangeran istana.
Mengetahui salah orang, pangeran istana menghempaskan tubuh pelindung putra mahkota,hingga terpental menabrak sudut Sofa dan mengerang kesakitan. Dengan segera pangeran istana berjalan mendekati Zili yang telah terhempas keluar Pintu.
Hampir ...
Hampir saja Zili jatuh terpental jika saja tidak ada orang yang menyelamatnya.
Pangeran istana berjalan keluar mengantungi kedua tangan, tatapannya sungguh mengerikan, bahkan Zili dan orang-orang yang melihatnya sampai tertegun dan gemetaran.
Detak jantung tak karuan, nafasnya saja bahkan masih tak beraturan. Zili berada didepan Pelindungnya yang berhasil menangkap tubuhnya. Kaki gadis itu belum juga diturunkan keatas tanah.
Masih dengan memeluk pinggang Zili dengan satu lingkaran tangannya, pelindung putri mahkota membalas tatapan Pangeran istana.
Suasana disana sangat menegangkan. Tidak seorang pun yang berani membuka suara.
“Kembalikan Aku bilang” pangeran istana terlihat sangat tidak terima zili berada ditangan orang lain.
“Kalau aku bilang tidak?...
Tidak ada rasa takut sedikitpun didalam hati laki-laki tersebut padahal sedang berhadapan dengan putra seorang raja.
Pangeran istana mulai mengeluarkan Tangan dari kantungnya, bersiap mendekati untuk mengambil Zili kembali.
“Kau....
Pandangan mata pangeran istana perlahan-lahan berubah, ia tidak lagi memandang menyeramkan. Bahkan matanya mulai sayu dan sedih “... menyukainya?” putri Klan Lu menghalangi Pangeran istana untuk mendekati pelindung putri mahkota.
Tangannya yang telentang didepan Zili dan pelindungnya, sontak membuat Pangeran istana berhenti menyerang. “shin’A” lanjut gadis tersebut lagi.
Mata gadis tersebut mulai berkaca-kaca, sangat ingin mendengarkan jawaban dari pertanyaan yang ia ajukan.
Pangeran istana tersenyum lembut “mana mungkin aku menyukainya.” Ucapnya mendekati gadis itu, terus berjalan memegang leher sampingnya.
Gadis yang tingginya sedagu pangeran istana menatap wajah Keponakannya tersebut “sungguh?” tanyanya serius.
“Hmm” angguk pangeran istana.
Zili menghembuskan nafas lega, ia menoleh kepala kebelakang sebisa mungkin untuk menatap pelindungnya yang masih mengangkat tubuh bagian belakang gadis itu. Memberikan isyarat untuk segera menurunkannya.
__ADS_1
Pelindung putri mahkota tersenyum, ia menuruti perintah. Zili yang telah turun, lalu berbalik arah, ingin segera Pergi dari tempat tersebut karena ia sangat tidak ingin melihat pangeran istana lagi malam itu.
Menghela nafas sembari memandang kedepan.
Air matanya mengalir teramat deras.
Haaaaaa.......
Hikssss....
Haaa....
Sontak membuat pelindungnya terkejut, laki-laki itu membalikan tubuh memandang Zili.
Dilihatnya gadis itu akan melangkah kaki, laki-laki tersebut menggenggam lengan tangannya.
“Lepaskan sa’i, aku mohon..
Teriaknya keras, membuat semua orang sontak terkejut.
“Lepaskan....
Masih berteriak, bahkan sampai ingin menggigit tangan pelindungnya sendiri. untung saja, laki-laki tersebut langsung Menuruti perintah.
“Shisou.....
Teriak Zili berlari cepat mengejar mobil yang telah pergi dari tempat tersebut. “shisou.......
Teriaknya semakin keras. Berlari dan terus berlari padahal mobil tersebut telah berlalu pergi..
“Shisou....
Larinya semakin dipercepat, bahkan ia terus berlari menuruni bukit tanpa kendali..
“Shisou......
Teriaknya keras. Terus berlari tanpa henti, mengerahkan semua tenaganya.
Akhhhh....
Kaki tersandung batu, zili jatuh terpental hingga berguling-guling menuruni bukit.
Terus berguling diatas tanah merah, hingga tangannya berhasil meraih tumpukan rumput panjang. Haaa... hiks...
Berdiri secara perlahan-lahan, terus berdiri...
Shisou.....
Shisou....
Dia terus menangis, dan berdiri. Berbalik, lalu melanjutkan langkah kakinya, tapi dia terjatuh lagi karena kakinya yang terkilir.
Tubuh dan wajahnya penuh dengan Luka lecetan terkena bebatuan krikil. Bahkan tetesan darahnya sampai jatuh keatas tanah.
SHisou..
lagi dia berdiri Perlahan-lahan.
Dipandangnya laki-laki yang ia cintai sedang berjalan menaiki bukit begitu cepatnya.
Dia melangkah kaki pelan-pelan.
“Ketemu...hiks....
Air matanya begitu deras, langkahnya terhenti ketika laki-laki yang dia cintai telah berada didepan mata “akhirnya ketemu”.
__ADS_1
Tidak berani memeluk karena takut disebut Ia telah lancang. Wanita itu terus memandang wajah putra mahkota lekat “aku merindukanmu” ucapnya.
Putra mahkota memeluk tubuh zili. Gadis itu bisa merasakan tubuh laki-laki tersebut gemetaran hingga degup jantungnya kedengaran. “apa yang kau lakukan?” tanyanya pelan masih memeluk zili lembut.
“Yang mulia”
Teriak Pelindung putri mahkota dari kejauhan, karena merasa bahwa laki-laki yang berteriak tersebut belum mengetahui tuannya bersama orang yang sedang dicari kerajaan. Putra mahkota segera mengangkat tubuh zili dan membawa gadis tersebut pergi bersamanya.
Dengan cepat menuruni tangga menuju mobil hitam yang berada dibawah bukit.
Putra mahkota membuka pintu. Terlihat Shen shi yun sedang duduk dikendali mobil.
Ia membawa zili masuk setelah itu menutup pintu mobil. Menyelonjorkan kaki dan membiarkan gadis itu duduk diatas pahanya.
Masih dengan memeluk putra mahkota, Zili bahkan tidak ingin sedikitpun melepaskannya. Dia tersenyum bahagia, sangat bahagia...
“Shisou...
Putra mahkota mempererat pelukannya, sementara Shen shin yun mulai mengendarai mobil mereka.
Dengan kecepatan Tinggi, mereka meninggalkan Puncak Bukit Desa Ann. “tidurlah!” perintah Putra mahkota.
“Tidak mau, aku tidak mau..
Putra mahkota mencoba merenggangkan pelukannya tetapi Zili tidak ingin melepaskannya.
Lampu mobil dinyalakan “aku ingin melihatmu”
“Tidak mau, saat ini wajahku sangat Buruk”. Tolak Zili masih memendamkan wajahnya didada bidang dan kekar milik putra mahkota.
“Kalau begitu tidurlah”
“Tidak mau, kau pasti akan meninggalkanku lagi jika aku tidur” tolak zili lagi, sangat tidak ingin lepas dari putra mahkota.
“Dalam hitungan ketiga, tidurlah...
“Tidak mau, tidak mau, tidak mau,tidak mau...
Bahkan hipnotis yang digunakan putra mahkotapun tidak bekerja saking kuatnya keinginan Zili untuk terus membuka mata.
Putra mahkota tersenyum geli, tidak menyangka muridnya kini telah berubah menjadi sangat keras kepala. “Aku merindukanmu, dan sangat ingin melihatmu, bisakah kau izinkan aku memandang matamu?”pinta putra mahkota begitu lembutnya. Bahkan permintaan tersebut sampai menggetarkan hati Zili yang belum pernah mendengarkan kelembutan yang sedemikian rupanya.
“Shisou...
Zili meregangkan pelukannya.
Putra mahkota memandangnya lekat. Saling memandang hingga membuat tidak nyaman Shen shi yun yang memandang lewat kaca depan mobil.
Mobil berhenti, shi yun menatap keluar jendela yang dipenuhi dengan ombak lautan.
Putra mahkota tersenyum lembut lalu mencium pertengahan kedua alis Zili dalam-dalam. Terasa sangat lama bahkan hingga membuat zili terpaksa memejamkan matanya.
“Sekarang tidurlah” dia mulai menghipnotis gadis itu lagi. Tanpa Zili sadari, ia telah jatuh tertidur dipelukan putra mahkota.
“Ya Xu’i”
“hmmm...
Putra mahkota memindahkan kepala Zili kesisi kanan dadanya. Lalu mengeratkan pelukan satu tangannya dan mengelus kepala gadis tersebut perlahan-lahan.
“Kau terlihat sangat mencintainya”
Lanjut Shen Shi yun, lalu mulai menyalakan mesin dan mengendarai mobil kembali.
“Aku tahu itu”
__ADS_1