
Getaran kaki tidak mampu menahan tubuh.
Jatuh terduduk diatas lantai bertanah ruangan pintu darah. Memandang putra mahkota yang sangat ditakuti musuh dinegaranya. Kedua laki-laki bertubuh besar menyerah dengan mudah. Pasrah lebih baik daripada mati tersiksa. Itulah mungkin yang ada didalam pikiran mereka.
Putra mahkota memang sangat ditakuti, dan bukan hanya dinegaranya saja.
negara lain juga mengakui dan mengganggap laki-laki yang sedang berdiri tegak memandang Remeh dua laki-laki bertubuh besar dihadapannya itu, sangat berbahaya.
Putra mahkota kerajaan NC yang diakui sebagai calon raja berikutnya memang sangat terkenal hingga seluruh dunia pada masa itu.
Negara-negara lain bahkan mengaguminya dan berharap bisa mendekatinya. Bukan hanya cerdas dan berkuasa, dia juga adalah dokter yang banyak menyembuhkan pasien dari luar negara.
Meskipun masih muda, tetapi hidupnya telah terbiasa dengan penghargaan yang luar biasa dan juga, meskipun dia memiliki kekayaan serta jabatan dan kekuasaan, ia juga termasuk orang yang telah terbiasa hidup susah.
Itulah putra mahkota yang kini telah membalikkan tubuh memandang wanita miliknya.
Tatapan berbinar-binar sungguh sangat membuatnya terpesona, dan baru kali itu ia merasakannya.
Sangat Malu,
Entah mengapa, mungkin ia belum terbiasa dikagumi oleh wanita yang benar-benar disukainya.
Saking malunya,
Hingga membuat laki-laki itu kembali membalikan tubuhnya.
Dia tersenyum malu menutup hidung hingga kemulutnya, menahan rasa bangga pada dirinya sendiri, yang mampu membuat wanita miliknya berdiri menatapnya tanpa henti.
Baru kali itu,
Dia merasa bangga pada dirinya sendiri yang dulunya terasa biasa.
Mulai membalikkan tubuh kembali menatap wanita yang dia suka, putra mahkota bahkan terlihat ragu-ragu melakukannya.
“kau hebat sekali...
Seru Penasihat putra mahkota yang telah membuka kain penutup sebagian wajah, ia datang menghampiri, memeluk bahu serta mengacak-acak rambut putra mahkota, menggagalkan laki-laki itu memandang kembali wanitanya.
“Benarkah?”
Tanya putra mahkota, mengejutkan semua teman-temannya yang mendengarkan ucapan tersebut.
Bagaimana tidak?
Biasanya laki-laki muda terkuat diNC itu tidak pernah sedikitpun peduli dengan pujian orang, ia bahkan sampai merasa tidak senang mendengarkannya dan juga, kadang dengan sombongnya ia menghina orang yang telah memujinya.
“Bodoh, tentu saja kau sangat hebat...”
Tambah Shen shi yun mulai mendekati, diikuti oleh pelindung putra mahkota shin jo dan shin ji yang ikut mengacak-acak rambut putra mahkota.
Tersentak,
Zili memandang punggung putra mahkota dan teman-temannya dari jauh.
Betapa ikut bahagianya dia meskipun merasa seperti orang luar yang tidak akan mungkin bisa bergabung masuk kedalam tali persahabatan yang mereka miliki.
Luar biasa,
__ADS_1
Itulah pikirnya ketika memandang kebahagiaan semua orang, dan dia juga berpikir, andai dia juga memiliki sahabat seperti putra mahkota, mungkinkah dia bisa ikut merasakan apa yang dirasakan putra mahkota saat ini.
“Kenapa kau masih berdiri disini?”
Suara seseorang sontak mengejutkan Zili, ia menoleh kesumber suara yang berada tepat disamping kanannya. “ayolah teman, semua orang sedang memuji Xu’i, kenapa kau hanya diam saja dan tidak ikut memuji juga?”
“Aku?...
Ragu-ragu Zili bertanya “bolehkah aku ikut bergabung?” tanyanya mulai terang-terang.
“Kau ini bicara apa?..
Suara seseorang dari jauh terdengar, “kemarilah segera” panggilnya yang tak lain adalah penasihat putra mahkota.
“Ayo...
Ajak pangeran Xu yang sedang menahan langkah menunggu Zili.
Zili tersenyum haru, hampir saja ia menangis karena baru kali ini ia merasa semua orang menganggapnya ada.
Berjalan melangkah kaki, menuju putra mahkota yang telah membalikan tubuh lalu memandang kearahnya. laki-laki itu tersenyum lembut dan sepertinya ia sedang menunggu pujian terucap dari mulut gadis itu.
Zili menghentikan kakinya tepat dihadapan putra mahkota dan teman-temannya, “shisou,...
Ucapnya penuh kekaguman “kau hebat sekali” pujinya menggetarkan hati putra mahkota yang langsung menggaruk pipi beberapa kali lalu tersenyum bahagia.
“Lihatlah, ...
Ucap pelindung putra mahkota shin ji “istrimu saja sangat mengagumimu,” lanjutnya lagi “benarkan?” ia menanyakannya kepada Zili.
“Hmm...
“Aku sungguh sangat mengagumimu shisou” ucapnya semakin membuat putra mahkota malu tertunduk dan tersenyum sangat manis.
“astaga Xui..
Bisik penasihat putra mahkota “ada apa denganmu ini?” Lanjutnya lagi.
“Sudahlah, kau ini menganggu saja” ucap putra mahkota lalu membalikan tubuhnya membelakangi Zili, mencoba mengulurkan tangannya kebelakang agar diraih gadis itu tapi sayang, tangan pelindung putra mahkota shin ji telah memeluk bahunya dan menjauhkan tubuh laki-laki itu dari zili, begitupula dengan pangeran Xu yang langsung memeluk bahu gadis itu.
“Kau tahu, saat ini kita berada didesa Co” jelas pengeran Xu yuhan membuat Zili sontak mengurungkan niatnya meraih tangan putra mahkota yang telah berjalan lebih dahulu didepannya.
“Be.. benarkah?”
“Tentu saja bodoh,..
Hina Shen shi yun yang tiba-tiba datang menghampirinya “terima kasih ya untuk bantuanmu” lanjutnya lagi tersenyum lembut sembari mengelus rambut Zili.
Sungguh, bukan hanya haru, hari itu, untuk kesekian kalinya ia merasa bahagia, dia juga merasa dirinya cukup berharga.
Menikah dengan putra mahkota telah merubah hidupnya, meskipun mungkin akan ada banyak cobaan menghampiri tetapi ia telah menguatkan diri dan tidak lagi merasa takut.
Terima kasih,
Kata itu sangat ingin ia ucapkan untuk laki-laki yang kini telah berhenti berjalan, membalikan tubuhnya lalu menghampiri gadis itu.
“Urus saja mereka”
__ADS_1
Ucap putra mahkota terlihat sangat kesal dengan perilaku teman-temannya dengan menyerukan mereka untuk membawa ketiga musuh bersama.
Dengan segera ia meraih telapak tangan Zili, membawa gadis itu menjauh, melangkah maju, meninggalkan teman-temannya yang sedang tertawa geli melihat tingkah putra mahkota yang kini telah jauh berubah.
********
Memandang punggung laki-laki yang dia cinta, sesekali zili menarik nafas berat karena gigilan tubuhnya.
Mengigil karena detak jantungnya yang berdegup luar biasa kencangnya bahkan hingga membuat kaki gadis itu pun ikut merasakan gigilannya.
Perasaan yang belum pernah ia alami sebelumnya sungguh membuat gadis itu menjadi serba salah.
Disatu sisi, ingin sekali ia pergi karena merasa sangat malu, disisi lain, ia sangat ingin bersama putra mahkota.
Terus melangkah kaki, hingga sampai disebuah tangga yang terbuat dari tanah. Jauh diatas tangga terdapat lubang besar yang terbuka. Dilubang yang terbuka, cahaya matahari masuk menyinari pasangan suami istri yang kini telah menghentikan kaki tepat didepan tangga tersebut dan saling berhadapan.
Zili menundukkan kepala, air matanya jatuh tak tertahankan lagi “shisou...
Ucapnya mengejutkan putra mahkota yang melihat tetesan air mata jatuh keatas tanah “kau baik-baik saja?” tanyanya penuh dengan kerinduan yang telah terobati.
Tak terhitung rasa bersalah didalam hati putra mahkota melihat tangisan istrinya “maaf..
Ucap laki-laki itu langsung memeluk erat gadis didepan matanya. “maaf..
Lagi ucapnya semakin mempererat pelukannya.
“Hmmm..
Zili menggelengkan kepala didada suaminya, ia membalas pelukan putra mahkota “syukurlah hiks.. hikss....
Tangisannya semakin pecah “syukurlah kau baik-baik saja” tambahnya lagi semakin mempererat pelukannya. “aku sungguh sangat merindukanmu hiks, hiks ...
“Aku tahu”
Jawab laki-laki yang mulai mengelus rambut belakang zili. “maafkan aku” ucapnya untuk ketiga kalinya.
“Hmmm..
Lagi, zili menggelengkan kepala, dia mulai menghentikan tangisannya karena tidak ingin membuat jubah hitam yang dikenakan putra mahkota basah. “shisou...
Panggilanya masih didalam pelukan putra mahkota “kenapa kau terlihat pucat sekali?” Tanyanya.
“Itu karena...
Malu-malu putra mahkota mengucapkannya, karena dari dulu, ia memang tidak terbiasa mengatakan perasaan didalam hatinya secara terang-terangan. “aku... ehmm..
Dia mulai berdehem “aku juga merin...
“Zili....
Teriak seseorang dari jauh,
Teriakannya sontak melepaskan pelukan putra mahkota untuk istrinya.
Dengan cepatnya terlihat ratu negara, Xu yuanna menuruni tangga tergesa-gesa. Hal itu membuat zili dan putra mahkota menjadi salah tingkah karena tidak sengaja saling beradu mata.
“Astaga....
__ADS_1
Betapa terkejutnya ratu negara yang menyadari bahwa dia datang diwaktu yang salah.