Greatest, Chasing After You : My Husband Is Not An Ordinary Villain - Season 5

Greatest, Chasing After You : My Husband Is Not An Ordinary Villain - Season 5
Tidak ada lagi kesendirian


__ADS_3

Hujan masih belum juga reda,


Padahal jarum jam tangan Zili telah menunjukkan angka 11 malam.


Berdiri diteras gedung, memandang kepergian mobil pelindung putra mahkota yang telah berlalu menjauh.


Perlahan-lahan rasa sepi mulai menyelinap masuk kedalam hati.


Sendirian,


Tersenyum pahit ketika mengingat bahwa malam itu ia akan menghabiskan waktu sendirian lagi.


Sampai kapan ...?


Tanyanya pada diri sendiri ketika mengingat pemilik Apartemen tidak akan mungkin kembali untuk beberapa waktu lamanya karena ia mengira mungkin saat ini dia berada dalam masalah keluarga.


Melangkah kaki, memasuki pintu masuk gedung,


Haaa.


Senyuman lembut terlontar untuknya.


Menghentikan langkah kaki, ia melihat seorang wanita muda bangkit dari duduknya, mulai melangkah mendekati Zili.


“Ah...


Malu,


Mereka berdua saling merasa Malu.


Suasana canggung menyelimuti ruangan tersebut.


“Anna..” ucap seorang wanita muda pembawa payung mulai memberanikan diri untuk berbicara sembari memandang Zili yang terlihat sedang menunduk kepala malu. “Namaku anna..” ucapnya lagi memperkenalkan diri.


Mulai mengangkat kepala “maaf, aku kehilangan ingatan jadi ...” ucapnya berbohong “Aku tidak ingat namaku sendiri..”


“Benarkah..?” tanya wanita muda itu, pertanyaannya sontak memecahkan kecanggungan mereka.


“Hmm” angguk Zili tersenyum “panggil saja aku,..” mulai berpikir “tanpa nama..” ucapnya ketika mengingat panggilan pangeran istana beberapa hari yang lalu.


“Oke, baiklah..” jawab Wanita muda yang tak lain adalah putri kelincahan tersebut “ahh..” dia mulai mengingat sesuatu “karena sudah malam, aku pulang dulu..” ucapnya sontak membuat hati Zili kembali sepi dan merasa hampa. “Besok siang aku akan menemuimu kembali..” Lanjut gadis itu menyenangkan hati Zili yang langsung menganggukan kepala senang.


*********


Semalaman tidur nyenyak,


Berharap waktu segera berlalu sehingga ia bisa menemui teman baru.


Membersihkan rumah lalu membersihkan diri.


Ahhh benar.


Keluhnya dalam hati ketika mengingat bahwa Barang belanjaan mereka ternyata masih tertinggal ditengah jalan dan tak tahu bagaimana nasibnya sekarang.


KRrruuuukkk..


Tidak ada uang,


Makan malam kemarin saja, pelindung putra mahkota yang membayarkanku


Lalu, Kartu ATM Tuan Shi an, tidak ada disini.


Gumam gadis tersebut lagi didalam hatinya.


Lapar,


Membuka lemari Es, tidak ada sedikitpun bahan dan makanan yang tersisa.


Pagi dilalui dengan rasa lapar yang menggerogoti jiwa.

__ADS_1


Hanya minum sebotol air mineral saja, lalu memakan permen yang tersisa diatas meja.


Hutang pemilik Apartemen juga lupa untuk menagihnya.


Miris,


Pikirnya, sampai kapan ia akan terus kelaparan.


Berjalan mendekati jendela, melakukan kegiatan seperti biasa, memandang suasana kota ketika ia sedang sendirian dirumah.


“Hati-hati mengangkatnya..” suara teriakan seorang wanita mengejutkan Zili yang sedang memandangnya dari bawah.


“Anna..” gumam gadis itu ketika melihat putri kelincahan terlihat sedang sibuk mengatur para pekerja memindahkan barang-barangnya.


“Tanpa nama...” teriak putri kelincahan ketika melihat Zili dari bawah, gadis itu tersenyum lalu meraih payung dari atas mobil Kemudian bergegas lari masuk kedalam gedung.


Tersenyum senang, karena tidak perlu lagi menunggu siang hari untuk menemui teman wanitanya, Zili bergegas bergerak menuju pintu keluar untuk menemui satu-satunya teman wanita yang saat ini ia miliki ketika ia sedang menyamar.


Setelah sebelumnya, ia pernah dekat dengan sekretaris sekolah, Ann mozi dan Putri latih tiada tanding, Shen Shi ra, itupun mungkin hanya sebentar saja dilalui bersama.


Pintu Lift terbuka.


“Kenapa kau ada disini...?” terdengar pertengkaran ketika Pintu tersebut terbuka.


“Bukan urusanmu..” jawab wanita muda lainnya terdengar kesal.


Haaa...


“Hai...”


“Tanpa nama..” teriak putri kelincahan berlari menuju Zili yang telah berdiri dikoridor Apartemen menunggu kedatangannya.


Datang dengan memeluk,


Hal itu sontak mengejutkan Zili hingga ia ingin sekali menangis.


Memang selama hidupnya belum pernah sekalipun mendapatkan teman wanita apalagi sampai memberikan pelukan untuknya ketika bertemu.


Membalas pelukan “aku merindukanmu..” ucap putri kelincahan melepaskan pelukannya.


“Aku juga merindukanmu..” tambah wanita muda yang juga baru saja tiba, wanita tersebut tak lain adalah putri keagungan, Ou aura, yang baru saja mengetahui tempat tinggal Zili ketika ia tidak sengaja mendengar kabar bahwa putri kelincahan memutuskan untuk keluar Asrama sekolah High raise dan memilih untuk tinggal di gedung Apartemen yang sama dengan Apartemen milik Zili.


Menundukan kepala, “aku..hiks..” dia memang tak kuasa lagi menahan tangis “aku juga merindukan kalian..” ucapnya mengejutkan kedua wanita muda disana,


“Kenapa kau menangis...?”tanya putri keagungan. mereka berdua mulai menenangkan Zili yang sedang menangis..


KRrruuukkk


Saat menangispun perutnya masih berbunyi.


Hal tersebut sontak membuatnya Malu dan menghentikan tangisan.


“Kau masih belum sarapan, ya...?” tanya putri keagungan terkejut melihat keadaan Zili.


“Aaahhh itu,...”


“Ayo kita makan...”


Ajak putri kelincahan mulai menarik tangan Zili.


“Tidak usah...”


Tolak Zili, menyadari bahwa ia tidak memiliki uang sama sekali.


Tersenyum lembut “aku tahu,..” Sebagai seorang Pejabat militer tingkat atas, Putri kelincahan memang lumayan bisa membaca pikiran seseorang “karena kehilangan ingatan, sekarang kau pasti tidak memiliki uang bukan...?” pertanyaan gadis itu sungguh mengejutkan putri keagungan.


“Kehilangan ingatan, ...?” tanyanya penasaran.


“Sudahlah, ayo kita pergi makan..” mengabaikan pertanyaan putri keagungan, putri kelincahan terlihat memaksa Zili untuk mengikuti langkahnya “aku akan membayarkan makanan untukmu”

__ADS_1


“Tapi...” ragu-ragu melangkah.


“Aahh kau ingin meminta Izin Suamimu dulu ya...?” mulai menyadari sesuatu “memangnya suamimu tidak mengenal namamu ya...?” ucap putri kelincahan Sangat terkejut.


AHhhh matilah aku.


Gumam Zili dalam hati, menyadari bahwa kebodohannya mulai membebaninya “aku menikahinya saat hilang ingatan..” jawab gadis itu seadanya, karena tidak lagi mampu memikirkan cara lain untuk memberi jawaban.


“Ehhh memang bisa begitu...?” tanya putri keagungan merasa Aneh.


“Hmm..” angguk Zili “ hanya pernikahan kontrak saja..”


“Bagaimana dengan kartu penduduk..?” Tanya putri kelincahan semakin mempersulit keadaan zili.


“Pernikahan Kontrak tidak perlu kartu penduduk..” jawab seorang laki-laki tiba-tiba datang menyambung Obrolan mereka.


“Shi.. shin ji...?” panggil Ketiga Wanita muda tersebut ketika melihat pelindung putra mahkota Shin ji telah keluar dari pintu Lift mendekati mereka.


“Saudara ipar..” sapa laki-laki tersebut kepada Zili.


“Saudara ipar...?”tanya putri keagungan dan putri kelincahan terkejut.


“ayo kita pergi makan bersama..” ajak laki-laki tersebut mengabaikan pertanyaan mereka berdua.


*********


Ramai,


Hidupnya yang dulu sendirian, entah mengapa tiba-tiba kini menjadi sangat ramai.


Berada diRestoran Mini dekat dengan gedung Apartemen Zili berada.


Tersenyum,


Semua orang begitu Berisik hingga membuat hatinya tidak lagi kesepian.


“Aku bilang, Ayam Bakar utuh ya ayam bakar utuh..” paksa putri kelincahan ketika putri keagungan menolak memesan menu makanannya.


“Memang kau mau menghabiskan semuanya sendirian ya...?” putri keagungan menolak keras. “tidak bisa, pesan satu potong saja..”


“aura..” bentak putri keagungan “kau mau bertengkar ya...?”


“Kalau kau tetap memaksa memesannya, “mencoba mengendalikan emosi “bertengkar saat ini juga tidak masalah.” ucap putri keagungan melontarkan senyuman Kecut dibibirnya


“Kalian berdua, berhentilah bertengkar..” bentak pelindung putra mahkota Shin ji, tampak kesal dengan pertengkaran Dua putri Klan yang berada di satu kelompok bersama dengannya.


“Baiklah kalau kau memaksa...” ucap putri kelincahan menerima tawaran.


“Aku mau pesan bakso..” ucap Zili pelan yang sedari tadi hanya tersenyum bahagia mengabaikan pertengkaran kedua temannya.


“Ba.. ba.. bak..so..?” ucap putri keagungan gelagapan.


“Bakso saja, “ ucap putri kelincahan “ganti saja ayam menjadi bakso 4 mangkok.” Lanjut gadis itu lagi, sepertinya dia sangat senang mengikuti keinginan makan Zili.


“7 mangkok..”


“Haa...


“Pesan 7 mangkok bakso..”


Suara laki-laki lain mengejutkan mereka.


Tuan..


Gumam Zili dalam hati ketika mendengar suara yang tidak asing lagi baginya.


Menoleh kepala,


Ia melihat putra mahkota yang sedang menyamar berjalan menghampiri mereka diikuti dengan penasihat dan pelindung putra mahkota Shin jo.

__ADS_1


__ADS_2