
Sebelum menikah, aku hanyalah salah seorang anak dari bangsawan biasa dan bukan berasal anggota keluarga kerajaan.
Keluarga kerajaan merupakan orang-orang yang memiliki hubungan persaudaraan dekat dengan Raja dan Ratu Negara serta Raja bayangan dan Ratu bayangan baik itu saudara kandung ataupun saudara angkat bahkan saudara tiri sekalipun.
Orang-orang mengira bahwa masuk ke dalam kelompok anggota keluarga kerajaan adalah hal yang membahagiakan. Tetapi tidak dengan aku, sungguh.
Terlebih lagi yang menikah denganku adalah Putra Mahkota negara. Bukan hanya dicintai oleh seluruh rakyat negara, bahkan seluruh pihak keluarga kerajaan juga sangat mengaguminya bahkan saudaranya sendiri.
Sesungguhnya, aku yang telah menikah dengannya meskipun telah menjadi bagian dari anggota keluarga kerajaan, dengan sangat terpaksa harus berada pada posisi paling bahaya.
Hampir semua orang tidak mengakuiku sebagai istrinya. Mereka bahkan beranggapan bahwa pernikahan kami hanyalah perjodohan semata dan memastikan bahwa Putra Mahkota tidak akan pernah mungkin menyukaiku walau sedikitpun, dan aku juga menyadari hal itu.
Mereka selalu menyerangku dan bahkan mereka tidak khawatir atau takut sekalipun untuk melakukan itu.
Beberapa hari yang lalu aku bahkan telah menerima ancaman dari Putri Istana. Dia benar-benar menginginkanku untuk bercerai dengan putra mahkota dan aku menyetujui, aku bahkan telah menandatangani surat perceraian.
Tetapi, tiga hari yang lalu tiba-tiba putra mahkota melakukan hal gila. Perilaku aneh yang bahkan membuat semua anggota keluarga kerajaan tidak bisa mempercayai perilakunya tersebut.
Padahal Aku telah menjelaskan segala kejadian yang sebenarnya tetapi entah mengapa, tidak ada seorangpun yang mempercayaiku.
Karena hal tersebut, perceraian kami berdua terpaksa dibatalkan.
Hal yang membuatku terharu adalah...
Kedua mertuaku mau memelukku. Mereka bahkan menangis berjam-jam melihat keadaanku. Aku yang tidak pernah merasakan pelukan hangat seorang ibu, hari itu, entah mengapa memiliki perasaan lega tersendiri di dalam hati atas pembatal perceraianku. Aku, masih ingin bersama mereka, ratu Yuanna dan ibu Nana, aku tidak ingin berpisah dari orang-orang yang masih mengkhawatirkan tentangku. Tidak tahu malu, bukan?, begitulah yang kurasakan.
Sejujurnya, aku hanya ingin menjadi orang biasa. Tidak perlu cinta, juga perhatian lebih seperti di dalam cerita-cerita romansa. Yang kuinginkan hanyalah teman dan keluarga. Yang mau dekat dan bermain bersamaku, Yang mau berbicara padaku dan mau bercerita tentang kehidupannya kepadaku serta orang-orang yang mau berjalan-jalan keliling kota denganku, Yang mau menemani malamku yang sepi selama ini. Hanya itu, sungguh hanyalah itu saja.
Selama hidupku, aku jarang pergi kemanapun kecuali hanya sebentar saja menuju ke sekolah, pasar atau memesan makanan lewat online. Dan juga, tidak terlalu banyak warga negara NC yang mengenaliku sebelumnya. Tetapi kini, setelah aku menikah dengan Putra Mahkota. Ada begitu banyak orang yang tidak kukenali sekalipun mengenaliku. mereka mengenali tetapi tidak menyukai. Ya.. Mereka membenciku, mungkin sangat ingin melihatku tersiksa.
Aku, benar-benar dibedakan. Mungkin karena orang sepertiku tidak layak untuk menjadi pasangan Putra Mahkota. Akupun menyadarinya, aku bahkan tidak pernah menerima undangan pesta sama sekali selama hidupku.
Bukan berarti aku ingin bergabung dipesta. hanya saja, mereka pasti tidak akan pernah menghargaiku. Ratu Yuanna dan ibu mertuku juga tidak menginginkanku untuk hadir di dalam pesta, pasti, tempat tersebut merupakan tempat yang lumayan bahaya untuk kehidupanku.
Tahukah kalian, Sejujurnya di negara ini penuh dengan kompetisi untuk menjadi yang terbaik dan mendapatkan pengakuan dari keluarga dan pengendali kerajaan.
Tapi sejujurnya, bukan hanya aku saja yang tidak pernah pergi ke pesta. ternyata Putra Mahkota juga sangat jarang pergi ke sana kecuali hanya ketika ia berada di tingkat SMP saja.
Ah, benar.
Saat ini aku sedang duduk di kelasku.
Rasanya jantungku ingin lepas, guncangannya terdengar keras. Tanganku juga gemetaran, belum lagi dengan kakiku yang menggigil tak karuan sedari tadi.
Ini sudah terjadi selama satu jam lamanya. Suasana kelasku begitu tegang. tidak ada hembusan nafas sekalipun yang terdengar, hanya suara gurulah yang terdengar di telingaku.
Itu semua karena Putra Mahkota negaraku berada di sini, di sampingku.
Huh..
Dia duduk di samping jendela begitu sangat santai. Kakinya naik ke atas meja belajarku. Kedua tangan berada di belakang kepalanya. Oh tuhan, sebenarnya apa yang dia lakukan di tempat ini.
__ADS_1
************
Helaan nafas berat terdengar.
Keringat Zili telah lama jatuh bercucuran dari atas kepala. Berkali-kali gadis itu menelan ludah karena takut kepada Putra Mahkota.
“Siapa yang bisa menjawab pertanyaan ini?” guru laki-laki di depan kelas memberikan soal matematika pada papan tulis, mungkin dia berharap ketegangan para murid menghilang karena kedatangan Putra Mahkota di sana.
“1x/3y.. -1/2 akar 2.. hm ..pelajaran semudah itu bahkan masih dipelajari di SMA. ” Putra Mahkota tersenyum meremehkan ketika ia melihat sekilas soal yang ada di papan tulis. Membuat guru yang mengajar hanya bisa diam dan menghela nafas kesal. Mungkin dia tahu dengan pasti seberapa cerdas Putra Mahkota negara NC yang bahkan telah melompati kelas berkali-kali tetapi tetap saja, kelas yang diajarkan guru laki-laki itu adalah kelas biasa maka tentu saja ia akan memberikan pelajar seperti pelajaran yang sesuai dengan tingkat mereka.
Hanya saja, guru tersebut sepertinya sedang bertanya-tanya di dalam hati tentang penyebab Putra Mahkota masih berada di tingkat SMA padahal kecerdasan otaknya telah terbukti melampaui mahasiswa universitas negara di usianya yang masih muda itu.
Sesungguhnya, Putra Mahkota memanglah terkenal sangat cerdas bahkan kadang mampu menyelesaikan urusan negara. Sedari kecil, laki-laki memang telah dipersiapkan untuk menjadi Penguasa Mutlak negara NC maka dari itu ia telah terbiasa mendapatkan pengajaran lebih mendalam dibandingkan dengan murid-murid lain bahkan murid di kelas khusus sekalipun. Mulai dari Pelajaran sekolah, ilmu pengetahuan negara bahkan seluruh keahlian Klan sekaligus termasuk keahlian fisik atau seni bela diri. Setiap bulan dalam jangka waktu 3 hari, ia selalu mengikuti ayahnya, Raja Bayangan untuk mengunjungi seluruh wilayah desa klan untuk belajar keahlian mereka selama hidupnya.
Hanya saja, Ibu laki-laki tersebut tidak menyukai sifat berlebihan Raja Bayangan dalam mendidik Putra Mahkota dan menolak keras Putra Mahkota untuk melompati kelas sebelum laki-laki tersebut dinobatkan menjadi raja negara NC.
‘”Selanjutnya, siapapun bisa menjawab tapi aku mohon Yang Mulia, berhentilah menjawab soal ini!" Guru yang mengajat bahkan terpaksa meminta Putra Mahkota untuk tidak ikut menjawab saat itu. Hal itu sontak saja membuat Putra Mahkota tersenyum nakal.
Tangan laki-laki itu mulai usil, dia meraih tangan zili yang gemetaran lalu mengangkatnya ke atas. “ 2x/5y." Kemudian membisikan jawaban tersebut ke telinga gadis itu.
“Duuuu.. duu.. dua..”
“Sudah cukup!" Guru itu mulai jerah, ia mengalah dan tidak lagi berniat mengajar, mengingat bahwa seluruh murid-murid di kelas tersebut tidak lagi memiliki konsentrasi untuk belajar karena kehadiran Putra Mahkota di sana. "Sampai di sini saja palajaran hari ini. Bapak ada urusan tiba-tiba dan kalian boleh keluar meskipun jadwal belum berakhir." Laki-laki dewasa itu mengambil buku-bukunya di meja kemudian berlalu dari sana, menyerah untuk berhadapan dengan Putra Mahkota negara NC.
Melihat guru mereka keluar kelas, tentu saja semua murid-murid di sana segera menyertai.
“Haaa.. sudah berakhir ya?” Putra Mahkota tersenyum begitu puas setelah mengacaukan kelas hari itu kemudian ia berdiri.
Huh,
bahkan suara hembusan nafas leganya terdengar hingga ke telinga. Dan memang, Putra Mahkota pergi dari sana tetapi sayang, ia menarik tangan Zili daj membawa gadis itu pergi bersamanya.
“Jalan!" Mau tidak mau, dengan terpaksa Zili mengikuti langkah laki-laki tersebut.
Semua mata memandang takut dari kejauhan, beberapa murid dari Klan Shen yang tidak sengaja melihat mereka, dibuat terkejut dan tidak menyangka bahwa Putra Mahkota membiarkan orang lain untuk mengikutinya kecuali teman-temannya.
Saat itu, Putri Istana yang melihat hal itu dari lantai atas sekolah, merasa sangat kesal dan membenci Zili. Padahal selama ini, Putra Mahkota sangat jarang dekat dengan wanita lain.
Bukan hanya Putri Istana, sepertinya para murid-murid yang berasal dari putra-putri petinggi klan juga terlihat tidak menyukai Zili.
Dari kejauhan Presiden Sekolah, Ou Natsu yang sangat menyukai Putri Istana semakin merasa akan terjadi bahaya hari itu. dia hanya bisa tersenyum kecut memandang kecemburuan tunangannya lalu berlalu dari tempatnya berada saat itu.
Dan dari kejauhan juga, seorang murid laki laki yang turut memandang Putra Mahkota, meraih ponselnya lalu menghubungi seseorang yang memerintahkannya untuk mengawasi pergerakan Putra Mahkota di sekolah.
“Yang mulia, sepertinya berita tentang putra mahkota yang telah memiliki dambaan hati adalah benar adanya.” kabarkannya kepada Seorang yang berada di dalam panggilan tersebut.
“Hm..menarik sekali, Apakah kau tahu dari klan mana wanita itu berasal?” tanya penerima panggilan kepada bawahannya tersebut.
“Zin, Yang Mulia.” Jawabnya murid laki-laki tersebut lalu menyimpan ponselnya kembali karena panggilannya ditutup oleh tuan dari murid laki-laki tersebut.
***********
__ADS_1
Ratu Negara terlihat berjalan tergesa-gesa menyusuri koridor sekolah menuju ruang pribadi Putra Mahkota setelah mendengar kabar dari Pelindung Putra Mahkota Shin Ji yang telah diutus Putra Mahkota untuk menyebarkan berita palsu tentang istri dari Putra Mahkota negara NC tersebut.
Dengan sangat geram wanita dewasa itu menendang pintu ruangan tetapi sayangnya tidak berhasil, mungkin karena telah pintu tersebut telah di desain kuat dari tendangan oleh Ahli tekhnologi klan Co yang diperintah secara langsung oleh Putra Mahkota.
“Sialan,bahkan pintunya sangat susah didobrak.” Gumam Ratu Negata begitu geram, segera ia menarik nafas laku meraih gagang pintu kemudian memutarnya.
Terbuka...
Tidak perlu bersusah payah menendang, ternyata hanya dengan diputar saja gagangnya, pintu tersebut akan terbuka.
Setelah masuk ke dalam, Wanita itu melihat Zili sedang duduk di samping Putra Mahkota dan memakan sepiring mie goreng di sana.
“Bibi!" teriak Pelindung Putra Mahkota Shin Ji dari kejauhan lalu bergerak cepat menghampiri Ratu Negara. "Makanan yang dimakan wanita itu mengandung rancun." Lalu memberitahukan kebohongan kepada bibinya tersebut.
Zili yang mendengarkan hal tersebut, sontak berdiri dan me meletakan kembali mie yang tersisa di mulutnya ke atas piring. Matanya terbelalak tidak percaya dengan apa yang ia dengar, begitu juga dengan Ratu Negara yang masih berdiri di depan pintu.
Jantungnya semakin memacu kencang, keringat juga semakin deras membasahi tubuh. Tanpa ia sadari kakinya melemah lalu mata gadis itu tertutup seketika.
Zili, saat itu telah terjatuh tak lagi sadarkan diri tepat di pelukan Putra Mahkota. melemahkan kakinya lalu menutup matanya dan terjatuh pingsan dipelukan Xu’i..
“Hah, hahaha pingsan." Ucap Putra Mahkota geli padahal mie goreng yang dia pesan tidak sedikitpun mengandung racun.
“Ziliiiii” teriak Ratu Negara begitu khawatir lalu berlari menuju Putra Mahkota untuk mengambil tubuh zili dari tangan laki laki tersebut kemudian membawanya menuju ke klinik sekolah.
“Selamatkan nyawa keponakanku!" teriak Ratu Negara keras, berlari sekuat tenaga.
“Kau benar-benar tidak meletakan racun, benarkan Jo?” tanya Putra Mahkota yang masih belum percaya dengan apa yang ia lihat saat itu.
“Benar, aku tidak bohong. haaa.. aneh sekali, kenapa dia tiba-tiba pingsan?” tanya Pelindung Putra Mahkota Shin Jo kepada saudaranya yang juga masih merasa bingung di sana.
“Putra mahkota meracuni wanita.. putra mahkota mera....” suara penyiar berita tiba tiba terhenti ketika ia melihat kepala sekolah berdiri di hadapannya.
Dengan bergegas ia berlari agar berita tersebut tidak batal tersebar, tetapi sayangnya, kepala sekolah bergerak lebih cepat dan berhasil menarik kerah baju laki-laki tersebut lalu membawa si penyebar berita lagi keruangannya.
Berita tentang putra mahkota yang meracuni wanita pun tidak jadi menyebar keseluruh penjuru sekolah mulai dari SD, SMP, SMA atau bahkan Universitas negara karena penyebar berita lagi dan lagi telah tertangkap basah oleh kepala sekolah.
********
Ratu Negara berdiri menggebrak meja yang berada di depan seorang wanita. wanita itu terlihat sedang duduk dengan santai sembari menyeruput kopi.
“Ansi, kau tidak boleh berbohong padaku!" Pinta Ratu Megara memaksakan keinginannya kepada bibu iparnya tersebut.
“Sudah kubilang dia tidak dirancuni Yuanna, Huh, dia hanya terkejut mendengarkan berita palsu itu." Jelas wanita yang telah meletakan cangkir kopi tersebut berulang-kali. Sepertinya dia telah sangat lelah dengan permintaan Ratu Negara untuk mengakui bahwa Zili saat itu sedang keracunan makanan.
“Ansi,kau tidak boleh berpihak kepada Xu’i?" paksa Ratu Negara lagi, membuat wanita itu menggelengkan kepala.
“Ia benar, dia keracunan, sudah puas." Ucap wanita yang tak lain adalah perawat sekolah, tidak lagi memiliki kesabaran lalu berdiri dan pergi meninggalkan ruangan tersebut karena kesal.
“Zili!" teriak Ratu Bayanganyang telah masuk ke dalam klinik, begitu khawatir.
“Nana,,, hiks hiks.. Zili diracuni." Tangis Ratu Negara sembari memeluk Ratu Bayangan yang telah datang mendekati.
__ADS_1
“Sabar yuanna, yang sabar”