
kesedihan terlihat sangat jelas memenuhi bola mata. senyuman pahit mengembang tipis menahan rasa sedihnya.
Berdiri didepan pintu sembari menggenggam tangan kecil seorang anak laki-laki yang mendongak memandanginya.
Dari balik pintu terdengar pertengkaran keras.
“Kau....
Suara ratu negara sudah mulai parau karena menahan geram terhadap ibu mertua dihadapannya.
“Kalau mau pukul ya pukul saja” balas ibu mertua dari wanita itu yang juga terlihat geram “aku tidak akan memberikan Shin’A padamu”
Ratu negara menghela nafas teramat berat, “dia harus berlatih Ralla” teriak Ratu negara keras “dia calon raja negara ini”
Ibu mertuanya tersenyum kecut “calon raja apanya!” ucapnya menolak “semua orang juga mengetahui bahwa calon raja mereka hanyalah Xu’i” lanjutnya lagi geram “kau mau dia jadi raja boneka seperti Shin, ya?” tambahnya sembari menyembunyikan pangeran istana kecil dibelakangnya.
“Ralla...
“Tidak yuanna”tolaknya keras kepala.
Pangeran istana mengintip sedikit dari punggung neneknya “ibu, aku tidak ingin berlatih,” ucapnya dengan ragu-ragu merasa takut “aku lelah, biarkan Xu’i saja yang berlatih” lanjutnya lagi memiluhkan hati ratu negara “aku ingin bermain, aku juga tidak ingin belajar lagi, ibu aku moh...
“Shin’A...
“Kau dengar,” sela mertua ratu negara ketika wanita tersebut ingin memarahi putranya “seperti kau yang dipaksa melindungi kakakmu saat masih kecil, seperti itulah Shin’A yang kau paksa untuk melindungi Xu’i” ucap wanita tua tersebut menyayat hati ratu negara dan raja bayangan yang berada dibalik pintu, mendengarkan pertengkaran mereka “semua orang hanya mengakui Xu’i, untuk apa Shin’A berusaha keras menjadi raja boneka yang tidak akan pernah diakui oleh rakyatnya” mertua ratu negara mulai melangkah kaki keluar membawa pangeran istana kecil.
“Aku mohon hiks “ air mata ratu negara mulai mengalir deras, “negara ini tidak bisa hanya dipimpin oleh seorang saja”
Wanita tua itu berhenti “bisa saja,” ucapnya melewati ratu negara yang telah jatuh bertumpuh pada lipatan kaki “jika Xu’i dilatih keras”
“Jangan bebankan semua pada Xu’i, ralla” teriak Ratu negara marah bercampur dengan tangisan.
“Kalau begitu, kau juga jangan bebankan cucuku hanya untuk menjaga negara yang seharusnya dijaga oleh klan Xu saja” kilah wanita tua itu “darah cucuku, bukan lah Xu” lanjutnya lagi berlalu pergi.
Ia membuka pintu dan menemukan raja bayangan tersenyum pahit memandangnya. Tatapan wanita tua itu tajam “jangan bebankan Shin lagi dengan meminta putranya untuk berlatih” sindir wanita tua ketika melewati raja bayangan yang mulai tersenyum getir memasuki ruangan adiknya.
Putra mahkota kecil melepaskan tangan ayahnya. Dia berlari menghampiri ratu negara yang sedang menangis sesunggukkan.
“Bibi, jangan khawatir, “ dia tersenyum ceria “kau bisa mengandalkan aku” lanjutnya lagi menambah Tangisan ratu negara yang langsung memeluk anak laki-laki yang mungkin masih berumur lima tahun tersebut “tenang saja, tenang saja, aku akan menjagamu dan negara kita ini” ucapnya mencoba menenangkan sembari menepuk-nepuk punggung ratu negara.
Raja bayangan hanya bisa berdiri memandang mereka berdua dengan tatapan kesedihan karena harus merelakan masa bermain putranya untuk berlatih keras menjadi calon raja negara.
*********
Putra mahkota kecil berjalan menelusuri koridor sekolah. “Xu’i” panggil pelindung putra mahkota shin ji yang saat itu terlihat sedang membawa bola kaki ditangannya.
__ADS_1
“Ayo kita main” ajak penasihat putra mahkota dari kejauhan.
Putra mahkota kecil tersenyum ceria “maaf, aku harus belajar”teriak nya menolak lalu pergi meninggalkan teman-temannya yang berada dilapangan sepak bola.
“Bukan kah ini jadwalmu istirahat” seru lord breeder kecil yang langsung berlari menghampiri laki-laki tersebut. Menghentikan langkah kakinya.
“Aku perlu belajar lebih giat demi bibi yang kucintai” ucapnya mengembangkan senyuman hingga gigi-giginya terlihat.
*********
Pintu Harta klan terbuka,
Uhuk uhuk..
Tampak putra mahkota kecil sedang terbaring lemah menggenggam buku sembari terbatuk-batuk, ia juga tampak sangat kesulitan bernafas.
“Xu’i... Xu’i....
Teriak ratu bayangan menangis menggendong putranya dan berlari cepat menaiki tangga, meninggalkan sebuah bangunan yang berada dibawah tanah tersebut.
********
Pelindung putra mahkota shin ji dan shin jo kecil menangis sesunggukkan melihat Putra mahkota berbaring lemas dengan ventilator diwajahnya. Tubuhnya penuh dengan luka.
“xu’i bangunlah,..”
Tangis pelindung putra mahkota shin jo.
“Aku akan berusaha keras untuk menjagamu, jadi bangunlah Xu’i” begitu pula dengan pelindung putra mahkota shin ji yang sedang menggigil gemetaran, menangis memegangi tangan putra mahkota.
Semantara diluar ruangan, terlihat penasihat putra mahkota menatap geram kearah pangeran istana yang telah berhenti didepan pintu karena lord breeder menghalangi jalannya.
“Pergilah, jangan datang” teriak penasihat putra mahkota kecil.
“Aku hanya diperintahkan untuk melihat Xu’i, kalau kalian melarang, jangan salahkan aku jika kalian dihukum”
Ucap laki-laki yang sedang berdiri bersama atlet bola basket dan dewa kemenangan kecil yang sedang kebingungan karena melihat kebencian teman-teman putra mahkota kepadanya.
“Biar saja, aku tidak peduli dihukum asal kau jangan menyusahkan Xu’i lagi” teriak lord breeder masih menghalangi pintu dengan kedua tangannya.
********
“Ayah, ibu” teriak putra mahkota kecil berlari memasuki rumah.
Raja bayangan dan ratu bayangan yang mendengar teriakan putra nya, langsung keluar dari ruangan kerja mereka untuk memenuhi panggilan anak laki-laki tersebut.
__ADS_1
Raja bayangan berjongkok menunggu kedatangan putra satu-satunya menghampiri dan memeluknya.
“Aku berhasil membuat texchi” ucap putra mahkota mengejutkan semua orang yang berada diruangan tersebut bahkan para pelayan rumah sampai terkagum-kagum dengan kehebatan putra mahkota yang masih kecil.
“Xu’i....
Semakin lama, semakin bertambah usia, semakin sering berlatih, semakin sering membaca, semakin sering belajar, semakin sering terluka, semakin hilang pula lah senyuman ceria laki-laki kecil yang kini telah menjelma menjadi remaja laki-laki tampan, cerdas dan kuat.
Dia sedang duduk bersama teman-temannya dipertengahan bukit, memandang sebuah gua yang tertutup Pintu dinding keras dari kejauhan.
“Aku lelah, aku harus pulang”
Sontak empat orang laki-laki yang juga memakai jubah hitam yang sama dengannya terkejut tidak percaya “dia mengeluh” bisik Pelindung putra mahkota Shin jo kepada saudaranya.
“Kita sudah menyelesaikan setengah perjalanan, dan kau tidak ingin melanjutkannya lagi?” penasihat putra mahkota yang terkejut mendengar keluhan putra mahkota menolak keinginan laki-laki tersebut.
Putra mahkota menghela nafas berat, helaan nafasnya juga membuat semua teman-temannya terkejut tak menyangka “jadi kau menyuruhku membiarkan putri mahkota bersama Shin’A?” Ucapnya terlihat geram yang lagi-lagi mengejutkan teman-temannya.
“Dari awal, ratu negara memang menginginkan gadis itu bukan? Jadi pasti ini kerjaannya membiarkan Shin’A bersama gadis itu berdua saja” tebak pelindung putra mahkota Shin jo semakin memperkeruh suasana buruk didalam hatinya.
“Astaga kau ini, lebih baik kau diam saja” bisik saudaranya geram.
“Xu’i ingatlah, setelah misi ini selesai, kau akan memiliki banyak waktu untuk berdua saja dengan putri mahkota” lanjut penasihat putra mahkota “kalau kita menundanya lagi, kau pasti akan sibuk kembali dan tidak ada sedikitpun waktu untuk bersamanya” tambahnya.
“Hari ini, sedikitpun aku belum melihatnya”
Keluh putra mahkota lagi memandang lurus kepintu gua.
“Wanita, semakin ditinggal lama, dia akan semakin tergila-gila, ya kan paman?” ucap Pelindung putra mahkota Shin ji.
“Ha.....
Penasihat putra mahkota kebingungan menjawabnya karena memang dia tidak pernah memahami perasaan seorang wanita selama ini.
“benarkah?” tanya putra mahkota memastikan.
“Benar sekali, aku ini sangat berpengalaman dalam urusan percintaan” dibelakang putra mahkota, shen shi yun meyakinkannya.
“Aku dan aura sudah lama tidak berjumpa, ketika bertemu dia memelukku erat sekali dan mengatakan ia sangat merindukanku, dia sungguh tidak ingin lepas dariku, kau lihat sendiri kan paman?” lanjut Pelindung putra mahkota shin ji lagi, yang ragu-ragu dianggukkan penasihat putra mahkota.
“waaaahhh kau beruntung sekali dipeluk wanita cantik sepertinya shin ji” ucapan pelindung putra mahkota shin jo membuat putra mahkota sontak tersenyum senang.
“baiklah, lanjutkan saja”
jAwab putra mahkota melegakan hati semua teman-temannya.
__ADS_1