
Zili membuka mata, dilihatnya putra mahkota sedang tersenyum lembut kearahnya. Ia membuka mata lagi padahal sebelumnya telah membuka mata, masih terlihat putra mahkota berada disamping dan tersenyum lembut kepadanya. Masih membuka mata lagi, kali ini putra mahkota telah berjalan keluar pintu, lagi perlahan-lahan ia membuka mata.
“Shisou....
Dia sontak bangun, duduk menyingkap selimut.
“Selamat Siang yang mulia” rentetan pelayan wanita berdiri menghormatinya.
1
2
3
Ada lebih dari Lima orang berada disana.
“Shisou...
Zili melompat segera, “dimana putra mahkota?” tanya Zili kepada salah seorang pelayan wanita yang sedang berdiri disamping pintu menyambutnya membuka mata.
Seorang pelayan berjalan mendekati, mungkin dia adalah kepala pelayan rumah tersebut “seorang prajurit Negara membawa anda kerumah ini dengan keadaan tak sadarkan diri, yang mulia”
“Putra mahkota?” tanya zili lagi ingin memastikan keberadaan orang yang dia cinta.
Kepala pelayan tersebut menggelengkan kepala “raja bayangan Xu idris pernah datang sekali berkunjung untuk memastikan kesehatan anda yang mulia, tetapi kami belum pernah melihat putra mahkota....
“Berapa hari?” zili memandang sedih wanita dewasa dihadapannya “berapa hari aku tidur?” dia menundukan kepala lagi sedih.
“3 hari”
3 Hari ya.
Benarkan, aku ditinggal lagi.
Rasa sedih menyelimuti hati Zili karena lagi-lagi ia harus kehilangan laki-laki yang ia cintai.
Luka telah pulih kembali, bahkan tak tersisa nyeri sedikitpun ditubuhnya. Zili berjalan perlahan mendekati jendela dan membukanya, pandangan mata gadis itu sontak berbinar-binar penuh dengan kekaguman.
Dari balik jendela, pemandangan hijaunya rumput nan jauh dipandang mata. Berada diatas, terlihat sangat jelas keindahan alami negara NC. Diluar sana juga bermekaran bunga-bunga tulip berwarna kuning dan merah muda. Dia tengah-tengah tumpukan Bunga, mengalir sungai dangkal yang alirannya terlihat deras dengan bebatuan Besar didalamnya. Diatas sungai terdapat sebuah jembatan kecil membungkuk keatas.
Zili memandang kearah kepala pelayan “aku...dimana?” tanyanya sungguh penasaran karena baru pertama kali berada ditempat yang luar biasa indahnya.
__ADS_1
Kepala pelayan tersenyum memandang tuannya “Villa Tulip ratu bayangan wilayah tenggara, yang mulia”
Itu artinya aku tidak lagi berada didesa ann.
Tenggara..
Desa Ou.
Ungkapnya pada dirinya sendiri.
Zili merasa seperti berada didalam mimpi. Ia mulai menghirup udara segar disekitarnya. Tidak banyak terlihat pohon-pohon besar disana. Hanya beberapa saja selebihnya hanyalah rerumputan hijau yang kadang memiliki bunga diatasnya.
“Yang mulia, silahkan menuju kamar mandi”
setelah menjadi putri mahkota dan tinggal dirumah raja bayangan Xu idris, zili memang selalu saja dimandikan oleh para pelayan. Sebelumnya memang ia tidak biasa, tetapi lama kelamaan itu sudah tidak jadi masalah.
*********
Menuruni anak tangga, menuju lantai dasar rumah yang hanya bertingkat dua. Zili terlihat menghela nafas malas.
Gaun biru lengan panjang selutut kaki yang ia kenakan, terlihat sangat mewah. Ditambah lagi gulungan rambut kebelakang dan poni belah samping yang panjang juga ikut terikat dengan pita-pita mewah semakin mempercantik wajah gadis itu.
Benar,
Seorang laki-laki sedang duduk membaca buku sembari sesekali menghirup teh melati dimeja makan yang sudah terisi hampir penuh makanan. Sesekali ia juga membuka lembaran buku tersebut.
Matanya sangat jeli, terlihat begitu cepat ia membaca tulisan dilembaran buku yang ia pegang.
Terus berjalan mendekati laki-laki tersebut untuk makan siang, karena memang matahari telah berada dipuncaknya, zili duduk agak menjauh.
Pangeran istana meliriknya yang telah duduk jauh disebrangnya. Kebetulan meja makan sangat Panjang, dan ada banyak kursi sebagai pilihan. Laki-laki itu tersenyum cerah, ntah mengapa tampaknya ia begitu lega memandang Zili dan juga tatapannya sedari tadi tidak juga ia lepaskan dari gadis yang telah melahap Sandwich isi Telur.
Dari sekian banyaknya, menu itulah yang gadis itu pilih karena tidak sedang berselera makan.
“Kau tahu, sudah berapa banyak tempat kukunjungi hanya untuk menemukanmu?” Pertanyaan Pangeran istana semakin menghilangkan nafsu makan gadis itu. Barisan pelayan yang berdiri dibelakang mereka bahkan sampai terkejut mendengar ucapan pangeran istana.
Bagaimana mungkin pangeran istana berusaha sangat keras hanya untuk mencari istri putra mahkota!. Begitulah kira-kira yang mungkin ada didalam pikiran mereka.
Zili menundukan kepala “maaf” ucapnya, lalu meletakkan sisa Roti keatas piring karena sudah tidak lagi berselera.
Gadis itu berdiri, siang itu ia berniat kembali kekamarnya karena masih merasa kecewa dengan putra mahkota yang lagi-lagi meninggalkannya.
__ADS_1
HAaaaaa.....
Lagi.
Pangeran istana selalu saja membuatnya terkejut dengan semua tingkah lakunya. “sebentar saja” pintanya yang saat ini telah menyandarkan kepalanya dibahu kanan zili bagian depan.
“Ehm...
Zili mencoba melangkah mundur “kau ingin mempermalukanku dihadapan banyak pelayan rumah ya” lanjutnya lagi agar Zili tidak menghindarinya.
“Yang mulia...
“Kenapa kau selalu memanggilku yang mulia, bukankah kau mengetahui namaku?” Pangeran istana menegakan tubuhnya kembali. Ia mulai menatap mata zili yang tidak membalas tatapannya.
Zili memandang kearah lantai, ia menghela nafas berat “Shin’A, kenapa kau bisa berada disin...
“Aku membutuhkanmu, makanya aku mencarimu” pangeran istana mulai menarik pergelangan tangan Zili. Tetapi tampaknya gadis itu tidak ingin bergerak sama sekali. “bukankah kau juga diperintahkan untuk mengerjakan semua tugas Xu’i?” Ucapan Pangeran istana membuat zili kalut dalam kesedihan.
Ia yang sangat ingin menyendiri terpaksa harus mengikuti langkah laki-laki tersebut meninggalkan Villa indah yang Hanya sekali dalam semasa hidupnya baru menapakkan kaki.
Mulai melangkah kaki “Shin’A, tolong lepaskan tanganku” pinta Zili pelan, tampaknya ia sangat tidak nyaman dengan pandangan mata para pelayan Rumah yang terlihat curiga.
Pangeran istana menoleh kepala memandang Zili, ia tersenyum “kau mau aku gendong ya?” pertanyaannya malah semakin memberatkan hati Gadis itu. Ia tertegun menahan kesal tetapi tidak ingin melawan pangeran istana.
“Ayo kita pergi” ajaknya mengalihkan pembicaraan lalu mulai melangkah masih dengan genggaman tangan pangeran istana.
Terus berjalan keluar rumah, bahkan sesekali menoleh ke kanan, kekiri, kebelakang dan kebawah memandang penuh kekaguman Tempat yang dipenuhi dengan rerumputan hijau serta bunga-bunga tulip bermekaran.
Tanpa ia sadari, pangeran istana telah membawanya masuk kedalam Mobil kerajaan pribadi miliknya. Mobil khusus untuk pangeran istana yang dikemudi oleh penasihatnya, Zin ziruan.
Ada banyak buku-buku dikursi belakang tempat pangeran istana duduk, tampaknya laki-laki tersebut sedang berusaha keras menggantikan posisi putra mahkota.
Ia duduk tepat disamping Zili setelah mereka berdua memasuki mobil. Lagi, laki-laki tersebut menyandarkan kepalanya dibahu Zili dari posisi samping lalu memejamkan mata. “shin’A...
“Jangan ganggu dia,” suara Penasihat Pangeran istana menghentikan Zili melanjutkan perkataannya “sudah tiga hari dia tidak tidur hanya karena mencari keberadaanmu” lanjutnya lagi mengejutkan Zili yang sontak pasrah dengan sikap pangeran istana kepadanya.
Penasihat pangeran istana mulai menyalakan mobil, meninggalkan rumah indah dan mewah dipuncak bukit yang dipenuhi bunga-bunga tulip.
Tangan pangeran istana mulai ia lepaskan dari pergelangan tangan Zili. Sesaat Gadis itu merasa lega tetapi sayang, kelegaannya tidak bertahan lama.
Tangan pangeran istana kembali menggenggam telapak tangan Zili, gadis itu mencoba menghindar namun tangannya telah teraih terlebih dahulu. “ayya” panggil pangeran istana dengan suara yang sangat menyedihkan.
__ADS_1
Hal tersebut membuat Zili sontak memijat dahinya dengan jari-jari tangan yang lainnya dan bergumam “aku bukan Lu ayya”.