Greatest, Chasing After You : My Husband Is Not An Ordinary Villain - Season 5

Greatest, Chasing After You : My Husband Is Not An Ordinary Villain - Season 5
ajakan kepesta


__ADS_3

Pintu darah terbuka,


Ditengah-tengah kengerian suasana yang dipenuhi dengan tulang belulang, raja bayangan dengan senyum remehnya memasuki ruang penjara bawah tanah Klan Xu.


Berjalan menghampiri sebuah penjara Bergerigi besi yang didalamnya terdapat seorang laki-laki berdiri dengan ikatan kedua tangan menyatu keatas.


Wajahnya basah ketika seorang tentara penjaga mengguyur dengan air, membangunkan laki-laki tersebut dari tidurnya.


“Akhirnya kau datang Juga...


Ucap laki-laki yang tak lain adalah putra mantan Presiden negara NC.


“Masih belum mau berbicara juga ya..


Ucap raja bayangan memandang tajam penuh kengerian, “baiklah”


“sampai mati sekalipun aku tetap tidak akan membuka mul....


“Kakak...


Suara seseorang terdengar menggetarkan hati. Ratu negara kini telah memasuki penjara bawah tanah.


“Yu...


Mulai terasa takut “yuanna” ucapnya penuh dengan kekhawatiran.


“Hmm...


Jawab ratu negara yang telah berada didepan laki-laki tersebut dan juga berdiri tepat disamping kakaknya “Shen Shi Zin, lama tidak bertemu”


“Kau....


Dia mulai tertegun “yang benar saja, kau membiarkan kegilaan adikmu kembali hanya karena aku tidak membuka....


“Tentu saja...


Jawab Raja bayangan begitu mudah “benarkan yuanna?”


“Kenapa tidak?”


Jawab ratu negara “aku bahkan mulai terguncang karena kedatangan yuan tiba-tiba dan tidak bisa menguatkan diri” lanjut Ratu negara mulai mengeluarkan obat dari kantungnya.


“Yuannaaaaaa....


Teriak Mantan putra presiden “berani sekali ka....


“Siapa yang kutakuti memangnya?”


Ratu negara mulai melangkah dengan tatapan tajam dan senyuman liarnya “kau bawa pisaunya kak?” tanya ratu negara kali ini kepada raja bayangan “aku tidak sabar lagi mencincang tubuh......


“Aku akan mengatakannya”


Teriak laki-laki dihadapan dua pemimpin negara “akan ku katakan....


********


Langkah kaki terdengar menggema.


Dikoridor rumah sakit, tampak raja negara diikuti pelindung dan penasihatnya memasuki sebuah ruangan pasien VIP, dirumah sakit terbesar di negara NC.


“Jadi kakek alfa kembali bergabung bersama mereka?”

__ADS_1


Raja negara mulai memasuki keruang perawatan guru putra mahkota bersamaan dengan pertanyaan yang ia telah lontarkan kepada kedua temannya.


Penasihat raja menghela nafas berat “Yuan pasti mengetahui bahwa kakek alfa tidak ingin mengikuti rencananya, maka dari itu, dia menugaskan kakek alfa untuk menghalangi kami bukan menghalangi idris” jelasnya mulai duduk disofa yang tidak jauh dari tempat guru putra mahkota berbaring dengan tabung nafas dimulutnya.


“Andai dia menghalangi idris, tentu saja....


“Tentu saja dia tidak akan kembali bergabung ke yuan, bukan?” tebak Raja negara.


“Benar, kau jelas mengetahui idris bukanlah orang yang ragu-ragu membunuh siapapun yang dia kira pengkhianat” jawab pelindung raja yang masih berdiri memandang Guru putra mahkota.


“Maka dari itu, aku takut dia mengetahui apa yang terjadi didesa ** saat ini dan membabat habis semua penduduk disana” ucap raja negara yang telah duduk diatas sofa sembari menghela nafas berat karena mengetahui kenyataan pahit yang saat ini tengah melanda negaranya.


**********


Malam yang panjang telah berlalu,


Pagi yang cerah kini telah tiba.


Diruang tempat peristirahatan keluarga Kerajaan yang berada didalam istana, Zili perlahan-lahan mulai membuka mata.


Dia menatap langit-langit atap ruangan, mengedipkan mata berkali-kali. Sedikit demi sedikit kesadarannya mulai datang kembali.


Ah benar,


Ucap gadis itu didalam hatinya.


Dia tidak sedang berada didesa ann.


Mulai bangkit dari baringannya, ia melihat pangeran istana tengah duduk diatas kursi menandatangani beberapa lembaran kertas, dan berada dekat dengan jendela kamar yang ia tempati.


Kacamata yang laki-laki itu kenakan, mulai dilepas.


Dia menghentikan gerakan tangannya, memandang Zili yang mulai duduk ditepi kasur.


“Kau...


Ragu-ragu gadis itu ingin bertanya “yang membawaku kekamar ya?” dia membalas pandangan pangeran istana yang kini telah berdiri.


Laki-laki itu mulai melangkah kaki sembari membawa sebuah kotak besar yang tadinya berada diatas meja kerjanya. “jadi menurutmu siapa lagi kalau bukan aku?” jawabnya menatap Zili dari atas, membuat gadis itu mendongakkan wajah membalas tatapannya lagi.


“Terima kasih...


Ucap Zili lalu menurunkan kepala.


“Bersihkanlah dirimu, lalu kenakan ini” perintah pangeran istana sembari meletakan kotak besar disamping zili.


“Ini...


Zili membuka kotak besar tersebut dan menemukan sebuah gaun didalamnya, gaun berwarna ungu terlihat begitu mewah berbalut permata membentuk pola bunga mawar berwarna merah muda dibagian kanannya. “kenapa aku harus memakainya?” Ucap gadis itu sangat tidak berselera mengenakan gaun yang dia anggap tidak sesuai dengan kebiasaannya yang sering menggunakan kaos polos biasa.


“Malam ini aku akan merayakan pesta ulang tahun dengan teman-temanku di Villa pribadiku, dan kau akan ikut pergi bersama....


“Aku tidak mau ikut”


Tolak Zili cepat lalu kembali berbaring keatas kasurnya.


“Kau bilang apa?”


Tampaknya pangeran istana tidak menyenangi penolakan yang diucapkan Zili.


“Aku bilang aku tidak mau ikut”

__ADS_1


Ucap Zili langsung menutup seluruh tubuhnya dengan selimut. “Jangan paksa aku” pinta Zili memohon dari balik selimut, dengan membayangkan wajah putra mahkota yang sangat ia rindukan.


“Xui...


Pangeran istana mulai tersenyum nakal “mungkin akan ada disana” Lanjutnya berbohong, karena ia jelas mengetahui bahwa putra mahkota saat ini sedang sangat sibuk mengurus banyaknya robot-robot manusia yang harus diteliti dan dimakamkan kembali kepemakaman umum negara NC serta ia juga harus membuat beberapa laporan dan mencari jejak musuh pergi.


“Benarkah?”


Sontak Zili yang memang sangat merindukan putra mahkota menyingkap Selimut, bangkit dari kemalasannya dan berdiri sembari mengambil kotak gaun pemberian Pangeran istana.


“Jadi kau mengira aku bohong...


“Aku hanya ingin memastikan, walaubagaimanapun kau memang sering berbohong bukan?”


Ucap Zili terang-terangan sembari memandang pangeran istana, meminta keyakinan.


“Terserah kau saja, mau percaya ataupun tidak, yang pasti,...


Pangeran istana mulai berbalik badan karena mungkin ia tidak tahan melihat tatapan penuh pengharapan didalam bola mata Zili. “beberapa minggu ini, akan sangat sulit bertemu dengan Xu’i” lanjutnya lagi, mulai melangkah meninggalkan Zili yang terlihat sedikit senang karena ia mengira mungkin akan bertemu dan melihat laki-laki yang dia cintai.


***********


Pangeran istana, bukan hanya sekedar seorang murid biasa yang menghabiskan banyak waktu belajar disekolah. Dia juga terkenal sebagi tentara berpangkat kolonel yang sangat cerdas dan juga kuat.


Sebagai putra dari seorang raja, setiap kali ia berulang tahun, ia selalu mendapatkan hadiah berupa Villa ataupun mansion disemua bagian wilayah negaranya,


Berbeda dengan putra mahkota yang lebih memilih untuk diberikan Hak serta Izin untuk membuat texchi miliknya sendiri, pangeran istana lebih senang mengkoleksi Villa pribadi.


Villa pribadi yang sangat disukainya terdapat diwilayah selatan negara NC, di desa Lu berada dan saat ini, ia tengah mengadakan pesta yang hanya boleh dikunjungi oleh pejabat tinggi dinegaranya, itupun hanya beberapa orang saja yang menerima undangan dari laki-laki tersebut karena memang ia tidak menyukai orang yang tidak ia kenal untuk menapaki kaki ditempat pribadinya.


Mobil yang membawa pangeran istana dan Zili berhenti tepat dihalaman Sebuah villa besar tiga tingkat yang dikelilingi Kolam renang panjang.


Kolam renang yang sangat diingat Zili mirip dengan kolam renang didesa Xu, tempat ia belajar berenang bersama putra mahkota.


Piluh,


Sangat rindu hingga teramat menyiksa, ia bahkan sampai menoleh kesegala penjuru arah mencari putra mahkota tapi tidak menemukannya.


“Shin’A...


Suara seorang gadis memanggil pangeran istana.


Mata laki-laki itu mulai terkagum-kagum ketika melihat putri kecantikan berbalut Gaun berwarna jingga berlengan pendek dengan uraian rambut bergelombang datang mendekatinya.


“Ayya...


“Selamat ulang tahun”


Ucap gadis itu ketika telah mendekati pangeran istana dan menariknya pergi dari sisi Zili yang sedang berdiri disamping pangeran istana.


“Tunggu dul...


“Shin’a, ada yang ingin kuberikan kepadamu, dan aku hanya ingin kita berdua saja yang pergi kesana” pinta gadis itu menghalangi pangeran istana untuk membawa Zili pergi bersamanya. “aku sungguh sangat malu jika ada orang yang melihat hadiahku untukmu” lanjut gadis itu memaksa “kau bisa kembali setelah aku memberikannya kepadamu” tambahnya berusaha meyakinkan pangeran istana.


“Baiklah...


Ucap pangeran istana menyetujui “tunggu aku, jangan pergi kemana-mana” perintahnya kemudian kepada Zili yang masih berdiri didepan pintu mobil, lalu memandang kepergian pangeran istana yang kini telah menjauh.


“Waaahhhh...


Suara seseorang mengalihkan perhatian Zili, dua orang gadis cantik telah datang mendekatinya “ketika putra mahkota sedang sibuk bekerja, istrinya malah sibuk berselingkuh dengan pangeran istana” sindir nya kepada zili yang sontak terkejut mendengar ucapannya.

__ADS_1


__ADS_2