
Kelopak mata berkali-kali berkedip, jari-jari tangan mulai menggaruk-garuk daun telinga yang tidak gatal.
Di petang hari yang mulai menutupi langit dengan kegelapan, serta lampu warna-warni yang menghiasi pinggiran dua pintu bukit kecil diatas puncak bukit besar dengan pemandangan pasir berwarna merah tandus disekitarnya, Zili yang tadinya memandang Atlet bola basket kebanggaan negara, Lu Rehan, kini mulai memutar tubuhnya kebingungan.
Gadis itu Duduk dengan sangat baik dikursi mobil, merapatkan kedua kaki dan bersandar penuh kecurigaan. Ia benar-benar tidak menyadari bahwa Lord breeder telah membukakan pintu mobil Dan menyerukannya untuk segera keluar.
“da...rling...
Darling.
Sebut zili keheranan didalam hatinya.
Mungkinkah Atlet bola basket dan Lord breeder memiliki hubungan khusus. Dilihat dari arah manapun, memang wajah Lord breeder terlihat seperti wajah seorang wanita cantik.
Bahkan mungkin bisa mengalah kecantikan wanita biasa.
Berkali-kali menghela nafas.
Sungguh!
Dalam hatinya tidak menyangka bahwa ternyata mereka berdua adalah Gay, sementara dinegaranya tidak mengindahkan pasangan sesama jenis.
Atlet bola basket telah mendekat, “Darling...
Panggilnya,
Sementara itu, Zili tidak berani memandang dia ataupun lord breeder walaupun hanya sejenak saja. Terasa sangat canggung karena sebelumnya ia tidak pernah bertemu dengan pasangan sesama jenis.
“Darling...
Atlet bola basket meraih kunci mobil milik lord breeder, dengan pasrah laki-laki berwajah cantik itu memberikannya. Perilaku mereka malah membuat Zili semakin tidak enak hati karena Dipikir sedang mengganggu kemesraan orang lain.
Baaaaakkk
Tiba-tiba Suara pintu Mobil terdengar menutup. Zili memejamkan mata, tidak ingin melihat pasangan disamping saling bermesraan.
Itulah yang dia kira tadinya.
Perlahan-lahan mata Zili membuka.
Haaaaaa....
Sontak Zili terkejut, wajah Atlet bola basket telah berada didepannya. Dia yang telah duduk disamping Zili sembari membungkukan tubuhnya untuk melihat wajah gadis itu, telah berhasil menutup atap mobil BMW I8 milik lord breeder.
“Darling....
__ADS_1
Atlet bola basket memainkan salah satu matanya, zili bahkan sampai tersentak kebelakang karena keterkejutan yang luar biasa.
“Da...da..darl..
“Hmm” atlet bola basket menaikan alisnya, hampir...
Wajahnya hampir mirip dengan Pangeran istana ketika ia melakukan hal tersebut.
“tu.. tu.. tu..an...
“Yes, my darling...
Dia menegakan kembali posisi duduknya tetapi masih menghadap kearah zili yang sedang kebingungan. Tampak jelas lampu mobil menerangi Kedua orang yang berada didalamnya.
Zili menunjuk dirinya sendiri “Ma... my darling?”ia lalu menoleh kepala kearah atlet bola basket masih dengan jari telunjuk mengarah kelehernya.
Atlet bola basket menganggukan kepala, mengiyakan maksud Gadis itu “yes, you are..”
Huh...
Hembusan nafas terdengar berat, zili bahkan sampai tertegun berkali-kali. Ia mencoba membuka pintu untuk keluar karena merasa canggung berada didalam mobil hanya berdua saja.
Haaaa...
Kretek kretek..
Mainan kunci berbentuk kambing domba berbunyi ketika Atlet bola basket menggantung ditangannya. Memperlihatkan kepada Zili benda itu, dan memberitahukan bahwa Pintu tidak akan terbuka jika ia tidak mengambil Barang yang ia pegang tersebut.
Lagi, zili tertegun.
Sangat yakin,
Pasti laki-laki dihadapannya sedang mempermainkannya.
Lu rehan, atlet Bola basket kebanggaan negara merupakan keponakan Dari raja negara. Karena Ayah laki-laki tersebut merupakan kakak raja negara yang lahir dari rahim yang sama tetapi berbeda ayah.
“ambilah...
Laki-laki berambut hitam lekat dengan anting-anting jepit yang menempel disalah satu daun telinganya serta bulu mata lentik dan poni rambut menyamping yang diletakan sedikit keatas, terlihat memiliki sensualisasi tersendiri.
Tubuhnya tegap dan otot lengannya terlihat jelas karena dia hanya mengenakan kaos kasual lengan pendek berwarna hitam biasa.
Zili menggigit bibir bawahnya, menarik nafas sejenak sembari memandang kebawah. “Maaf tuan, apakah saya pernah melakukan kesalahan kepada anda?” tanya nya pelan dengan mata sedih.
Atlet bola basket terdiam membisu, ia bahkan tidak menyangka, putri mahkota ternyata adalah orang yang sangat penakut. Senyuman menghiasi bibirnya, ia menggenggam kunci dan mainnya ditelapak tangan yang lebar. “Aku menyukaimu, maukah kau menerimaku sebagai selingkuhanmu?”
__ADS_1
Mendengarkan perkataan laki-laki tersebut sontak Zili mengalihkan pandaangan menatapnya. Dia terkejut bahkan saking terkejutnya sampai-sampai tidak lagi mampu menyadari bahwa saat itu tangan seseorang telah menarik lengan atasnya.
HAaaaa.....
Terus Menariknya hingga keluar dari pintu mobil yang telah dirusak dengan mudah.
Zili menolehkan kepala kebelakang “Shin’A” ucapnya semakin bertambah terkejut melihat pangeran istana mengeluarkan dia dari dalam mobil dengan paksa.
Akkkhhh.
Genggaman tangan pangeran istana sangat kuat dan menyakitkan. api didalam bola matanya terlihat menyala-nyala menatap atlet Bola basket yang masih duduk dan juga membalasnya dengan tatapan yang sama.
“Sejak kapan kau suka ikut campur urusan orang?” atlet bola basket merasa gerah mendapati gangguan. “lepaskan dia”
“Ada urusan yang harus aku selesaikan dengannya” pangeran istana menarik paksa zili menjauh. Tidak terima dengan sikap keterlaluan laki-laki tersebut, atlet bola basket keluar mobil, mencoba mengejar tetapi telah dihalangi terlebih dahulu oleh pelindung pangeran istana, sun shin sura.
Laki-laki tinggi berkulit coklat, meskipun demikian, hidungnya yang sangat mancung dan lengannya yang berotot membuat kharisma tersendiri. Dilihat dari pola wajahnya, sepertinya nenek moyang Pelindung pangeran istana tersebut berasal dari benua Asia bagian selatan.
Atlet bola basket menggertak gigi geram, ia mungkin tidak akan sanggup melawan pelindung pangeran istana, salah satu tentara negara berpangkat tinggi.
Dia berbalik badan, lalu menghela nafas dan menghentakan nafas dari mulutnya keras. Membuang kekesalan yang masih tersisa.
“Rehan” suara seorang wanita sangat familiar ditelinganya, sangat malas mendengar, kerena tidak terlalu menyukai bibinya sendiri. ia bahkan sampai membuang muka menghindari dan mengantungi Kedua Tangannya dicelana jeans pendek yang ia kenakan.
Praaaaaaakkkkk..
Sontak atlet Bola basket menoleh kepala kesumber suara. Dipandangnya zili sedang berdiri membalas tatapan murka Pangeran istana yang sudah melemparkan puluhan lembar kertas dan dokumen penting diwajahnya dengan tatapan sayu.
Saat itu dia berniat membantu, tetapi lagi-lagi Pelindung pangeran istana menghalanginya.
“Apa yang kau lakukan shin’A?” Teriak putri istana yang baru saja tiba bersama dengan bibinya, Lu ayya, putri Klan Lu sekaligus Putri kecantikan negera NC yang baru saja memanggil atlet bola basket.
Saat hendak melangkah, putri istana dikejutkan dengan jarum yang melesat melewatinya, hampir saja mengenai wajahnya tipis. Ia bahkan sampai terjatuh. “diamlah kau Yu’a” ucap Pangeran istana dengan geramnya.
Sementara dari depan pintu salah satu bukit, lord breeder hanya bisa diam dan berdiri karena tidak mungkin ia ikut campur masalah Pangeran istana, putra dari rajanya.
“Shin’A” teriak putri istana lagi ketika Pangeran istana melempar puluhan kertas kewajah Zili. Kertas yang dia ambil dari penasihat pangeran istana, Zin zi ruan yang sedang berdiri disampingnya memegang tumpukan kertas dikedua tangannya.
“Biarkan saja Yu’A” Putri klan Lu terlihat sangat puas dengan perlakuan kasar pangeran istana.
“Bibi....
“Biarkan saja, dia memang harus diperlakukan begitu, agar sadar diri, bahwa dia sama sekali tidak pantas menjabat sebagai putri mahkota” lanjut putri klan Lu lagi masih memandang Pangeran istana yang telah menjatuhkan Zili keatas tanah, lalu berjongkok memandangnya teramat marah.
“Kau pikir aku pembantumu” ucapnya kepada Zili yang sedang mencoba untuk berdiri namun bahunya ditahan agar tetap pada posisinya “aku membantumu siang dan malam menyelesaikan pekerjaan suamimu tapi kau malah lebih memilih ikut bersamanya dibandingkan ikut bersamaku” katanya dengan penuh amarah.
__ADS_1