
Sisa Tiga hari lagi.
Pekerjaannya sebagai seorang penagih hutang akan berakhir.
Berdiri didepan sebuah Apotik yang baru saja dibuka, disebuah gedung Sewa Milik Perusahaan Zin.
Perusahaan yang bergerak dibidang pembangunan, perusahaan Kontruksi yang bekerjasama dengan Negara tersebut memang Lumayan terkenal.
Dengan kepemilikan saham tertinggi yang saat ini dipegang oleh mentri keuangan dan dikendalikan oleh saudara kandungnya, Zin Zilan, perusahaan tersebut telah membangun banyak perumahan diseluruh penjuru wilayah Negara NC.
Dengan keahlian Seni dari Perusahaan Lu, yang juga memiliki Saham didalamnya, perusahaan tersebut telah berdiri selama berpuluh-puluh tahun lamanya.
“Terima kasih” ucap seorang wanita dewasa kepada Zili dan juga putra mahkota, yang hari itu datang untuk menagih hutangnya yang tertunda. “karena bantuan kalian, hidupku saat ini jauh lebih baik dari sebelumnya” lanjutnya setelah memberikan Beberapa lembar neceri kepada Zili.
“Bukan aku..” jawab Zili cepat “berterima kasihlah kepadanya” lanjut gadis itu menoleh kepala kearah putra mahkota yang tadinya terlihat memperhatikan Apotik Barunya disana sembari mengantungi tangan dan memainkan permen lolipop Didalam mulut.
“Aku..?” tanya putra mahkota berpura-pura terkejut.
“Tentu saja kau..” jawab Zili sedikit kesal karena obrolan mereka diacuhkan putra mahkota “jadi kau pikir siapa lagi..?” Tanya gadis itu semakin kesal.
“Kau..” jawab putra mahkota “bukankah Apotik ini Milik Xu’i..?” ucapnya memberi Penjelasan.
“Milik Shisou...?” tanya gadis itu pada dirinya sendiri “jadi apotik ini milik guruku ya..?” lanjutnya bertanya kali ini kepada Putra mahkota yang sedang menyamar.
“Benar” jawab laki-laki tersebut santai “kalau bukan kepada kau, jadi kau pikir kepada siapa lagi..?” tanyanya balik, mengulang kembali pertanyaan Zili.
“tentu saja kau yang telah memberitahukan masalahnya kepada putra mahkota” jawab Cepat Zili yang telah berpikir.
“Tentu saja kau yang mungkin membawa Cracker dari Xu’i.” Lanjut jawab putra mahkota.
Terkejut tidak percaya, “mungkinkah Guruku meletakan penyadap suara lagi dikalung pemberiannya ini..?” tanya Zili Sembari memegang Kalung hadiah ulang tahunnya dileher.
“Mana kutahu” jawab santai putra mahkota sembari melemparkan gagang Permen masuk tepat kedalam tong sampah.
Mulai kebingungan dengan obrolan dihadapannya “maaf..” wanita dewasa mulai membuka suara kembali “mungkinkah kalian berdua sebenarnya adalah mata-mata putra mahkota..?” tanya wanita dewasa tersebut mengejutkan Zili dan putra mahkota.
“Tentu saja tidak” jawab keduanya bersamaan,
*********
__ADS_1
Menghela nafas sejenak,
Setelah keluar dari ruangan tahanan, pangeran istana berdiri didepan pintu, memandang mata merah Karena marah dari mata putri kecantikan dihadapannya.
Para penjaga yang bertugas mengawasi pangeran istana hanya bisa berdiri diam disana. Tidak ada yang berani menyingkir, meskipun yang mereka awasi adalah Seorang putra dari Seorang raja.
Perintah langsung dari Ratu negara, Mutlak melebihi siapapun dinegara NC. meskipun raja negara sendiri yang mengubah, mereka tetap tidak bisa menerima perintah dari raja negara tersebut.
“Kenapa kau mempermalukanku Shin’A...?” bentak Putri kecantikan tidak dapat menerima perbincangan buruk dari masyarakat NC kepadanya.
Wajar saja,
Sebagai Seorang gadis dengan reputasi Baik selama ini, dia harus menahan rasa malu karena Gosip yang beredar bahwa Pangeran istana melakukan percobaan pembunuhan kepada Putri mahkota atas dasar Kecemburuan putri kecantikan yang menginginkan Putra mahkota.
“Ahh” mengantungi tangan, tetap berdiri tenang “maaf maaf” ucap nya santai, bahkan wajah pangeran istana tidak lagi merasa bersalah seperti ketika ia melihat gadis tersebut dimasa lalu.“Sudah bukan..?”
“Sudah..?” geram, ingin mendekat namun sayang terhalangi beberapa penjaga disana “kau pikir Maaf saja cukup untuk memperbaiki nama baikku..?” bentak Gadis tersebut kepada pangeran istana yang mulai tersenyum remeh.
“Sudah terjadi, lalu harus bagaimana lagi..?” santai sekali menjawab pertanyaan tersebut, Kelihatannya pangeran istana memang tidak menyimpan sedikitpun perasaan kepada putri kecantikan seperti sebelumnya.
“Shin’A..” bentak gadis itu lagi dan lagi.
Mengepalkan kedua tangannya erat “kau ingin aku mati Bunuh diri lagi ya..?” Ancam gadis itu menghentikan langkah pangeran istana tetapi tetap saja laki-laki tersebut tidak membalikan tubuhnya.
“Matilah”jawab pangeran istana mengejutkan semua orang yang berada disana “dengan kematianmu, mungkin saja aku bisa terlepas dari kemarahan Nenek” lanjut laki-laki tersebut mulai melangkahkan kaki masuk kedalam ruangannya.
********
Pagi yang cerah,
Namun tidak secerah hati yang mulai marah.
Berdiri didepan pintu dengan payungnya yang tertutup dan tak mengembang bersama dengan penasihat putra mahkota yang begitu pasrah menerima perintah.
Saling berhadapan, saling memandang.
Seorang terlihat marah, seorang lagi terlihat begitu senang.
Didepan rumah dengan rak-rak Yang diisi Puluhan pot bunga anggrek dan tumbuhan tersebut terlihat terpangkas rapi, putri kelincahan dan penasihat putra mahkota yang menginap dikediaman Zin telah menerima Buku tagihan Hutang serta alamat para pemilik hutang ditangan mereka.
__ADS_1
“Kenapa harus aku..?” ucap geram putri kelincahan kepada Zili yang saat itu telah mengenakan Seragam Berwarna merah, Seragam Militer Khas Klan Xu.
Disamping Gadis tersebut, terlihat putra mahkota hanya mengenakan kemeja Coklat Extra Limited Edition, padahal ia akan pergi menemani Zili untuk bertemu para Perwira Negara NC didesa Co.
Sepertinya laki-laki tersebut memang sengaja menyerahkan Tugasnya sementara waktu kepada Zili, walaubagaimanapun, menurutnya, Zili harus memiliki pengalaman sebagai seorang pemimpin meskipun sebentar saja. Itu semua dia lakukan karena Zili akan menjadi Ratu negara NC dikemudian hari.
“Maka keluarlah dari Regu jika kau tidak ingin menerima perintah..” jawab Zili mengejutkan semua orang disana.
“Kau..?” emosi, putri kelincahan terlihat begitu pasrah menerima perintah, menimbang putra mahkota telah berdiri disana mengawasi mereka.
“Ah baiklah..”jawab Zili cepat “aku anggap kau menolak perintah” lanjut gadis itu lagi “aku tidak yakin, setelah kau keluar dari regu, Guruku akan menerimamu lagi jika dia telah mengambil alih Tugasnya kembali” lanjut Ancam Zili membuat putra mahkota tersenyum tipis, sungguh menyenanginya.
“Ayo kita pergi” ajak putri kelincahan menarik tangan penasihat putra mahkota pergi berlalu dari sana.
Menoleh kearah Zili yang memandang punggung temannya “darimana kau belajar cara mengancam orang..?” tanya putra mahkota penasaran, masih memandang Zili yang mulai menundukan kepala.
Menoleh sejenak, menengadah kepala kesamping lalu menunduk lagi “shisou..” panggil gadis itu merasa bersalah “kau tahu...” lanjutnya lagi “aku sungguh sangat bahagia Selalu bersama Pengawal rahasiamu.”
“Lalu..?” tanya putra mahkota tersenyum tipis.
“Shisou, “ panggil gadis itu lagi masih menundukan kepala “bagaimana menurutmu ..?” tanyanya mulai berharap putra mahkota mengetahui bahwa dirinya tersebut memang telah berselingkuh.
“Hmm” meraih tangan Zili lalu mulai melangkah kaki menuju mobil yang telah datang menghampiri mereka “sejujurnya aku telah menugaskan Shi an untuk menghiburmu” jawab putra mahkota tersenyum geli “itu artinya dia telah berhasil melakukan tugasnya dengan baik” lanjut laki-laki tersebut terus melangkah membawa wanita miliknya.
“Bukan begitu maksudku ..” jawab gadis itu tampak kecewa, menghentikan langkah, yang membuat putra mahkota juga menghentikan langkahnya “aku menyukainya shisou”
“Lalu..?” Tanya putra mahkota yang telah menoleh kebelakang, kearah tempat dimana Zili berdiri.
“Jadi kau tidak cemburu padanya..?” tanya gadis itu sedikit kecewa.
“Aku hanya perlu memenggal lehernya jika ia ketahuan berbuat salah” jawaban Laki-laki tersebut sungguh menggetarkan hati Zili yang langsung tertegun, membelalak mata.
Bahkan pengawal pribadi yang saat ini tengah duduk didalam mobil lain yang mendengarkan ucapan Laki-laki tersebut dari penyadap suara yang dibawa putra mahkota, mulai gemetaran karena ketakutan.
ASTAGA,
Pikirnya.
Aku bahkan tidak pernah bertemu putri mahkota lagi.
__ADS_1
Lanjutnya lagi menggigil.