
Langkah kaki yang terhenti, Zili memandang keseluruhan isi ruangan yang akan ia masuki didepan pintu. Menoleh kepala kekanan dan kiri.
Pandangannya tertuju pada sebuah foto putra mahkota yang mengenakan seragam putra mahkota Berwarna merah. Seragam yang pernah ia lihat ketika baru datang kedesa Shen dimasa lalu bersama laki-laki tersebut.
nyeri, hatinya sangat sakit, dia masih terus memandangi foto penuh kerinduan.
Semua ingatan bersama putra mahkota muncul seketika, terutama saat dimana laki-laki tersebut selalu membela dan memarahinya.
“Sampai kapan kau akan terus berdiri disana?”
Suara pangeran istana membangunkan zili dari lamunannya. Dia memandang Laki-laki tersebut telah duduk dikursi yang mungkin biasa digunakan oleh putra mahkota.
Wajah tampan pangeran istana terlihat sangat jelas ditambah dengan cahaya matahari yang masuk melalui celah jendela memancari setengah bagian tubuhnya.
Zili tertunduk sejenak, dia menghela nafas lalu melangkah masuk kedalam ruangan pribadi putra mahkota yang terdapat didalam rumah neneknya desa Ann 1.
Zili memandang lekat pangeran istana yang juga memandangnya dengan senyuman “aku akan bekerja dilapangan”
Pangeran istana mengembalikan senyumannya setelah Zili berbalik tubuh.
Sontak Zili membelalak mata “kapan?” ucapnya dalam hati ketika melihat pangeran istana sudah berada dihadapannya.
Sekali lagi, seperti putra mahkota yang datang tanpa mampu disadari, begitupula dengan pangeran istana yang mampu melakukan hal tersebut.
Pangeran istana memegang dahi Zili, lalu membungkukan tubuhnya menempelkan dahi diatas tangannya yang berada didahi Zili “kau baik-baik saj...
“A.. a.. apa yang kau lakukan?” Zili melangkah mundur menabrak meja dibelakangnya. “kau sudah gila ya?” teriaknya teramat kesal dengan laki-laki yang sedang tersenyum menatapnya.
ZIli mulai melangkah Kaki, tapi lagi-lagi langkahnya terhenti ketika melihat seorang gadis yang sama tingginya dengan gadis tersebut membelalak mata marah.
“Kau mau merebut kekasihku ya?” teriak gadis itu dengan cepat berjalan menghampiri Zili.
Teramat geram, sampai gertakan giginya kelihatan sangat jelas. Sementara Pangeran istana terlihat sangat marah dengan Pelindungnya, Sun shin sura yang tidak mampu menahan kedatangan Gadis tersebut.
__ADS_1
Terus mendekati Zili melewati pangeran istana yang mencoba menahannya namun dihempaskan. Gadis tersebut mulai mengangkat tangan untuk memukul wajah Zili.
Sontak Pangeran istana terkejut tak menyangka, begitu pula dengan gadis tersebut yang masih melayangkan tangannya diudara “aku tidak ingin dipukul jika aku tidak bersalah” ucap Zili berhasil meraih tangan Gadis tersebut, yang tak lain adalah Co seyin, kekasih pangeran istana.
Zili menghempaskan tangan gadis itu hingga membuat nya jatuh.
“kau tidak perlu sekasar itu”
Pangeran istana tampaknya tidak terima dengan perlakuan Zili yang berhasil menjatuhkan kekasihnya. Pandangan mata Zili tajam, ia menatap sangat tidak senang kearah kekasih pangeran istana“saat putra mahkota ditemukan, pasti, aku akan memintanya untuk menghukummu karena berani melayangkan tangan kepada istrinya” ancam Zili lalu melangkah kaki keluar ruangan tersebut.
Tidak terima, Kekasih pangeran istana berdiri dan ingin memukul Zili sekali lagi“wanita tidak tahu malu” teriak nya keras namun tangannya ditahan pangeran istana yang langsung menatapnya tajam penuh amarah.
Membuat kekasihnya tersentak, dan tidak menyangka bahwa pangeran istana bisa memperlakukannya dengan tatapan yang tak pernah ia lihat sebelumnya.
“Ada apa denganmu shin’A?” Tetesan air mata mengalir dipipi gadis tersebut “sekalipun kau tidak pernah menciumku dan memelukku, kau juga tidaak pernah memperlakukanku seperti perlakuanmu kepada wanita itu tadi”lanjutnya lagi ingin sekali memeluk pangeran istana namun laki-laki tersebut menolaknya.
“Pergilah, dan jangan pernah terlihat kembali dihadapanku” ucap Pangeran istana mulai melangkah pergi dan meninggalkan sebuah perintah dengan isyarat matanya kepada pelindung pangeran istana yang masih berdiri didepan pintu ruangan untuk membawa pergi kekasihnya dari rumah tersebut.
Terus berjalan keluar rumah menuju pekarangan yang luas, Zili menghentikan lagi langkahnya tepat disisi samping depan rumah. Memandang jendela tempat putra mahkota berdiri menemuinya untuk menghindari pelindung putri mahkota yang begitu ketat menjaganya dimasa lalu.
Zili tersenyum getir mengingat perkataan putra mahkota yang akan menunggunya diruangan makan malam itu. “shisou” ucapnya penuh kerinduan.
“Hooooo,ternyata putri mahkota sudah lebih kuat dari sebelumnya “ suara seseorang menggertakan hati Zili yang sangat kesal lagi-lagi harus berurusan dengannya.
Ntah kapan, tetapi pangeran istana kini telah berada didepan Zili. Senyuman nakal menghiasi pipinya. Memandang Zili yang membalas pandangannya dengan teramat malas.
“Beruntung sekali kau bisa diajak bicara dengan pangeran istana yang terkenal ini” ucapannya membuat Zili menggelengkan kepala. Ingin sekali ia berlalu pergi namun ketika ia membalikan tubuhnya pangeran istana telah berada dihadapannya, dan ketika dia menghindarinya, pangeran istana berhasil menghalanginya.
Sungguh benar,
Kelincahan dan kecepatan tentara kerajaan tidak dapat diremehkan. Jika pangeran istana bisa begitu cepat melakukannya, bagaimana dengan putra mahkota yang terkenal dengan sebutan tentara muda nomor satu dikerajaan NC.
Pangeran istana menaikan alisnya keatas, menantang Zili untuk melepaskan diri darinya. Zili melangkah kekiri lalu lari tetapi lagi lagi, pangeran istana berhasil menghentikannya.
__ADS_1
Hampir saja gadis itu menabrak pangeran istana “mau pelukan?” ucap laki-laki tersebut sembari melentangkan kedua tangannya, memberikan tubuhnya Cuma-Cuma untuk zili.
Zili geram, menatap pangeran istana hampir marah “hmm.. beruntung sekali pangeran istana bisa berbicara dengan putri mahkota, murid kesayangan Putra mahkota” ucapnya membalas perkataan pangeran istana.
Pangeran istana tersenyum lebar, ingin sekali ia tertawa. Ia membungkukan tubuhnya untuk yang kedua kali dipagi hari yang sama.
“Oohh, ternyata seperti ini wajah murid kesayangan Xu’i” wajahnya mendekati wajah Zili yang langsung Gadis tersebut tarik kebelakang karena wajah pangeran istana semakin mendekat.
Sebuah tangan memegang punggung Zili yang hampir saja jatuh. Zili membelalak mata, sementara tatapan pangeran istana berubah menjadi sangat tajam.Ia tidak menyenangi seseorang yang baru saja datang dan mengganggunya.
ZIli menolehkan kepala kesamping, dia melihat, Sun Shin sa’i, pelindungnya telah membantu gadis itu melangkah mundur dan menegakan tubuh.
Meraih tangan gadis tersebut, lalu menariknya kebelakang punggung laki-laki yang tingginya sedikit melebihi pangeran istana.
Hidungnya yang mancung dan rambutnya yang sedikit ikal terlihat dari sisi samping belakang.
“Yang mulia....
“Pergilah, jangan menggangguk....
“Shin’A, kaulah yang seharusnya pergi, hentikan kebiasaanmu untuk mengganggu istri orang” pelindung putri mahkota tersenyum tipis meremehkan. Matanya membalas tatapan tajam pangeran istana.
Pangeran istana menegakan tubuhnya, tatapannya pun semakin ditajamkan “sepertinya kau mulai tidak sopan”
Pelindung putri mahkota memperlebar senyumannya “kenapa harus sopan? Kita tidak sedang diistana, dan aku juga tidak ditugaskan untuk menjagamu. selain putra mahkota yang mendapatkan pelatihan berbeda, Kita semua sama” sindirnya membuat kesal pangeran istana.
“Shin’A” teriakan Kekasihnya terdengar keras memecahkan ketegangan.
Pelindung putri mahkota tidak menyia-nyiakan kesempatan, ia menarik tangan tuan yang ia jaga, membawanya pergi berlalu dari pangeran istana.
ZIli tersenyum lega, ia sangat berterima kasih dengan pertolongan pelindungnya.
Lagi, gadis itu merasa sekarang ia tidak lagi sendirian seperti ia dimasa lalu. Dia berpikir bahwa bertemu dengan putra mahkota mungkin adalah keberuntungan terbesar yang pernah ia dapatkan.
__ADS_1