Greatest, Chasing After You : My Husband Is Not An Ordinary Villain - Season 5

Greatest, Chasing After You : My Husband Is Not An Ordinary Villain - Season 5
malam bersama


__ADS_3

Angin laut berhembus naik kedataran tinggi. Angin yang kencang bahkan mampu menerbangkan dedaunan dari pepohonan dibawa tebing.


Putra mahkota berdiri tepat disamping jurang bawah tebing. Dia tersenyum puas mendengarkan amarah pangeran istana.


Dipelukannya, Zili yang masih memakai pakaian Ternak merasa tidak enak berada dipelukan putra mahkota yang dia anggap orang lain.


Ia sangat takut jika bau badannya tercium oleh orang yang dia segani.


Pangeran istana keluar mobil, ingin sekali ia memukul tindakan tidak sopan putra mahkota, tapi belum sampai ia mendekati mereka.


Putra mahkota telah menjatuhkan dirinya bersamaan dengan zili kedalam jurang mengejutkan ia yang menyaksikan secara langsung tindakan putra mahkota membawa pergi Zili dari sisinya.


Degup jantung zili terdengar keras ia rasakan, ia bahkan sangat takut berada diudara bersama putra mahkota.


Tangan putra mahkota ia angkat kedepan, mengguncangnya sehingga keluar sebuah tali hitam panjang dari dalam jam tangan yang mencengangkan Zili.


Zili ingat dengan pasti, bahwa jam tersebut memang biasa dipakai oleh gurunya, namun dia belum berani bertanya.


Tali berputar diatas batang pohon. Terus berputar hingga terikat kencang. Putra mahkota terus mengguncang tangan yang memakai jam tersebut. Tali hitam semakin memanjang hingga mereka berhasil menapakkan kaki diatas tanah.


Zili memandang terkagum-kagum, baru kali ini ia merasa terbang diudara begitu indah. Degup jantungnya bahkan tidak juga berhenti karena dirasa kejadian barusan sangat mendebarkan hatinya.


“Tu..tuan”


Zili memandang putra mahkota yang telah melepaskan pelukan satu tangannya.


“Hm” putra mahkota menekan tombol kecil dari jam tangannya. Secara langsung tali kembali masuk kedalam jam sangat cepat.


Zili tidak henti-hentinya terkagum-kagum, melihat kecanggihan alat buatan Klan Co yang tidak terjual secara umum dipasaran.


Mungkin hanya beberapa pihak pejabat tinggi atau tentara kerajaan saja yang memilikinya serta kelompok-kelompok gelap dibelakang kerajaan.


“Tuan, ini dimana?”

__ADS_1


“Ann 35” jawab putra mahkota singkat lalu berjalan mencoba menggenggam tangan Zili yang sontak menyingkirkan tangannya karena di rasa sangat tidak sopan bahwa Putri mahkota yang telah menikah berpegangan tangan dengan laki-laki lain.


Putra mahkota menyadari tindakan Zili, ia tidak memaksa gadis itu untuk menerima uluran tangannya, malahan ia masukan kedua tangannya kedalam kantong.


Ia lalu melangkah kaki “ayo” ajaknya kemudian diikuti zili dari belakang.


Hari yang terang berubah menjadi gelap. Langkah kaki Zili yang lambat malah membuat Putra mahkota tidak bisa membawanya kembali ke perkemahan.


Saat ini, mereka sedang berjalan diantara tambak-tambak ikan lautan. Ombak Tinggi serta angin malam menerjang masuk menembus tubuh Zili menggigilkannya.


Putra mahkota memandang penuh kasihan, ia memberikan punggungnya dengan berjongkok dihadapan gadis itu.


“ tuan, apa yang sedang anda lakukan?”


“Naiklah” perintah putra mahkota


“Tapi....


“Aku hanya akan menggendongmu, tidak mengajakmu untuk berselingkuh” zili tertegun dengan ragu ia meletakan tubuhnya kepunggung putra mahkota.


Terus berjalan dipinggir pasir pantai lautan. Menemukan sebuah gubuk tambak dipinggir laut.


Gubuk panggung dengan jembatan kecil yang mengubungkannya dengan dataran.


Putra mahkota terus berjalan melewati jembatan “tuan, anda akan kemana?”


“Sebaiknya kita bermalam disini saja, karena malam sangat gelap”


Zili tertegun, dia memandang sekelilingnya penuh dengan jaring-jaring dan jerigan kosong mengapung yang didalamnya terisi berbagai jenis ikan air laut.


Sesekali ombak kecil menggoyangkan jerigen-jerigen disana. Zili memandang bulan diatas langit. Dia membayangkan mungkin betapa bahagianya jika malam itu dia bersama putra mahkota.


Putra mahkota menurunkan Zili diatas lantai papan yang dipasang tiang kuat dibawahnya.

__ADS_1


Zili duduk dilantai ruangan gubuk yang luas.


“Tunggu disini sebentar”


“Tuan akan pergi kemana?”


“aku hanya melihat sekitaran saja, mencari sesuatu untuk menyelimuti tubuh kita” jelas putra mahkota langsung dianggukan Zili memahaminya.


Putra mahkota terus berjalan meninggalkan zili yang memeluk tubuhnya sendirian.


“Keluar” ucapnya, seketika Laki-laki berpakaian ninja berwarna merah keluar.


“Yang mulia,..” dia menundukan kepala sangat sopan dihadapan putra mahkota.


“Hubungi Shin ji, katakan padanya untuk membawa tugasku kemari”


“Ya yang mulia, “


“Tunggu” Laki-laki tersebut hendak pergi namun dihentikan oleh putra mahkota. “buka pakaianmu”


“Haa...


**********


siapa pemeran pendukung yang paling kalian sukai!


shin ji atau Sandi.


atau Bisa juga ann so'A, atau mungkin Shin jo.


atau bisa juga pelindung putri mahkota, Sun shin Sa'i.


penulis sendiri lebih senang dengan shin ji, karena dia adalah sahabat paling setia bagi putra mahkota.

__ADS_1


bagaimana dengan kalian?


__ADS_2