Greatest, Chasing After You : My Husband Is Not An Ordinary Villain - Season 5

Greatest, Chasing After You : My Husband Is Not An Ordinary Villain - Season 5
putra mahkotaku


__ADS_3

“Kau lihat dia sangat berbeda”


Putra mahkota menghentikan gerakkan tangan yang semula ia gunakan untuk menandatangani sebuah dokumen milik perusahaan Sun.


Disampingnya, Shin ji yang sedang berdiri mengecek secara manual lembaran kertas penting perusahaan terheran mendengar perkataan Temannya yang semakin lama semakin berubah.


“Apa yang berubah? Aku pikir dia masih sama seperti biasanya”


“Benarkah? Mungkinkah ada yang salah dengan mataku”


Lagi, shin ji bahkan sampai melupakan perhatian terhadapan lembaran kertas ditangan.


“Apa kau jatuh cinta dengannya?”


“Apa ini yang namanya cinta”


“Mungkin”


“Apa kau pernah jatuh cinta?”


“Xu’i, ada apa denganmu?, sejak kapan aku pernah berhubungan dengan wanita. Bahkan dengan tunanganku sendiri aku tidak ingat pernah merindukannya”


Putra mahkota terdiam, mengingat kebenaran perkataan Temannya yang bahkan sangat jarang menemui tunangan dia sendiri.


Perasaan Aneh terasa muncul didalam benaknya, seminggu telah berlalu, sejak pengumuman pengalihan Keanggotaan Klan putri mahkota dari klan Zin menjadi Klan Xu.


Seminggu itu pula, putra mahkota tidak pernah menemui istrinya dikarenakan ia terlalu sibuk mengurusi pembatalan pertandingan AntarKlan tahun ini.


Dan seminggu itu pula juga, putra mahkota sedikit sulit untuk berkonsentrasi dan melupakan keinginan hasrat hatinya menemui Istri yang telah menjadi bagian anggota klannya.


“Aku sarankan padamu untuk menemui paman shin, kau tahu bukan! Dia sangat mencintai ratu yuanna”


“Hm, sepertinya, itu yang harus aku lakukan”


******


“Kau lihat dia sangat berbeda”


pangeran istana menghentikan Barisan bacaannya. Seminggu telah berlalu sejak terakhir kali ia melihat tunangan yang pernah ia abaikan namun dia merasa ada yang aneh dalam dirinya setelah melihat sosok Zili yang mengenakan gaun merah kebanggaan milik klan XU.

__ADS_1


“Maksud anda yang mulia?”


Zin ziruan, penasihat pangeran istana yang sedang duduk menemani laki laki tersebut merasa kebingungan dengan perkataan pangeran istana yang telah berdiri membuang wajah memandang keluar jendela.


“Maksudku,Sepupumu?”


“Ziya?”


“Bukan”


“itu tidak mungkin putri mahkota , iya kan?”


“Benar, maksudku dia?”


Astaga yang benar saja.


Keterkejutan Ruan sontak membuat hatinya tidak percaya bahwa pangeran istana yang ia tahu selama ini sangat membenci sepupunya, tiba tiba tengah memikirkan Gadis tersebut.


“Yang mulia, apa anda sedang sakit?”


“Apa menurutmu dia sangat cantik?”


“Tidak yang mulia, menurutku dia masih sama seperti dia yang biasa”


Ruan bahkan semakin dibuat tidak percaya dengan ucapan yang baru saja dilontarkan pangeran istana.


Bahkan dalam hatinya berkata mungkin yang salah adalah mata dari pangeran istana.


*****


Gerakan langkah kaki lebar menapaki jalanan aspal biasa. Hebatnya, langkah kaki tersebut tidak terdengar bersuara.


Mungkin bagi orang-orang biasa yang tidak menguasai Latih fisik hal tersebut sangat mengejutkan mereka karena didapati seseorang tiba tiba akan muncul dihadapan mata.


Langkah kaki dari putra mahkota bersama dua remaja laki laki berhenti dipintu gerbang asrama, begitu pula langkah kaki pangeran istana yang diikuti oleh penasihatnya.


Xu’i


Pangeran istana tidak menyangka akan kedatangan putra mahkota tepat disaat kedatangannya untuk menemui Putri mahkota.

__ADS_1


Dia tersenyum kecut membalas tatapan tajam putra mahkota. Tidak terasa takut sedikitpun baginya untuk menghadapi remaja laki laki yang berada dihadapannya.


Pangeran istana, dia telah berlatih keras selama kekalahannya demi menebus rasa malu yang ia terima dari putra mahkota.


Langkah kaki yang terhenti, ia gerakan kembali mengetahui bahwa tidak akan ada kesempatan baginya untuk bertemu dengan seseorang yang sangat ingin ia lihat.


“ Shin’A “


Shin ji memanggil disertai senyuman tipis memandang Teman masa kecilnya.


Begitupula Shin jo yang masih tidak percaya bahwa temannya berada didepan asrama putri klan ann.


Dalam hatinya berkata untuk apa Pangeran istana jauh jauh mengunjungi Asrama putri yang bahkan tidak ada sedikitpun kaitan dengannya.


“Yang mulia putra mahkota, pangeran istana hanya sekedar berjalan - jalan, menghirup udara pagi sambil melihat keadaan peternakan “


Putra mahkota memandang remeh lalu memasuki gerbang asrama. Meninggalkan shin ji dan shin jo berjaga didepan pintu gerbang.


Sementara pangeran istana tetap melanjutkan langkahnya meninggalkan Asrama Putri Ann tanpa berucap sepatah katapun.


*****


Langkah kaki cepat menggema diatas lantai keramik koridor Asrama putri ann.


Zili yang telah mendapatkan kabar bahwa putra mahkota sedang menunggunya diruang tunggu Asrama Putri Ann bergegas pergi untuk menemui sosok orang yang telah seminggu lamanya tidak ia jumpai.


Pintu terbuka.


Shisou


Kata itulah yang selalu terngiang dalam benaknya. Betapa ia sangat merindukan putra mahkota yang selama ini berada dipihaknya.


SHisou


Hampir tak kuasa ia menahan tangis ketika melihat putra mahkota berdiri memandangnya.


Putra mahkota bahkan sampai mengembangkan senyuman yang sangat jarang sekali ia perlihatkan ketika menemukan Zili berada didepan mata.


“Shisou”

__ADS_1


***********


mungkin update 1 minggu - 1 bulan sekali.


__ADS_2