
Rasa kesal telah menghilang berganti dengan rasa bersalah.
Mendengar ucapan putra mahkota membuat gadis itu hanya bisa diam merasa bahwa dirinya sendiri memang bodoh.
Didalam ruang Tamu Apartemen lamanya, Zili tampak duduk memegang ponsel dan sesekali melirik kearah putra mahkota yang saat itu tampak sedang menyila kaki memegang jam tangannya.
Gadis itu berpikir bahwa laki-laki dihadapannya sungguh luar biasa hebat, ia mampu menghasilkan uang jauh lebih banyak daripada penghasilannya.
Padahal hanya 8 jam kerja saja, uang yang ia berikan kepadanya telah kembali lagi bahkan datang lebih banyak. dibandingkan dengan dirinya sendiri yang bekerja selama 24 jam menjadi seorang pelayan dengan penghasilan yang jauh lebih sedikit dibandingkan dengan penghasilan kerja laki-laki dihadapannya.
Sungguh, gadis itu mulai mengagumi laki-laki yang ia ketahui sangat mencintai dirinya yang sebenarnya.
Mulai tersenyum “sudahlah jawab saja pertanyaanku..?” pinta gadis itu penasaran “aku tidak memiliki banyak waktu lagi untuk mencari tahu jawabannya karena harus mengambil uangmu” lanjut gadis itu meyakinkan karena memang saat itu ia sangat penasaran.
Meraih sebuah permen yang berada didalam sebuah wadah berbentuk bulat terbuat dari Tanah liat “ aku meretas akun Saudara tiriku yang kau anggap selalu menyiksaku” jawab putra mahkota sedikit tersenyum geli “agar semua orang menganggapku sebagai dia yang terkenal dengan gelarnya dan tentu saja dengan begitu orang yang membutuhkan jasaku akan mempercayaiku dengan mudah, lalu mengirim Uang ke Admin Grup yang menjadi penengah transaksi antara kami berdua” lanjut jelas laki-laki tersebut masih membuat Zili kebingungan.
Mengernyitkan dahi “penengah..?”
“Penengah yang memegang uang sementara, jika aku kalah, uang tersebut akan dikembalikan kepada pemiliknya dan jika aku memenangkan pertarungan, uang itu akan menjadi milikku” jawab putra mahkota mulai memasukan Permen kedalam mulutnya dan membaringkan tubuh diatas sofa “karena saat ini aku tidak memiliki Rekening bank, aku meminta admin grup mengirimkan uangku melalui Market Sun terdekat ditempatnya dengan tujuan marketSun yang terdekat dengan tempatku saat ini berada.”
“Jadi kau memberikan alamat market Sun Dibawah gedung ini ya...?” Tanya Zili cepat, lalu ia mulai bangkit berdiri mempercayai ucapan putra mahkota sembari membawa ponsel milik laki-laki tersebut.
“Benar..” jawab laki-laki yang telah memejamkan mata sembari meletakan Earphone menutupi kedua telinganya “hanya berikan saja bukti tersebut, pegawai Market akan memberikan uangku kepadamu” lanjutnya lagi meletakan kedua tangan dibelakang kepala dan mulai mendengarkan suara wanita yang ia cinta sembari memainkan Permen dimulutnya.
********
Aroma makanan yang begitu sedap tercium masuk kedalam rongga hidung, terus bergerak hingga sampai kedalam tenggorakan.
Kruuuuukkkk...
Suara perut terdengar berbunyi.
__ADS_1
Mata yang tadinya tertutup, kini terbuka.
Mulai Mengedipkan mata berkali-kali.
Mimpi.
Gumam gadis itu dalam hati ketika bangun dan menyadari bahwa tadinya ia sedang tertidur lelap diatas kasur milik ayahnya.
Dia berpikir, mungkin aroma wangi yang tercium adalah bagian dari mimpinya.
Tersentak,
Gadis itu langsung bangkit dari baringannya, duduk lalu berdiri dengan cepat kemudian berlari membuka pintu.
Aaahhh...
Menelan ludah karena dipagi hari yang begitu cerah, ia melihat sepiring nasi goreng dengan warna putih kecoklat-coklatan serta kacang polong berwarna hijau dan pecahan telur tampak jelas bercampur menjadi satu, didepan matanya.
“Hooi...”
Suara putra mahkota terdengar berada dibelakang gadis itu, menahan bahunya untuk tidak bergerak mendekati makanan nikmat didepan mata.
Menoleh kepala kebelakang dengan pandangan memelas “tuan, kau membuatkan nasi goreng untukku juga bukan..?” tanya Zili ketika melihat telapak tangan putra mahkota menopang sebuah piring naik keatas.
Putra mahkota tersenyum getir, tampak jelas wajah kesalnya ketika melihat pandangan mata memelas gadis dihadapannya “jangan pasang wajah menjijikan seperti ini lagi dihadapanku ” hina laki-laki tersebut menutup seluruh wajah Zili dengan satu telapak tangan dan mendorong tubuh gadis itu mundur.
Mengikuti langkah kaki putra mahkota menuju meja makan yang berada diantara ruang tamu dan dapur.
Langkahnya terhenti ketika laki-laki yang sedang membawa sepiring nasi goreng lain berbalik “mana...?” dia mengulurkan tangan tampak meminta sesuatu.
“Ahhh...” dengan cepat Zili mengambil uang didalam kantong celana. Uang putra mahkota yang ia telah ambil malam itu memang belum sempat ia berikan karena laki-laki tersebut telah terlelap dalam tidurnya ketika ia kembali. “tuan, kau tidak berniat mengembalikan uangku ya...?” ragu-ragu gadis itu memberikan lembaran uang kertas kepada putra mahkota “bukankah uangmu saat ini sudah lumayan banyak...?” lanjut gadis itu lagi setelah putra mahkota meraih uang dari tangannya dan memasukan kedalam kantung celana Training panjang hitam yang ia kenakan.
__ADS_1
Memandang lekat mata Zili yang tampak begitu memelas “bersihkan Mulut kotoromu dulu sana..” hina putra mahkota, lagi lagi ia mendorong wajah Zili hingga gadis itu mundur beberapa langkah lalu mulai berbalik meletakan Sepiring Nasi goreng diatas meja.
Betapa bahagia.
Menikmati Nasi goreng lezat dan mewah dipagi hari yang cerah.
Nasi goreng tersebut bahkan menurutnya adalah makanan terlezat yang pernah ia rasakan selama hidupnya.
Senyum bahagia terus terlihat memenuhi wajah, membuat Selera makan putra mahkota hilang begitu saja. “Berhentilah memasang wajah memuakan..” ucap putra mahkota membuat Zili sontak memandang kearahnya.
Hati laki-laki itu tersentak lalu membuang wajah kesamping, perasaan aneh mulai datang menyelimuti hatinya ketika memandang mata gadis itu. “ryasa enyak sekalyi..”
Takkkk...
Kerititikkkk krriiitttkkk. “Berisik..”
Terkejut membelalak mata, sendok didalam mulut Zili bahkan tak sanggup gadis itu keluarkan ketika melihat sebuah garpu melayang terbang disampingnya, dengan cepat gadis itu menoleh kepala kearah belakangnya masih dengan sendok didalam mulut, ia melihat garpu yang dilempar putra mahkota menancap diDinding dan bergoyang-goyang disana. “kau ini bicara apa bodoh...?” lanjut laki-laki tersebut membuat Zili sedikit kesal lalu melanjutkan kembali makanan didepan mata.
Tampaknya gadis itu mulai terbiasa dengan kemarahan putra mahkota, rasa takutnya bahkan tidak lagi bertahan lama “tuan, kapan kau akan mengembalikan uangku...?” tanya gadis tersebut begitu santai, melupakan kekasaran putra mahkota dan mulai menagih hutang.
Selera makan putra mahkota terlihat kembali lagi karena melihat wajah Zili yang mulai berubah, sungguh, sepertinya wajah Zili yang tersenyum bahagia telah mengacaukan suasana hati laki-laki tersebut karena saat itu, secara tiba-tiba ia melupakan wanita yang dia cinta begitu saja. hal tersebut sontak membuat laki-laki itu marah pada dirinya sendiri yang bisa begitu mudah melupakan wanita miliknya “setelah kau menjual kue yang akan kubuat nanti, barulah aku mengembalikan uangmu” jawab santai laki-laki tersebut sembari memasukan sesendok nasi goreng kedalam mulutnya.
Menelan Nasi goreng yang telah ia kunyah “tuan, bukankah anda bisa memiliki banyak uang hanya dengan bermain game saja..?” dia mulai memandang kearah wajah putra mahkota yang menunduk memakan makanannya masih dengan meletakan earphone dibelakang leher, sedikit terkejut, lalu menggeleng kepala, meyakinkan dirinya sendiri bahwa laki-laki dihadapannya bukanlah putra mahkota yang selama ini ia lihat ketika mereka sedang makan bersama “untuk apa lagi kau menyuruhku berjualan kue dipinggir jalan...?” keluh gadis tersebut tampak menolak tugas yang akan diberikan tuannya.
Memasukan nasi goreng suapan terakhir kedalam mulutnya“tentu saja aku tidak ingin membuang-buang kesempatan mendapatkan uang...”
“Haaa...”
jAwab Zili kebingungan memandang putra mahkota yang telah menatap matanya lalu dengan cepat membuang wajah karena merasakan detak jantung yang mulai berdegup tak karuan.
Meneguk segelas air didalam gelas, lalu meletakan gelas tersebut diatas piring setelah kosong, kemudian mulai berdiri membawa barang-barang tersebut “karena kau pelayanku maka aku akan memanfaatkanmu mendapatkan uang tambahan untuk membeli komputer BerKualitas tinggi dinegara ini” jawab laki-laki tersebut sontak membuat kesal Zili yang mendengarnya.
__ADS_1
“Brengsekk” gumam gadis itu menggenggam erat Gagang sendok setelah putra mahkota berlalu dari pandangannya.