Greatest, Chasing After You : My Husband Is Not An Ordinary Villain - Season 5

Greatest, Chasing After You : My Husband Is Not An Ordinary Villain - Season 5
menyesuaikan Sifat


__ADS_3

“shisou, kenapa kau menyuruhku untuk berakting...?”


“Karena kau akan memasuki dunia persaingan..”


“dunia persaingan..?”


“Hmm, dunia dimana yang berkuasa akan menang dan yang Lemah akan selalu kalah”


“apa hubungannya dengan berakting, shisou..?”


“segala sesuatu diciptakan didunia saling berpasang-pasangan, begitupula Dengan sifat manusia. Karena Sifat seseorang belum tentu berpasangan dengan sifat orang yang mereka butuhkan, maka dari itu, Mereka perlu berakting untuk menyesuaikan sifat orang lain agar tujuan dan kebutuhannya terpenuhi”


“jadi begitu ya..?”


“Tentu saja, karena didalam tugas ini kau membutuhkan orang lain maka kau harus bisa menyesuaikan sifatmu dengan sifat orang tersebut.”


Berakting.


Gumam Zili dalam hati sembari terus melangkah memasuki Gedung utama Bank Negara NC (NCNB).


Mengingat setiap kata dan setiap pesan yang dilontarkan putra mahkota dan mulai menghentikan kaki tepat didepan halaman gedung disana.


Ya,


Tugasnya dimulai sudah, namun sayang, sepertinya gadis itu kini menjalani Tugasnya sebagai karyawan Bank Biasa.


Setelan Jas yang ia kenakan terlihat begitu mewah, gulungan rambut dan kacamata bening ditambah dengan Make-Up dari Stylist berbakat Lu arra berhasil Mengubah bentuk dan Mimik wajah gadis itu.


Lagi dan lagi, ia telah terlihat seperti wanita dewasa pada umumnya bahkan Hak sepatu tinggi juga semakin menambah kesan kedewasaan Zili.


Meskipun masih belum terbiasa, tetapi karena bantuan Stylist berbakat Lu arra, Zili berhasil berjalan dengan baik menggunakan kedua benda berwarna hitam yang terpasang dikedua kakinya tersebut.


Mulai melangkah kembali, memasuki Gedung dan disambut oleh penjaga keamanan disana.


Tidak Lama berbincang, seorang Costumer Service mulai mengantarkan Zili hingga sampai ke Lantai 4 gedung tersebut.


Seorang Kepala Divisi Keuangan dan akuntansi mulai mendatangi Zili “jadi kau karyawan baru rekomendasi dari Putri ketelitian..?” tanya Laki-laki dewasa tersebut kepada Zili yang tampak berdiri didepan Pintu Ruang Divisi Keuangan dan akuntansi.


“benar ketua” ucap Zili menjawab pertanyaan.


Memperhatikan tubuh Zili dengan seksama “hmm” tersenyum kecut “Sangat jarang putri ketelitian merekomendasikan seseorang untuk bergabung di Bank negara, karenanya kau pasti sangat cerdas bukan..?” ucapnya meminta keyakinan, sepertinya laki-laki dewasa tersebut mulai menguji Zili yang masih berdiri didepan Pintu ruangan tersebut.


“jika kau percaya padanya, maka kau harus percaya padaku” jawab tegas gadis itu, sedikit menyenangkan hati salah satu pejabat eksekutif bank Negara NC tersebut.


Mengangguk kepala sejenak, kepala divisi mulai membungkukan tubuhnya ketika sebuah pintu Lift terbuka “Tuan..” sapanya kepada seorang laki-laki yang kehadirannya sedikit mengejutkan Zili.


Mengikuti Gerakan Kepala divisi keuangan dan akuntansi, Zili sedikit melirik kearah laki-laki yang diikuti beberapa orang dibelakangnya “kau..?” suara laki-laki tersebut teerdengar hingga ketelinga Gadis itu, ketika ia mulai menghentikan langkah dan berdiri dihadapan kepala divisi keuangan dan akuntansi yang sedang tertunduk hormat. “ikuti aku” lanjut laki-laki tersebut memberi perintah.


“baiklah Tuan” jawab cepat kepala divisi keuangan dan akuntansi, lalu meninggalkan Zili begitu saja.

__ADS_1


“Ruan” Gumam Zili pelan, memandang punggung penasihat pangeran Istana, Zin Ziruan yang mulai menghilang tertutupi pintu Lift bersamaan dengan semua orang yang mengikutinya.


“kau karyawan baru, bukan..?” suara seseorang mengejutkan Zili, suara tersebut merupakan suara dari seorang wanita yang terlihat sedang membawa dua buah Cangkir kopi dikedua tangannya.


Tersenyum lembut “benar” ucap Zili menjawab pertanyaan.


“pasti kau telah ditinggalkan kepala divisimu begitu saja, “ tebak wanita tersebut mulai mengernyitkan dahi “ Di bagian mana kau bekerja..?” tanyanya kemudian karena tidak melihat papan Nama melingkar dileher Gadis itu.


“Divisi keuangan dan akuntansi” jawab Zili cepat masih tersenyum lembut karena belum berhasil menerka Sifat wanita dihadapannya.


Terkejut dan tidak menyangka “ benarkah..?” tanya wanita tersebut lagi, keterkejutan wanita tersebut membuat Zili mulai keheranan.


“benar” jawab Zili masih tersenyum lembut.


Masih mengernyitkan dahi “Aneh sekali, kenapa bisa ada dua orang karyawan baru yang masuk di divisi sama sekaligus...?” tanya wanita tersebut mulai mengira-ngira sesuatu.


“Dua orang..?” tanya Zili terkejut, dia yang akan menjalankan rencana sangat yakin bahwa hanya dialah satu-satunya orang yang memasuki Gedung tersebut sebagai seorang karyawan Bank.


“Sudahlah lupakan saja” ucap wanita tersebut sepertinya tidak ingin membuang waktunya “aku juga berada dibagian Divisi tersebut, ayo pergi bersamaku” ajaknya mulai melangkah dan diikuti oleh Zili.


Memasuki ruangan Divisi Keuangan dan Akuntansi, Zili memandang tempat tersebut dipenuhi dengan banyaknya karyawan yang berada didepan Komputer dan melakukan kesibukan mereka masing-masing.


Terus melangkah,


“Senior, Dia adalah Karyawan baru disini” ucap Wanita yang membawa Zili masuk kedalam ruangan Tersebut sembari mendekati Seorang wanita Dewasa lain yang tampak sedang duduk Didepan meja komputer.


“ayo” ajak wanita yang telah memegang satu cangkir kopi setelah memberikan cangkir kopi lainnya kepada seniornya tersebut.


"hm, baiklah" Mulai melangkah kembali, Zili terpaksa menghentikan langkah ketika melihat seseorang yang ia kenali sedang tersenyum menyapanya.


Astaga.


gumam gadis itu dalam hati.


"kenapa kau berhenti..?" tanya wanita dihadapan Zili ketika ia telah menghentikan langkah.


"hmm" geleng Zili mulai memikirkan jawaban "aku hanya merasa sangat senang akhirnya bisa berada ditempat ini" jawab gadis itu berbohong lalu mulai melangkahkan kaki kembali.


"oh begitu" berhenti tepat disamping Kursi dan meja komputer yang masih kosong "Mulai sekarang ini adalah posisimu" jelas Wanita tersebut "Ambillah Flasdisk Didepan sana.." menunjuk sebuah meja yang terdapat keranjang merah berbentuk kubus yang terbuat dari Plastik "dan kerjakan Tugas yang berada didalam Flasdisk tersebut" lanjutnya lagi menjelaskan "Kau harus menyelesaikan pekerjaanmu minimal tiga flasdisk dalam sehari" tambahnya lagi mulai melangkah kaki pergi "sudah ya, aku harus mengerjakan tugasku kembali." ucap wanita tersebut berlalu dari pandangan Zili.


"begini saja ya..?"


"benar, kenapa hanya seperti ini saja..?" jawab Zili merasa aneh.


"memang begitulah cara kerja Di Bank negara NC"


"Aneh sekali, benarkah Semua karyawan tidak saling mengenal..?" tanya Zili lagi mengernyitkan dahi sembari menyalakan komputer.


"hmm, mereka diberi tugas masing-masing dan jika pemilik meja komputer tidak Mengerjakan tiga Tugas didalam Flashdisk maka mereka akan langsung dikeluarkan"

__ADS_1


"begitukah..?" jawab Zili terkejut "itu artinya bisa kapan saja orang yang Kuat menindas orang yang lemah untuk mengerjakan tugasnya..?" lanjut gadis itu mulai menerka-nerka.


"tentu saja benar, maka dari itu kau tidak Boleh lemah berada disini"


"benar, aku harus berakting menjadi wanita kuat" jawab Zili mulai berdiri untuk mengambil Flasdisk yang berada sedikit jauh dari meja komputernya "Terima kasih atas ban...


terkejut,


Belum menyelesaikan kalimatnya, mata Zili mulai membelalak ketika melihat putra mahkota yang sedang menyamar berada disampingnya "Tuan"


"husshh" suara seseorang mengisyaratkan Zili untuk diam.


semakin terkejut "penasihat putra mahkota" panggil Zili lagi tidak menyangka, ketika melihat Penasihat putra mahkota Ann sandi sedang menyamar mengenakan kacamata dan tatanan rambut berbeda serta make-Up yang mampu mengubah sedikit wajahnya. laki-laki tersebut tampak sedang duduk disamping meja kerja putra mahkota.


"hussshh" ucap putra mahkota yang sedang menyamar mengisyaratkan Zili untuk Diam.


"hhmm" Angguk gadis itu lalu melangkah menghampiri keranjang merah tempat puluhan Puluhan fashdisk berada sembari melirik sedikit kearah pelindung putra mahkota Shin Ji yang tadinya menyapa dia.


laki-laki tersebut tampak sedang Fokus mengerjakan tugasnya.


meraih flashdisk,


"kita kedatangan karyawan Baru" suara seseorang menghentikan tangan Zili mengambil benda dihadapannya.


mulai menoleh.


"hallo" sapa Seorang gadis cantik yang tampak sedang berdiri begitu anggun disana.


"putri kekayaan, "


"putri kekayaan"


"putri kekayaan"


benar sungguh ramai, bahkan senior yang tadinya mengabaikan Zili terlihat begitu senang dengan kedatangan gadis SMA, adik dari Dokter Hewan Ann So'A tersebut.


"Ann Su'A.." ucap gadis itu memperkenalkan diri "mohon bantuannya mulai dari sekarang"


"tentu saja nona" jawab senior ruangan tersebut mulai mendekati Putri Klan Ann. "Dengan senang hati kami akan membantumu"


"waaahh putri kekayaan anggun sekali"


"cantik sekali"


Pujian-pujian terus dilontarkan hingga semua orang mulai melupakan tugas mereka masing-masing dan berdatangan menghampiri gadis itu.


"ini papan namamu" Kepala divisi Mulai datang menghampiri Zili lalu memberikan Papan nama gadis itu "menyingkirlah dari sini dan segera selesaikan tugasmu,"ucapnya Ketus "tidak ada sambutan untukmu disini" lanjut laki-laki dewasa tersebut kepada gadis itu.


"hm baiklah ketua" jawab Zili mulai melangkah menjauh.

__ADS_1


__ADS_2