
Pandangan mata sedih memandang sebuah jendela rumah bertingkat dua. Jendela kaca yang terkunci mati dengan pakuan papan penuh.
sun shin Sa’i, pelindung putri mahkota melangkah kaki meninggalkam rumah tahanan keluarga kerajaan. menyisahkan luka dihati karena lagi-lagi dia tidak mampu melindungi wanita yang dia cintai selama ini.
Terus melangkah hingga langkahnya terhenti tepat didepan seorang laki-laki lainnya.
Shin’A, pangeran istana.
Dia terlihat sangat membenci laki-laki dihadapannya. Laki-laki penyebab wanita yang dia cintai menderita.
Pangeran istana yang tadinya sedang berdiri memandang jendela sendirian, mulai menoleh kearah pelindung putri mahkota yang telah berada dihadapannya.
“Apa kau masih belum puas?”
Pangeran istana menghadapkan tubuhnya kearah laki-laki tersebut, memandang laki-laki yang pernah mengalahkannya dimasa lalu. Tatapan mereka saling beradu “kau tahu! Sebelum dia berada digenggamanku, tidak ada yang namanya puas dalam hidupku”
“Sebelum dia berada digenggamanmu, aku akan menariknya terlebih dahulu masuk kedalam genggamanku”
Pangeran istana tersenyum kecut, memandang remeh “sombong, kau hanyalah bawahan. ....
“Dinegara ini mungkin aku adalah bawahan tetapi tidak dinegara lain”
Pandangan mata pangeran istana berubah menjadi marah karena penyelaan pelindung putri mahkota sebelum ia melanjutkan perkataannya.
Sayup-sayup angin menggugurkan dedaunan kering dari atas pohon. Membawa selembar daun jatuh tepat dipertengahan Pangeran istana dan pelindung putri mahkota berdiri.
Kedua laki-laki tersebut secara bersamaan mengantungi kedua tangan mereka. Menyembunyikan kepalan tangan didalamnya.
__ADS_1
“Sombong, " suara seseorang memecahkan ketegangan "kalian kira bisa begitu mudah membuat kami berpisah”
kedatangan Putra mahkota sontak mengejutkan mereka berdua. Kehadirannya yang tiba-tiba, tidak ada yang mampu merasakannya.
Terus berjalan melewati mereka. Putra mahkota mengembangkan senyuman Remehnya.
pelindung putri mahkota menundukan kepala sejenak sembari tersenyum pahit “tentu saja kalian akan segera berpisah” ucapnya lantang.
Mendengar perkataan laki-laki tersebut, putra mahkota menghentikan langkah kakinya memunggungi dua orang yang masih saling berhadapan.
“Dilihat dari sisi manapun, hubungan palsu kalian tidak akan pernah bertahan lama” tambah pangeran istana. kali ini sependapat dengan Pelindung putri mahkota.
“Hoo, terlalu meremehkan” putra mahkota menoleh kepalanya sedikit kebelakang memandang dua orang dibelakangnya sejenak dan berkata : “berhentilah bermimpi” lanjutnya lagi lalu melangkah kaki menuju kepintu masuk rumah tahanan keluarga kerajaan.
Rumah tahanan yang diperuntukan untuk menahan keluarga kerajaan sebelum memastikan kebenaran atas kesalahan yang mereka perbuat.
“Kau menyukainya?” Kali ini putra mahkota membalikan tubuhnya, menghadap punggung laki-laki tersebut, dan pelindung putri mahkota yang mengetahui bahwa Putra mahkota sedang menghadap kearahnya, juga melakukan hal yang sama, ia berbalik agar dapat melihat laki-laki kebanggaan negara tersebut.
Pandangan mereka saling beradu “mana mungkin aku menyukainya, aku hanyalah seorang pelindung yang setia kepada tuanku” jawab laki-laki tersebut tidak ingin perasaannya diketahui yang akan semakin membuatnya jauh dari Zili.
Dia mengetahui dengan pasti bahwa setiap pelindung dilarang keras mencintai tuannya atau mereka akan berakhir terpisah.
“jika kau tidak menyukainya, maka berhentilah berusaha”
“Apa kau menyukainya?” tanya balik pelindung putri mahkota
“Tentu saja aku menyukai, karena dia adalah Muridku, dan dia juga istriku. Bagaimana aku bisa bertahan jika tidak menyukai calon ratu negara ini”
__ADS_1
“Kau hanya membutuhkannya untuk mengejar cinta ratu negara, Xu'i, kaulah yang harusnya berhenti” Pangeran istana yang sedari tadi mendengarkan percakapan mereka, kini mulai membuka suara.
“Tadinya kukira begitu, tetapi sekarang berbeda dan kalian tidak akan pernah mengetahui perbedaan itu”
Putra mahkota tersenyum puas lalu berbalik badan, meninggalkan mereka yang masih memandang punggungnya hingga menghilang dari penglihatan mata.
Sebenarnya apa yang ada didalam hati pengeran istana sampai harus memaksa untuk menikahi Zili, diapun tidak mengetahuinya. Dia hanya mengikuti kata hatinya yang sangat menginginkan Gadis itu untuk menjadi miliknya.
Pangeran istana merasa bahwa dari awal Zili memang adalah miliknya. Sebagai pemilik asli dia sangat membenci Zili dimiliki oleh orang lain apalagi putra mahkota yang jelas adalah saingan cintanya, karena Lu ayya, putri Klan Lu yang sangat ia cintai, lebih memilih putra mahkota dibandingkan dia.
Dia menyadari bahwa tidak akan mungkin menikahi bibinya sendiri. Karena rasa cintanya, ia ingin sekali melihat wanita itu bahagia bersama orang yang dia suka.
Disisi lain, dia juga menyayangi saudarinya, Sun Liyu'a, putri istana dan Pada saat yang sama, dia masih sangat ragu untuk memilih siapa diantara mereka berdua yang pantas mendapatkan dukungannya.
Tetapi tiba-tiba, ia dikejutkan dengan pernyataan putra mahkota yang malah memilih tunangannya, Zin zilia untuk menjadi pendamping laki-laki itu. hal tersebut membuatnya sangat marah.
Pangeran istana mengepalkan tangannya lebih keras didalam kantung celana, kukunya yang lumayan panjang bahkan sampai melukai telapak tangannya.
Dia memutar tubuh, pergi meninggalkan pelindung putri mahkota yang mulai menatap kearah jendela diatas dinding kembali.
Tidak ada kesempatan untuknya bertemu dengan zili sebelum persidangan selanjutnya dilakukan.
Berbeda dengan putra mahkota yang diberikan hak mutlak sebagai suami Zili. laki-laki tersebut hanyalah seorang pelindung yang tidak memiliki hubungan apapun dengan gadis itu.
laki-laki tersebut sadar bahwa untuk pertama kali baginya, berbicara tidak sopan kepada Anggota keluarga kerajaan.
Tapi sungguh.
__ADS_1
dia tampak tidak mempedulikannya.