
Hatinya terluka.
Dia adalah seorang gadis yang selalu sadar diri akan posisinya.
Tetap berdiri di dalam Kantin khusus Sekolah High Raise. “Aku tidak akan pernah menikahinya.” Suara Pelindung Putra Mahkota Shin Ji terdengar terang-terang berbicara di dekatnya dan juga di hadapan teman-teman laki-laki tersebut.
“Jadi kenapa kau bertunangan dengannya...?.” Lord Breeder, Ann Soni dengan mengenakan seragam khusus sekolah terdengar bertanya sembari melirik sedikit ke arah Putri kelincahan yang masih tetap berdiri di belakang tunangannya atas perintah laki-laki yang saat itu tampak sedang menulis sesuatu di atas lembaran kertas sebuah buku.
Menutup buku lalu menghadap ke arah gadis yang tak lain adalah Putri keagungan. “Berikan ini kepada Xu’i di kantornya nanti!.” Perintah Pelindung Putra Mahkota Shin Ji sembari memberikan buku di tangannya kepada Putri keagungan.
Menganggukan kepala. “ Baiklah.” Gadis itu mulai berbalik dan melangkah pergi menuju pintu keluar kantin.
“Tentu saja karena Xu’i.” Pelindung Putra Mahkota Shin Ji menjawab pertanyaan Lord breeder yang masih tertunda. Ia yang saat itu duduk dipertengahan Saudaranya dan juga presiden Sekolah, Ou natsu terlihat membalikan tubuh kembali menghadap ke arah Lord Breeder dan mantan Pelindung Pangeran Istana, Sun Shin Sura. “Setelah aku menemukan Wanita pujaanku tentu saja aku akan membatalkan pertunanganku dengannya, atau bisa jadi aku akan mempertahankannya jika dia bisa berguna untuk Xu’i nanti,” Jelas Pelindung Putra Mahkota melanjutkan perkataannya dan masih terdengar ditelinga Putri Keagungan yang saat itu mulai membuka pintu kantin yang tertutup.
“Jadi kau tidak pernah menyukainya..?.” Tanya Presiden Sekolah sangat penasaran sembari menoleh kepala ke belakang, ke arah Putri Keagungan yang masih berdiri padahal pintu kantin telah terbuka. Sepertinya ia sangat ingin mendengarkan jawaban dari tunangannya yang masih SMP saat itu.
“Dia bukan selera, mana mungkin aku menyukainya.” Jawab terang-terangan Pelindung Putra Mahkota Shin Ji menyayat hati Putri Keagungan yang langsung melangkah kaki kembali. “Sebenarnya aku lebih menyenangi untuk menikahi Yu’a dibandingkan dengannya tapi sayang , Yu’a telah bertunangan dengan Xu’i.” Lanjut Laki-laki tersebut dari jauh masih terdengar hingga ke telinga Putri keagungan yang telah melangkah kaki keluar dari Kantin Khusus dengan sejuta perasaan pahit karena lagi dan lagi, ia tidak akan pernah bisa mendapatkan kasih sayang dari orang tuanya. Meskipun saat itu kakaknya telah menghilang, saudaranya yang sangat disayangi oleh kedua orang tuanya, Tetapi tetap saja kedua orang tua gadis itu masih membeda-bedakan mereka terlebih lagi saat itu Putri Keagungan belum berhasil mendapatkan hati Tunangannya.
********
Hari Kelulusan sekolah harusnya menjadi hari kebahagiaan. Tetapi sayang, tidak dengannya.
Dia berdiri, menghela nafas sesekali karena saat itu sedang mendengarkan Makian dari kemarahan orang tuanya yang telah sering kali terdengar. “ Harusnya kau sudah menikah dengan Tuan Shin Ji, tetapi kenapa dia masih belum juga melamarmu...?.” Ucapan Ibunya membuat hari bahagia gadis itu berubah menjadi hari menyedihkan.
Hanya sebentar saja, dia yang sangat lelah terus belajar dan berlatih agar menjadi Putri keagungan yang dibangga oleh kedua orang tuanya, Hari itu sangat ingin merasakan kasih sayang dari kedua orang tuanya tersebut, Atau setidaknya pujian atas kelulusannya saja. “ Shin Ji masih sibuk dengan pekerjaannya melindungi Putra Mahkota, ibu.”
“Paksa dia untuk melamarmu bodoh!.” Perintah ibunya bersamaan dengan lontaran makian. “Bisa-bisanya mengambil hati Putra seorang pelindung raja saja kau tidak bisa.” Tegur ibu gadis itu terlihat begitu kesal dengan putrinya.
“Aku akan memaksanya nanti,” Jawab Putri Keagungan mulai berbalik dan melepaskan seragam kelulusannya lalu memberikan benda tersebut kepada salah seorang pelayan. “ Sekarang aku harus bekerja, Mungkin Putra Mahkota sedang membutuhkanku saat ini.” Tidak ingin terus bersama ibunya yang selalu memaksanya untuk segera menikah dengan Pelindung Putra Mahkota Shin Ji, gadis itu lebih memilih untuk pergi keruangan pribadinya di Markas Tentara Militer wilayah tenggara desa Ou.
__ADS_1
*********
Mengepalkan tangan, Tubuhnya sangat lelah hingga hanya untuk berdiri sekalipun sangat susah.
“Kau kalah.” Suara gadis yang berdiri di sampingnya menambah rasa sakit yang ia rasakan saat itu.
Pertandingan antarklan di wilayah Timur laut hari itu telah dimenangkan oleh Putri Istana.
Dia gagal, teramat kecewa. Sun, Lu, Ou, Zin, Co, Ann dan terakhir Shen, ia hanya bisa mengalahkan Putri Istana dengan tiga keahliannya saja. Dan bahkan ia terpaksa harus menanggung malu karena telah kalah bersaing dengan keahlian klannya sendiri.
Menutup mata sembari bergumam,
Pantas saja Shin Ji lebih menyukai Yu’a dibandingkan denganku.
Gadis itu telah pasrah dan mengalah dengan takdirnya saja. Ia sangat memahami bahwa dirinya yang lemah memang tidak pantas menjadi istri dari Salah seorang keluarga kerajaan.
Walaubagaimanapun, Semua wanita dinegara NC sangat menginginkan untuk menjadi menantu dari salah satu anggota kelurga kerajaan termasuk dia sendiri untuk meninggikan nama baik keluarga mereka.
“ Kenapa kau jalan lambat sekali...?” Keluh Pelindung Putra Mahkota Shin Ji yang terlihat sudah tidak sabar lagi untuk memasuki toko bangunan di depan mereka.
“Shin Ji, Kau bisa meninggalkanku.” Sepertinya Putri Keagungan tidak mungkin bisa mengimbangi kecepatan berjalan tunangannya tersebut.
Menghela nafas, menghentikan langkah kaki.”Kau berani melawanku...?.”Laki-laki itu mulai marah seperti yang biasanya terjadi jika Putri Keagungan melanggar perintahnya.
“Aku lelah.” Ucap Putri Keagungan menghentikan langkahnya sebelum mendekati Pelindung Putra Mahkota Shin Ji. “Jika tidak melawanmu, kau juga tidak akan pernah berniat menikahiku, bukan..?.” Lanjut gadis itu terang-terangan mengungkapkan isi hatinya.
“Sebegitukah inginnya kau untuk aku nikahi...?.” Tanya Pelindung Putra Mahkota Shin Ji terlihat enggan sekali melihat wajah Putri Keagungan hingga harus mengalihkan pandangan ke arah jalanan Kota dengan tangannya yang bersandar di tiang lampu Listrik pinggir jalan.
Bahkan di dalam kapal tersebut sekalipun terdapat tiang listrik.
__ADS_1
Sangat memahami bahwa Tunangannya tidak ingin menikahinya, tetapi ia harus mendapatkan perlindungan dari keluarga kerajaan mengingat saat ini saudaranya, Ou Nura telah kembali. “Benar.” Jawab gadis itu terang-terangan kembali, terlihat jelas jawabannya mampu merubah raut wajah Pelindung Putra Mahkota Shin Ji menjadi sangat kecewa.
“ Sadarlah, mana mungkin aku menikahimu.” Terasa sakit sekali mendengar ungkapan terang-terang dari laki-laki dihadapannya.
“Tenang saja, aku sadar.” Balas gadis itu lalu melangkah kembali mendekati tunangannya yang masih berdiri dipinggir jalan sementara posisi gadis tersebut saat itu berada di pertengahan jalan.
Telah berada di sampingnya. “ Kau bahkan telah kalah dengan Yu’a pada keahlian klanmu sendiri.” Sindir Pelindung Putra Mahkota tersebut, mengingatkan gadis itu pada keperihan masa lalunya.
Melangkah kaki beriringan dengan tunangannya. “Lalu jika nanti aku bisa mengalahkannya, mungkinkah aku memiliki kesempatan menikah denganmu..?” Gadis itu memberanikan diri memberikan tantangan.
“Bagaimana kalau kau membuatku jatuh cinta..?.” Ucap Pelindung Putra Mahkota Shin Ji memberi penawaran tantangan yang berbeda.
Mengernyitkan dahi mulai berpikir. “ bagaimana kalau aku gagal...?.” Ucap gadis tersebut berbalik tanya.
“Maka kita tidak usah lagi bertunangan.” Pilihan yang menyulitkannya.
Sungguh,
Gadis itu hanya ingin lepas dari paksaan orang tuanya selama ini. Baik menerima tantangan ataupun menolaknya, tetap saja pada akhirnya Tunangannya akan membuang dia.
“Baiklah aku terima tantangan... ha...
Belum melanjutkan perkataannya, Pelindung Putra Mahkota Shin Ji telah menarik tangan gadis tersebut dengan cepat “ Shin...
“Huusshh..” Tunangan gadis itu memberikan syarat untuknya agar diam. “ Aku melihatnya memasuki gedung itu..?.” Dia mulai menunjuk ke arah pintu masuk sebuah bangunan di sebrang mereka.
“Siapa..?”
Tanya Putri Keagungan terus berlari menyebrangi jalanan.
__ADS_1
“Co Sien Ya.” Jawab laki-laki yang mengenali orang tersebut.