Greatest, Chasing After You : My Husband Is Not An Ordinary Villain - Season 5

Greatest, Chasing After You : My Husband Is Not An Ordinary Villain - Season 5
Laki-laki tua diujung kapal


__ADS_3

Buuummmm...


Wuuuuzzzzzzzzzz.....


Berhasil mendapatakan Roll-V yang di ambil paksa dari seorang penduduk kapal induk.


Penasihat Putra Mahkota dan Putri Kelincahan mengendarai kendaraan tersebut menuju ke arah Selatan.


Arah paling jauh dari arah Utara. Karena tempat berkumpul mereka kembali berada di bagian Utara kapal induk, tempat pertama kali mereka menginjakan kaki di kapal tersebut, Maka dari itu, kedua orang tersebut sangat membutuhkan Roll-V agar mereka bisa dengan cepat sampai ke arah Selatan kapal.


Wuuuuzzzzz..


Mengendarai Roll-V dengan kecepatan tinggi, menyusuri jalanan Aspal, pepohonan di pinggir jalan dan kadang memasuki gang – gang sempit agar bisa dengan cepat menuju ke arah tujuan mereka sembari melihat dan memperhatikan suasana kota di kapal tersebut.


Tidak begitu ramai seperti kota-kota pada umumnya, Keadaan di Kota sana malah terlihat seperti sebuah Pinggiran kota yang kadang-kadang terdapat suasana sepi dan ketenangan tersendiri.


“Aku melihat Sien.” Suara pelindung Putra Mahkota Shin Ji terdengar dari balik headset yang mereka berdua kenakan. “Sepertinya kami akan lama untuk kembali berkumpul.” Lanjut laki-laki tersebut menjelaskan kepada teman-temannya. “Aku sudah meletakan Crackerku di dekat Toko bangunan. Aku pikir kalian tidak perlu lagi jauh-jauh pergi menelusuri semua arah.” Tambah Laki-laki tersebut memberi saran lalu menutup panggilan.


Saling Memandang, “ Kau bisa merakit Bom..?.” Tanya Putri Kelincahan kepada laki-laki di sampingnya.


“Seorang Perwira Negara NC jika tidak bisa merakit Boom, tentu saja akan mempermalukan jabatannya sendiri.” Jawab Laki-laki tersebut sedikit membuat Putri Kelincahan merasa tersindir karena ia sendiri belum belajar cara merakit benda tersebut, walaubagaimanapun, dia yang berasal dari Lembaga keamanan Polisi negara tidak bisa dengan mudah memasuki Markas besar Tentara Militer Negara NC yang terdapat begitu banyak tempat Praktek pembuatan alat-alat militer.


Saling menghadap ke arah depan mereka lagi, melewati jembatan dari sebuah Sungai kecil yang dialiri air jernih serta ditanami tumbuhan bunga teratai diatas permukaan airnya. “Kalau begitu, bagaimana kalau kau merakit Boom disini tanpa harus berkumpul kembali ke bagian utara...?.” Gadis itu mulai meluangkan idenya. “ Aku pikir, lebih baik kita menghancurkan tempat ini lalu menyelesaikan misi dengan cepat.” Lanjut gadis itu melanjutkan sarannya.


“Benar juga, Bukankah tujuan utama kita adalah menghancurkan Kapal Induk ...?, Aku rasa memang lebih baik seperti itu.” Jawab laki-laki tersebut mulai menghentikan kendaraannya tepat di depan halaman sebuah gedung penjualan alat-alat bangunan.


“Hm, “ Atap kaca Roll – V terbuka, kedua orang tersebut mulai turun dari kendaraan mereka, menuju ke arah pintu masuk bangunan. “Benar, lebih baik begitu saja.” Lanjut Putri Kelincahan sembari berjalan memasuki toko. “Permisi.” Panggil Putri Kelincahan kepada seorang pegawai di sana.


“ Exi xunis si xumi.” Tertegun, kedua orang tersebut begitu bingung dengan bahasa yang di ucapkan oleh pegawai gedung disana. Bahasa aneh yang tidak pernah mereka pelajari sebelumnya.


Menggeleng kepala, “Maaf kami adalah anggota baru yang diperintahkan untuk membeli beberapa alat bangun..


“Xo.. Xo.. Xo..”Teriak pegawai tersebut seperti seseorang yang sedang mengusir orang lain pergi dari tempat tersebut. “Axiau kixuaru.” Lanjut laki-laki tersebut terlihat sangat marah.


Merasa serba salah, Penasihat Putra Mahkota yang tidak ingin menyia-nyiakan waktu, mulai bergerak cepat mendekati pegawai tersebut untuk melumpuhkannya.


Buuukkk...

__ADS_1


“Ixud.”


Laki-laki tersebut telah berhasil memukul pegawai itu hingga jatuh dan tak sadarkan diri.


Dan setelahnya, Kedua pejabat negara tersebut mulai mencari bahan – bahan yang mereka butuhkan dan membiarkan saja tubuh laki-laki tersebut tergeletak di atas lantai.


Berjalan semakin masuk kedalam.”Xue izilxil.”


Betapa terkejutnya Putri Keagungan ketika menemukan seorang anak kecil tengah bersembunyi di bawah meja toko tersebut dengan memegang sebuah remote.


“ Tenanglah, aku tidak akan menyakitimu, Akhh....” Suara teriakan Putri Kelincahan mengejutkan Penasihat Putra Mahkota yang saat berada dibagian lain toko. Dengan langkah cepat laki-laki tersebut bergerak menuju ke tempat Putri Kelincahan berada.


“Anna.”


“ Tolong, aku ada di dalam sini.” Tidak terlihat sama sekali Putri Kelincahan di sana. terus mencari lagi tetapi tetap saja tidak berhasil menemukannya.


“Anna,”Panggil Penasihat Putra Mahkota kembali.


“ Aku di dalam lantai bodoh.” Jawab teriak Putri Kelincahan mengejutkan Laki-laki yang langsung berjongkok mencari titik sumber suara.


“Kenapa kau bisa ada di dalam sana...?”


“Xue izilxil.”Menoleh ke arah samping ketika mendengarkan suara seorang anak kecil.


“Sial,” mulai bergerak cepat tapi sayang dia terlambat. Tubuh Penasihat Putra Mahkota telah terjatuh, tangannya masih bisa bertahan di atas lantai tetapi sayang, sebelum ia berhasil naik ke atas, Lantainya mulai menutup kembali ke arah samping, Jika dia tidak melepaskan tangannya, ujung benda tajam pintu lantai akan melukainya kulitnya.


Bukkkk..


“Bodoh, kenapa kau juga ikut terperangkap..?” Maki kesal Putri kelincahan kepada laki-laki yang telah menapakan kakinya di sebuah Koridor panjang sempit yang diterangi lampu-lampu berwarna kuning.


“Ini dimana..?” Tanya Penasihat Putra Mahkota sangat penasaran.


“Mana Kutahu.”


*********


Langkahnya terhenti, dia telah lelah menelusuri penjuru arah bagian Timur tetapi tidak juga menemukan toko bangunan.

__ADS_1


Mulai menghempaskan tubuh, duduk di ujung bagian kapal yang terdapat sebuah bangku membelakangi Dinding Kapal induk tebal, gadis itu menghela nafas sedalam-dalamnya dan menghembuskannya perlahan-lahan lalu melihat ke arah sekitarnya.


Di depan gadis tersebut terlihat jalanan aspal dan gedung-gedung serta Rumah-rumah penduduk. Dibelakangnya Dinding tebal terlihat melengkung. Di bawah bangku terdapat bunga-bunga berwarna kuning yang tumbuh pendek namun berkumpulan, tertata rapi menghiasi pinggir jalanan sepi diujung kapal.


Duduk sejenak melepaskan kelelahan.


“ Ahh, ahyu tate bunya.”(Kursiku sudah diambil orang). Ucapan seseorang laki-laki tua yang saat itu mendekati Zili, mengejutkan gadis itu, karena ia sendiri mengerti bahasa yang laki-laki tua gunakan tersebut adalah bahasa Klan Zin.


Laki-laki tua yang terlihat memegang tongkat untuk membantunya berjalan mulai beralih dari sana dan pergi. “Aku akan segera pergi dari sini.”Ucap Zili mulai berdiri. “Kakek, kau bisa mengambil kembali kursimu ini.”Lanjut ucap gadis itu sedikit mengejutkan laki-laki di depannya yang mulai memghadapkan diri ke arah gadis itu.


“Kau berasal dari Klan Zin..?”Tanya laki-laki tua tersebut kepada Zili. Gadis itu terlihat senang mendengarkan pertanyaan dari sesama Klannya tersebut.


“Hm.”Angguk gadis itu, “Benar kakek, aku berasal dari Klan Zin.”


Memasang wajah kecewa, “ Hah, Lagi-lagi Klan Zin mengkhianati negara. “Keluh laki-laki tersebut terlihat tidak menyukai Zili.


“Maaf, Aku butuh uang maka dari itu.”


“Bukankah Klan Zin sangat kaya, untuk apa lagi kau membutuhkan uang...?” Tanya Marah laki-laki tua tersebut menyentakan hati gadis itu.


“ Klan Zin adalah Klan yang paling miskin di Negara NC.” Adukan gadis itu kepada sesama Klannya sendiri. “Maka dari itu aku sangat kesulitan untuk mencari uang.” Lanjutnya lagi mengungkapkan kebohongan.


“Apa!” Terlihat sangat terkejut, Laki-laki tua mulai mendekati Zili dan duduk di bangku yang sama. “Duduklah duduklah!, aku ingin bertanya banyak hal kepadamu tentang keadaan daratan.” Ucapnya memberi perintah kepada gadis itu sembari menepuk-nepuk kursi di sampingnya.


“Baiklah kakek.” Jawab gadis itu mulai duduk di samping laki-laki tua tersebut.


“Aku sangat marah.” Ucap Laki-laki tua mulai mengambil sesuatu di kantung depan kemeja yang ia kenakan.”Berita keadaan Klan Zin ternyata memang benar-benar salah, semua anggota Yellow Sprayer yang berasal dari Klan kita selalu mengatakan bahwa Klan Zin adalah klan terhebat dinegara NC, tetapi kau malah mengatakan sebaliknya.” Lanjut laki-laki tua yang telah mengeluarkan selembar kertas dan memandanginya dengan tatapan kerinduan.


Hampir tak kuasa menahan tangis, “Kakek, bukankah itu ...”


“Kau mengenalnya..?” Tanya laki-laki tua tersebut menoleh ke arah Zili “ Aktor berbakat ini, mungkinkah kau mengenalnya..?”


“Hm, “ Jawab Zili menganggukan kepala, menahan rasa sedih memandang sebuah kertas foto seorang remaja laki-laki. “ mana mungkin aku tidak kenal dengan Menteri Keuangan negara NC. “ Lanjut gadis itu mulai bertanya-tanya, siapakah laki-laki tua di sebelahnya...?, Dan mengapa ia bisa memiliki foto remaja ayahnya..?”


“Jadi dia telah menjadi Menteri keuangan, ya..?” Tersenyum bahagia, laki-laki tua terlihat sangat menyayangi laki-laki remaja di dalam foto tersebut.


“Kakek, mungkinkah kau adalah kakek dari Menteri Keuangan Negara...?” Tanya Zili sungguh sangat penasaran, sebenarnya dia sangat yakin dengan jawabannya sendiri yang mengatakan bahwa laki-laki tua tersebut adalah kakek ayahnya, hanya saja, gadis itu lebih ingin memastikan jawabannya.

__ADS_1


“Bukan.” Jawaban laki-laki tua menyentakan dan mengecewakan hati gadis yang sangat ingin bertemu dengan keluarganya sendiri.


__ADS_2