
Tersenyum.
Bahagia.
Yang mana saja..!
Mereka berdua terlihat menikmati kebersamaan.
Saling menggenggam, saling melangkah.
Padahal saat itu berada didalam tempat yang berbahaya.
Tersenyum kecut, “ck..”
Menarik tangan Wanita miliknya lalu mengangkat tubuhnya.
Haaaa...
Terkejut,
Sangat terkejut hingga membelalak mata ketika tubuhnya melayang diudara begitu cepat.
Drururudududkkk..
Berjongkok menghindari puluhan peluru yang melesat cepat menuju kearahnya.
Putra mahkota tersenyum senang melihat Zili telah mendarat dengan sempurna tepat dibelakang dua orang laki-laki yang telah menembaki Putra mahkota dengan senjata api, namun berhasil dihindari.
Baaaaaaakkk..
bUuuukkkkk...
Tendangan kuat gadis itu berhasil melumpuhkan kedua laki-laki tersebut dari belakang,
Melompat mengenai leher, hingga mereka tak sadar kan diri lagi.
Gerammm..
Marah karena takut bahwa laki-laki dihadapannya akan terluka “benarkah kau mencintaiku..?” teriak Zili dari jauh setelah putra mahkota berdiri,
__ADS_1
Tersenyum nakal “tentu saja aku sangat mencintaimu..” jawab putra mahkota mulai melangkah mendekati Zili yang terlihat begitu marah.
Mendekati putra mahkota cepat “kalau cinta kenapa melemparkanku tiba-tiba..?” ucap gadis itu menengadah memandang penuh kekhawatiran.
Tersenyum lembut “karena aku tahu kau akan menyelamatkanku maka dari itu aku melemparkanmu..” jawab putra mahkota begitu santainya.
Memerah, bahkan berkaca-kaca “kau baik-baik saja..?” tanya gadis itu mulai memperpelan suaranya.
Mengacak-acak rambut Zili “ kau lihat sendiri bagaimana keadaanku, bukan..?” lalu menarik tangannya kembali kemudian meraih salah satu tangan Zili, “ayo jalan..” ajaknya begitu santai,
“Kau baik-baik saja, iya kan..?” tanya ulang Zili, sembari berjalan mengikuti langkah putra mahkota yang ada didepannya.
“Hmmm..” terdengar sedang berpikir “sepertinya penyamaranmu sudah ketahuan..” ucapan putra mahkota mengejutkan Zili hingga ia menghentikan langkah kaki.
“Penyamaran apa..?” tanya Zili pura-pura tidak mengerti,
Menghentikan kaki, lalu berbalik kebelakang “ Zili...” panggil putra mahkota “ akhirnya aku menemukanmu..” ucapnya lembut.
“Aku bukan Zili..” jawab Gadis itu menundukan kepala.
Tersenyum nakal menyadari bahwa wanita dihadapannya tetap tidak ingin mengakui dirinya sendiri “bukankah kau sudah bersuami..?” ucapan Putra mahkota semakin menegunkan zili, mencoba melepaskan tangan dari genggaman putra mahkota tetapi tangannya semakin digenggam erat laki-laki dihadapannya.
Sungguh, begitu keras kepala tidak ingin mengakui Penyamarannya, hal itu semakin membuat putra mahkota tertarik untuk membongkar penyamaran gadis dihadapannya “Zili dan kau adalah seorang wanita yang sudah bersuami, “ ungkap laki-laki tersebut “kalian berdua sama-sama mencintai Xu’i “ lanjutnya lagi “sama-sama mencintaiku juga ketika tidak ada Xu’i” tambahnya lagi menegunkan gadis dihadapannya yang mulai gemetaran “ dan yang terakhir..”
“Omong kosong..”mulai melangkah kaki kedepan, menghindari putra mahkota.
Haaa..
“Kau ini benar-benar..” ucap putra mahkota menarik tangan wanita miliknya hingga jatuh kepelukan laki-laki tersebut untuk yang kesekian kalinya. “jangan menipuku lagi..” bisik laki-laki tersebut ditelinga Zili hingga gadis itu menutup telinganya.
“Mana mungkin hanya begitu saja bisa membuktikan bahwa aku adalah Zili..” ucap gadis itu keras, menengadah kepala memandang putra mahkota yang terlihat tersenyum bahagia menatapnya, masih dengan tangan Disalah satu telinga.
“Tentu saja aku sudah memastikannya..” jawab cepat putra mahkota masih memeluk wanita miliknya.
Menundukan kepala karena malu dan menurunkan tangan dari telinganya. “a.. a..apa yang kau pastikan..?” tanya gadis itu, menyandarkan dahi depannya didada putra mahkota, rasanya begitu gugup hingga ia tidak mampu memandang mata laki-laki tersebut.
Tubuh gugupnya berhasil membuat putra mahkota tersenyum lucu, “ hanya Zililah satu-satunya wanita yang pernah diselamatkan oleh Xu’i..” lanjut laki-laki tersebut menggetarkan hati Gadis itu.
“Be.. be.. benarkah..?”
__ADS_1
“Hmm tentu saja Zili.. “ jawab cepat putra mahkota,
“Jadi kau tahu aku menggunakan topeng saat ini..?” tanya gadis itu mulai menengadah kepala kembali.
“Hmm, tentu saja zili” jawab ulang putra mahkota.
“Jadi saat kau mengatakan ingin menganggapku sebagai Zili,..” mulai menundukan kepala lagi “kau sudah tahu bahwa aku adalah Zili..”
“Benar..” jawab putra mahkota mengeratkan pelukannya, membawa Zili kedalam dekapannya.
“Pantas saja..”
“Aku sangat mencintaimu, bagaimana mungkin aku tidak mengenalimu..?” ungkap putra mahkota membuat Zili sontak menggeser kepalanya menyamping lalu membalas pelukan laki-laki tersebut.
“kenapa kau bisa begitu mencintaiku..?” tanya gadis itu begitu penasaran, lalu tersenyum begitu bahagia karena perasaannya terbalaskan, meskipun ia menganggap bahwa laki-laki dihadapannya bukan putra mahkota.
Semakin merasa bahagia menerima balasan pelukan dari Zili “akupun tidak tahu alasannya” jawab putra mahkota begitu santai. “Lalu, kenapa kau bisa mencintaiku..?” tanya balik putra mahkota kali ini mulai melepaskan pelukan Zili.
Menundukan kepala karena malu, meskipun hatinya ingin sekali menatap mata putra mahkota yang memandang kearahnya “aku juga tidak tahu alasannya” jawab gadis itu “aku hanya bisa merasakan detak jantungku saja.” Jawab gadis itu terang-terangan “baik dirimu, juga Putra mahkota, kalian berdua mampu membuatku bahagia ketika sedang bersama.” Lanjut gadis itu mulai meneteskan air mata “kenapa aku bisa jadi wanita sekeji ini..?” mulai menyesali hatinya sendiri “padahal aku tahu dengan pasti bahwa aku mencintai putra mahkota tetapi kenapa hatiku juga bisa mencintaimu..?” tanyanya begitu kesakitan dan membenci dirinya sendiri.
“Antara aku dan Xu’i, “ memandang kepala zili begitu lekat. “yang mana akan kau pilih..?”
“Putra mahkota “ jawab Zili cepat, membuat putra mahkota tersenyum getir, “aku menyukainya lebih dari siapapun.” Lanjut gadis itu lagi “tapi aku tidak bisa bersamanya..” tambahnya semakin membenci dirinya sendiri.
“Kenapa ..?” tanya putra mahkota mulai khawatir. “mungkinkah karena dia sibuk dan tidak memiliki banyak waktu untukmu sehingga kau akan meninggalkannya nanti..?” begitu menyedihkan, pertanyaan yang sudah sangat lama ingin dilontarkan akhirnya terucapkan saat itu.
“Hmmmm” menggeleng kepala “aku akan selalu setia menunggunya hanya saja...”
“Hanya saja...?”
“Hanya saja aku telah berselingkuh padamu..” jawab gadis itu semakin terasa sakit, hingga tangisannya juga semakin deras Keluar. “aku bahkan telah berciuman denganmu dibelakangnya, aku juga pernah tidur denganmu tanpa sepengetahuannya..”
“Tidur denganku..?” tanya Putra mahkota “mungkinkah diatas sofa saat itu..?” lanjutnya bertanya.
Menengadah memandang putra mahkota “hmm..” angguk Zili “kita harus bertanggung jawab atas pengkhianatan kita nanti setelah bertemu dengannya” pinta gadis itu “bagaimanapun hukumannya akan aku terima.” Lanjut gadis itu memasrahkan diri.
“Aku akan membawamu lari darinya jadi tidak perlu ada hukuman..” Ungkap putra mahkota meyakinkan dirinya sendiri “tenang saja, tidak akan pernah ada hukuman untuk pengkhianatan kita berdua” lanjutnya berusaha menenangkan Zili.
Menghela nafas berat “benar juga..” jawab gadis itu menundukan kepala kembali, merasa sungguh kecewa didalam hati “shisou..” tersenyum kecut “mana mungkin menyukaiku, jadi mudah saja baginya melepaskan pengkhianat sepertiku” menghapus air mata dengan cepat.
__ADS_1
Tersenyum kecut karena ucapannya sendiri “mana mungkin..” sela putra mahkota “Xu’i sangat menyukaimu hanya saja...,” menghapus air mata Zili yang masih tetap keluar “hanya saja aku sangat mencintaimu maka dari itu dia akan memberikanmu untukku, hanya untukku..” lanjut laki-laki tersebut memeluk Zili kembali “kau hanya untukku” tambahnya lagi menghentikan tangisan gadis didalam pelukannya.