Greatest, Chasing After You : My Husband Is Not An Ordinary Villain - Season 5

Greatest, Chasing After You : My Husband Is Not An Ordinary Villain - Season 5
Keanehan terus terjadi


__ADS_3

Jalan Lintas telah dilewati, kini mobil kerajaan berjenis Land Rover Defender memasuki area jalanan tanah yang terkadang dipenuhi bebatuan krikil dan sejenisnya.


Memang, Desa Ou sangatlah berbeda dengan desa-desa lainnya, bahkan rumah-rumah mereka saja cenderung lebih menggunakan bahan bebatuan yang terbuat dari tanah liat dan papan kayu dibandingkan rumah-rumah mewah dari Klan lain yang lebih memilih untuk menggunakan beton, batako dan juga bebatuan alami serta kaca.


Meskipun merupakan wilayah dengan penghasilan tertinggi di Negara NC, tetapi kehidupan mereka terlihat lebih sederhana.


Mungkin, Itu semua mereka lakukan untuk menjaga kualitas hasil pertanian, Sumber pendapatan dan kehidupan mereka.


Meskipun hanya berefek sedikit, jalanan aspal hitam yang panas di siang hari mampu menurunkan kualitas hasil pertanian. Bagi penduduk desa Ou, bukanlah menjadi masalah jika hasil pertanian mereka berdebu asalkan Kualitas dan mutu tanaman terjamin.


Jenis tanah di desa Ou juga cenderung berbeda, rata-rata selain tanah liat, jenis tanah humus kadang terlihat menumpuk di pinggiran jalan sebelum bibit tani di tanam.


Para penduduk desa Ou juga sangatlah rajin, bagi mereka kegiatan bertani merupakan kegemaran yang tak tertandingi.


Menoleh ke arah kiri dan kanan.


Mata Zili tampak berbinar-binar melihat pemandangan alami desa Ou.


Jarak antara satu rumah ke rumah lainnya terlihat berjauhan, di satu rumah penduduk desa terkadang di kelilingi tanaman perkebunan. Bahkan di setiap depan rumah penduduk, selalu memiliki beberapa pohon buah-buahan. Hampir semua pepohonan berbuah lebat meskipun pohon-pohon tersebut masih berukuran pendek.


Mungkin, Keahlian pencangkokan Penduduk desa Ou yang begitu hebat, mampu membuat proses perkembangan tumbuhan di sana jauh lebih baik dibandingkan tempat-tempat lainnya.


Setelah melewati pemukiman warga, Mata Zili lagi-lagi dibuat berbinar dengan pemandangan Sawah yang begitu mempesona. Tumbuhan padi yang terletak di bawah bukit tampak bergoyang-goyang lemah terhembus angin sepoi-sepoi di sana.


Meskipun berada di waktu siang menjelang sore dengan cahaya matahari yang begitu terang, keadaan dan suasana di desa Ou sangatlah sejuk dan juga tenang. Panas matahari sekalipun tidak mampu menghilangkan kesejukan tempat tersebut.


Membuka kaca jendela.


Wussshhhh...

__ADS_1


Angin sejuk mengenai wajah Zili, Udara yang begitu segar juga menerpa bagian tubuhnya tersebut.


Setelah melewati daerah persawahan desa Ou 1, Kini mobil memasuki daerah lainnya.


Berbeda dengan desa Ann dan desa Lu atau bahkan desa Shen, setiap pepohonan yang berada di pinggir jalan desa Ou merupakan pepohonan penghasil sumber makanan dan juga alat-alat kesenian serta tumbuhan obat-obatan.


Hampir tidak ditemukan tanaman pohon yang tak berbuah, sepertinya semua tumbuhan yang berada di tempat tersebut memang telah ditanami sejak begitu lama.


Pohon-pohon buah durian terlihat tumbuh menjulang tinggi, sedikit berada jauh dari jalanan desa. Kadang juga ditemui pohon-pohon buah salak yang berduri tajam. Tidak jarang pohon-pohon buah rambutan mengisi tempat paling banyak di jalanan daerah tersebut.


Memang belum terlihat berbuah karena buah rambutan sendiri merupakan buah musiman sama halnya dengan buah durian, meskipun demikian tentu saja ketika musimnya tiba nanti, buah-buah nikmat tersebut akan menjadi sumber penghasil keuangan negara NC yang cukup tinggi.


Karena kualitas yang terjamin, Negara lain tidak akan ragu untuk mengimpor buah dari Negara NC.


Laju mobil perlahan-lahan mulai pelan, berbelok ke arah kanan melewati pepohonan buah pepaya di sisi kanan jalan dan juga pepohonan buah jeruk di sisi lainnya, Mobil akhirnya berhenti di depan Gedung Pusat Pangkalan Tentara Militer Angkatan Darat desa Ou.


Barisan para Tentara berseragam Ungu, Seragam Kebanggaan Klan Ou memberi hormat kepadanya. Mungkin karena kedatangan Putri Mahkota yang kini namanya mulai dikenal Masyarakat NC dan disebut-sebut sebagai sang Ahli Strategi, Pimpinan Tinggi Tentara Militer desa Ou mewajibkan mereka untuk menggunakan seragam kebanggaan desa dibandingkan dengan menggunakan seragam Tentara Militer Angakatan Darat biasa yang berwarna Hijau.


“ Penghormatan diterima.”


Setelah berdiri di depan banyaknya Tentara yang memberi hormat, Zili mulai berjalan dihampiri beberapa perwira tinggi sembari menerima beberapa lembaran laporan dari tangan mereka, dia tetap berjalan memasuki gedung diikuti oleh pelindung wanitanya dan juga pejabat Militer lainnya.


*******


Rasanya aneh,


Pikirannya begitu bingung.


Lagi dan lagi gadis itu tidak habis pikir dengan apa yang saat itu sedang terjadi. “ Jadi begitu, ya?” Ucap Zili merasakan hal yang tidak wajar tersebut.

__ADS_1


Di dalam ruangan khusus yang hanya terdapat Zili, pelindung wanitanya dan Seorang laki-laki muda yang saat itu di curiga sebagai Musuh Negara, gadis itu tampak menghela nafas penuh dengan perasaan kacau.


Bagaimana tidak?


Semua orang di sana telah bersusah payah untuk membuka mulut laki-laki yang di duga pelaku tersebut namun tidak seorangpun dari mereka yang berhasil melakukannya hingga tubuh dan wajah laki-laki tersebut kini terlihat babak belur karena tetap membungkam dan tak menjawab satu pertanyaan sedikitpun, tetapi ketika Zili yang baru saja tiba, masuk dan melontarkan beberapa pertanyaan, dengan mudahnya laki-laki tersebut menjawab setiap pertanyaan, seolah-olah hal tersebut memang sedang di rencanakan oleh seseorang.


“Benar, Yang Mulia.” Jawab sopan laki-laki yang tampak menahan rasa sakit di luka wajah dan juga sekujur tubuhnya.


Memandang ke arah jendela kaca lebar ruang tersebut, Semua orang yang berdiri di sana tampak kagum melihat gadis yang mereka anggap sangat berwibawa tersebut, namun perilaku mereka sedikitpun tidak menyenangkan hati Zili, gadis itu malah merasa sangat sedih karena menganggap bahwa bukanlah dia yang membuat laki-laki di depannya membuka mulut.


Mematikan aplikasi militer pendengar jarak jauh dari jam tangannya lalu menoleh ke arah samping kiri, tempat dimana pelindung wanitanya berdiri. “Shi ra, bisakah kau meninggalkanku dengannya sebentar saja?” Pinta gadis itu mengejutkan wanita muda yang tampaknya enggan meninggalkannya.


“Baiklah.” Meskipun enggan, sepertinya dia tidak bisa menolak keinginan junjungannya begitu saja. Dia yang tadinya melipat tangan ke dada mulai menepuk bahu Zili yang sedang duduk berhadapan dengan laki-laki, Salah seorang anggota musuh tetapi bukanlah pelaku pencurian resep pembuatan racun milik Klan Ou.


Setelah melihat Putri Latih Tiada Tanding keluar ruangan dan menutup rapat pintu, Zili mulai memandang serius laki-laki yang duduk di hadapannya tersebut. Mata kesedihan tampak jelas di sana.” Aku mohon, jawablah satu pertanyaanku ini dengan jujur.”


“ Aku akan menjawab apapun pertanyaan anda dengan jujur, Yang Mulia” Jawab cepat laki-laki muda berkulit kuning langsat tersebut.


“Katakan, Siapa yang menyuruhmu untuk patuh kepadaku?” Tanya Zili langsung, sepertinya gadis tersebut enggan menerima penghargaan yang bukan dari usahanya sendiri.


Menunduk kepala sejenak. “Kalau aku jawab maka aku akan mati.”Jawab laki-laki muda tersebut dengan senyuman lembut memandang Zili.


“Jadi begitu, ya?” Zili menghela nafas, dia mulai berdiri sembari menundukan kepala. “Baiklah, kau tidak perlu menjawab.” Ucap gadis tersebut berencana meninggalkan ruangan khusus tersebut setelah menyelesaikan penyelidikannya.


Laki-laki muda dengan kedua tangan yang diborgol juga mulai berdiri. “Tapi anda bisa menanyakannya langsung kepada laki-laki yang akan mencuri buku resep diperempatan malam nanti, Yang Mulia.”


Langkahnya terhenti, Zili mulai menoleh kepala kembali ke arah laki-laki muda tersebut. “Terima kasih.” Ucap gadis itu mulai melangkah kembali.


“Akulah yang harusnya berterima kasih kepada Anda.” Jawaban laki-laki muda itu sungguh mengejutkan Zili sore itu.

__ADS_1


__ADS_2