
Dipertengahan hutan dengan kesunyian malam. Terdapat cahaya aurora yang mengitari langkah kaki. Dingin malam berhembus ditubuhnya seperti hembusan Salju yang baru saja turun kepermukaan bumi. Langkah kaki menerjang, memasuki halaman satu rumah yang paling bersih dan terlihat masih bisa digunakan.
“Apa yang terjadi padamu?” Raja negara mendekati, ia mengelus kepala Istri dan istri keponokannya tersebut dengan kedua tangannya.
Perasaan tidak enak mulai menghantui hati Zili ketika mendengar tangisan ratu negara yang sedang memeluknya. Gadis itu menenangkan ratu dengan mengusap punggung belakangnya.
Dia bahkan tidak mampu berucap kata sepatah-katapun. Dalam hatinya berpikir mengapa bisa ratu negara yang memiliki kedudukan tinggi menangis sesedih ini hanya karena melihat dirinya yang bukan merupakan bagian dari anggota keluarga kerajaan terluka.
“Aku yang mendorongnya” sontak semua orang terkejut mendengar suara pangeran istana yang telah memasuki rumah.
Putri istana terduduk tepat disamping pintu “aaaaahhhh pembuat masalah datang” sindirnya kepada saudara kembar yang berbeda wajah tersebut.
Ratu negara melepaskan pelukannya. Ia mengusap air mata yang tersisa. Disampingnya, raja negara sedang berdiri menahan tangan istrinya untuk menghampiri putra mereka.
Ia sangat memahami perasaan marah istrinya yang telah menganggap zili sebagai putrinya sendiri meskipun bukan berasal dari rahimnya “lepas Shin”.
Ratu negara mencoba melepaskan tangan, tidak mendengar permintaan istrinya, raja negara malah memeluknya agar istrinya bisa tenang. Karena sifat istrinya yang ceroboh “alasannya?”
Raja negara menatap jelas putranya yang tidak beranu menatap wajah ayahnya. Pangeran istana menghela nafas, ia menundukan kepala, lalu berkata “ itu karena Xu’i.....
“Bukan,” Zili menyela pangeran istana, dia memahami sekali sekali sifat pangeran istana yang selalu menyalahkan orang lain. Jelas saja, terakhir kali bertemu sebelum ia menikah, pangeran istana bahkan sempat menfitnahnya dengan mengatakan bahwa gadis tersebut tidak terima dengan pemutusan pertunangan mereka.
“Haaaa... shin’A .. shin’A” putri istan berdiri sembari menggelengkan kepala lalu melipat tangannya “pengecut satu ini, kalau mau bertanggung jawab jangan dicampur dengan sifat pengecut karena tetap saja itu namanya pengecut”
“Yu’a, kau cari masalah ya?”
Putri istana tersenyum kecut ketika melihat pangeran istana memandang tajam kearahnya “ayah, Shin’A bilang, wanita cengeng itu adalah miliknya dihadapan Xu’i, tentu saja Xu’i tidak menyukai untuk mengambil barang milik orang”
Mendengar perkataan Putri istana, Zili menggenggam tangannya erat, dalam hatinya berkata “aku bukan barang, aku, bukan milik siapapun” menyedihkan sekali harus menjalani hidup menyesuaikan aturan orang.
Hanya saja, zili sangat tidak berani mengatakan apa yang ada dalam pikirannya, ia sangat takut bahwa raja negara tiba-tiba membencinya karena tidak menerima perkataan putri yang dia sayangi.
__ADS_1
Ratu negara hendak bicara, namun mulutnya ditutup dengan tangan raja negara. “Apa kau bilang begitu?”
Lagi, pertanyaan tersebut dilontarkan untuk pangeran istana “iya ayah”
“Bodohnya, kalau kau terus merasa seperti itu, kau seperti menyindir dan menjatuhkan ayahmu ini” ucapan Raja negara sontak mengejutkan semua orang didalam ruangan. Begitu pula dengan ratu negara yang sedari tadi ingin dilepaskan namun langsung terdiam menarik nafas berat.
“Ayah....
“Ayahmu juga pernah mengambil tunangan orang” tambah raja negara lagi sembari melepaskan tangan ratu negara dari mulut wanita tersebut.”SHin’A, Hilangkan lah perasaan itu mulai dari sekarang atau kau akan mengacaukan negara ini dengan sifat anak-anakmu itu, bagaimanapun, kau adalah putraku yang sudah kuanggap dewasa dan bisa berpikir lebih baik” raja negara memandang putranya yang menunduk dengam seksama “Shin’A, kau sebenarnya sangat hebat, jadi, jangan pernah takut kalah dengan Xu’i, ayahmu ini, akan selalu mendukungmu” tambah laki-laki tersebut dengan melontarkan senyuman kepada putranya.
“Yahoooooo....
Suara pangeran Xu mencairkan suasana ketegangan didalam ruangan.
Tampaknya pangeran xu dan putra mahkota telah selesai mengambil bahan-bahan pembuatan obat ternak Desa Ann. “benarkan apa yang dilihat oleh mataku?” Suara putra mahkota terdengar menyindiri Raja dan ratu negara.
“Kami datang karena mengkhawatirkanmu” ratu negara terlihat kesal dengan sindiran putra mahkota.
“Yuanna” rentetan beberapa orang berpakaian hitam memasuki halaman rumah. Suara yang tidak pernah asing lagi bagi ratu negara meskipun lama tidak berjumpa terdengar ditelinga.
“Sien...
**********
“aura”
Pelindung putra mahkota, Sun Shin Ji, kini tengah berhadapan dengan tunangannya yang lama tidak ia temui.
Mereka berdua telah berdiri tepat diperbatasan desa setelah Ou Aura, Sang Putri klan ou yang mendapati gelar Putri keagungan sampai ditempat penjemputan putra mahkota.
Ou Aura merupakan keponakan dari Ou nana, ibu dari putra mahkota yang telah menjadi satu-satunya wanita kepercayaan putra mahkota.
__ADS_1
Wajahnya memang cantik, berkulit putih cerah namun tidak seperti kebanyakan masyarakat asia timur. Kecerahan kulit wajahnya terlihat seperti kulit kebanyakan putih masyarakat asia tenggara.
Wajah berpola manis, dengan Alis tebal dan sedikit berkumis serta rambut panjang legam hitam bersinar terkena cahaya bulan yang menembus pepohonan.
“Tenang saja, Xu’i, sudah pasti baik-baik saja” ucapnya menenangkan pelindung putra mahkota yang tidak tampak khawatir tetapi sebenarnya, dialah satu-satunya orang yang paling khawatir dengan keadaan temannya.
Putri keagungan memang sangat cerdas, karena berasal dari klan Ou, dia biasanya memang dijuluki sebagai wanita muda paling cerdas dinegara NC, yang mampu menyaingi kecerdasan ratu negara dalam mengambil keputusan.
Tidak heran, ia sering kali diperintahkan untuk menjadi sekretaris Putra mahkota dalam mengatasi masalah yang terjadi diperusahaan Sun yang terkadang dikendalikan oleh laki-laki kebanggan nomor satu dinegara NC.
“Menurutmu, kapan mereka akan keluar?”
Ann sandi, penasihat putra mahkota yang sedang berjongkok didekat pelindung putra mahkota mulai memberikan pertanyaan kepada putri keagungan. Dia sangat paham, kebanyakan prediksi dari gadis yang baru saja berusia 15 tahun tersebut tepat sasaran.
“Besok pagi”
*******
Putra mahkota memandang dengan senyuman tajam kearah Co sien Ya, Mantan tunangan ratu negara yang telah datang kembali setelah sebelumnya pergi.
“Kau kira bisa mendapatkannya kembali”
Laki-laki tersebut mulai melangkah lebih maju memunggungi ratu negara.
“Tenang saja, aku datang hanya ingin menyampaikan pesan” Sien membalas senyuman putra mahkota, ia mengetahui dengan pasti. Negara NC sekarang memiliki orang-orang hebat yang sulit dikalahkan terlebih lagi orang yang berada didalam bola matanya.
Orang yang terkenal hingga ke seluruh dunia, bahkan identitasnya sering disanjung-sanjung karena telah banyak menyelamatkan ribuan nyawa manusia dengan obat-obatan ajaib milik klannya.
“yuanna, Kakekku, dia masih hidup dan tentu saja, Xu Yuan, bukankah mustahil baginya mati begitu mudah” lanjut sien lagi, menggetarkan hati ratu negara.
Wanita itu bahkan sampai mengigil ketakutan, terlihat jelas wajah pucatnya dimata Zili yang langsung merasa tegang.
__ADS_1
Ratu negara mulai mual, ia berada dipelukan raja negara yang sedang menghembuskan nafas beratnya karena mengetahui orang paling berbahaya dinegara NC masih hidup.
“Project mesin waktu, berikan Rancangannya kepadaku” lanjut sien lagi mengejutkan semua orang kecuali putra mahkota dan dua orang yang menyimpan barang tersebut.