Greatest, Chasing After You : My Husband Is Not An Ordinary Villain - Season 5

Greatest, Chasing After You : My Husband Is Not An Ordinary Villain - Season 5
Putra mahkota dan raja negara


__ADS_3

"Yuanna, kau menangkap putraku...?" teman ratu negara mulai masuk kedalam ruang pribadi Wanita dewasa tersebut begitu saja dan tak seorangpun yang berani untuk menghentikannya.


mungkin dia adalah salah satu orang yang diberi kebebasan untuk Keluar masuk ke dalam Istana kerajaan Negara NC dengan leluasa.


menarik nafas perlahan-lahan, lalu menghembuskannya "Wan Zi kau ini bicara apa..?" tanya balik ratu negara menghentikan gerakan tangan yang tadinya terlihat sedang menandatangani sebuah lembaran kertas di didepannya "kau tidak lihat aku sedang sibuk dengan urusanku saat ini ya..?, jadi Untuk apa aku menangkap Putramu..?" jawab wanita tersebut menjelaskan.


menghentikan langkah kaki tepat dihadapan Ratu negara yang saat itu terlihat sedang duduk di Depan meja kerjanya "Tapi teman kerja putraku mengatakan bahwa beberapa orang anggota keluarga kerajaan menangkap dan memasukannya ke dalam mobil dengan paksa" jelas laki-laki dewasa, teman dari Ratu negara tersebut.


mengernyitkan dahi tidak percaya "benarkah..?" tanya wanita dewasa tersebut memastikan.


"kau kira aku menipumu" jawab laki-laki tersebut sedikit kesal karena menyadari bahwa ratu negara tidak mempercayainya.


"panggil pelindung raja" perintah keras ratu negara kepada para penjaga Elite yang berada didepan pintu ruangannya.


"ya yang mulia"


***********


Ruangan kosong dengan cat dinding warna putih, Lantai ruangan tampak terbuat dari keramik berwarna putih juga.

__ADS_1


ruangan serba putih tersebut diisi oleh beberapa keluarga kerajaan yang saat itu sebagian dari mereka terlihat sedang duduk gelisah namun berusaha untuk tetap tenang ketika telah mendengar permasalahan yang dijelaskan oleh penasihat putra mahkota, Ann sandi. "benarkah aku harus melakukannya...?" tanya teman ratu negara yang telah berdiri dihadapan para Keluarga kerajaan kepada pelindung putra mahkota Shin ji yang sedang membawa Ponsel disalah satu tangannya.


melangkah mendekati "benar paman, " ucap penasihat putra mahkota menjawab pertanyaan dari laki-laki dewasa tersebut "kau ingin putramu selamat dari Xu'i, bukan..? tanya laki-laki tersebut berusaha meyakinkan, "kau tahu sendiri bahwa Xu'i bukanlah orang yang mudah diajak bicara maka dari itu, demi menyelamatkan putramu kau harus berakting sesuai perintahku tadi atau..." terdiam sejenak karena melihat raja dan ratu negara serta pelindung raja tampak sangat serius memandang kearahnya "keluargamu juga bisa dalam bahaya" lanjut penasihat putra mahkota semakin menambah kegelisahan orang-orang disana.


menghela nafas berkali-kali karena perasaan khawatir "jadi begitu ya..?" teman ratu negara terlihat begitu pasrah mengikuti perintah meskipun sebenarnya ia tidak mau untuk melakukannya "baiklah akan aku lakukan" jawab laki-laki tersebut melegakan hati penasihat dan pelindung putra mahkota yang saat itu juga merasa gelisah.


mulai berpura-pura seperti orang teraniayah, sesekali video terjedah hanya untuk meletakan obat sakit mata agar tangisan Teman ratu negara terlihat nyata, lalu berpura-pura kembali hingga tendangan pura-pura mengenai perut laki-laki tersebut dan ia juga berpura-pura kesakitan lalu mengeluarkan jus tomat yang telah ia minum dan simpan didalam mulutnya, setelah melakukan hal tersebut, pengambilan rekaman video diselesaikan.


menunggu lama hampir satu jam telah berlalu, suara panggilan mulai terdengar. mengangkat panggilan diponselnya, penasihat putra mahkota mulai meletakan ponsel tersebut diatas meja yang saat itu dikelilingi oleh beberapa orang pemimpin disana.


" Go anya " sebut suara yang berada di dalam Ponsel milik penasihat putra mahkota mengejutkan semua orang disana "ibuku terpaksa menyuruhku demi menyelamatkan adik raja negara, tolong keluargaku, Yellow sprayer pasti akan Menangkap dan memasukan mereka kedalam Kolam buaya, aku sungguh tidak tahan lagi, aku mohon, kalaupun aku mati, setidaknya selamatkanlah keluargaku, Yellow Sprayer pasti sedang mengincar nyawa mereka saat ini." Rasanya menyakitkan, Tubuh raja negara terlihat begitu gemetaran hingga diketahui oleh istrinya dan wanita dewasa tersebut mulai menggenggam tangan suaminya.


mulai berdiri diikuti istrinya, raja negara segera keluar dari ruangan tersebut dengan perasaan kecewa, khawatir, sedih dan rasa sakit yang mulai menusuk uluh hatinya.


lalu melangkah, dan terus berjalan sembari membalas genggaman erat tangan istri yang saat itu terus mengikuti langkahny.


kaki raja negara dan istrinya tiba-tiba terhenti ketika melihat Putra mahkota telah datang menghalanginya dengan senyuman penuh kepuasan "kau berhutang Kepadaku satu hal." ucap putra mahkota begitu menekan.


"Xu'i" panggil geram ratu negara begitu marah "bisa-bisanya kau mengatakan hal itu disaat-saat seperti ini" bentak wanita tersebut mulai melangkah untuk mendekati putra mahkota namun langkahnya terpaksa ia hentikan karena larangan dari suaminya.

__ADS_1


"hmm" semakin mengembangkan senyumannya "istri ayah kandung Paman shin telah menyebabkan kematian tipuan istriku dan membuatku hancur pada hari itu, kenapa aku tidak bisa menagih hutang atas penderitaan yang telah kualami" ucap putra mahkota begitu santainya sembari membalas tatapan sayu raja negara dengan tatapan penuh kesenangan.


"Xu'i" bentak keras ratu negara begitu emosi.


menggenggam erat tangan istrinya "aku tahu" jawab raja negara sembari tersenyum pahit "tenang saja, aku tidak akan membiarkan seorangpun lolos meskipun mereka adalah keluargaku sendiri" lanjut laki-laki dewasa tersebut meyakinkan, dia yang memahami maksud perkataan putra mahkota, sama sekali tidak berniat untuk marah apalagi membenci ucapan laki-laki cerdas yang kata-katanya bahkan hanya mampu dimengerti oleh sebagian orang saja.


"shin, kau..." menengadah kepala, ratu negara merasa begitu sedih mendengar jawaban dari suaminya "mungkinkah..


"tenanglah yuanna, " ucap Raja negara meyakinkan "bisakah kau tetap diam serta membiarkan aku dan Xu'i berbicara...?" pinta laki-laki dewasa tersebut kepada istri yang langsung menganggukan kepala memahami perintah dari suaminya.


"hmm" masih tersenyum remeh "tidak heran aku bisa mengagumimu, paman," membuka suara kembali "kau pasti memahami maksud dari hutang yang kuucapkan tadi..?" lanjut putra mahkota tak mengenal rasa kasihan maupun iba.


masih memandang mata putra mahkota " Xu'i.." raja negara terlihat sedikit bergetar karena akan sangat sulit untuk membuat kesepakatan dengan laki-laki dihadapannya "bukankah Zili adalah putri dari temanku..?" dia mulai mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang mungkin bisa membantunya lepas dari Ancaman putra mahkota "harusnya kau tidak menganggap Zili sepenuhnya milikmu" lanjut laki-laki dewasa tersebut berusaha meyakinkan putra mahkota.


"hm.." tersenyum kecut "hahahaha" lalu tertawa penuh kepuasan "Salahkan kalian sendiri yang telah melemparkannya masuk kedalam kandangku" ucap putra mahkota semakin menambah emosi dalam hati ratu negara dan membuat raja negara sedikit merasa bersalah "sudah menikah denganku tentu saja wanita itu adalah milikku sepenuhnya" lanjut putra mahkota kembali "aku atau kau yang akan menghukum keluargamu karena telah menipuku dan membuat Wanitaku terbuang dari istana untuk sementara waktu" melanjutkan perkataannya hingga menggetarkan hati kedua pemimpin didepannya "yang pasti, hukuman tersebut harus setara dengan rasa sakit yang telah kami berdua alami"


"Xu'i.." panggil geram ratu negara menggenggam semakin erat tangan suaminya.


"jika tidak dilakukan, aku sendiri yang akan mencari mereka hingga keujung dunia dan memastikan bahwa hukuman mereka yang berani lari dariku lebih mengerikan dari penderitaan yang aku alami" ancam putra mahkota semakin menggetarkan hati kedua pemimpin negara tersebut hingga nafas mereka mulai tidak beraturan " baik Kalian ataupun Musuh kalian, kalianlah yang menentukan kemana aku akan berpihak nantinya" tambah laki-laki tersebut semakin mengancam "ingat paman, kau berhutang satu hal kepadaku, dan kau jugalah yang akan memutuskan masa depan dari negaramu ini" berbalik, putra mahkota mulai menghilangkan senyuman puas yang menghiasi bibirnya sedari tadi, berganti dengan senyuman pahit karena mengetahui fakta bahwa ada banyak musuh yang mungkin saat ini berada didalam istana kerajaan.

__ADS_1


menarik nafas lalu mulai melangkah kaki meninggalkan kedua pemimpin negara tersebut, pandangan mata laki-laki tersebut mulai terlihat sayu, merindukan istrinya dan segera bergerak cepat untuk menemuinya.


__ADS_2