Greatest, Chasing After You : My Husband Is Not An Ordinary Villain - Season 5

Greatest, Chasing After You : My Husband Is Not An Ordinary Villain - Season 5
Menjatuhkan secara Halus


__ADS_3

“ZI-XU “


“Yes Milady”


Begitu Lincah, jari-jari tangannya menekan tombol-tombol keyboard dihadapannya.


Memasuki Situs lalu mencoba membobol sebuah Akun.


Braaaaakkkk....


Suara gebrakan meja menghentikan kesibukan orang-orang disana, memecahkan keheningan hingga semua orang Mulai beralih ke sumber suara.


Di dalam Ruangan yang dipenuhi dengan meja komputer yang berjajar saling berdekat dan berbaris hingga tujuh meja komputer ke belakang serta Tidak ada yang lainnya selain peralatan kerja, bahkan ketika ingin ketoilet sekalipun para karyawan harus keluar dari ruangan tersebut, amarah seseorang mulai terdengar menggemparkan.


“Siapa yang mencoba meretas Akunku..?” Bentak marah Seorang Wanita dewasa yang tak lain adalah senior paling lama ditempat tersebut. “Tidak ada yang mau mengaku” Melirik kearah Teman-temannya “baiklah, aku sendiri yang akan memeriksanya”


Tetap tenang, Zili mulai melihat beberapa orang karyawan wanita sedang Memeriksa satu persatu meja komputer para karyawan disana.


Seorang dari mereka mulai mendekati Meja komputer milik Zili “kau..?” membelalak mata.


“Kau menemukannya..?” tanya Senior yang sedang marah tersebut mulai bergerak menghampiri Zili.


“Ahh bukan, hanya saja...”


“Kau..?” memandang Zili penuh keterkejutan “bagaimana mungkin kau bisa mengerjakan tugas sesulit ini..?” tanya senior Tersebut mulai merasa kagum dengan Hasil pekerjaan gadis itu.


INGAT,


CARA PALING HALUS MENJATUHKAN SESEORANG ADALAH DENGAN MELONTARKAN PUJIAN.


Mengingat ucapan Putra mahkota “Tentu saja aku bisa melakukannya karena kau adalah pembimbingku Senior” ucap Zili tersenyum senang lalu berdiri dengan mata berbinar-binar.


“Aku..?”


“Hmm” jawab Zili mulai bermain peran “bukankah kau mengatakan Bahwa Kita semua tidak saling mengenal...?” Ucap Zili memberanikan Diri untuk terus bermain peran.

__ADS_1


“Lalu..?”


“Karena kau mengatakan hal tersebut, Aku selalu belajar dan Berlatih agar tidak membebani para karyawan yang tidak saling mengenal disini, Senior, sungguh kau begitu hebat dalam membangun Semangat kerja Juniormu, tidak seperti kebanyakan pejabat tinggi lainnya” Ucap Zili terus melontarkan pujian.


“Benarkah..?”


MUNCULKANLAH SIFAT IRI DENGAN PUJIAN YANG KAU LONTARKAN DARI ORANG-ORANG YANG BERADA DISEKITARNYA.


Mengingat kembali ucapan putra mahkota “tentu saja, Wah hebatnya hebatnya hebatnya, Aku Begitu mengagumimu senior, kau adalah orang yang sangat hebat, bahkan kau bisa mengetahui bahwa ada orang yang mencoba meretas akunmu, cckckck tidak semua orang memiliki kemampuan sepertimu bahkan Aku juga tidak bisa melakukannya”


“Konyol, begitu saja dibilang hebat” seseorang karyawan lain mulai membuka suara.


“Ahhh begitu ya, jadi seperti itu tidak hebat” jawab Zili cepat mengejutkan senior dihadapannya.


“Apa kau bilang..?” Tampaknya senior tersebut tidak terima dengan ucapan seorang karyawan lainnya “memangnya kau bisa mengerjakan tugas sepertiku dan membuat junior bersemangat seperti apa yang telah aku lakukan..”


Braaaakkkk..


menggebrak meja “Tentu saja aku bisa melakukannya” jawab cepat Karyawan lainnya.


SIFAT IRI MEMANG SELALU ADA DIDALAM HATI MANUSIA, HANYA TERGANTUNG SESEORANG, INGIN MEMPERLIHATKANNYA ATAU INGIN MENGHILANGKANNYA.


HANYA ORANG YANG TIDAK PERNAH PUAS SAJALAH YANG BIASANYA AKAN MEMPERLIHATKAN SIFAT IRI DIDALAM HATINYA DAN MENYEBABKAN MASALAH UNTUK ORANG YANG DIIRIKANNYA.


ORANG TERSEBUT ADALAH ORANG YANG MENDAPATKAN HUKUMAN KARENA TIDAK PERNAH BERSYUKUR ATAS PEMBERIAN TUHANNYA DAN AKAN SELALU MERASA TERSIKSA DENGAN SIFAT IRI MEREKA YANG TIDAK ADA HABISNYA.


JADI KASIHANILAH MEREKA, KARENA MEREKA TELAH DISIKSA DENGAN SIFAT IRI MEREKA DAN NANTINYA AKAN DISIKSA KEMBALI DENGAN BALASAN ATAS PERBUATAN JAHAT YANG TELAH MEREKA LAKUKAN.


Tersenyum mengingat kembali Ucapan putra mahkota, Zili mulai memainkan jari-jari tangannya, meretas kembali Akun Milik Seniornya yang kini terlihat sedang bertengkar dengan para karyawan diruangan tersebut.


Hingga kegaduhan tersebut mengundang kedatangan kepala Divisi dan hal tersebut semakin mempermudah Zili untuk menyelesaikan tugasnya.


********


“Wah, mengerikan, kau sungguh berhasil menyebabkan kegaduhan”

__ADS_1


Duduk di atas Kursi Kantin BANK negara NC, Zili mulai membuka Laptopnya Lalu setelah menyala, ia mencolokkan Sebuah Flashdisk disana.


“Mau bagaimana lagi, aku harus melakukan tugas ini” jawab Zili mulai menggeser anak panah dan membuka Folder-Folder Hasil retasannya.


Menyadari seseorang mulai duduk disampingnya setelah ia menjawab ucapan Penasihat putra mahkota yang tampak sedang duduk diseberangnya sembari memakan roti, Zili mulai menoleh kesamping “kau mendapatkan sesuatu..?” memandang Putra mahkota yang sedang menyamar dan memberi pertanyaan, dengan cepat gadis itu mengalihkan wajah kembali kedepan layar laptop yang menyala karena takut detak jantungnya yang memompa kencang akan ketahuan.


“Hmm” geleng Zili bersamaan dengan kedatangan pelindung putra mahkota Shin ji yang terlihat sedang membawa semangkuk SOTO diatas nampan “masih belum” lanjut gadis itu menjawab pertanyaan bersamaan dengan putra mahkota yang mulai mengigit Roti dan menyandarkan salah satu lipatan lengan tangan diatas Sandaran kursi tepat dibelakang punggung Zili dan memandang layar laptop gadis itu.


Terus membuka Folder, Zili mulai tersenyum senang mendapatkan sesuatu menarik yang menurutnya mungkin bisa membantu untuk mendapatkan informasi Lebih.


setelahnya ia mulai membuka Folder lainnya “bukankah Hasil pekerjaan ini terlihat aneh..?” pertanyaan putra mahkota yang telah menunjuk pada sebuah dokumen yang tadinya dibuka oleh Zili lalu telah ditutup kembali “Tanggal pengerjaannya terlihat berbeda dengan waktu pengumpulannya padahal Setiap karyawan harus mengerjakan tiga tugas dihari yang sama, kalau tidak mereka akan dikeluarkan.” Lanjut putra mahkota menjelaskan, masih dengan santai memakan roti miliknya.


Terkejut mendengarkan penjelasan putra mahkota, Zili meembuka kembali Dokumen yang telah tertutup “Benar..” jawab gadis tersebut setelah memeriksa kembali hasil pekerjaan orang lain, “padahal tanggal pengerjaannya tidak terlihat jelas, bagaimana mungkin kau bisa mengetahuinya, ..?” lanjut Gadis itu mulai kagum kembali dengan ketelitian putra mahkota “Tuan kau sungguh heb...” menghentikan perkataannya karena tidak ingin menjatuhkan putra mahkota secara halus.


“Lanjutkan saja pujianmu” ucap putra mahkota “tidak ada seorangpun yang akan berani Iri padaku” lanjut ucap laki-laki tersebut begitu sombongnya, hingga kedua temannya hanya bisa Diam dan tidak seorangpun berani berbicara.


Tersenyum lembut “Tuan, kau sungguh hebat” puji gadis itu, menyenangkan hati putra mahkota.


"Benar, kau sangat hebat" Pelindung putra mahkota Shin ji mulai membuka suara dan memuji.


tidak menyenangi "berhentilah memujiku" larang putra mahkota, membuat kedua temannya tersenyum kecut karena sikap laki-laki tersebut masih belum berubah terhadap mereka.


"Zu Wui Zi.." ucap Zili ketika melihat nama pemilik Tugas tersebut "klan Campuran Ya..?"


terkejut "siapa kau bilang...?" tanya penasihat putra mahkota penasaran dan sangat ingin memastikan.


"Zu wui Zi." jawab Zili mulai keheranan melihat raut wajah ketiga orang disekitarnya yang saat itu terlihat berubah sedikit Curiga.


"mungkinkah mereka berhubungan..?" tanya pelindung putra mahkota mulai menerka-nerka.


tertegun masih belum mengerti "kemungkinan besar, itu memang terjadi" Gadis tersebut mulai mengernyitkan dahi ketika mendengar jawaban dari putra mahkota yang sedang menyamar.


"pantas saja kematian tipuan Putri mahkota dimasa lalu bisa dengan mudah dilakukan" Tebak penasihat Putra mahkota mulai mengepalkan tangan merasa kecewa, begitupula dengan putra mahkota yang tampak menghela nafas masih belum mempercayai hasil Pengamatannya.


"mungkinkah Kepala sekolah memiliki hubungan dengan mereka..?" tanya pelindung putra mahkota menerka-nerka kembali.

__ADS_1


menghela nafas berat "kemungkinan kecil" jawab putra mahkota menutup pembungkus roti dan tidak lagi berselera untuk menyelesaikan makanannya.


__ADS_2