
Tet tet tet tere tet tere teeet tereee teeeett . tet tet tet tere tet tet tere teeeet tereee teeeet.
Wuuuuungssssssssss wusngsssssssss wungsssss
Suara terompet bercampur dengan suara pesawat tempur diatas langit terdengar ricuh ditelinga siapapun yang mendengarnya. Pesawat tempur boeing F-22 Raptor yang telah diProduksi secara langsung Oleh Klan CO setelah melakukan beberapa kali perombak dari penemu aslinya melalui Buku Pembuatan Tekhnologi zaman Canggih dimasa lalu, didapatkan dari Raja bayangan Xu idris dari Ruang harta Klan yang hanya bisa dibuka dengan darah Klan Xu.
Tet tet tet tere tet tere teeet tereee teeeett . tet tet tet tere tet tet tere teeeet tereee teeeet. Lagi suara terompet berkali kali dibunyikan sesaat setelah mobil putra Mahkota yang dikendarai oleh supir militer pribadi angkatan darat dan beberapa mobil militer yang mengikuti mereka telah berjalan memasuki perbatasan wilayah barat Desa Xu dengan wilayah barat laut desa Shen.
Penyambutan kedatangan putra mahkota yang akan berkunjung selama lebih dari satu bulan menetap didesa Shen 2 tampak disambut hati senang riang gembira tiada tara mengingat putra mahkota yang selalu membawa harum nama negara dan juga telah menjadi dambaan bagi seluruh warga yang sangat mencintainya.
Putra mahkota dengan seragam kebanggan klan shen yang berwarna biru berbalut selendang merah dengan 8 pin lambang klan dan bintang 5 dibahu tangan, membuka kaca jendela mobil jenis mercedes benz berwarna hitam panjang. Disebelahnya, Zili, putri mahkota telah mengenakan Gaun kebanggaan klan Zin sepanjang mata kaki dan berwarna kuning dengan lambang putri mahkota NC.Z. gaun yang sengaja dijahit secara khusus oleh klan Zin atas perintah Putra mahkota, tengah mencoba sedikit membuka kaca jendela pintu mobil untuk melihat warga desa tapi sayang sungguh sayang niat baiknya terpaksa ia urungkan karena melihat pandangan sebagian warga yang sangat tidak menyukainya.
Masyarakat desa Shen 1 yang telah bercampur penuh dengan Klan klan yang tidak hanya terisi klan shen tampak berdiri berderet hingga sampai berdesak desakan hanya untuk melihat wajah putra mahkota yang selama ini sangat jarang sekali mereka jumpai.
Mereka yang sangat terkagum kagum menanti kedatangan putra mahkota yang hanya beberapa bulan sekali datang itupun belum tentu singgah kedesa mereka dan juga selalu datang secara diam diam tanpa mereka ketahui , sangat bahagia dan sungguh bahagia dapat secara langsung menatap dan memandang wajah tampan nan rupawan putra mahkota yang selama ini sangat susah sekali untuk dipandang.
Kebanyakan dari mereka saling bertanya satu sama lain, alasan tiba tiba putra mahkota membuka jendela kaca untuk memperlihatkan wajah yang sangat diinginkan seluruh warga untuk melihatnya.
“Yang mulia.. yang mulia.. yang mulia.. selamat datang” teriakan beberapa warga desa terdengar hingga sampai ketelinga. Tampak nya warga yang berada disisi Kiri mobil sangat ingin putra mahkota juga membuka kaca jendela pintu mobil sebelah kirinya untuk bisa menatap putra mahkota karena kaca mobil berwarna hitam dan hanya terbuka jendela kaca sebelah kanannya.
Mata mereka tampak memelas memohon Kepada siapapun untuk membuka jendela kaca mobil tersebut. Dengan tertegun melihat pandangan mata penuh kasihan. Zili, sang Istri, terpaksa membuka jendela kaca lalu turun kebawah.
“kau lagi apa?” tanya putra mahkota aneh melihat muridnya turun dari kursi, menyelipkan tubuh ditengah tengah depan dan belakang kursi mobil. Bahkan Supir militer pribadi angkatan darat pun sampai menggelengkan kepala melihat tingkah putri mahkota yang sangat aneh sampai harus menahan tawa.
“Shisou, mereka ingin liat wajah shisou bukan aku” gadis dibawah kursi menunjuk kearah jendela luar. Dilihat oleh putra mahkota rakyatnya sedang berdiri dengan pandangan berbunga bunga karena diberi kesempatan untuk melihat wajah tampan nan rupawan dari putra mahkota.
“Aku buka jendela agar mereka mengenalmu,,,cepat naik”
“Shisou”
Dengan teramat geram, putra mahkota yang berniat memperkenalkan pasangannya kepada seluruh masyarakat desa Shen 1 terpaksa harus menutup jendela kembali, Merasa tidak nyaman harus selalu dipandangi.
“Kok ditutup?”
“Tidak berguna, sekarang naik”
Gadis malang merasa menyesal karena telah menolak perintah putra mahkota. Bahkan supir pribadi militer merasa kecewa karena calon rajanya tidak lagi memperlihatkan wajah dihadapan seluruh warga.
Zili kembali duduk diposisi nya, duduk dikursi sebelah putra mahkota. Ia memandang keluar jendela melihat para warga yang masih berdiri ditepian jalan merasa kecewa. Jalan yang telah teraspal dan tidak lagi tanah dengan berbagai bentuk keanekaragaman rumah yang didepannya memiliki beberapa jenis pohon buah buahan jambu, rambutan, nanas, dan mangga serta pohon pisang yang kadang terlihat tumbuh berjejer menambah keasrian suasana desa.
“Shisou, buka saja jendelanya. “
“Tidak usaha”
“Tadi bilang mau memperkenalkan aku dengan warga desa shen 1”
__ADS_1
“Nanti kau balik turun kebawah lagi”
“Tidak, bener deh tidak”
“Buka” perintah Putra mahkota kepada supir militer pribadinya. Yang segera dilaksanakan dengan hati senang olehnya.
Wajah kecewa berubah menjadi Semangat. Orang orang yang tadinya belum melihat wajah putra mahkota mulai berlarian mengejar mobil yang sedang melaju perlahan hanya untuk memandang dan memfoto wajah putra mahkota.
Gadis malang berkali kali menutup wajah dengan kedua telapak tangan. Terkadang sengaja ia menundukan tubuh berpura pura mencari cari sesuatu dibawah kaki agar para warga yang berada disebelah kiri dapat dengan jelas memandangi wajah calon raja kebanggan mereka.
Gadis yang sungguh baik hati, tapi sayang sungguh sayang, kebaikan hati nya tidak pernah dihargai.
Wuuuuungssssssssss wusngsssssssss wungsssss
Drudum..dum..dru dru dru dru dru dm.. tet tere ret tereeeeeeeet . Suara pesawat tempur diiring suara Drum Band kemiliter terdengar meriah hingga sampai ketelinga. Mobil telah berhenti. Karpet merah terlentang sangat panjang menuju ke sebuah bangunan megah berdinding kaca dibalut dengan Kain gorden merah. Kain hasil serat kulit pohon pinus yang didapatkan dari wilayah tenggara. Tempat kediaman klan Ou berada.
“Be yua li pat ni Lord” bahasa Asli klan Shen diteriakan tegas oleh deretan tentara yang telah berdiri rapi tepat disamping karpet merah ketika Putra mahkota telah keluar dari dalam mobil. Bahasa yang berarti penyambutan kepada calon raja negara telah Sangat dipahami maksudnya oleh putra mahkota yang tetap berwajah dingin tanpa memberi sedikitpun senyuman kepada para bangsawan militer.
Sudah biasa, itulah yang ada dipikiran semua orang didesa Shen 2. Mereka yang dulunya tidak diperboleh memberi sambutan meriah ketika Putra mahkota dan raja bayangan Xu idris datang, merasa sangat bahagia tiada tara karena pada hari itu. Raja Shin yang baik budiman mengizinkan mereka menyambut mewah kedatangan putra mahkota yang akan berkunjung kedesa mereka selama mungkin lebih dari satu bulan.
Atraksi militer angkatan Udara dari Klan shen tengah dipertontonkan dari atas udara. Tapi sayang sungguh sayang. Putra mahkota yang telah terbiasa dengan pemandangan tersebut tidak sedikitpun menolehkan kepala keatas.
Hanya Putri mahkota lah yang terkagum kagum setelah keluar dari dalam mobil memandang keatas langit penuh dengan awan membentuk lambang putra mahkota NC.X.
WUuuuuuuungsssssssss.... kretekkkkkkkk ... Serpihan kain kain kecil berwarna warni dijatuhkan dari atas langit oleh pilot pilot pesawat tempur. Membuat mata yang memandang penuh dengan kekaguman, dan Terpesona dengan kemewahan sambutan. Tidak lupa pula suara drum band tengah dihentikan karena Ketua klan yang sudah tua, Dengan mengenakan Seragam kebanggaan masyarakat Shen yang berwarna Biru dibalut dengan selendang terjahit menyatu menyilang dengan 5 bintang penuh dikedua bahu seragam dan kantung kecil berlambangkan pedang serta topi kemiliteran yang berlambangkan negara NC.
Ia datang menghampiri putra mahkota membawa bendera kebanggaan bangsa, bendera berwarna warni, dengan 8 warna keaslian Klan negara yang berbentuk kota persegi empat. Tiga dibagian atas berwarna biru, hitam dan ungu. Tiga dibagian bawah berwarna kuning, putih dan jingga. Sementara warna kotak dipertengahan adalah merah dan Hijau. Merah lambang warna klan Xu yang terpilih menjadi penguasa negara dan hijau lambang warna dari klan Sun yang adalah warna dari Klan raja yang saat ini sedang memerintah serta klan dengan penduduk paling banyak dinegara.
“seluruh warga desa memberi hormat kepada Putra mahkota Calon raja berikutnya. MULAI” teriak ketua klan shen penuh dengan semangat dan antusias. Mengingat putra mahkota akan menetap lama didesa mereka. Suaranya terdengar hingga seluruh ujung barisan tentara serta para anggota militer yang telah berhenti memainkan drum band di sisi kanan putra mahkota karena ia telah mengenakan mic didekat mulutnya yang terpasang mengait di bawah telinga.
Putra mahkota tersenyum lucu melirik kearah sebelah ketika putri mahkota sedang memandang kearah calon raja dengan tangan yang juga memberi hormat.
Polos dan tidak tahu apa apa. Semua prajurit militer tampak menahan tawa karena tingkah putri mahkota yang mereka anggap tidak biasa.
“Lepas kan tangan mu” bisik putra mahkota pelan ditelinga gadis polos yang tidak tahu apa apa.
Dengan segara putri mahkota menurunkan tangannya lalu mengalihkan pandangan mata dari putra mahkota menuju ke prajurit tentara. Dia menatap beberapa orang prajurit sedang tersenyum menahan tawa melirik kearahnya. Dengan rasa malu, gadis yang tidak tahu apa apa itu menundukan lagi kepalanya.
“Kubilang jangan pernah tunduk” bisik putra mahkota lagi. Membuat gadis malang sontak memandang kedepan penuh dengan ketegangan.
Lama.. semua orang tampak memandang aneh kearah putra mahkota yang tidak biasa membuat mereka memberi hormat begitu lama. Tampaknya putra mahkota lupa bahwa semua orang sedang menunggu aba aba untuk menyelesaikan salam pemberian hormat kepadanya.
Ketua klan menatap penuh makna yang langsung disadari maksudnya oleh putra mahkota. Dengan segera ia menganggukan sekali kepalanya memberi ketegasan bahwa dia, telah menerima salam hormat dari seluruh penduduk desa klan Shen.
“Selesai”
__ADS_1
Semua tangan telah turun, drum drum drum drumm suara drum band kembali berbunyi..
Pesawat tempur telah mendarat.
dua orang laki laki dan dua orang perempuan muncul berjalan dari samping melangkahkan kaki ke atas karpet merah.
Mata gadis malang mulai berbinar binar. Dipandang olehnya beberapa tokoh tokoh masyarakat penting yang fotonya selalu terpampang diatas gedung gedung tinggi dan ditelevisi umum kota.
Dewa perang, Putra ketua klan shen yang bernama shen Shi Yulan. Dari desa shen 2.
Putri latih tiada tanding, salah satu cucu kebanggan Ketua klan Shen yang bernama Shen shi ra. Dari desa shen 2.
Mayor jendral panglima perang, salah satu putra dari jendral tertinggi kerajaan bahkan turut hadir menyambut kedatangan putra mahkota. Dia berasal dari desa Shen 5 yang telah menetap dan tinggal diwilayah bagian barat, Desa Xu 1. Namanya adalah Shen Shi Lan. Penjaga putri mahkota yang telah mengundurkan diri beberapa jam dimasa lalu setelah mengetahui hubungan putri mahkota dengan pangeran istana.
Dan yang terakhir adalah. Shen Shi na, dewi perang. Salah satu murid kebanggaan sekolah Co yang telah banyak memenangkan penghargaan dengan secara langsung telah bersedia menyambut kedatangan putra mahkota.
Dipandang oleh shi na kecut mengarah putri mahkota yang tampak malas menatapnya. Shi na putri dari dewa perang tersebut tampaknya tidak ingin kehilangan kesempatan untuk dekat dengan putra mahkota.
“Selamat datang yang mulia” sambut semua penyambut secara serentak. Mereka menyingkir memberikan jalan kepada putra mahkota untuk segera melangkah menuju istana Bangunan Militer milik Klan shen.
Dengan langkah segera putra mahkota berjalan diikuti oleh semua penyambut.
Putri mahkota mulai melangkah kan kaki untuk berjalan beriringan dengan putra mahkota tapi sayang sungguh sayang. Tangan dewi perang telah mendorongnya mundur untuk tetap berjalan dibelakang putra mahkota karena dia lah yang akan berusaha menggantikan posisinya berjalan disebelah Calon raja yang sangat ia suka.
Dengan hati kesal tiada tara, ingin marah tapi tidak bisa, emosi tertahan tidak berani berkata. Zili mengikuti langkah penyambut putra mahkota dari belakang, dilihat olehnya ketua klan shen sedang mengajak putra mahkota berbicara yang berada disebelah kanannya. Lalu Dewi perang dengan Segera menundukan kepala tampak senang telah berhasil Berjalan beriringan disebelah kiri putra mahkota.
Gadis malang sontak sadar, dia bukanlah apa apa dibandingkan dengan kehebatan wanita muda yang telah berada disisi kiri putra mahkota.
Langkah kaki semua orang terhenti ketika putra mahkota berhenti berjalan. Wajah dingin tampak marah bahkan ketua klan shen pun tidak berani bertanya.
Putra mahkota membalikan badan, ia memandang muridnya berdiri merasa aneh menatap gurunya yang juga menatap dia merasa kesal.
“Lama sekali jalan mu” suara keras putra mahkota mengejutkan semua orang. Gadis malang memandang kekiri, kekanan dan kebelakang.
“Aku”
“Iyalah, siapa lagi” putra mahkota berjalan cepat menghampiri Gadis malang.
“Ayo cepat, aku sudah lelah” dia menarik tangan gadis tersebut lalu membawanya berjalan disisi kirinya.
Semua mata memandang tidak senang. Mereka tidak percaya sungguh tidak percaya. Ternyata rumor yang beredar benar adanya. Putra mahkota telah memiliki wanita dambaan hati. Dia bahkan tidak lagi peduli dengan semua orang yang telah berhenti berjalan menatap kepergiannya memasuki bangunan dengan hanya membawa wanita dambaan hatinya.
Dewi perang kecewa sungguh sangat kecewa, dia yang datang jauh jauh dari kota A hanya untuk menyambut kedatangan putra mahkota telah disuguhi pemandangan menyakitkan luar biasa.
Marah, dia melihat kearah ayahnya. Tampaknya ayahnya juga ikut marah namun mereka tidak sanggup berbuat apa apa. Karena Putri mahkota telah mendapatkan hati putra mahkota.
__ADS_1