
Berdiri saling berhadapan,
Tidak lagi ada kata sopan untuk mempersilahkan Seorang tamu masuk kedalam Rumah.
Malam,
Hal itu terlihat jelas dengan Lampu koridor yang menyala.
Saling memandang, keduanya saling tidak menyukai.
Padahal dimasa lalu mereka merupakan teman semasa kecil, selalu bermain bersama dan juga tumbuh besar bersama.
Piluh ketika mengingat kenangan yang terlupakan.
Hampir 16 tahun lamanya mereka tidak pernah Berjumpa, ketika tidak sengaja bertemu sekalipun, mereka berdua terlihat acuh tak acuh layaknya orang asing yang tak saling mengenal.
Padahal mereka telah tinggal satu atap bersama, menjalin hubungan keluarga meskipun hanya sebentar saja.
Rasanya berat untuk diingat, dan kini, mereka yang dulunya pernah saling memiliki perasaan tetapi sama-sama tak pernah terbalaskan, berada disatu koridor yang sama dan bertemu kembali.
Memandang penuh amarah “kau..” begitu menahan emosi hingga mengepalkan kedua tangan bersamaan dengan mata yang mulai memerah karena melihat Wanita dewasa dihadapannya melipat tangan, dan membuang wajah dengan menghadapkan tubuh kesamping. “apa yang kau lakukan hingga membuat zili memaksa Xu’i untuk melunasi hutangmu..?” bentak Mentri keuangan kepada mantan artis Ternama negara NC.
Melepaskan lipatan tangan lalu menghadap kearah mentri keuangan “apa..!” jawabnya terkejut hingga detak jantungnya mulai berdegup kencang.
Tersenyum pahit, penuh kebencian “kau sudah berani mencampurkan Sel Zili dengan Sel-sel hasil dari hubungan gelapmu dengan pria Lain, lalu membuangnya begitu saja..” geram, hingga nafasnya tidak lagi beraturan “sekarang,..” bentaknya penuh amarah “berani sekali kau memanfaatkan Zili untuk melunasi hutang perselingkuhanmu” hina laki-laki dewasa tersebut, menusuk Tajam masuk kedalam relung hati wanita dewasa dengan mata berkaca-kaca, hampir saja tidak dapat menahan tangisannya.
Tersenyum getir, mengepalkan tangan “Dijelaskan pun percuma saja” ucap wanita tersebut menjawab pertanyaan “orang yang sudah Gila karena Cinta akan Terus Gila dan menjadi Buta akan kebenaran”
“berhentilah memanfaatkan Zili” bentak Mentri keuangan mengabaikan ucapan Wanita dewasa dihadapannya hingga wanita tersebut mulai menjatuhkan air mata dengan nafas berat yang berusaha keras ia kendalikan.
“Melihatnya saja sudah susah, apalagi memanfaatkannya” Balas bentak wanita dewasa tersebut lalu masuk kedalam Ruangannya.
Baaaaaammmmm...
__ADS_1
Bantingan pintu terdengar keras, sepertinya wanita dewasa tersebut tidak ingin beradu mulut dengan mentri keuangan karena ia tahu bahwa ia akan kalah bicara dengan orang keras kepala yang menurutnya telah Buta karena Cinta.
*********
“Haa..”
Terkejut tidak percaya.
Sedang berjalan berdua bersama dengan putra mahkota yang sedang menyamar dihari keempatnya bekerja sebagai penagih hutang, langkah mereka tiba-tiba terhenti ketika dua buah mobil Marcedes benz berwarna hitam menghalangi mereka.
Yang lebih mengejutkan gadis itu, tampak enam orang yang sangat ia kenal keluar dari sana dan memberi hormat untuknya,
Bukan,
Hanya empat orang saja,
Dua orang lainnya terlihat begitu menyombongkan diri, seorang melipat Kedua tangan dengan mengapit Gagang payung. Seorang lagi berpura-pura membaca buku.
Mungkin kedua orang tersebut tidak menyukai Zili, memang benar tidak menyukai karena menurut mereka, gadis itu hanyalah gadis lemah yang hanya bisa menyusahkan Putra mahkota saja.
Menunduk sejenak, “ahh” ragu-ragu “ehm” mulai berdehem “penghormatan diterima” ucap Zili “begitu ya caranya. ..?” Tanya gadis itu masih kurang mengerti.
“Tentu saja benar” jawab Dewa kemenangan yang telah menurunkan tangannya “apa kabar Zili..?” tanya laki-laki tersebut begitu ramah hingga membuat putra mahkota tidak menyenangi perilaku Laki-laki tersebut.
“Tentu saja dia baik-baik saja, iya kan Shin Jo..” tanya Pelindung putra mahkota Shin Ji mencoba menenangkan putra mahkota dan berusaha keras agar Dewa kemenangan tidak terlalu Bersikap Lembut kepada Zili sehingga membuat temannya marah.
“Haa..” jawab pelindung putra mahkota Shin jo yang telah menurunkan tangan “mana ku tahu, lihat Dia saja sudah jarang” jawab laki-laki tersebut membuat Saudaranya geram karena lambatnya ia dalam berpikir.
“Benar, “ jawab cepat penasihat putra mahkota dengan memeluk Bahu dewa kemenangan “kau tidak perlu bertanya kabarnya karena dia bersama Xu’i....
“Hey wanita..” panggil pelindung putra mahkota Shin jo sebelum penasihat putra mahkota melanjutkan kalimatnya, dengan berjalan mendekati zili “bagaimana kabarmu..?” tanya laki-laki tersebut memastikan karena belum juga mendengar jawaban dari gadis itu.
“Aku baik....
__ADS_1
“Tentu saja kabarnya buruk” jawab ketus Putri kelincahan menggantikan jawaban Zili, ia yang tadinya melipat tangan, kini melepaskan lipatannya “walaubagaimanapun, orang Lemah mana mungkin bisa sehat” lanjutnya lagi menghina.
“Benar..” tambah putri keagungan menutup buku “ sudah lemah, seenaknya saja lagi memaksa Tanpa nama untuk jadi bawahannya” lanjut gadis tersebut begitu tidak menyukai.
“Hei Putri mahkota Lemah..”panggil putri kelincahan menoleh kearah Zili yang terlihat begitu senang melihatnya, tapi sayang, meskipun Tersenyum lembut, gadis tersebut sedikitpun tidak bersimpati “dimana Temanku tanpa nama..?” tanyanya terang-terangan.
“Aku menguncinya” jawab Zili mengejutkan kedua gadis yang mulai bereaksi dan terlihat marah.
“Apa kau bilang...?” bentak keduanya bersamaan, mengejutkan beberapa orang tetapi putra mahkota kelihatannya sangat menikmati pertengkaran mereka.
Masih mengembangkan senyuman lembutnya “aku menguncinya hingga tugasku selesai..” lanjut gadis itu menjawab bentakan keras kedua gadis dihadapannya.
“Dasar waanita brengsek..
“Jaga ucapanmu.” Kelihatannya Dewa kemenangan telah bereaksi cepat sebelum kemarahan putra mahkota datang.
Mendengar perintah Dewa kemenangan, putri keagungan yang tadinya melontarkan kata hinaan hanya bisa diam dan mulai menyalahkan zili dalam hati yang selalu saja dilindungi, hingga mengatakan kata tersebutpun begitu Sulit baginya.
“Aahh, aku wanita brengsek” ucap Zili mengejutkan semua orang disana “karena aku sadar bahwa aku adalah wanita brengsek maka...” tersenyum lembut karena menyadari bahwa dirinya yang selalu dilindungi putra mahkota, malah berkhianat dengan menyukai laki-laki pemilik apartemen “biarkan wanita brengsek ini melakukan pekerjaannya hingga selesai dan kalian ...” tidak ingin menyakiti hati kedua teman berharga yang sangat ia sayangi “pergilah dari sini” pinta Zili mulai melangkah kaki.
“Tidak bisa” penasihat putra mahkota mulai Membuka suara kembali, ucapannya menghentikan langkah Zili. “kami datang karena telah menerima perintah untuk bergabung denganmu dalam Tugas mencari keberadaan Musuh” lanjut laki-laki tersebut menjelaskan.
“Apa..!” tidak percaya dengan ucapan Penasihat putra mahkota “bukankah aku akan bekerja bersama dengan Para Polisi inteligen Klan Zin..?” tanya gadis itu masih kebingungan dengan pergantian anggota.
“Haa..” putri kelincahan terlihat begitu kesal “bukankah kau sendiri yang memerintahkan kepada kami untuk datang membantumu..?” tanyanya penuh dengan Kegeraman.
“Aku..?”
“Jangan berpura-pura bodoh” jawab kesal putri keagungan yang sebenarnya tidak senang dengan Tugas yang saat ini ia jalankan.
“Benar Zili, “ jawab dewa kemenangan cepat “bukankah Segala sesuatunya kau sendiri yang akan menanganinya mulai dari sekarang..?” tanya laki-laki tersebut semakin mengejutkan zili yang mulai menoleh kearah putra mahkota.
“Kau tahu sesuatu Tuan..?” tanya gadis itu berharap mendengarkan jawaban.
__ADS_1
“Mana kutahu” jawab putra mahkota santai dan berpura-pura tidak mengerti “bukankah kau ditugaskan untuk menggantikan Xu’i memimpin pasukan tentara Militer..?” pertanyaan laki-laki tersebut malah membuat pikiran Zili semakin kacau Siang itu.