
seorang gadis kecil terlihat melangkah kaki menuju ke arah ruang tamu Rumah, setelah sebelumnya menerima perintah panggilan oleh orang tuanya selaku pemilik rumah tersebut.
terus berjalan, matanya mulai memerah karena takut akan makian. sebagai anak kedua yang belum menerima gelar apapun serta tidak memiliki kelebihan lain dibanding dengan anak pertama keluarga tersebut, gadis kecil tersebut memang diLatih begitu Keras untuk meninggikan nama baik Keluarga yang saat itu sangat terkenal di seluruh wilayah negara NC karena memiliki seorang Putri berbakat dengan keahlian Mengingat cepatnya.
berhenti tepat didepan kedua orang tuanya yang tampak duduk menemani putri pertama, Gadis kecil mulai menunduk sedih " jadi kau yang meracuni putri istana..?" tanya Ayahnya terlihat begitu marah dan berdiri mengangkat tangan.
rasanya sangat menyakitkan dituduh atas perbuatan yang tidak ia lakukan " benar ayah, aku melakukannya" jawab gadis kecil berbohong karena mengetahui dengan pasti, baik dia berkata jujur atau berbohong sekalipun, tetap saja ia akan menerima pukulan.
bahkan yang lebih parah, dia akan menerima pukulan berkali-kali jika berkata jujur karena tak seorangpun yang akan mempercayainya.
paaakkk..
pukulan mengenai wajahnya, darah menetes dari bibirnya "pergilah, jangan pernah muncul lagi dihadapan kami sebelum kami memanggilmu" perintah ayahnya yang segera dilaksanakan gadis kecil tersebut.
berjalan dengan hati sekuat baja, karena tidak sedikitpun menerima kasih sayang dari orang tuannya, gadis kecil mulai menghentikan Langkah tepat di Taman tempat biasa ia berlatih dan meracik racun.
lagi dan lagi, disana ia melihat putra mahkota, namun sedikitpun tak pernah terpikirkan olehnya untuk menyapa karena sangat merasa bahwa dia tidak pantas untuk melakukannya.
terus berjalan, memasuki Gudang Racik Racun "kau..?" suara seseorang menghentikan langkah kakinya,
berbalik lalu menghadap ke Sumber suara "yang Mulia.."panggil gadis kecil itu, menunduk Sopan dihadapan putra mahkota kecil yang tak sengaja melihat ia masuk kedalam Taman tadinya dan mengikuti gadis kecil tersebut.
mengulurkan tangan "pakai ini, " putra mahkota memberikan Sebuah sapu tangan untuk Gadis kecil itu "aku sudah mengoleskan Bubuk obat disana," lanjut laki-laki kecil tersebut lalu menurunkan tangan ketika sapu tangannya telah diterima oleh gadis kecil tersebut. "bersihkan lukamu dengan sapu tangan itu, simpan saja dan jangan kembalikan lagi padaku, kau paham..?" lanjutnya lagi memberikan peringatan dan setelah gadis kecil menganggukan kepala, putra mahkota kecil mulai berbalik, "ingat jangan pernah jatuh cinta padaku meskipun aku telah memberimu sapu tangan, " peringat putra mahkota kecil sebelum melangkah kaki "kalau kau melakukannya, aku akan menjadikanmu sekretarisku dan melepaskanmu dari Latihan beratmu selama ini" mulai melangkah menjauh dengan cepat, gadis kecil dengan segera mengangkat kepala.
__ADS_1
ragu-ragu untuk berbicara "tapi tidak seorangpun yang pernah mempercayaiku" ucapnya pelan namun terdengar hingga ketelinga putra mahkota kecil.
menghentikan langkah "dan aku akan menjadi orang pertama yang akan mempercayaimu" jawab putra mahkota kecil dari jauh "maka dari itu, kau harus menjaga kepercayaanku" lanjut laki kecil tersebut mulai melangkah kaki kembali.
berlari mengejar putra mahkota dengan cepat "aku tidak akan pernah mencintaimu yang mulia, aku janji akan melakukannya jadi..." tertegun sejenak ketika putra mahkota kecil yang berada dihadapannya mulai berbalik dan menatap kepala gadis kecil yang menunduk tersebut "jadi bisakah kau membantuku lepas dari penderitaanku ini...?" pinta gadis itu masih tertunduk dan tidak berani memandang wajah tampan putra mahkota kecil dihadapannya.
tersenyum remeh "mulai sekarang panggil aku Xu'i dan ini adalah perintah" ucap putra mahkota langsung berbalik dan meninggalkan gadis kecil itu pergi.
"tapi..."
ragu-ragu menerima perintah "baiklah Xu'i" jawab gadis kecil tersebut tersenyum bahagia.
perjanjian telah dibuat.
Setelah hari tersebut, Gadis kecil mulai melangkah kembali memasuki Rumahnya dikediaman Ou atas perintah Kedua orang tuanya "ahh sayangku" panggil ibu gadis kecil tersebut tiba-tiba berubah penuh kasih sayang mengejutkannya "kemarilah ikut ibu, ada yang mencarimu" bisik wanita tersebut semakin menambah keterkejutan gadis kecil yang telah melangkah masuk menuju keruang tamu.
menguatkan hati untuk bertanya "kau...?" tanya gadis itu kepada laki-laki kecil yang telah meraih bahunya.
tersenyum kecut karena gadis tersebut tidak mengenali laki-laki kecil yang sangat terkenal tersebut "kau tidak mengenalku..?" tanya balik laki-laki kecil itu sedikit kecewa.
menggeleng kepala, semua orang disana mulai menatap marah dengan gadis kecil itu . "maafkan aku karena tidak mengenal anda tuan muda" ucap Gadis kecil mulai gemetaran takut akan menerima hukuman dari orang tuanya lagi.
"kau sekolah di high raise, bukan..?" tanya laki-laki kecil kepada Gadis yang langsung menganggukan kepala. "mungkinkah kau tidak mengenal pelindung putra mahkota Shin ji...?" tanya laki-laki kecil sontak mengejutkan Gadis kecil dengan detak jantung yang mulai terpompa kencang.
__ADS_1
"jadi kau...?" menarik nafas yang tidak beraturan " Pelindung putra mahkota yang terhormat" lanjut gadis tersebut langsung menunduk, berusaha keras mengendalikan keterkejutannya.
"hmm" jawab laki-laki tersebut menganggukan kepala "mulai sekarang kau adalah tunanganku dan ini adalah sebuah perintah, kau paham..?" menurunkan tangan dari bahu gadis kecil tersebut. "baiklah aku pergi" ucap sombong laki-laki kecil dengan sesuka hati berjalan keluar tanpa berpamitan kepada pemilik rumah "mulai sekarang pelayanku akan menjemputmu seminggu sekali untuk makan bersama dengan keluargaku, kau paham, Ou Aura..?" ucap tegas laki-laki kecil tersebut lagi dan berlalu pergi sebelum melihat gadis kecil itu menganggukan kepala.
**********
" Xu'i, kau tidak memiliki uang ya,,?" berdiri dipinggir jalan, memandang wanita miliknya sedang berjalan menuju ke sebuah restoran mewah milik Dewa kemenangan, sedikit membuat putra mahkota tersenyum kecut dan merasa kecewa.
Kencangnya angin mulai membawa dedaunan kering melewati putra mahkota bersamaan dengan kendaraan yang berlalu lalang memasuki tempat Wisata tersebut,
berdiri ditempat yang paling Sunyi, memang menjadi pilihan terbaik bagi putra mahkota agar tidak terganggu dengan para wisatawan yang sudah pasti akan datang dan mengerumuninya jika melihat laki-laki calon raja negara tersebut berada disana. "darimana kau tau..?" tanya balik putra mahkota kepada putri keagungan yang saat itu telah turun dari Mobil dan berdiri disamping laki-laki yang sedari tadi hanya memandang Zili dari jauh dan mendengarkan percakapan gadis tersebut dengan dewa kemenangan dari balik headset yang ia kenakan.
"tidak biasanya kau menolak untuk pergi makan bersama, aku hanya menebak saja, dan tidak bermaksud untuk mencari tahu tentangmu" jelas Putri kelincahan mulai berbalik membuka pintu Mobil.
"jangan pernah mencintaiku" Larang putra mahkota masih memandang Zili yang telah memasuki Restoran dan berlalu hilang dari pandangan laki-laki yang tampak kecewa dengan dirinya sendiri tersebut.
berbalik, menghadap ke punggung putra mahkota "Xu'i, sungguh aku tidak pernah mencintaimu, percayalah padaku"
"aku percaya padamu" jawab putra mahkota cepat, masih tetap memandang pintu masuk restoran meskipun Zili telah menghilang dari sana.
memasuki Mobil "kau bisa memahami Xu'i kenapa sedikitpun kau tidak pernah bisa memahamiku" ucap pelindung putra mahkota Shin ji tiba-tiba, laki-laki tersebut tampak sedang duduk diMobil kerajaan yang memiliki ruangan Khusus milik putra hingga terlihat jelas sebuah meja kecil berbentuk bulat berada disana dan Beberapa buku ada diatasnya.
"shin ji, bukan begitu...
__ADS_1
tersenyum kecut, "hahaha" lalu tertawa lebar "lupakan lupakan, " jawab laki-laki yang mulai menarik tangan putri keagungan lalu mendudukan gadis itu disampingnya, meraih bahu gadis yang hanya diam dengan tingkah nakal pelindung putra mahkota Shin ji "kau kira aku mau dipahami oleh wanita gila, pengagum Xu'i sepertimu" bisik laki-laki tersebut lalu mendorong putri keagungan menjauh "maaf saja, kau bukan seleraku" lanjut laki-laki tersebut menghina lalu meraih buku dan membacanya.
"aku tahu" gumam putri keagungan pelan dan mulai menarik nafas berat.