Greatest, Chasing After You : My Husband Is Not An Ordinary Villain - Season 5

Greatest, Chasing After You : My Husband Is Not An Ordinary Villain - Season 5
Roll-V


__ADS_3

Penemuan abad Canggih di masa lalu, sungguh luar biasa.


Bahkan didalam sebuah Kapal raksasa sekalipun tumbuh-tumbuhan dapat hidup dengan bantuan sinar Ultraviolet yang terpancar melalui lampu berbentuk bulat di atas atap tinggi yang terlihat seperti langit malam.


Udara yang segar dari Oksigen yang dikeluarkan tumbuhan disana menyejukan Kulit tubuh, Sungguh, Siapa yang akan menyangka bahwa tempat Zili berada tersebut merupakan sebuah kapal raksasa. Terlebih lagi ketika gadis itu telah keluar dari Taman parkir kendaraan dan melihat tempat yang biasa ia lihat di daratan.


Dan lagi sungguh, begitu menakjubkan ketika melihat bangunan tinggi belasan lantai. lalu rumah-rumah beberapa tingkat berdiri di tepian jalan.


Jalanan Aspal berwarna hitam tampak tidak di lalui oleh mobil dan kendaraan lain pada umumnya. Yang terlihat berlalu lalang hanyalah sebuah kendaraan sejenis sama seperti kapal selam di taman parkir tadinya. Hanya saja kendaraan tersebut memiliki roda tiga namun tak memiliki sebuah knalpot untuk mengeluarkan asap kendaraan seperti kendaraan - kendaraan pada umumnya.


Berbentuk bulat dan sedikit pendek lalu hanya berkursi empat tampak seperti mobil mainan.


Meskipun demikian, Kendaraan tersebut terlihat begitu diminati oleh semua orang disana.


Mungkinkah benda tersebut menggunakan Baterai yang terisi dengan bantuan listrik...?.


Astaga.


Gumam Zili dalam hati.


Berapa Liter minyak bumi yang mereka gunakan hanya untuk mengendalikan kapal raksasa tersebut...?


Lanjut gadis tersebut dalam hati, tampak merasa sangat kesal karena ketika seluruh dunia sedang melakukan pengiritan bahan-bahan dan material Bumi, mereka malah menghamburkan benda - benda langkah tersebut hanya karena untuk tinggal di Kapal tersebut dan melawan negara mereka sendiri.


Mendekati sebuah Kendaraan bulat yang tampak terparkir dibawah Pohon. "Naiklah." Perintah laki-laki pengendali kapal sebelumnya kepada Zili setelah ia membuka atap kaca dan masuk ke dalam kendaraan bulat beroda tiga tersebut.


Mengikuti Naskah drama yang memerintahkan Zili untuk bertanya ketika ia penasaran akan sesuatu hal. "Mungkinkah kendaraan ini bisa terbang juga...?" Tanya gadis itu sangat penasaran.

__ADS_1


Tersenyum semakin senang, "Kau tidak mengetahui Roll-V...?." Tanya Kepala keuangan kepada Zili yang saat itu terlihat duduk di kursi bagian depan kendaraan bulat tersebut.


Kendaraan mulai bergerak menyusuri rerumputan di bawah pohon menuju ke jalanan raya di tempat tersebut. "Roll-V...?." Tanya Zili semakin penasaran.


Menghela nafas tampak lega, "Kendaraan ini bernama Roll-V." Jawab pengendali kendaraan mulai dimengerti oleh Zili, "Sepertinya kau memang bukan pejabat tinggi negara." Lanjut laki-laki tersebut telah memastikan.


Berpura-pura kembali. "Hebat sekali jika aku bisa menjadi pejabat negara walau hanya sebagai pelayan keluarga kerajaan saja." Ucap gadis tersebut berbohong agar penyamarannya tidak di curigai.


Berbelok memasuki Gang sempit yang diapit dua rumah bertingkat. "Kau akan menjadi hebat setelah bergabung dengan kami." Ucap laki-laki pengendali mobil terlihat begitu puas.


"Konyol, " Ucap Zili masih berpura-pura. "Omong kosong apa yang telah kau ucapkan..?." Lanjut gadis itu berpura-pura tidak mempercayai ucapan laki-laki di depannya.


Tak lama,


Mobil telah berhenti di sebuah gedung yang terlihat sama percis dengan sekolah teknologi di desa Co. Pandangan mata Zili terbelalak, duduk membungkuk lalu menahan rasa sakit ketika menancapkan Chip kecil penyadap suara dan pelacak posisi berbentuk bulat seperti sebuah permata yang dililit kawat tajam ke dalam Mulut di salah satu celah gigi-gigi gerahamnya. " Apa yang kau lakukan...?" Tanya Kepala keuangan setelah turun dari kendaraan yang disebut Roll-V tersebut.


"Kita akan makan setelah melakukan pemeriksaan." Ucap pengendali kendaraan sembari mengisyaratkan Zili untuk segera turun dengan kepalanya.


"Hm." Angguk Zili mulai berdiri dan melangkah keluar kendaraan yang atapnya telah terbuka.


Gadis itu terus melangkah memasuki bangunan berbentuk kubah di hadapannya lalu langkahnya dan langkah kedua laki-laki yang ia ikuti terhenti di depan sebuah Robot pendeteksi benda-benda teknologi dan sebuah portal yang menghalangi mereka.


Meletakan Ponsel ke atas sebuah Papan berjalan di samping robot tersebut, "Passed." Kepala Keuangan dan pengendali kapal berhasil Lolos dan mulai melewati portal yang terbuka.


Jantungnya mulai berdetak kencang, sekarang adalah gilirannya. Menutup mulut, Sebuah robot mulai memeriksa tubuh Zili. terrttttrrterrrr, berusaha mengendalikan rasa gugupnya. "Passed." Suara robot melegakan hati gadis itu namun tidak sedikitpun mengubah mimik wajah gadis tersebut sesuai dengan naskah yang diberikan oleh Putra Mahkota.


Sungguh,

__ADS_1


Ternyata memang Zililah yang pantas menjalankan misi tersebut karena beruntungnya, di masa lalu gadis tersebut tidak terlalu banyak belajar tentang keahlian Klan lain sehingga ketika melihat hal-hal yang telah terbiasa dilihat oleh Pejabat tinggi negara, gadis tersebut terlihat seperti orang awam yang tidak mengetahui apapun dan hasilnya, sediktpun gerak-geriknya tidak mengundang kecurigaan musuh.


Melewati robot yang telah membukakan Portal untuknya, gadis tersebut tersenyum tipis berjalan mengikuti laki-laki di hadapannya karena ternyata Robot pendeteksi tidak mampu mengetahui keberadaan Chip didalam tubuh manusia seperti penjelasan di dalam naskah yang diberikan Putra Mahkota untuk gadis tersebut.


**********


Tersenyum sembari berjalan melepaskan dasi diikuti puluhan eksekutif Perusahaan, Putra mahkota mulai memasuki mobil yang saat itu sedang di kendalikan Shen Shi Yun. "Ke istana!." Perintah Putra Mahkota kepada temannya.


Melaksanakan perintah, lalu mulai menyetir mobil sedikit melaju meninggalkan perusahaan Xu. "Bagaimana kabarnya...?." Tanya Shen Shi Yun kepada Putra Mahkota yang telah melepaskan Jas Extra Limited Edition yang ia kenakan dan membuka satu kancing kemeja, masih mendengarkan suasana dari balik headset yang ia pakai sedari tadi.


"Roll-V, " Sebut Putra Mahkota. "Sepertinya kapal raksasa tua berhasil di kendalikan hingga semua Roll-V bisa menyala disana." Lanjut Putra Mahkota yang sedari tadi mendengarkan percakapan dari balik headset miliknya lalu mengangkat tangan dan menghubungi seseorang menggunakan jam tangannya.


Meraih headset lain dan meletakan ke lubang telinga sisi kanannya tanpa melepaskan headset yang terkait di telinga kiri. "Yang Mulia." Terdengar Panggilan hormat dari balik headset yang baru saja digunakan Putra Mahkota.


"Bergerak!." Perintah Putra Mahkota lalu menutup panggilan begitu saja.


Memandang Putra Mahkota yang telah melepaskan salah satu headset dan mengaitkan benda tersebut kembali ke kerah kemeja dari kaca depan mobil. " Bagaimana dengan kita...?." Tanya Shen Shi Yun, sepertinya sangat ingin bergabung ke dalam misi.


"Aku akan menyelesaikan susunan rencanaku terlebih dulu." Jawab Putra Mahkota sedikit mengejutkan Shen Shi Yun yang masih mengendarai mobil lumayan laju di keramaian kota saat itu.


"Xu'i, jangan bilang kau memiliki rencana untuk kepentinganmu sendiri..?" Tebak Shen Shi Yun sungguh tak menyangka.


"Hm.." Jawab Putra Mahkota membuang wajah ke luar jendela sembari menunggu Zili membuka suara. "Aku membutuhkanmu untuk menyelesaikan masalahku." Lanjut Laki-laki tersebut mulai menyandarkan siku ke kaca pintu mobil dan menahan pipi wajah kemudian memejamkan mata bersamaan dengan kakinya yang ia lipat.


Tersenyum getir melihat temannya dari kaca mobil depan. " Jadi Kau tidak berniat mengaku, ya..?"Tebak Shen Shi Yun lagi sembari menggelengkan kepala sejenak, menyadari Perubahan temannya kini yang terlihat begitu keras kepala.


"Benar." Jawab Putra Mahkota masih memejamkan mata.

__ADS_1


__ADS_2