
Hembusan angin menerpa, membawa tetesan hujan mengikutinya.
Pakaian yang baru saja ia beli dimalam hari kini telah basah kembali.
Percuma saja memegang payung, pikirnya.
Gadis itu mulai menutup payung miliknya lalu Memandang pelindung raja negara dengan tatapan iba, karena laki-laki dihadapannya begitu tampak menderita.
Zili mulai menganggukan kepala, meyakinkan dirinya sendiri.
Aku harus bertanggung jawab.
Ucap gadis itu dalam hati, merasa menjadi penyebab Putra tersembunyi Pelindung raja menderita karena mencintainya.
“berapapun banyaknya uang yang kau butuhkan..” laki-laki dewasa tersebut tampak sangat berharap bantuan Zili. “Aku akan memberikannya tetapi aku mohon..” lanjut pelindung raja negara lagi “jangan biarkan dia sampai terluka hingga perasaannya membaik kembali” Ucapnya begitu teramat memohon.
Dengan senyuman lembut, gadis itu mulai mengangkat tangannya, menghitung jari-jari tangan “bagaimana kalau 500neceri sebulan.?” tawarnya kepada laki-laki dewasa yang langsung tersenyum geli disela-sela kesedihannya.
“Aku akan memberimu 500 neceri sehari, bagaimana..?” ucapan laki-laki tersebut sontak mengejutkan Zili.
Gadis itu mulai menurunkan tangannya “li.. lima ratus sehari, ..?” tanyanya begitu terkejut “bukankah itu terlalu mahal....?” lanjut gadis itu lagi.
Pelindung raja menghela nafas berat, butiran air mata telah berhenti mengalir dipipinya “ uang tersebut bahkan tidak berarti sama sekali dibandingkan dengan nyawanya..”
Kalau sangat berarti mengapa anda menyembunyikan putra anda sendiri.
Gumam Zili dalam hati sembari menggelengkan kepala sesekali. “Baiklah tuan..”
“Nomor rekening...?”
Pertanyaan laki-laki dewasa tersebut sontak mengejutkan Zili, membuat gadis itu bersedih hati karena tidak mungkin baginya untuk pergi kedesa Co saat ini, mengingat perintah ketua Klan Co bahwa ia harus bersembunyi dan pergi dari desa tersebut sementara semua barang-barang miliknya berada disana termasuk ATM palladium yang ia miliki dan juga jam tangan berharga putra mahkota yang disimpan oleh kakek angkatnya.
Tersenyum lembut “aku adalah orang susah” ucap gadis itu “jadi tidak memiliki nomor rekening..”
“Susah...?” hal tersebut sontak mengejutkan Pelindung raja yang baru mengetahui bahwa masih ada orang susah dinegara NC.
Menyadari kebingungan Pelindung raja negara, gadis itu mulai berpikir untuk menemukan jawaban dari pertanyaan tersebut “ kehilangan ingatan” jawab gadis itu cepat “aku melupakan keluargaku dan menjadi orang susah yang hidup dipinggir jalan” lanjutnya lagi menegunkan pelindung raja.
__ADS_1
*******
Pakaian yang basah belum sempat ia ganti karena harus mengejar putra mahkota, hujan yang lebat kini telah berhenti.
Berjalan disiang hari sembari menghitung uang ditangannya “Lumayan juga” gumam gadis itu lalu memasukan lembaran uang-uang tersebut dikantong celana polosnya, mengikuti langkah putra mahkota yang saat itu tampak masih berjalan lunglai.
Sesekali Zili bersembunyi dibalik tong sampah yang berada dipusat Kota Wilayah Barat desa Xu 1 sembari menghitung keperluan yang akan ia beli ketika tinggal diapartemen putra mahkota nanti. “tapi aneh sekali,..” lanjutnya lagi mulai berjalan kembali lalu bergerak lagi ke balik pohon jalanan Trotoar, menyembunyikan diri jika sewaktu-waktu putra mahkota menoleh kebelakang dan menyadari bahwa seseoraang sedang mengikutinya. “Kenapa pelindung raja begitu bodoh memberikan gaji karyawan diawal kerja..?” ucap gadis itu mulai keluar dari balik pohon lalu mengikuti putra mahkota yang tampak berjalan sempoyongan lemah.
Hiruk pikuk keramaian kota terdengar begitu ricuh dengan jalanan kota yang dipenuhi dengan kendaraan berlalu lalang.
Jalanan trotoar bagi para pejalan kaki terlihat cukup ramai, trotoar dan jalanan Raya dipisahkan dengan sebuah besi panjang yang berfungsi sebagai pagar pengaman untuk mengurangi terjadinya kecelakaan serta tabrak lagi dan juga, agar pengemudi Mobil jalanan kota tidak sembarang memarkirkan mobil mereka ditrotoar tersebut.
Terkadang dipagar tersebut terdapat pintu didepan penyebrangan Jalan, tetapi kebanyakan pejalan kaki lebih memilih menyebrangi jalan menggunakan jembatan penyebrangan yang berada diatas jalanan kota dibandingkan dengan menyebrang jalan secara langsung, menghindari terjadi sesuatu karena mereka sendiri masih sangat ingin hidup dinegara yang begitu makmur.
Dibalik kemakmuran negara NC, ada beban berat yang ditanggung pemerintah.
Buuukk..
Seorang laki-laki tidak sengaja menyenggol bahu putra mahkota, laki-laki tersebut jatuh setelah melakukannya.
Merasa sangat marah karena putra mahkota tidak meminta maaf kepadanya malahan dengan masih dengan sempoyongan berjalan memakai earphone yang mengeluarkan rekaman suara Zili, Laki-laki tersebut mulai menarik bahu belakang putra mahkota, tetapi sayang, dia tidak berhasil membalikan tubuhnya.
“Hooii...”
Belum sempat tangannya mendarat, Tangan Zili telah meraih tangannya,
Baaaakkk..
“Brengsek...”
Terjatuh lagi karena putra mahkota menyenggol tubuhnya yang menghalangi langkah laki-laki kebangaan negara NC itu, hingga membuat laki-laki pejalan kaki semakin geram dan berdiri masih dengan genggaman erat tangan Zili.
“50 neceri, bukankah ini sudah sangat cukup untuk membeli obat luka dan juga membeli beberapa mangkok bakso..?” ucap Zili mulai melepaskan pergelangan laki-laki tersebut setelah meletakan selembar uang 50 neceri ditelapak tangan lalu memaksa jari-jari tangan laki-laki tersebut menggenggam uangnya.
“Kau....?”
Geram hingga membelalak mata, laki-laki tersebut mulai berdiri marah kepada Zili “aku pengawalnya,” jawab Zili “kau berani melawan pejabat tinggi militer negara, ya..?” ancam Zili karena mengingat bahwa putra mahkota yang sedang menyamar merupakan teman putra mahkota, dia berpikir bahwa Sudah pasti laki-laki tersebut merupakan pejabat tinggi kemiliteran.
__ADS_1
“Pejabat militer mana yang berjalan lunglai seperti itu...?” laki-laki pejalan kaki tersebut tampak tak mempercayai ucapan Zili.
Zili mulai meletakan salah satu tangannya ditepi mulut “bodoh..” ucapnya sedikit menghina “itu karena dia sedang berlatih seni bela diri berjalan lunglai..” bisik gadis itu mengejutkan laki-laki tersebut.
“Seni bela seperti apa itu...?,” Tanya laki-laki tersebut kebingungan “aku bahkan tidak pernah dengar sebelumnya.” masih tidak mempercayai ucapan Zili.
Zili menurunkan kembali tangannya “karena kau penduduk biasa, tentu saja tidak mengetahui seni bela diri rahasia negara” lanjut gadis itu menggelang kepala sembari melihat punggung putra mahkota dari jauh “seni bela itu biasanya digunakan untuk mengecoh musuh agar musuh tidak mengetahui bahwa dia adalah seorang tentara berpangkat tinggi” jelas Zili lagi “kau sendiri bahkan tidak bisa menyadari bahwa dia tentara bukan..?” ucap Zili meyakinkan laki-laki tersebut, laki-laki tersebut mulai sedikit mempercaya Zili “padahal kau sendiri tidak sanggup membalikan tubuhnya, tapi masih belum percaya juga bahwa dia adalah pejabat militer berpangkat tinggi” sindir Zili sembari menggeleng kepala sesekali “sudahlah ya, aku ingin pergi menjaga Tuanku” Gadis itu mulai melangkah ditengah-tengah kekhawatiran Laki-laki yang terlihat mulai takut karena telah melakukan kesalahan kepada salah satu pejabat militer, pikirnya.
Terus berlari cepat hingga sampai dibelakang putra mahkota yang kadang berbicara sendiri, bahkan tidak menyadari bahwa ia sedang diikuti.
Zili mulai berjalan disampingnya, sesekali gadis itu melirik kewajah putra mahkota yang begitu menderita.
Astaga,
laki-laki ini benar-benar mencintaiku ya..
Gumam gadis itu dalam hati masih dengan berjalan beriringan dengan langkah lunglai laki-laki disampingnya.
Bagaimana kalau dia tahu bahwa aku masih hidup..?
Tidak bisa ...
Tidak bisa..
Kalau dia tahu aku masih hidup, pasti dia akan memaksaku ikut bersamanya dan meninggal Shisou, atau bahkan aku akan disekap dan selamanya tidak akan diizinkannya keluar rumah.
Gumam gadis itu lagi masih terus berjalan hingga sampai didepan rel kereta api.
Aku harus menyembunyikan identitasku sampai topeng ini terbuka.
Bisa saja, dia adalah musuh negara yang ternyata diam-diam sedang menyamar menjadi orang yang sangat mencintaiku agar aku percaya padanya lalu membuka identitasku, setelah itu mungkin....
Gadis itu mulai menundukan kepala karena merasa sangat sedih dan menghentikan langkah kaki ketika palang portal jalan mulai tertutup secara perlahan-lahan karena kereta api akan segera tiba.
Shisou,
dia akan jatuh ketangan musuh karena aku adalah kelemahannya.
__ADS_1
Mulai mengangkat kepala kembali, mata gadis itu sontak membelalak ketika melihat putra mahkota telah melewati Portal dan terus berjalan lunglai mendekati rel kereta api.
“Tuaaan...” teriak gadis itu teramat terkejut.