
“Tumbuhan tersebut adalah tumbuhan hasil rekayasa genetika” suara penasihat putra mahkota menyadarkan Setiap orang yang memandang takut melihat Putra mahkota, laki-laki dipandangan mereka terseebut saat itu terlihat sedang datang mendekati mereka dengan texchi kuda bersayap miliknya “hanya Xu’i dan bagus saja yang mampu membuatnya” lanjut laki-laki disamping mereka tersebut mulai melangkah mendekati putra mahkota yang telah menuruni texchi bersamaan dengan pangeran istana yang mulai naik keatas pohon menghindari Tanaman beracun disekitarnya.
Zili menghela nafas lega, ia tersenyum ceria setelah mengingat segalanya kini telah berakhir, sesekali gadis itu memandang tubuh musuh yang tergeletak lemah, begitupula dengan mantan presiden NC yang tampak tak sadarkan diri berbaring miring menyandar pohon yang tak lagi memiliki daun.
Tetapi,
saat itu ia tidak lagi dapat menemukan Guru putra mahkota yang dikaguminya, serta mantan ketua Klan Co yang mungkin telah berhasil melarikan diri.
Mulai melangkah kaki,
Jam tangan Zili tiba-tiba bergetar.
Mulai menekan tombol dibelakang headset miliknya.
“Kau baik-baik saja...?” suara ketua Klan Co terdengar menenangkan gadis itu, tampaknya Zili mulai merindukan Kakek angkatnya.
“Hmm” angguk Zili “aku baik-baik saja kakek” jawab gadis itu mulai teringat dengan tujuan utamanya.
Dengan segera ia berlari melewati putra mahkota yang terlihat dikelilingi teman-temannya, laki-laki tersebut melirik sedikit kearah Zili, merasakan perasaan Aneh yang tampak familiar tetapi diabaikannya begitu saja.
Beberapa saat putra mahkota mulai menyadari sesuatu “Nura” ucapnya kepada teman-temannya, dengan langkah cepat dia mengikuti Zili yang telah melompat masuk kedalam ruang bawah tanah.
Begitupula dengan pangeran istana, sangat ingin berbicara dengan gadis yang telah ia anggap sebagai miliknya.
Terus berlari cepat mendekati ruang rahasia yang terdapat tiga komputer didalamnya.
Zili mulai mengambil alih salah satu komputer yang tampak sedang menyala lalu mulai memasukan semua aplikasi-aplikasi penting dijam tangan kedalam benda tersebut.
Dengan lincah gadis itu memainkan jari-jari tangan, membuka seluruh ruang penyimpanan otak nura yang berhasil ia masuki.
Membuka setiap folder dengan kecepatan jari-jari tangannya lalu menemukan bahasa aneh disalah satu folder.
__ADS_1
“ Exu Exee Xuexi Xiiii xiezi..
Wajah gadis itu pucat seketika, detak jantungnya mulai berdegup teramat kencang, hal itu terjadi karena saat membaca sebuah Dokumen dari Folder yang ia telah buka, dua buah pistol telah menyentuh kedua Sisi kepala gadis itu.
“Siapa kau...?” Tanya pangeran istana yang telah menodongkan pistol kesisi kepala kiri gadis itu. “Berhenti membaca resep obat Penting Bagi negara” lanjut laki-laki tersebut melarang Zili mengingat resep obat anti Gila yang baru saja berhasil ia temukan.
“kenapa kau bisa memiliki Aplikasi Ciptaanku..?, aplikasi itu bahkan aku yang mengembangkannya dan hanya aku sendirilah yang menggunakannya” tarikan pelatuk pistol dari tangan putra mahkota terdengar disisi kanannya.
Tertegun hingga jari-jari tangannya gemetaran “ak.. aku mohon” gadis itu mulai membuka suara tanpa bergerak sedikitpun “selamatkanlah warga desa Co dengan menggunakan resep obat ini” pintanya dengan teramat, masih dengan gigilan tubuh karena saat itu ia masih sangat ingin hidup “aplikasi ini, putri mahkota sendirilah yang memberikannya kepadaku,” jawab Zili berbohong.
“Zili...?”
“Hm..” angguk Gadis itu “ dia memberikannya melalui jam tangan miliknya, yang mulia” lanjut gadis itu lagi terpaksa memperburuk kesan Putri mahkota didepan laki-laki yang dia cinta demi bertahan hidup saat itu, didalam hatinya, mungkin saat itu putra mahkota akan membencinya karena telah begitu lancang memberikan aplikasi ciptaan laki-laki tersebut ke sembarang orang.
Putra mahkota menurunkan pistolnya “jadi dia mempercayaimu ya..?” dia mulai duduk dikursi komputer samping Zili.
“Kau melepaskannya Begitu saja, Xu’i..?” tanya pangeran istana karena melihat perubahan sikap putra mahkota hanya dengan mendengar jawaban Gadis itu.
Mulai menggerakan tangan-tangannya kembali, setelah menutup dokumen resep Anti gila yang berhasil diAmbil putra mahkota dengan begitu mudah, lalu masuk kedalam jam tangan laki-laki tersebut “daripada mengkhawatirkan aku, lebih baik bantu aku menemukan keberadaan Nura dengan Peta Komputer induk desa Co 56” ucap gadis itu membuat pangeran istana tampak menyetujuinya lalu mulai duduk dikursi kiri gadis tersebut dan memainkan jari-jari tangannya, memasukan aplikasi dari jam tangannya kemudian mulai mencari keberadaan pusat Musuh negara.
Seorang gadis mulai muncul dimasing-masing layar komputer milik mereka, dengan gerakan cepat ketiga orang tersebut mendeteksi keberadaan gadis itu,
Setelah mengambil data, Zili mulai berdiri lalu melangkah kaki.
Haaaa..
Tapi siku tangannya digenggam erat oleh putra mahkota hingga tubuhnya berbalik menghadap laki-laki tersebut lalu mendongakan kepala “kau...” dengan tatapan tajam menusuk dan menggetarkan hati Zili “ Dilarang melarikan diri atau aku akan mencarimu lalu membunuhmu dengan tanganku sendiri” Ancam laki-laki tersebut semakin memperparah rasa takut didalam hati gadis itu.
Tertegun sembari menenangkan diri “tenang saja yang mulia” ucap gadis itu, “aku tidak akan pergi kemana-mana” lanjut gadis itu meyakinkan Putra mahkota hingga laki-laki tersebut melepaskan tangannya dari Siku Zili.
Mulai melangkah cepat keluar ruang bawah tanah dengan petunjuk peta dijam tangannya, “Texchi..” panggil gadis itu,
__ADS_1
Dengan kecepatan tinggi, Texchi bangau putih miliknya telah datang menghampiri.
“Waah, dia juga memiliki texchi kendaraan” ucap Pelindung putra mahkota Shin jo terkagum-kagun ketika melihat Zili telah terbang diudara, diikuti dengan putra mahkota dengan texchi kuda bersayap miliknya serta pangeran istana dengan texchi ular naga miliknya.
Melihat pergerakan putra mahkota, semua orang mulai memanggil texchi mereka dan bergerak cepat mengikuti pemimpin mereka, meninggalkan Hacker kecil kebanggaan negara yang telah memanggil puluhan tentara angkatan udara untuk segera datang membawa musuh menuju istana kerajaan NC.
*********
Tertegun,
Hingga keringat dingin membasahi pipi,
Matanya mulai memerah ketika melihat Ratusan penduduk lorong bawah tanah muncul kepermukaan disebuah desa Co, desa Co 64 tempat dimana petunjuk peta berada.
Masih berada diudara,
Menangis terdiam melihat semua orang terduduk lemah dengan Tangan diikat kebelakang.
Ribuan texchi burung gagak mulai berterbangan keudara,
Seorang laki-laki terlihat sedang berdiri dibelakang ribuan texchi tersebut dengan menggunakan Texchi Burung Hantu miliknya.
“Sien..” sebut putra mahkota lalu mulai menyerang laki-laki tersebut dengan ratusan texchi pisau miliknya.
Pisau terhalangi beberapa texchi burung gagak, tetapi pisau lainnya berhasil mengenai Laki-laki tersebut yang ternyata hanyalah sebuah robot manusia, texchi yang dikendarai robot manusia tersebut hancur dan rusak kemudian mulai jatuh mendarat keatas tanah yang dipenuhi penduduk desa lorong bawaah tanah..
Duaaaaaaammmmm..
Meledak,
Melukai beberapa penduduk Desa Co hingga sampai membuat semua mata terkejut marah begitu pula dengan putra mahkota.
__ADS_1
“... apa yang kau lakukan..?” bentak Zili kepada putra mahkota yang sontak tertegun mendengar suara keras gadis itu.