
Tiga buah drone berwarna hitam berbentuk pesawat terlihat terbang mengudara di pertengahan hutan pada pagi hari itu.
Dua buah drone mulai diraih oleh Lord Breeder dan dibawa masuk ke dalam sebuah mobil Jeep berwarna hitam.
Memang, saat ini semua para pejabat tinggi muda tengah berkumpul di hutan perbatasan antara desa Sun dan desa Xu. Hutan tersebut sendiri berada tidak terlalu jauh dari tembok kediaman keluarga kerajaan di desa Xu 48 berada. Mungkin hanya dengan menempuh perjalanan 1 jam saja, semua pejabat tinggi yang bertugas bisa sampai ke sana.
Beberapa laptop terlihat menyala di depan beberapa orang pejabat tinggi dan juga Pelindung Raja. Headset-headset berwarna putih terlihat telah terkait di salah satu telinga semua orang di sana.
Waktu terus berputar, di dalam layar laptop dua buah mobil jeep telah berhenti sedikit menjauh di bawah bukit setelah Lord Breeder melepas dua drone melalui kaca jendela mobil lalu menerbangkannya.
Sebagian pejabat tinggi yang bertugas mulai bergerak cepat menaiki bukit bersamaan dengan drone yang terlihat terbang ke udara dengan dikendalikan oleh Putri Teknologi yang tampak tetap berdiri di tempat. Sebagian lainnya terlihat menunggu perintah dari balik headset yang mereka kenakan.
Drone terlihat bergerak lebih cepat dibandingkan dengan gerakan para pejabat yang berlari hingga Putri Teknologi harus melangkah mengikuti agar tidak kehilangan jejak dari kedua benda tersebut.
Di dalam layar laptop, terlihat jelas suasana mencengkamkan para binatang buas. Sebagian dari mereka terlihat berbaring santai, sebagian lain terlihat memangsa beberapa ekor ternak yang mungkin telah dipersiapkan oleh musuh, dan sebagian lagi terlihat berjalan serta berlarian tak tentu arah.
Drone mulai berhenti, lalu dikendalikan tersangkut di atas pohon agar pergerakannya tidak di curigai. Dengan bantuan kedua benda itu, terlihat dari jauh tiga orang berkulit lumayan hitam sedang berjalan di atas tembok dengan membawa hewan-hewan ternak yang telah mati lalu melemparnya ke bawah.
Wajah ketiga orang tersebut terlihat tidak seperti wajah kebanyakan penduduk asli negara NC, mungkin saja mereka berasal dari negara India.
“Ada orang di atas tembok.” Suara Pelindung Raja terdengar memberi pemberitahuan, semua orang yang telah bergerak sontak menghentikan langkah, melompat naik ke atas pohon di pertengahan bukit, lalu memanjat semakin ke atas untuk melihat keadaan.
Zili tertegun, gadis itu terlihat sedang berdiri, menyaksikan dan mendengar keadaan dari dalam layar laptop di belakang Pelindung Putra Mahkota Shin Ji serta di antara Putri Keagungan dan Putri Latih Tiada Tanding yang juga sedang berdiri menyaksikan situasi dan keadaan di sana.
“Bagaimana?” Tanya Lord Breeder menanyakan tindakan selanjutnya.
Pelindung Raja terlihat berpikir lalu melirik ke arah Dewa Kemenangan di depannya yang juga sedang menyaksikan keadaan di dalam layar laptop.
“Asap racun tidak berfungsi di alam terbuka, sebaiknya Shina langsung menyerang saja.”
Dewa Kemenangan mulai mengajukan pendapat.
“Buka saja Pintu lalu biarkan soni menjinakan para binatang itu.”
Pelindung Putra Mahkota Shin Jo menambahkan pendapat.
“Tidak bisa, sangat banyak hewan yang telah dijinakan oleh mereka, mana mungkin aku sendiri yang melakukannya.” Tolak Lord Breeder dengan memberikan alasan, terdengar jelas dari balik headset yang dikenakan oleh semua orang di sana.
Mungkin saat itu mereka sedang menggunakan aplikasi MCNC, aplikasi komunikasi ratusan pengguna.
“Gas racun mata, biarkan aku ke sana membantu Ahya membuatnya.” Putri Keagungan mulai menawarkan diri untuk bergabung dalam misi.
__ADS_1
“Kalau kau lakukan itu, maka rencana kita akan berantakan.” Tolak keras Pelindung Raja menimbang tidak banyak dari pejabat tinggi yang diikutsertakan dalam penyerangan kali ini.
“Menjinakan tidak bisa, tetapi Mungkinkah kak Soni bisa aman berada di antara para binatang itu?” Tanya Zili mulai mengajukan pendapat.
“Tentu saja aku bisa melakukannya tetapi untuk apa aku berada di sana?” Tanya Lord Breeder dari balik headset yang dikenakan oleh semua orang di telinga mereka masing-masing.
“Mengambil makanan hewan-hewan itu.” Jawab Zili, jawaban gadis itu sontak mengejutkan semua orang yang langsung memandang ke arahnya.
“Kau ingin aku mati karena merebut makanan binatang?” Lord Breeder bahkan sampai menghela nafas tidak percaya dengan perkataan yang diucapkan adiknya tersebut.
“Te.. tentu saja yang diambil adalah makanan yang belum disentuh oleh para binatang atau makanan yang dimakan oleh binatang yang tak terlalu buas.” Jawab Zili sedikit segan mengutarakan pendapat.
“Lalu?” Tanya Pelindung Raja ingin memastikan rencana Zili.
“Racun ringan, Ahya, bisakah kau meracik racun ringan lalu mengoleskannya pada daging yang akan diberikan untuk para binatang itu?” Tanya Putri Keagungan kepada salah seorang penduduk yang berasal dari Klan Ou.
“Aku harus mencari bahannya terlebih dahulu, daffodil dan lily, Foxglove mungkin bisa menjadi pilihan lainnya.” Jawab laki-laki yang masih berada di dekat mobil mulai bergerak mencari-cari bahan yang mungkin bisa di gunakan untuk membuat racun saat itu.
“Shura, pantau ketiga orang itu dan temukan penyimpanan daging!, Hai Win, diamkan saja drone di sana, bantu Ahya mencari bahan racun!, Ayya, segera menuju ke lokasi, bantu Sura mencuri bahan makanan para binatang!, Soni pantau situasi, jika ada kemungkinan, ambil saja makanan binatang dan lemparkan ke balik tembok!, Shina, lihat situasi, jika tidak ada orang lain di sana, berikan serangan dadakan untuk ketiga orang itu dengan jarum bius jarak jauh!, Dimengerti?” Perintah telah dikeluarkan pada masing-masing pejabat tinggi yang sedang bertugas.
“Dilaksanakan!” Perintah yang dikeluarkan segera diterima dan dijawab secara bersamaan.
Pagi yang cerah berganti siang yang panas lalu berubah menjadi sore yang tiba-tiba mendung.
Lord Breeder mulai terlihat di dalam layar laptop, laki-laki itu menuruni tembok lalu meraih sebuah bangkai ternak yang masih berdarah dan melemparnya ke balik tembok, setelah itu, salah seorang pejabat tinggi yang berasal dari Klan Ou melumuri daging dengan air yang berasal dari tumbuh-tumbuhan beracun bersama dengan Putri Teknologi.
Bangkai di lempar kembali ke dalam tembok setelah selesai terolesi racun sambil tetap menunggu kedatangan para pejabat yang ditugaskan untuk memantau dan mencuri bahan makanan bagi begitu banyak binatang di dalam tembok tersebut.
Satu persatu, binatang mulai terbaring lemah, bahkan beberapa dari mereka terdengar meringkih kesakitan.
“Banyak sekali.” Suara Dewi Perang yang ditunggu-tunggu mulai terdengar, “ada banyak orang di dalam rumah ini.” Laporkannya yang saat ini mungkin sedang mengintip dan juga mencuri pendengaran di atas atap rumah yang tak terurus di sana.
“Aku berhasil mencuri satu karung.” Suara Mantan Pelindung Pangeran Istana yang ditunggu-tunggu juga terdengar, “ Ayya bantu aku, aku akan mengirim peta posisiku, karung ini berat sekali.”
“Baiklah, tunggu aku.” Jawab Putri Kecantikan terdengar berlari cepat dari hembusan suara angin di balik headset.
“Soni, kuserahkan sisanya kepadamu.” Ucap Pelindung Raja kepada Lord Breeder yang terlihat masih memandangi keadaan di dalam tembok sana dari atas pohon.
“Baiklah.”
Malam telah tiba, satu persatu makanan binatang yang telah terolesi racun dilemparkan ke dalam tembok.
__ADS_1
Setelah melemparkan jarum bius masuk mengenai daging para pemberi makan binatang buas hingga mereka jatuh terbaring lemah di atas tembok sana, Dewi Kemenangan segera kembali ke tempat teman-temannya berkumpul.
Auuuuuuuummmmm.....
Suara auman serigala mulai terdengar bersama dengan ringkihan para binatang.
Tendangan kaki, berhasil mendobrak salah satu pintu di tembok kemudian Lord Breeder mulai melakukan caranya menjinakan binatang sehat yang masih tersisa.
Kengerian yang menggetarkan jiwa ketika menyaksikan dari atas, Lord Breeder dikelilingi banyak bintang buas yang terkadang hingga sampai menjilati tubuhnya.
Bahkan seekor Singa yang berukuran lebih besar dari tubuh laki-laki tersebut mampu ia jinakan lalu ia naiki tubuhnya.
Segera ia membawa para binatang keluar dan melepaskannya ke dalam belantara hutan kembali.
Cuuuupppp..
Takkkk...
Dua penembak jitu di kerahkan.
“Kembali!”
Regu kedua kini mulai bertugas.
Zili mulai menghela nafas setelah ia bergabung bersama para regu ketiga di atas tembok.
“Jam tanganmu, Aktifkan MCNC secara pribadi dengan Xu’i!” Perintah Penasihat Putra Mahkota yang telah datang mendekati Zili dan memberikan jam tangan pemberian Putra Mahkota serta headset berwarna hitam untuk gadis itu.
“Hm.” Angguk Zili mulai menyentuh layar jam tangan yang telah ia terima lalu menyalakan Aplikasi Militernya dan menemukan beberapa panggilan masuk yang belum terjawab dari Putra Mahkota.
Drrrrrrtttt...
“Shisou,”
Panggil gadis itu dengan cepat meletakan headset ke telinga sembari menerima Panggilan dari Putra Mahkota.
“Berhati-hatilah, Aku akan segera datang bergabung bersamamu nanti.” Suara perintah Putra Mahkota terdengar menyenangkan hati gadis itu.
“Hm,” Angguk Zili menuruti Perintah, “Shisou, aku akan menunggumu.” Lanjut gadis itu,
Cuuupppp.. takkk...
__ADS_1
Bersamaan dengan suara CCTV dari gerbang kediaman Xu yang telah berhasil dipecahkan kembali dengan beberapa peluru yang telah ditembakan dua orang Penembak Jitu dari atas pohon.