
“Bekerja sama dengan salah seorang warga Klan Zin sangatlah merugikan, mereka mengambil barang dari kami lalu menjualnya dengan harga yang sangat tinggi didesa mereka.” jelas seorang dari mereka tampak sangat kesal “membawa nama keluarga kami ketika menjual, karenanya, semua penduduk desa Zin mulai menganggap kami adalah pedagang Gila dan rakus, berita tersebut kemudian menyebar hingga sampai kepenjuru wilayah lain, akibatnya tidak ada seorangpun yang mau membeli dagangan kami” lanjut jelas orang tersebut menghela nafas berat “karena ternak dagangan tidak laku, dan juga malu dengan para pedagang didesa Ann lainnya kami terpaksa tutup dagangan dan beralih menjadi peneliti meskipun pendapatan kami tidak lebih banyak dibandingkan dengan menjadi pedagang.” Tambah nya lagi mulai mengenakan masker di wajah.
“Benar, semua warga Zin memang Sangat mengerikan, bahkan meminjam dibank swasta merekapun saangat tinggi bunganya” ucap seorang lainnya yang juga mulai memakai masker.
“Kalau begitu, kenapa tidak meminjam dibank negar...
“Kau tahu?, ...
Seorang dari mereka yang belum mengenakan masker mulai berbicara “meminjam dibank negara dibatasi perorangnya, ya...
Lanjutnya lagi mulai mengambil masker “tidak semua orang ingin repot. karena tidak ingin menunggu proses peminjaman yang lama mereka beralih kebank swasta dengan bunga Banknya yang tinggi” lanjutnya lagi sembari memakai masker “bank bunga yang mencekik leher bahkan sampai si peminjam tersebut tidak bisa bernafas saking rakusnya penduduk klan Zin”
“Benar, tapi untung saja kita memiliki putra mahkota dan pangeran istana”
Puji laki-laki yang telah berjalan mengambil peralatan dilemari ruangan tersebut.
“Dan juga Para pejabat formalitas yang sangat pandai mengekspor ternak kami hingga keluar negara” tambah orang lainnya. “betapa hebatnya mereka semua, diusia yang sangat muda sudah mampu memakmurkan penduduk negara mereka”
“kalau aku menjadi putra mahkota, pasti sudah kumusnahkan Klan parasit seperti Klan Zin, aaahhh..
Dia mulai terlihat sangat kesal “kenapa juga putra mahkota menikah dengan wanita rakus dari klan tersebut?”
“Benar benar, menjengkelkan sekali, pasti saat ini harta putra mahkota telah dirampasnya sedikit demi sedikit” tuduh salah seorang dari mereka menegunkan Zili.
“hentikan ocehan kalian itu,” ucap dokter hewan tampak tidak terima apalagi ketika melihat wajah sedih Zili yang menundukan kepala.
“Haaa...
Seorang dari mereka juga tampak tidak terima dengan larang dokter hewan “kenapa kau malah membelanya?”
“Aahhh benar, ku dengar saat itu kau ditugaskan menjadi Pembimbing wanita bodoh yang bahkan hanya mengerjakan 2 keahlian Klan saat ujian sekolah.”
“Hahaha sudah bodoh, Parasit lagi,”
Tambah seorang dari mereka mulai menghina. “aku juga sempat melihatnya berdua dengan pangeran istana”
“Astaga, benarkah?”
“Benar, dia pasti sedang menggoda pangeran kita untuk mengambil hartanya lagi setelah belum puas mendapatkan harta putra...
Buuuuukkkk..
“Sensei”
Betapa terkejutnya Zili ketika melihat dokter hewan memukuli satu persatu Wajah mereka dengan penuh emosi hingga mereka berjatuhan “sudah kubilang hentikan ocehan kalian atau kubuat satu persatu keluarga kalian menderita” ancam laki-laki tersebut sembari membunyikan jari jemarinya mengepalkan tangan.
“Sudahlah kita pergi saja dari tempat ini” ajak salah seorang dari mereka mulai berdiri.
__ADS_1
“Tampaknya dia sudah berhasil dirayu wanita busuk itu...
Buuuukkkkk..
Kepalan tinju membuat seorang dari mereka yang belum sempat menyelesaikan perkataannya jatuh terpental untuk kedua kalinya. “masih belum berhenti mengoceh juga” Ucap dokter hewan penuh dengan kekesalan.
Dengan bergegas keempat laki-laki tersebut keluar dari ruangan.
“Sensei...
Zili mendekati dokter hewan yang masih berdiri memandang kepergian Mereka, mendengar panggilannya, dokter hewan menghadapkan tubuh kearah Zili.
“Matilah kau..
Teriak seorang dari mereka menghampiri dokter hewan, berniat untuk memukulnya dengan botol kaca yang ia ambil dari atas meja.
“Sensei....
Taaaaaarrrr...
“Brengsek...
Dokter hewan melepaskan tubuh Zili yang tadinya sedang berusaha menyelamatkan laki-laki tersebut.
Gemetaran, kaki laki-laki pemukul menggigil hingga membuatnya jatuh terduduk melihat kepala Zili bersimbah darah, berbaring lemah diatas lantai.
Tendangan keras mengenai tubuhnya hingga ia jatuh terhempas menabrak meja.
Mendengar keributan semua orang bergegas menghampiri mereka.
“Minggir”
Teriak dokter hewan yang telah mengangkat tubuh Zili, berlari menuju Klinik dirumah tersebut.
*********
Diruangan gelap gulita,
Mungkin ruangan tersebut adalah sebuah gudang tua,
Hal itu terlihat karena ditempat tersebut terdapat begitu banyak sarang laba-laba, serta kursi dan meja lama yang tampak dipenuhi dengan debu.
Suara hembusan nafas khawatir terdengar begitu keras, mulut tertutup selotip berwarna hitam, kedua tangan terikat dibelakang tubuh, serta kaki yang juga terikat, seorang anak laki-laki menangis tak bersuara, aliran matanya deras memandang wajah adiknya dipenuhi dengan luka.
“Lakukan atau tidak?” seorang wanita Separuh bayah terlihat datang menghampiri, menarik rambut adik perempuan dari anak laki-laki tersebut yang tadinya terbaring lemah, menyakiti perasaan anak laki-laki yang tampaknya tengah menerima paksaan.
Anak laki-laki yang sudah tidak kuat lagi menahan keadaan adiknya menganggukkan kepala.
__ADS_1
“Naaahhhh sayang.. hahahahah..
Wanita separuh bayah mulai membuka satu persatu pakaian miliknya “layani aku sepuasnya” ucap wanita tersebut lalu mendekati anak laki-laki yang terpaksa harus melayani nafsu gila wanita dihadapannya.
*******
Dokter hewan menggenggam tangan zili dengan kedua tangannya. Tubuhnya yang dianggap fobia ternyata baik-baik saja.
Benar sekali,
Sebenarnya laki-laki tersebut tidak pernah menderita Fobia terhadap sentuhan wanita, ia hanya merasa jijik mengenang masa lalunya yang mengerikan hingga membuatnya tidak ingin menyentuh wanita.
Perasaan bersalah mulai menghantui laki-laki tersebut, rasa takut ketika adiknya terluka mulai mengetarkan hatinya ketika melihat Tubuh lemah Zili yang penuh dengan perban dikepalanya.
“Sial...
Gumamnya pelan, ia bahkan tidak menyangka bahwa hal tersebut akan terjadi.
Masih dengan menggenggam tangan Zili yang ia letakkan didahi sembari menundukan kepala, saat itu dia sangat berharap bahwa Gadis yang terbaring lemah dengan nafas beraturan baik-baik saja.
“Sensei...
Suara Zili mulai terdengar “jangan jatuh cinta padaku” tambah gadis itu sembari tersenyum lembut memandang dokter hewan yang telah menitihkan air mata lega.
“Bodoh...
Maki laki-laki tersebut melepaskan genggaman tangannya “tinggi sekali mimpimu” lanjut laki-laki tersebut membalas senyuman lembut Zili “kau baik-baik saja?” tanyanya ketika melihat Zili telah bangkit dan duduk.
Zili memegang Dahinya masih merasa sedikit nyeri “tenang saja,” lanjut gadis itu lagi “aku sudah terbiasa terluka sebelumnya” tambahnya lagi mencoba menenangkan “tapi sensei..
Gadis itu mulai menyadari sesuatu “maaf aku tidak sengaja menyentuhmu tadi”
“Bodoh..
Maki dokter hewan lagi “kalau kau tidak menyentuhku, mungkin saat ini aku yang terbaring diatas kasur itu” lanjut dokter hewan “dan tentu saja aku sudah minum obat anti sentuhan, apalagi sentuhan darimu yang menyeramkan itu”
“Hahaahaha..
Tawa Zili lucu begitu pula dengan dokter hewan yang langsung ikut tertawa mendengar tawa senang zili diantara rasa sakitnya.
“Terima kasih”
uCap dokter hewan menghentikan tawa Zili.
“Akulah yang harusnya berterima kasih sensei”
Ucap Zili mulai menitihkan air mata “karena kau adalah orang kedua yang membelaku ketika semua orang mulai menghinaku” lanjut gadis itu berlinangan air mata “sensei, terima kasih” ucapnya lagi mencengangkan hati dokter hewan.
__ADS_1