
Para penumpang Mulai turun dari Kereta api, setelah kendaraan tersebut berhenti disalah satu stasiun Desa Xu 15,
Perbatasan antara Desa Xu dengan Desa Shen.
Suara keributan terdengar begitu menggemparkan, sirene mobil Polisi terdengar Hingga ketelinga.
Kereta api yang harusnya kembali berjalan saat itu tiba-tiba tetap berhenti dan tak kunjung pergi,
Para Penumpang yang masih berada didalam gerbong mulai berhamburan keluar ketika melihat seseorang yang dikawal begitu banyak tentara tiba-tiba memasuki area tunggu ditempat tersebut.
Pihak keamanan dan para pekerja distasiun mulai mengamankan para penumpang dan calon penumpang disana.
Terkejut dan mulai melangkah keluar, tapi sayang putra mahkota menahan gadis itu untuk tetap berada ditempat.
Membiarkan Seseorang yang menjadi pusat perhatian untuk datang menghampiri mereka dengan sendirinya.
Masuk kedalam Gerbong,
Diikuti Ketua Klan shen dan para pejabat formalitas serta Tentara berpangkat tinggi, Orang tersebut menghentikan langkah kaki tepat dihadapan putra mahkota dan beberapa penumpang yang tadinya belum sempat turun dari sana.
Seorang tentara pengaman mulai mendekati para penumpang tersebut dan menyerukan mereka untuk segera turun dari dalam gerbong kereta api, setelah itu, tentara tersebut mulai berdiri tegak dibelakang putra mahkota yang terlihat tidak menyenangi kedatangan Orang yang kini telah tersenyum lembut memandang kearahnya.
__ADS_1
Dari belakang orang tersebut, muncul seorang lain yang terlihat sedang duduk dikursi roda, orang tersebut tampak begitu Tua dan berwajah pucat.
Menangis, menjatuhkan air mata “kakek..” panggil Zili kepada laki-laki tua dikursi roda.
Ingin pergi menghampiri tapi sayang, tangan putra mahkota mengunci mati tangan gadis tersebut agar tidak mendekati mereka.
“Xu’i..” tersenyum pahit, karena Perilaku putra mahkota yang bahkan tidak membiarkan Zili untuk mendekati Ketua Klan Co yang saat itu telah sadar dari Koma panjangnya. “hentikanlah Sikap waspadamu kepada kami.” Ucap laki-laki tersebut memperingati.
“Hm.” Tersenyum remeh memang ciri khas tersendiri bagi putra mahkota “bagi orang yang tidak bisa melindungi orang yang sangat penting..” Mulai membuka suara begitu sombong. “Dekat dengannya sekalipun sangat tidak berguna” Sindir laki-laki remaja tersebut, menyakiti hati laki-laki dewasa yang tak lain adalah raja negara.
“Shisou..” gumam Zili dalam hati, masih belum bisa mempercayai ucapan putra mahkota yang begitu tajam terarah kepada raja negara.
“Ahhh..” mulai mendesah tidak ingin berada didalam suasana ketegangan “aku datang kemari Hanya untuk melihat Cucuku..” laki-laki tua yang terlihat sedang duduk dikursi roda mulai mengungkap keinginannya “Zili, bukankah kau ingin melihatku...?” tanya laki-laki tua tersebut kepada Zili yang langsung menganggukan kepala.
Tersenyum Tipis “tentu saja..” jawab raja negara mulai serius “aku datang kemari untuk menjemput Putri mahkota.” Lanjut laki-laki dewasa tersebut mengungkapkan Tujuannya.
“Hm” lagi, masih tersenyum remeh, kali ini mengantungi Satu tangan yang tidak menggenggam Tangan Zili kedalam kantung celana “menjemput kau bilang...?” ucapnya begitu terlihat tidak menyenangi tujuan raja negara “kau pernah membiarkannya mati sekali lalu sekaraang ingin menjemputnya.. ?” memandang tajam kearah raja negara yang membalas tatapannya dengan tatapan Sedih “jangan berbicara konyol paman.” Lanjut Putra mahkota mulai menarik tangan wanita miliknya dan memeluknya dengan tangan satu, “aku tidak akan membiarkannya pergi, meskipun harus melawanmu disini dan menghancurkan kendaraan ini.” Tegas putra mahkota begitu keras kepala.
“Shisou..” Gumam Zili lagi, sungguh merasa aneh dengan Sikap putra mahkota yang begitu Menakutinya, hingga ia sedari tadi menengadah dan tidak juga melepaskan pandangannya dari wajah putra mahkota.
Tidak ingin melanjutkan perdebatan yang akan membuat Pertengkaran antar pemimpin Negara terjadi, “Zili..” mulai mengalihkan Pembicaraan kearah Zili yang berada dipelukan putra mahkota “sebagai seorang Putri mahkota, aku memberikan tugas negara untuk melacak keberadaan Musuh yang bersembunyi Di Desa Zin” ucap Raja negara mengumumkan perintah. “penuhilah tugasmu sebagai salah seorang pejabat tinggi di negara ini” paksanya menggetarkan hati putra mahkota yang mulai geram dengan Perintah Para pemimpin negara karena selalu memaksakan kehendak mereka.
__ADS_1
“Aku menolaknya..” tolak putra mahkota, menjawab perintah raja negara, menggantikan wanita miliknya.
“Putra mahkota sedang beristirahat selama sebulan penuh, “ mulai tersenyum remeh “seorang pejabat negara yang sedang beristirahat dalam tugasnya, tidak diperkenankan untuk mengeluarkan perintah ataupun menolak tugas yang diberikan negara untuk bawahannya” lanjut raja negara mulai menekan.
“Kau ingin cari masalah denganku..” Putra mahkota terlihat mulai emosi.
“Shisou..” panggil Zili “aku benar-benar bahagia.” Lanjut gadis itu mengejutkan putra mahkota “untuk pertama kalinya, raja negara mendatangiku langsung dan memintaku untuk mengerjakan tugas negara.” Lanjut gadis itu menyentakan hati putra mahkota “Shisou, aku mohon, ..” pintanya dengan sangat, sembari menggenggam satu tangan putra mahkota dengan kedua telapak tangannya “biarkan aku menyelesaikan tugas yang diberikan Raja negara untukku” lanjut gadis itu meminta hingga membuat putra mahkota diam, menahan geram kepada raja negara yang mungkin memang sengaja melakukan hal tersebut, untuk memancing putra mahkota kembali lagi bekerja.
Tersenyum senang karena kemenangannya “baiklah tugas telah diterima.”ucap raja negara mengakhiri pertemuan, “tiga hari dari sekarang, Putri mahkota akan mulai bekerja Di Bank Negara Cabang Desa Zin 1” lanjut laki-laki tersebut lagi penuh kepuasan yang mampu membuat mata putra mahkota memerah karena marah. Kemudian berbalik, dan mulai melangkah kaki pergi.
Masih memandang putra mahkota memeluk Zili “aku harap kau datang mengunjungi rumahku nanti” ucap ketua Klan Co sebelum Kursi rodanya didorong kembali oleh salah seorang tentara pengawal raja negara berpangkat tinggi.
“Aku tidak menyangka,” tersenyum sedikit kecut “putri mahkota yang dulunya begitu bodoh dan lemah sekarang bisa sangat berguna” Sindir ketua Klan Shen sebelum berbalik, mengikuti langkah raja negara.
“Konyol..” sangat geram menahan emosi “jadi kau kira wanitaku Bodoh, begitu..?” bentak putra mahkota marah menghentikan semua langkah orang yang ada disana, lalu mulai berbalik dan memandangnya kembali.
Melirik kearah ketua Klan shen yang telah memancing kemarahan putra mahkota, laki-laki tua tersebut tampak tertegun, menunduk kepala merasa bersalah karena kecerobohannya.
Raja negara mulai mengalihkan pandangan kearah Zili untuk memberikan isyarat agar gadis itu segera menenangkan kemarahan putra mahkota. “Shisou, kau benar-benar guru yang sangat hebat.” Puji Zili yang telah memahami maksud pandangan raja negara. “Aku yang lemah ini bahkan telah menjadi sangat Kuat sekarang” lanjut gadis itu mulai membalas pelukan putra mahkota.
Perilakunya sontak membuat kemarahan putra mahkota perlahan-lahan hilang “benarkah..?” tanya laki-laki tersebut sembari menundukan kepala memandang kearah Zili.
__ADS_1
“Tentu saja shisou..” jawab zili, mulai menengadah kepala kembali setelah sebelumnya bersandar didada laki-laki tersebut. “Aku sungguh sangat mengagumimu” lanjut gadis itu tersenyum lembut membalas tatapan putra mahkota yang mulai berubah menjadi lembut.
Tidak ingin membuang-buang waktu melihat kemesraan pasangan dihadapannya, raja negara bergegas pergi meninggalkan tempat tersebut diikuti para pengawal dan pejabat tinggi negara NC.