
“shisou”
Putra mahkota melepaskan tangannya, bergerak satu langkah mundur menjaga jarak.
“Minumlah”
Zili menggangguk kepala, dengan langkah terpaksa menjauh dari putra mahkota.
Entah mengapa, dalam hatinya masih sangat ingin berdekatan dengan gurunya. Baginya, sangat jarang sekali mendapati rasa nyaman yang dari dulu belum pernah ia terima.
“Sa’i, kau boleh masuk”
Suara putra mahkota terdengar dari balik pintu, Sa’i sontak terkejut. Mereka bahkan belum berusia 18 tahun, bagaimana mungkin tanpa pengawasan dibiarkan untuk berdua bersamaan dimalam hari.
Karena baru kembali dari Luar negeri. Sa’i belum mengetahui, bahwa mereka sudah terbiasa bersama. Anggapannya saat ini mengatakan jika putra mahkota telah melanggar peraturan negara.
“Yang mulia,”
Sa’i membuka pintu, ia melihat Zili sedang duduk diatas kasur meneguk air setelah memasukan beberapa Obat kedalam mulutnya.
Ia datang menghampiri putra mahkota “yang mulia, ini telah malam, tidak seharusnya anda berlama-lama didalam kamar putri mahkota”
“Hm, benar.”
“Yang mulia, saya datang untuk menyapa anda sejenak, mulai besok, kemanapun anda pergi saya akan ikut serta bersama”
Sa’i mengalihkan perkataannya kepada Zili, gadis itu kebingungan. Ia bahkan merasa segan memiliki tentara kuat bersamanya.
Zili menganggukan kepala, tanda ia memahami perkataan sa’i.
“Kau boleh pergi”
“Yang mulia, bukankah sebaiknya anda ikut pergi?”
“Tunggu, sebentar saja”
“Kalau begitu, saya juga akan disini menunggu hingga anda juga keluar”
putra mahkota mendesah, ia tidak percaya pelindung baru istrinya sangat keras kepala.
__ADS_1
“Aku hanya ingin bicara secara rahasia dengan istriku, pergilah”
“Kalau begitu, anda hanya perlu berbisik saja”
“Kau melanggar perintahku?”
“Saya bukan penjaga anda yang mulia, selain tugas negara, untuk apa saya menuruti anda”
“Sa’i”
“Silahkan anda berbicara berbisik yang mulia, saya akan tetap berdiri disini”
Putra mahkota merasa kesal, baru kali ini seorang tentara kerajaan berani melawannya. Dia ingin marah namun ntah mengapa, dia tidak ingin terlihat buruk dipandangan istrinya.
Putra mahkota melangkah kaki mendekati Zili yang sedang kebingungan dengan obrolan gurunya bersama Pelindung barunya.
Baru kali ini, ia juga melihat, tentara kerajaan sangat berani membalas perkataan putra mahkota.
“Buka jendela” bisik putra mahkota mengejutkan Zili, gadis itu langsung menganggukan kepala.
Putra mahkota melangkah keluar pintu diikuti Sa’i, dia merasa belum ingin meninggalkan istrinya. Meskipun demikian, ia juga tidak ingin melanggar peraturan kerajaan.
Zili berjalan mendekati jendela, menuruti perintah gurunya. Sebenarnya dia merasa bingung, namun baginya, perintah putra mahkota telah mutlak untuk dituruti.
Zili tersenyum, baru kali ini, ia merasakan bahagia yang tidak terkira. Itu semua karena perubahan sikap putra mahkota yang berbeda.
*******
Putra mahkota berjalan bolak-balik dengan membawa lembaran kertas ditangannya, sesekali ia berhenti menyandar meja.
Jam dinding menunjukan angka 11 malam, namun dia tidak kunjung memasuki kamar.
Shin ji dan shin jo yang telah lumayan mengantuk terpaksa menahan, melihat yang mereka lindungi masih sibuk dengan pekerjaannya.
Shin ji bergumam “Astaga, ada apa lagi dengannya” pikirannya sedikit jengkel melihat sikap putra mahkota yang berubah beberapa pekan belakangan ini.
Tidak hanya menyamar, yang lebih parah saat ini, putra mahkota mengabaikan beberapa tugas negara. Bahkan ia yang sebelumnya tidak pernah mengeluh pusing, tiba-tiba sering memijat pertengahan dahinya.
“Kau mau bertemu dengannya?”
__ADS_1
“Benar, aku harus memastikan dia sudah tidur”
Shin ji tersenyum kecut, tebakannya tepat sekali bahwa temannya sedang memikirkan gadis itu, bahkan Shin jo yang terheran-heran dengan perubahan sikap temannya mulai melirik kearah shin ji.
Bagaimana dia bisa mengetahui apa yang ada dipikiran Xu’i.
Itulah pikirannya, karena selama ini tidak satupun dari mereka yang sanggup menebak isi kepala putra mahkota sebelumnya.
“Aku hanya memastikan, jangan ikuti”
Putra mahkota melemparkan dokumen keatas meja. SHin ji menggelengkan kepala tidak menyangka melihat keadaan temannya.
Ia berencana menanyakan hal tersebut kepada ayahnya jika kebetulan nanti mereka bertemu.
Disisi lain, Shin jo malah kebingungan, dia bertanya-tanya dalam hati.
Apakah mungkin temannya sedang terkena Sihir dari Putri mahkota?.
Mereka berbeda pemikiran, yang shin jo tahu. Tidak pernah sekalipun Temannya tertarik kepada Apapun sejak kematian Kucing kesayangan Temannya tersebut.
Dia berpikir, akan sangat berbahaya jika temannya tidak segera diobati namum dia mulai bimbang.
Mana mungkin Xu’i yang hebat bisa terkena sihir.
Apalagi dizaman modern, apakah mungkin ilmu sihir masih ada.
Shin jo kacau, membuat Shin ji memperhatikannya.
“Dia sedang jatuh cinta bodoh” Jelas Shin ji lalu melanjutkan bacaannya.
“Cinta, apa itu sejenis sihir”
“Mungkin” jawab Shin ji sesuka hatinya, hal tersebut semakin membuat Shi jo menganggap Zili berbahaya.
Ini tidak bisa dibiarkan, Aku harus segera menemui Ayah.
******
perkiraan update 1 minggu - 3 bukan sekali
__ADS_1