
“Yang mulia....
Zili menghela nafas lega setelah lepas dari dekapan pelindungnya yang ntah mengapa membuat gadis itu sedikit agak canggung.
“Maaf...
Ucapan Zili sontak membuat semua terperanjat, begitupula Dengan pelindungnya yang merasa tidak terima dengan ucapan maaf yang dilontarkan Zili kepada penduduk desa. Karena Mereka yang bahkan telah berusaha untuk menyakiti gadis itu.
disisi lain, tampak jelas pelindung putri mahkota ingin berbicara, tetapi lagi- lagi, Zili terlebih dahulu melayangkan senyuman, meraih dan menggenggam erat tengan laki-laki tersebut.
Saking eratnya, pelindungnya bahkan mampu merasakan tangan gadis itu sedang basah dan gemetaran karena ketakutan. “maaf, aku bukan lah putra mahkota ataupun pangeran istana” lanjut Zili lagi dengan senyuman mengembang terlihat sangat getir karena ia tahan.
“Maaf yang mulia, maaf kan kami yang sedang sibuk memperbaiki masalah kebocoran bendungan hingga tidak memiliki waktu untuk menyambut kedatangan anda”
Zili menggelengkan kepala, menjawab perkataan pemimpin desa yang masih menahan sakit karena luka tembakan Yang ia dapat dilengannya. “aku datang sebagai pengganti pangeran istana, hanya ingin memastikan dan membuat laporan kepada dia yang saat ini sedang sangat sibuk .”
“Yang mulia, kami hiks ... hiks kami hanya ingin melihat putra mahkota, kami tidak ingin mel.....
Belum selesai Anak salah seorang warga desa berbicara, ayahnya telah menutup mulutnya.
Aku juga ingin melihatnya.
Zili menggigit bibir bawah, berkata dalam hatinya yang sangat merindukan putra mahkota.
Salah seorang dari warga berdiri, ia lalu datang menghampiri Zili “yang mulia, silahkan ikut bersama saya” ucapnya sembari menunjukan jalan menuju bendungan yang mereka anggap bocor tersebut.
Zili melepaskan tangan dari pelindungnya, berjalan mengikuti langkah kaki warga laki-laki desa ann didepannya.
Pelindung putri mahkota masih berdiri menatap telapak tangan yang tadinya digenggam Zili, ia tersenyum senang diikuti sedih. Senang karena Zili menggenggamnya, sedih karena tangan zili telah lepas dari genggamannya.
Jauh dibalik pohon Buah mangga besar, seorang laki-laki berjubah hitam memindahkan headset yang ia kenakan dari telinga kanan ke telinga kiri.
Ia tersenyum tipis memandang Wajah Zili yang sedang berjalan kearahnya. Meskipun demikian, ia telah berbalik pergi, memakai topeng lentur terbuat dari silikon yang mampu merubah wajahnya.
Seorang laki-laki turun dari atas pohon lalu berjalan mengikutinya. Meninggalkan sisa-sisa kulit mangga dan bijinya yang telah habis dagingnya ia santap begitu nikmatnya.
__ADS_1
********
Ting....
Anting-anting Berwarna putih yang bergantung ditelinga Zili berbunyi karena paku yang berada ditangan zili saat menggaruk pipi tidak sengaja mengenai benda tersebut.
Anting-anting yang terdapat satu permata putih melingkar ditengah-tengah seperti sebuah bandul kalung tersebut merupakan pemberian dari ratu negara yang baru saja ia ketahui beberapa bulan yang lalu dari ucapan pangeran istana ketika laki-laki tersebut mengunci Zili dimansion pribadinya.
Zili memberikan paku kepada Salah seorang warga yang sedang membuat papan untuk menempel kebocoran bendungan Di satu danau kecil yang telah terpisahkan dengan sebuah tembok tanah dengan papan panjang dikedua sisi tanah tersebut.
Seperti jalanan setapak tetapi hal tersebut diperuntukkan untuk memisahkan danau yang telah diisi ribuan ikan-ikan Nila air tawar dan sejenisnya disisi kanan danau dan Ikan predator arwana disisi kirinya.
“Yang mulia, sungguh, biasanya jika terjadi kebocoran bendungan seperti ini, putra mahkota akan masuk kedalam air bersama untuk memastikan keamanan kami. Karenanya kami tidak lagi takut untuk mencari sumber kebocoran dan menempelkan papan” keluh seorang Nelayan setelah datang menghampiri zili yang telah berdiri tegak diawasi pelindungnya.
“Benar yang mulia, jika terus dibiarkan, tanah bendungan akan semakin tandas dan ikan predator juga bisa memasuki wilayah ikan Kecil. Hal itu mungkin akan membuat banyak kerugian bagi desa kami” tambah Nelayan yang lainnya.
“Tetapi danau itu termasuk dalam, dan saat ini, kami tidak memiliki putra mahkota ataupun tuan shin ji, shin jo dan tuan sandi disisi kami, jadi....
“Jadi semua nelayan sangat takut untuk bekerja tanpa perlindungan yang mulia” suara pemimpin desa terdengar melanjutkan. Ia telah datang dengan perban kain ditangannya yang terluka.
Itulah hukuman keras bagi mereka yang telah hidup tanpa kesusahan namun masih melakukan kesalahan besar.
Zili tersenyum senang, warga desa mulai terbuka kepadanya “baiklah, saya akan mengawasi kalian” ucapnya sontak membuat semua orang terperanjat.
Mereka bahkan semakin tidak bersemangat “bagaimana mungkin yang mulia yang bahkan lebih lemah dari kami mampu melakukannya?.” Ungkap pemimpin desa tak mempercayainya.
Meskipun memakai alat-alat renang, jika bahaya datang tetap saja tidak mampu menghindarinya. Tetapi, karena putra mahkota yang begitu kuat ditambah dengan para pelindung dan bawahannya yang tak bisa juga diremehkan kehebatannya, para penduduk desa sudah pasti tidak perlu takut.
Memang tampaknya masyarakat NC sangat bergantung pada anggota keluarga kerajaan ”dan lagi, kami juga butuh pujian dari putra mahkota atas semua yang telah kami lakukan. Hal itu saja sebenarnya sudah cukup untuk membuat kami semangat bekerja” ungkap salah satu nelayan menggetarkan hati Zili.
Ahhh benar.
Ternyata ini yang dimaksud putri Istana.
Mengatakan bahwa dia mencintai Putra mahkota karena tanggung jawabnya, saat ini Zili telah mengerti maksud perkataannya dengan jelas.
__ADS_1
Semua orang mencintai Putra mahkota karena dia sangat bertanggung jawab bahkan sampai mampu menyemangati warganya hanya dengan sebuah pujian.
Betapa hebatnya putra mahkota!
Ungkap gadis itu didalam hatinya.
Padahal ia masih duduk dibangku SMA tetapi sudah mampu membantu raja untuk mengurus negara. Dan dia bahkan sampai begitu dicintai oleh rakyatnya.
“Tenanglah, aku akan mengawasi kalian” suara pelindung mahkota terdengar.
Semua orang yang berada disana terperanjat bahagia.
bagaimana tidak?
Laki-laki yang mengajukan diri untuk mengawasi mereka merupakan seorang prajurit kuat. Tak perlu diucapkan juga semua orang sudah sangat mengenal Laki-laki yang mampu mengalahkan kedua pelindung putra mahkota, sun shin ji dan sun shin jo.
“sa’i...
“Tenang saja yang mulia..
*******
Semua orang telah memasuki danau, meninggalkan Beberapa orang yang masih berdiri dengan beberapa tumpukan kayu jati disamping mereka.
Memang kayu jati sangatlah mahal di luar negara, tetapi bagi negara NC tidaklah sulit untuk mendapatkannya. Bahkan bisa dikatakan mudah karena di wilayah selatan , Klan Lu berada, terdapat sangat banyak pepohonan tersebut. Bahkan dibeberapa tempat didesa Ann juga kadang terdapat pohon tersebut, juga di wilayah-wilayah lain negara NC.
Kayu yang tidak lagi diragukan ketahanannya tersebut, mampu menjadi bendungan penahan tanah yang berada ditengah-tengah Danau.
Tetapi Jika retakannya semakin lebar tentu saja akan membuat tanah tandas dan bendungan pecah. Dan hal tersebutlah yang saat ini menjadi masalah bagi Desa ann 13.
“Ketua Ron, ikan hiu memasuki tambak laut” teriak orang berlari tergesa-gesa menghampiri pemimpin desa dengan khawatirnya. “Obatnya hilang tersapu ombak” lanjutnya lagi semakin mengkhawatirkan orang-orang yang mendengarnya.
“Obat?.....
“Obat pengusir ikan predator” jelas Pemimpin desa kepada Zili yang bertanya.
__ADS_1