
Seragam Teknisi sekolah teknologi berwarna Abu-abu memang sangat nyaman digunakan.
Terlebih lagi materi yang digunakan adalah campuran bahan nilon dan katun polyester.
Karenanya, si pengguna bisa dengan mudah, bebas dan juga leluasa menggerakan tubuh mereka.
Berdiri didepan gerbang gedung asrama putri sembari membaca buku pemberian pangeran istana, zili menunggu ketua Klan co datang menghampirinya.
“Selamat pagi kakek”
Sapa Zili membungkuk begitu sopannya.
“Kau ini benar-benar” tidak menjawab sapaannya, laki-laki tua malah melemparkan senyuman ketika Zili menegakan kembali tubuhnya. “Ayo pergi”
“Tunggu kakek”
Jawab Zili cepat menghentikan ajakan laki-laki tua yang tadinya mulai berbalik tetapi mengurungkan niatnya dan masih berdiri menghadap Zili “aku....”
Zili menundukan kepala sejenak “aku sedang menunggu ayahku,” ucapnya tersenyum lembut menjelaskan alasannya. “biarkan saja dia yang mengantarku kerumahmu nanti”lanjut gadis itu “kakek, maukah kau menunggu disana?” Pinta gadis itu masih mengembangkan senyuman lembutnya.
“Tentu saja”
Laki-laki tua mengelus kepala Zili sejenak kemudian mulai berbalik serta melangkah menuju mobilnya, meninggalkan Zili yang masih terus menatap punggung laki-laki tua tersebut hingga ia masuk kedalam mobil dan berlalu pergi dari gedung asrama putri.
Mulai mengalihkan pandangan kembali keatas lembaran bacaan bukunya, sebuah mobil BMW berwarna hitam berhenti tepat didepan Zili.
Pintu mobil terbuka “Zili....”
Menahan rasa haru serta tetesan air mata jatuh,
Zili menggertakan gigi didalam mulutnya, menghentikan bacaan buku lalu mulai membungkuk sopan.
“Yang mul...
“Rindu sekali....”
Belum sempat Zili memberi hormat, Ratu negara telah memeluk tubuh gadis yang lebih pendek dari tubuhnya. “aku sangat merindukanmu”.
Terasa sangat nyaman berada dipelukan ratu negara, Zili bahkan sampai meneteskan air mata tak diketahui didalam pelukan ratunya.
Meninggalkan sedikit jejak basah digaun semata kaki berwarna jingga yang dikenakan wanita separuh baya tersebut.
“Sudah yuanna”
Sangat kesal karena terlalu lama memeluk Zili, Ratu bayangan bahkan sempat memisahkan mereka berdua karena tampaknya dia juga sangat merindukan gadis yang telah lumayan lama menjadi menantunya tersebut.
Semua orang tampak memberikan hormat, meskipun demikian, tidak seorangpun yang berani mendekat karena Melihat beberapa pengawal sedang menjaga Dua ratu kehormatan Negara tersebut.
__ADS_1
“Nana...”
Tampak kesal karena baru sejenak memeluk Gadis yang sangat disayanginya, Ratu negara juga terlihat berusaha keras memisahkan ratu bayangan yang telah memeluk Zili.
“Kalian berdua...”
Taaaakkk..
Mentri keuangan memukul kedua teman wanitanya menggunakan dua buku secara bersamaan.
“Lian..” bentak geram kedua wanita separuh baya tersebut tidak terima dengan perlakuan kasar mentri keuangan.
“Maka berhentilah bertengkar, aku yang ayahnya sendiri saja belum sempat memeluk putriku” balas bentak Mentri keuangan membuat kedua wanita separuh baya terpaksa mengalah dan membiarkan Zili berhadapan dengan ayahnya.
Menghapus air mata,
Menggertakan hati ketiga pejabat kehormatan negara yang melihat mata merah gadis itu. “kenapa kau malah menangis..?” Mentri keuangan dengan cepat memeluk putrinya, sementara kedua wanita disampingnya hanya bisa memandang mereka berdua dengan senyuman haru dan sesekali ratu bayangan mengelus kepala gadis itu.
“Aku hiks...
Menangis dipelukan ayahnya “hiks.. aku juga sangat merindukan kalian” ucap gadis itu meluluhkan hati kedua Ratu pemimpin negara NC tersebut.
“Astaga lian, biarkan aku memeluknya” pinta Ratu negara tampak sangat memohon. Melihat wajah memelas wanita yang sangat dicinta, mentri keuangan terpaksa memberikan putrinya kepada wanita tersebut.
Belum sempat memeluk Zili “hiks yang mulia, kau baik-baik saja?” tanya gadis itu kepada ratu negara dengan linangan air mata ketika mengingat keadaan wanita tersebut dipesta ulang tahun pangeran dan putri istana hampir sebulan yang lalu.
“Hmmm..”
Angguk Zili cepat dipelukan wanita yang telah merawatnya ketika ia masih bayi. “bagaimana keadaanmu bibi..?” tanya Zili lagi semakin menambah rasa haru didalam hati ratu negara.
“Asal kau baik-baik saja maka aku akan selalu baik-baik saja” jawab ratu negara menenangkan hati Zili.
********
“Kenapa kau tidak memberikannya Lian” bentak Ratu negara sembari menggebrak meja mengejutkan Zili tetapi tidak dengan kedua temannya yang masih dengan santai memasukan potongan bakso dan mie Ayam kedalam mulut mereka masing-masing.
Meskipun demikian, para pengunjung warung bakso yang tadinya ikut terkejut dan memandang kearah ratu mereka dengan cepat mengalihkan pandangan karena tentara pengawal yang begitu tegap langsung menatap tajam siapapun yang mencoba mencuri pandangan ke arah pejabat tinggi kehormatan negara yang sedang berada diwarung tersebut.
“Usia Zili belum cukup dewasa untuk menerima Kartu keuangan negara”
Jawab Mentri keuangan sembari memasukan daging ayam kedalam mulutnya.
“Tapi...”
Ragu-ragu Zili akan mengatakannya “aku juga ingin bersenang-senang dengan temanku” ucap gadis itu berbohong sembari menundukan kepala.
“Berikan lian” Ratu bayangan mulai membuka suara, ia bahkan sampai menghentikan tangan yang tadinya bergerak menggulung mie dengan garpu. “itu adalah Hak Zili sebagai putri mahkota negara ini” lanjut ratu bayangan memandang tajam kearah mentri keuangan.
__ADS_1
“Tidak bisa..”
“Kau hanya takut jika Ean datang dan meminta uang kepadanya, bukan?”
“Yuanna...”
Seperti tidak ingin membahas Nama tersebut, kedua pejabat kehormatan negara berteriak secara bersamaan.
“Ean...?”
Tanya Zili sangat penasaran, “mungkinkah...”
Dia mulai menatap ratu negara yang duduk disampingnya, sama dengan Ratu bayangan yang juga duduk disamping Zili yang lainnya.
“Ibumu..”
Jawab Ratu negara tampak tidak ingin menyembunyikan segala yang disembunyikan Ayah gadis itu.
“Berikan atau aku akan....
“Baiklah, baiklah”
Tampak tidak ingin Ratu negara melanjutkan Perkataannya, Mentri keuangan meraih Dompet di dalam setelan Jas yang ia kenakan.
Memberikan kartu Automatic teller machine- ATM palladium, yang terbuat dari logam emas putih langkah berwarna perak berkilau dihadapan zili yang sontak gemetaran hanya dengan melihatnya.
Bagaimana tidak?
Kartu berwarna perak yang sangat menyilaukan mata saja, pasti harganya sangat mahal, mana mungkin Dia yang masih duduk dibangku SMA berani menerima barang semewah itu.
Gigilan tangan bahkan sampai menimbulkan bunyi suara dimangkok bakso yang terhubung dengan sendok ditangan Zili.
Suaranya yang aneh terdengar hingga ketelinga tiga orang didekatnya yang langsung terkejut memandang wajah pucat serta keringat zili yang jatuh bercucuran membasahi pipi.
“Zili....”
“Astaga..”
Sedikit tersenyum geli, ratu bayangan mulai melepaskan tangan Zili dari sendok yang ia pegang lalu menggenggam tangan gadis itu, sementara Ratu negara meraih kartu ATM milik Zili “bersenang-senanglah bersama temanmu” ucap Wanita separuh baya tersebut meraih tangan Zili yang lainnya lalu meletakan kartu tersebut diatas telapak tangan gadis itu.
“Sudah kubilang dia masih belum cukup....
“Diamlah Lian....”
Sela Ratu negara kesal “karena kau terlalu pelit selama ini, hanya melihat kartu Keuangan negara saja, dia bahkan sampai ketakutan seperti ini” lanjut wanita itu sangat kesal dengan temannya yang tampak tidak mempedulikan amarahnya dan dengan santai ia mengambil sebotol teh disampingnya lalu meneguk minuman botol tersebut.
“Aku hanya butuh uang, dan tidak perlu...”
__ADS_1
“Ambil saja..” perintah ratu bayangan “ini adalah milikmu” lanjutnya lagi mencoba menenangkan Zili.