Greatest, Chasing After You : My Husband Is Not An Ordinary Villain - Season 5

Greatest, Chasing After You : My Husband Is Not An Ordinary Villain - Season 5
ditepi jalan


__ADS_3

Ciiuuuuuppp...


Tang kelontaaannggg....


“Sudah kukatakan tidak ada uang ya tidak ada uang..” suara teriakan seseorang keluar dari dalam rumah setelah sebelumnya melemparkan Panci Yang terbuat dari Aluminium ketika putra mahkota dan Zili memanggil Pemilik Rumah dari Luar Pintu yang terbuka.


Geram, karena perilaku keterlaluan pemilik rumah yang tiba-tiba saja melempar barang hampir mengenai wanita miliknya.


Baaaakkkkkk...


Krraaaaakkkkkk....


Sebuah Kepalan tangan mendarat Kedinding rumah samping Depan pintu, hingga membuat Dinding tersebut retak dan mengejutkan pemilik Rumah yang baru saja tiba dihadapan mereka, hingga sebagian Retakan dinding jatuh keatas lantai.


Merasakan getaran Dinding, Seluruh penghuni rumah segera keluar dan menyaksikan Wanita yang berdiri diruangan tamu, sebuah rumah Petak berbatu yang tidak begitu Luas, Gemetaran dan bahkan hingga terduduk jatuh menopang tubuh saking takutnya ia melihat tatapan tajam putra mahkota.


“Baiklah Tuan, kami akan bayar Hutang..” teriak Seorang laki-laki dewasa yang langsung berlari Masuk kedalam kamarnya untuk mengambil Uang mereka.


***********


“Tidak bisakah kau bersikap lembut...?” bentak Zili yang kini telah duduk ditepi jalan,di sebuah Warung yang menyediakan berbagai minuman Dingin.


Benar,


DiCuaca Panas, meneguk minuman dingin adalah hal yang paling Nikmat bagi kebanyakan orang dinegara NC. karenanya, Putra mahkota dan Zili kini telah duduk disebuah bangku Warung yang terdapat sebuah payung besar mengembang dipertengahan meja Bulat sembari meminum air Kelapa muda Segar yang dicampur dengan Sirup Buah Melon Nikmat buatan perusahaan Sun.

__ADS_1


Menyedot Pipet didalam Gelas, “wah bagaimana ini..!” jawab putra mahkota setelah selesai Menghabiskan setengah Gelas air kelapa yang ia miliki “sepertinya, aku hanya bisa bersikap Lembut kepadamu saja ..” tersenyum lembut menjengkelkan Zili yang telah melepaskan Pipet dari mulutnya “semua itu karena, Rasa cintaku kepadamu ini, sungguh Luar biasa menggebu-gebu” Goda laki-laki tersebut semakin memperparah rasa kesal didalam hati wanitanya.


Geram “Tolonglah Tuan ,Tolong..” pinta Zili sembari menggebrak meja, menumpahkan sedikit minuman miliknya “aku ini sudah punya suami dan kau...” menghela nafas, mengendalikan Emosi “kenapa kau bisa tahu bahwa aku bekerja sebagai debt Collector dan menemukanku didepan Bank Negara tadi pagi...?” tanya gadis itu mulai merasa bingung.


Masih tersenyum lembut “Tentu saja karena Xu’i memintaku untuk menjagamu,” jawab laki-laki remaja tersebut yang saat itu terlihat sedang duduk dihadapan Zili “kau harus tahu...” lanjutnya lagi ketika melihat raut wajah terkejut wanita miliknya, “Xu’i begitu sangat menyayangimu” Tambah laki-laki tersebut lagi, menggetarkan hati Gadis itu.


“Begitu ya...?” tanya Zili mulai merasa bersalah karena begitu bahagia Bersama laki-laki dihadapannya sementara, pikirnya, putra mahkota yang begitu melindungi dan menyayanginya sebagai seorang Murid Malah ia sia-siakan begitu saja, dan bahkan ia khianati dengar rasa cintanya kepada Laki-laki yang kini raut wajahnya terlihat berubah marah.


Benar saja,


Sebuah Mobil Kerajaan tiba-tiba datang menghampiri Mereka.


Ramai,


Melihat mobil berwarna hitam panjang tiba dipinggir Jalan, Sontak membuat para Warga yang melihatnya datang dan berkerumun disana, sepertinya mereka mulai bertanya-tanya, siapa yang mungkin akan keluar dari sana.


Belasan Polisi Pengaman Raja mulai berdatangan dan berjaga-jaga.


Terkejut dan berdiri, Zili bahkan tertegun lagi dan lagi harus melihat Raja bayangan Xu idris datang menghampiri Tuan Dihadapannya, padahal menurutnya laki-laki tersebut hanyalah bawahan putra mahkota saja.


Dia mulai memperkirakan.


Mungkinkah Benar yang dia kira selama ini bahwa Laki-laki dihadapannya sebenarnya adalah saudara tiri putra mahkota..!


“Ahh..” keluh putra mahkota, sungguh merasa Lelah karena hari-harinya selalu saja mendapati gangguan. Padahal ia sangat ingin menghabiskan waktu Istirahatnya bersama Zili, berdua saja. “Masuklah..” perintah putra mahkota kepada Zili ketika salah seorang pengawal Raja bayangan datang menghampiri gadis itu untuk mengantarkan Zili masuk kedalam Mobil Kerajaan Milik raja bayangan.

__ADS_1


Menoleh sejenak kearah putra mahkota, Zili mulai membungkuk memberi sopan kedepan Raja bayangan.


Mengangkat tangan lalu mengelus rambut Zili “maafkan Ayah mengganggu pekerjaanmu” ucap raja bayangan Kepada Zili yang langsung mengangkat kepala setelah raja bayangan melepaskan tangannya dari kepala gadis itu.


“Hmmm” menggeleng kepala memandang mata raja bayangan “tidak Ayah, “ jawab gadis itu “aku yang harusnya minta maaf karena sudah merepotkan Tuan Shi an, sehingga ayah harus datang kemari hanya untuk berbicara kepadanya” lanjut gadis itu tersenyum lembut lalu mulai melangkah pergi memasuki Mobil, meninggalkan Raja bayangan dan putra mahkota yang saat itu mulai saling bertatap mata.


Mulai membuka suara “kenapa kau melakukannya..?” tanya Raja bayangan Xu Idris setelah Zili masuk kedalam Mobil miliknya.


“Hmm” tersenyum remeh, begitulah yang biasa dilakukan putra mahkota ketika tidak menyukai sesuatu “baru sebentar saja, begitu cepat kau telah Mengetahuinya.” Lanjut laki-laki tersebut, masih berdiri menatap mata ayahnya.


“Kenapa kau menghabiskan Sebagian besar uangmu hanya untuk melunasi Hutang Ean, Xu’i..?” bentak raja bayangan memang tak lagi dapat menahan Emosi “kau bahkan tahu, dia telah membuang Zili dan menelantarkannya begitu saja tanpa kasih sayang” Lanjut laki-laki dewasa tersebut Marah.


Belum menghilangkan senyuman remehnya “karena kau telah mengetahuinya, pasti saat ini Rekening bankku telah kau blokir, bukan..?” tebak putra mahkota, tentu saja Benar.


Merasa sangat malas berurusan dengan Laki-laki dewasa dihadapannya, putra mahkota kini telah duduk kembali sembari menyedot minumannya yang masih tersisa “dibandingkan Uang, pengorbanannya melahirkan Zili hingga membuatku sebahagia ini lebih Berarti” lanjut putra mahkota, duduk santai diatas kursinya. “ayah..” panggil putra mahkota, duduk melipat kedua tangan diatas meja “aku yakin dia memiliki alasan sendiri Mengabaikan zili waktu itu, lalu bertambah yakin ketika melihat Raut wajahnya biasa saja ketika bertemu Wanitaku...” ucapannya mengejutkan raja bayangan hingga membelalak mata “dan semakin yakin ketika dia mengetahui bahwa Putri mahkota adalah orang bodoh seperti yang diketahui kebanyakan Penduduk dinegara ini” menghela nafas “huh” lalu membuangnya “jadi, buka kembali rekening Bankku sebelum Aku menghancurkan Bank negaramu..” Ancam Laki-laki tersebut memandang tajam kearah raja bayangan yang masih memandang kearahnya.


“Hmm” tersenyum Lembut menunduk sejenak, raja bayangan mulai melangkah Menghampiri putra mahkota, dan duduk tepat dihadapannya “harusnya kau mengirit uang untuk masa depanmu.” Ucap laki-laki dewasa tersebut mulai menyedot minuman Milik Zili.


“Apa maksudmu, ..?” tanya putra mahkota tidak mengerti.


Melepaskan sedotan dari Mulutnya “karena Zili akan menjadi direktur Perusahaan Xu nanti, sudah dapat dipastikan bahwa Dia akan lebih kaya dibandingkan dengan kau yang hanya seorang raja negara saja.” Ucap raja bayangan menjelaskan. Dia mulai memahami Sifat Putranya yang mudah Luluh jika hal tersebut berkaitan dengan menantu kesayangannya


“Benarkah..?” tanya putra mahkota belum mempercayainya.


“Tentu saja” jawab cepat raja bayangan sembari melipat kaki, dan menyandarkan satu tangan diatas meja sementara tangan lainnya tampak mendarat diatas paha kakinya. “Semakin kaya wanita, semakin Mewah barang-barang pribadinya” lanjut jelas raja bayangan “kau tidak ingin bukan, memberikan barang biasa dengan gaji rendahmu sebagai seorang raja negara nanti” tambahnya lagi berusaha meyakinkan.

__ADS_1


“Benar juga” jawab putra mahkota mulai memikirkan ucapan Ayahnya.


__ADS_2