
Berada ditempat yang sama, sore itu sungguh membuat putra mahkota begitu Gerah,
Tidak lagi berlaku Topi dan Kacamatanya,
Semua orang kini telah menyadari Penyamarannya.
Anehnya, mereka tidak mengenali bahkan tidak mempedulikan gadis yang berada disamping laki-laki tersebut meskipun mereka mengetahui bahwa dia adalah putri mahkota negara NC.
“bebas dari Lorong bawah tanah, itu semua berkat Putra mahkota..” seru seseorang yang terlihat berada dikerumunan paling depan, menjaga jarak ketika putra mahkota mulai memasuki warung bakso tempat ia makan sebelumnya bersama Zili didesa Co “putri Mahkota hanyalah orang yang mengambil keuntungan dari Bantuan putra mahkota yang kita terima” lanjut Orang tersebut menggetarkan hati Zili yang langsung Tunduk merasa sedikit kecewa.
Walaubagaimanapun, pikirnya,
Apa yang diucapkan orang tersebut memanglah benar, Uang yang ia berikan untuk mereka semua juga berasal dari pemberian putra mahkota, hanya saja, meskipun demikian, Rasa nyeri karena bantuannya sedikitpun tidak dihargai, tetap saja masuk kedalam hati gadis itu.
Melepaskan tangan Zili lalu berjalan menuju orang yang terlihat senang akan kehadiran putra mahkota “kau..” ucap laki-laki itu memandang tajam ketika telah mendekati. melihat kepergian putra mahkota, Zili mulai berbalik memandang punggung suaminya, “hentikan Ocehan konyolmu itu.” Lanjut putra mahkota dengan pandangan begitu Jijik melihat orang yang baru saja melontarkan kalimat disana. “harusnya kau tahu, uangku adalah uang istriku dan sudah pasti...” geram hingga ingin sekali memukul wajah Wanita yang mulai gemetaran dengan tekanan yang diberikan putra mahkota “bantuan dariku juga bantuan dari istriku” tambahnya lagi mulai memberi Isyarat kepada Supirnya yang saat itu bertugas menjaga putra mahkota untuk melakukan sesuatu kepada Wanita yang telah jatuh terduduk menopang tubuh deengan lipatan kaki diantara banyaknya Penduduk Desa Co yang saat itu sedang berkerumun Menyaksikan kehadiran putra mahkota, Calon raja negara mereka.
Terdiam menunggu kedatangan putra mahkota kembali mendekat “Shisou.. “panggil gadis itu ketika putra mahkota menarik tangannya pergi menjauhi Warung bakso disana, mengurungkan Niat untuk makan ditempat karena selera makan laki-laki tersebut tiba-tiba menghilang.
“Ayo kita pulang “ ajak laki-laki tersebut kemudian meraih kunci mobil dari supir pribadinya. Sepertinya dia berniat untuk mengendarai mobil sendiri.
KRRRUUUKKK
Suara perut Zili terdengar,
Perasaan marah dan gerah tiba-tiba hilang berganti dengan Lucu karena Suara tersebut “kita cari tempat lain saja.” Ucap putra mahkota masih dengan berjalan menarik tangan Zili dan tersenyum lembut hingga semua orang yang melihat dan mengambil Foto laki-laki tersebut tertegun dan mata mereka mulai berbinar-binar mengagumi putra mahkota negara mereka, padahal sebelumnya mereka bahkan sempat melihat wajah marah laki-laki tersebut.
__ADS_1
*********
Pagi yang cerah,
Memakai Kemeja Putih rapi yang baru saja dibeli bersama putra mahkota malam sebelumnya, membuat gadis itu terlihat seperti seorang wanita pekerja kantoran.
Ditambah lagi dengan celana polos dan sepatu hak sedang, lalu uraian rambut yang hanya diikat setengah ikatan kebelakang, Sungguh, tak menyangka bahwa faktanya, gadis itu masih Duduk Disekolah Tingkat menengah.
Mobil putra mahkota telah berhenti tepat didepan Gedung Pusat Pangkalan Militer Dekat dengan Istana kerajaan NC.
Sinar matahari perlahan-lahan masuk menembus kaca jendela mobil yang sedikit terbuka, “berusahalah” Ucap putra mahkota memberi semangat sembari tersenyum lembut dan menggeratkan genggam tangan yang belum juga ia lepas sejak dari Asrama Putri pada malam menjelang Pagi yang masih gelap. “aku akan terus mendukungmu” lanjutnya lagi berharap wanita miliknya memiliki kepercayaan diri untuk bergabung pada Rapat penting pagi itu.
Menundukan kepala sejenak lalu menarik Nafas kemudian menghembuskannya perlahan-lahan “terima kasih shisou..” ucap Zili mulai tersenyum lalu membuka Pintu mobil.
Melepaskan tangan Zili, putra mahkota mulai memandang punggung gadis itu keluar dari Mobilnya.
Terus melangkah, menaiki Lift lalu memasuki Koridor yang Diisi dengan barisan rapi Tentara Militer disana, Zili mulai menghentikan langkah kaki ketika seseorang yang dia kenal sedang berdiri didepan pintu Masuk Ruang rapat.
Mungkin, ia sedang menunggu kedatangan Zili,
Tetapi aneh,
Raut wajah yang tadinya datar, kini berubah menjadi kecewa.
Ia yang tadinya bersandar di Samping pintu sembari membaca Buku, kini telah menutup Buku bacaannya.
__ADS_1
Memberi Hormat, membungkukan sedikit tubuhnya “kenapa kau datang sendirian...?” Belum sempat Menegakkan tubuh, Zili dibuat terkejut dengan pertanyaan laki-laki dewasa yang tak lain adalah Pelindung Raja, Sun Shin Joila. “Harusnya kau datang membawa Xu’i..” lanjut laki-laki tersebut menggetarkan hati Zili yang mulai tertekan.
“Xu’i sudah datang..” Seseorang tiba-tiba muncul dari dalam ruangan.
Tubuh Zili mulai gemetaran, sangat takut, ia yang tadinya telah menguatkan diri, saat itu mulai merasa bersalah “ Zili tidak berhasil membawanya” jawab Pelindung raja yang begitu kecewa dengan gadis dihadapannya.
Menghela nafas berat “ maaf..” ucap laki-laki dewasa yang baru saja keluar dari Ruangan Rapat “sungguh, tujuan kami bukanlah dirimu sebenarnya..” Lanjut laki-laki dewasa tersebut membuat Kaki Zili mengigil karena Ketakutan “harusnya kau memahami maksud kami membawamu ikut rapat..” tambahnya lagi yang tak lain adalah penasihat raja “harusnya kau juga memahami bahwa kau tidak mungkin memiliki kemampuan untuk memimpin Pasukan..” dia terlihat begitu kecewa karena Zili tidak berhasil membawa putra mahkota ikut bersama dengannya “dan harusnya kau memaksa Xu’i untuk ikut bersamamu datang kepertemuan.” Menghela nafas berat karena Kegagalan Zili membawa putra mahkota untuk datang menghadiri rapat penting pagi itu, penasihat raja mulai berbalik dan melangkah kaki masuk kembali.
“Kembalilah..” perintah pelindung raja kepada Zili yang masih menundukan kepala “maaf..” ucapnya sedikit kesal “kami sungguh tidak membutuhkanmu disini..” lanjut laki-laki dewasa tersebut mulai berbalik meninggalkan Zili.
“Aahhhh...” suara seseorang mengejutkan Seisi koridor,
Bergerak cepat menahan Seseorang yang tidak dikenal, para Tentara yang tadinya berbaris rapi mulai bergerak menghalangi putra mahkota yang sedang menyamar untuk mendekati Ruangan rapat “hmmm” tersenyum remeh penuh dengan amarah namun tertahan “aku datang atas perintah putra mahkota “ ucap laki-laki tersebut begitu menekan hingga semua Tentara Yang menghalanginya tertegun tetapi masih menahan karena belum mendengar perintah untuk melepaskan laki-laki tersebut. “tetap halangi saja..” lanjut laki-laki tersebut “putra mahkota akan melihat dan menilai cara kerja kalian yang begitu Bodoh karena telah menahan orang suruhannya” Tambahnya lagi membuat Semua tentara yang menghalanginya mulai bergerak menyingkir dan memberikan jalan untuk laki-laki tersebut mendekati Zili yang masih tampak berdiri sendiri, dan menahan rasa Malu karena telah merasa percaya diri mengikuti rapat dan berakhir ditinggalkan sendirian didepan pintu Ruang rapat.
“Ayo masuk..” Putra mahkota menarik tangan gadis yang mulai berkaca-kaca karena kehadirannya.
Tuan.
Gumamnya ingin menangis, sembari tetap menahan kaki untuk tidak memasuki ruangan, karena ia sangat sadar diri bahwa ia tidak dibutuhkan untuk ikut bergabung disana.
Melihat wanita miliknya tetap terpaku, “hmm” putra mahkota tersenyum kecut, hatinya mungkin merasakan sakit yang sama dengan rasa sakit yang saat Itu Zili rasakan.
Mengangkat tubuh gadis itu keatas bahu “tuan apa yang kau lakukan..?” teriak Zili ketika tubuhnya berada diatas bahu putra mahkota.
“Diamlah..” Jawab laki-laki tersebut mulai melangkah memasuki Ruang rapat yang segera akan dimulai.
__ADS_1
Melihat kedatangan putra mahkota yang menyamar, semua orang yang mengenalinya terlihat tersenyum bahagia,
Namun sayang, putra mahkota tidak sedikitpun membalas senyuman mereka yang telah memanfaatkan wanita miliknya dan membuangnya ketika dia gagal melaksanakan tugas untuk membawa putra mahkota ikut bergabung didalam rapat.