
Geram,
Menggertakan gigi didalam kedua bibir yang tertutup rapat.
Melirik sedikit kearah putra mahkota yang terlihat tersenyum nakal memandanginya sedari tadi, lalu memandang kembali kearah makanan yang ada didepan matanya.
Suasana Restoran yang tadinya terasa ramai mengisi kesunyian, hari itu berubah menjadi Panas karena perasaan Emosi yang menyelimuti hati.
Duduk diantara Putri kelincahan dan Putri keagungan, disebuah meja panjang yang kini telah dipenuhi dengan makanan pesanan.
Tepat dihadapan gadis itu, putra mahkota sedang memandang kearahnya sedari tadi.
Disisi laki-laki itu, pelindungnya, Shin jo sedang bermain game, disisi lainnya, Penasihatnya sedang membaca buku, di ujung Meja, pelindungnya Shin ji memegangi dahi, entah mengapa ia merasa kasihan melihat keadaan Zili.
“Kenapa kalian memberikan semua pesanan kalian untuk nya..?” tanya putri keagungan ketika melihat 5 mangkok bakso ada didepan mata Zili.
“Karena aku sangat mencintainya..” jawab putra mahkota cepat, membuat Zili menggenggam erat sendok dan garpu ditangannya menahan amarah. “sungguh sangat sangat mencintainya hingga segala yang kumiliki akan kuberikan kepadanya, terlebih lagi hanya sekedar makanan, “ lanjut laki-laki tersebut “ istriku ini, sangat menyukai makan Bakso...” tambahnya lagi, tampaknya saat itu ia sedang menguji Zili.
“benarkah...?” tanya putri keagungan.
“Tentu saja,” jawab penasihat putra mahkota. “Karena temanku ini memohon, tentu saja dengan senang hati kami memberikan pesanan kami untuk istri kesayangannya..” lanjut laki-laki tersebut mulai membaca bukunya kembali.
“Karena aku adalah suaminya, tentu saja aku sangat mengetahui makanan kesukaan Istriku sendiri...” lanjut putra mahkota cepat ketika Zili mulai memasukan Bakso kedalam mulutnya “harus kalian ketahui, ..?” Semakin Mengembangkan senyuman nakal “istriku bahkan bisaa menghabiskan 20 mangkok bakso dalam 1 jam..”
Uhuk uhuk ...
“Tanpa nama , kau baik-baik saja..?” tanya putri kelincahan mulai khawatir.
“Omong kosong...” geram, Zili bahkan sampai membanting sendok miliknya. “hanya karena kejadian kemarin Sore, pagi ini kau mau menyiksaku ya...” Lanjut gadis itu mulai menggertakan gigi geram.
Suasana yang ramai, tiba-tiba menjadi canggung.
Semua orang terlihat membuang pandangan mereka.
Membiarkan Zili meluapkan emosi kepada putra mahkota.
Putri keagungan mulai membungkuk kearah pelindung putra mahkota Shin ji yang tampak membungkuk juga kearah gadis itu “Inikah yang disebut dengan pertengkaran dalam rumah tangga,...?”bisik putri keagungan kepada tunangannya.
__ADS_1
“Hmm” tersenyum nakal “kita akan merasakannya juga kalau kita menikah nanti..” Ucap laki-laki itu menggoda, ucapannya tersebut sampai membuat wajah putri keagungan memerah, dan sontak menegakan kembali tubuhnya menahan malu lalu menundukan kepala memandang mangkok bakso dihadapannya.
“Berhentilah cari masalah..” ucap Zili mulai berdiri kesal, lalu melangkah kaki kearah pintu keluar restoran.
Memandang tajam, bahkan pandangannya mampu menakuti Orang-orang yang melihatnya tetapi tidak dengan Zili yang telah menghentikan langkah kaki karena laki-laki tersebut menghalanginya. “berhentilah berpura-pura.” Ucap kesal putra mahkota.
“Berpura-pura kau bilang...” mengingat sesuatu,
Gadis itu mulai menyadari maksud laki-laki dihadapannya.
Membalas tatapan tajam putra mahkota dengan menengadah kepala “aahh iya, ..” menganggukan kepala paham “aku seorang pelayan, hanya seoraang pelayan ...” ucap gadis itu keras, “sudah puas..?” tanya gadis itu mulai melangkah kaki melewati putra mahkota.
“Kau berani pergi dariku..?” ucap geram putra mahkota, menarik siku Zili yang telah melewati dan mengembalikan tubuh gadis itu kehadapannya. “berani sekali kau mengabaikanku..” lanjut laki-laki tersebut memberi tekanan tapi sayang, tekanannya tidak mampu membuat Zili gusar karena telah terbiasa.
“Kau ini maunya apa...?” menghempaskan tangan tetapi tidak berhasil, “haaa... maumu apa ?” Tanya Gadis itu pelan mulai menundukan kepala.
“Berhentilah berpura-pura lagi Zili..” pinta putra mahkota mengejutkan semua orang yang ada disana.
Menyadari bahwa akan sangat berbahaya jika identitasnya diketahui banyak orang, terlebih lagi didepan umum, juga mengingat perkataan ketua Klan Co bahwa kemungkinan besar keluarga kerajaan juga mata-mata musuh “kau ingin aku berpura-pura menjadi orang lain ya..?” tanya gadis itu dengan mata sayu, bahkan air matanya mulai jatuh membasahi pipi “hanya karena aku berteman dengan Zili, bukan berarti aku mau menjadi dia..”lanjut gadis itu mulai menitihkan air mata karena sekeras apapun dia berusaha menyembunyikan sifatnya, pada akhirnya, laki-laki yang sangat mencintainya pasti akan mengetahui identitasnya.
Mulai merenggangkan genggaman tangan, mata putra terlihat merah karena kecewa.
Haa...
“Aku mohon ...” tubuh gadis itu mulai bergerak cepat jatuh kedalam pelukan putra mahkota “berhentilah berpura-pura..” pinta laki-laki yang memeluknya tedengar begitu memelas. “aku mohon Zili..” pintanya lagi mengeratkan pelukannya.
“Aku bukan zili,.” Ucap gadis itu tetap pada pendirian, dalam hatinya berpikir bahwa akan sangat bahaya jika dia terus menerus bersama laki-laki dihadapannya.
Bukan hanya mengundang musuh datang untuk menyerangnya, kemungkinan besar, musuh juga akan membawa laki-laki tersebut bersama dengannya nanti untuk menangkap laki-laki yang dia cintai. “mohon mengertilah tuan..” pinta gadis itu mulai melepaskan pelukan putra mahkota.
Meninggalkan putra mahkota yang terlihat berdiri lemah membiarkannya pergi begitu saja.
“Tanpa nama...”
Teriak putri kelincahan mulai berlari mengejarnya.
“Jangan ikuti aku...” pinta Zili dari jauh tanpa memandang kearahnya. “aku ingin sendirian dulu “ lanjut gadis itu mulai melangkah kaki kembali.
__ADS_1
Benar,
Musuh ada dimana-mana.
Sedikit saja identitasnya diketahui orang.
Bisa saja bukan hanya nyawanya yang akan berada didalam bahaya, semua orang-orang disekitarnya mungkin akan ikut masuk kedalam bahaya tersebut.
Pikirnya,
Jika topeng tersebut terbuka sekalipun, ia tetap akan dalam bahaya.
Shisou..
Gumam gadis itu dalam hatinya, terus melangkah kaki.
Langkahnya terhenti, matanya sontak terbelalak memandang seseorang yang sedang berdiri menyampinginya.
“Suho..” panggil gadis itu “hiks..”menahan tangisan menggigit bibir bawah kuat.
Mulai menghadap kearah Zili “lama tidak berjumpa, “memandang penuh dengan rasa sedih “kelihatannya kau baik-baik saja” ucapnya terlihat begitu lega “maaf tidak bisa menyebut namamu..” tersenyum lembut kearah Zili, “berhati-hatilah teman..” pinta laki-laki tersebut mulai memperingati.
“Suho..” panggil Gadis itu lagi ketika Presiden sekolah teknologi berjalan disampingnya lalu berhenti, memegang tangan Zili, memberikan sesuatu ditangannya
“aku akan selalu menjagamu dari jauh agar mereka tidak menemukanmu..” bisik laki-laki tersebut pelan, terlihat berpura-pura berjalan. “Jagalah dirimu baik-baik, dan jangan sampai ada seorangpun yang mengetahuinya” lanjutnya lagi memberi peringatan “ dan juga, tetap sembunyikan dirimu....” diam sejanak karena merasa ragu untuk melanjutkan kalimatnya “sampai aku berhasil melepaskan Ayahmu dan penasihat raja..” ucapan laki-laki tersebut mengejutkan Zili hingga tubuhnya bergetar ketakutan. “hubungi aku jika ada masalah,..” tambahnya lagi mulai menggenggam tangan Zili yang telah memegang benda pemberiannya. “aku akan berusaha menolongmu sebisa mungkin.” Dia mulai berlalu pergi, mengantungi kedua tangan dicelana, meninggalkan Zili dengan keterkejutan yang mendalam.
Berbalik arah, mulai mengejar Presiden sekolah yang telah menghilang, langkah gadis itu terhenti ketika melihat presiden sekolah sedang berjalan diikuti beberapa laki-laki tegap yang tampak seperti sedang menjaganya.
“Lama sekali...” mulai masuk kedalam mobil,
Zili memandang Ilmuwan kebanggan Negara sedang duduk dikursi belakang mobil yang ditumpangi laki-laki tersebut.
“Maaf kak, “ jawab presiden teknologi terdengar hingga ketelinga Zili “ barang yang kucari sangat sulit ditemukan...” pintu mulai tertutup, Zili tak lagi bisa mendengarkan percakapan laki-laki yang telah memberikan sebuah kertas berisi nomor Ponsel baru, setelah nomor ponsel lama laki-laki tersebut tidak lagi aktif.
AKU, KAKEK SHU DAN SELURUH PENDUDUK LORONG BAWAH TANAH AKAN BERUSAHA SEKUAT TENAGA MEMBANTU DAN MELINDUNGIMU.
AKU MOHON, BERSEMBUNYILAH DENGAN BAIK SAMPAI SEMUA MASALAH SELESAI.
__ADS_1
Sebuah tulisan tertera dibalik kertas tersebut.
Gadis itu Jatuh terduduk, menangis sesunggukan memeluk kertas yang diberikan presiden sekolah teknologi kepadanya.