
“Kenapa kita ada disini..?”
“Aku tidak tahu..”
“Aku...” menundukan kepala malu “ingin kesini..” ucapnya menoleh kepala kearah putra mahkota yang terlihat berdiri dipinggir jalan yang Curam sembari membaca buku.
Tersenyum lembut “Kalau dia ingin kesini, maka kita harus berhenti disini..”ucap putra mahkota mengejutkan kedua temannya.
Bagaimana tidak..!
Sesaat sebelum keberangkatan mereka, putra mahkota bahkan tidak ingin Diperlambat sedikitpun meskipun hanya sekedar Sarapan pagi.
Tetapi ketika Wanita miliknya ingin turun dihalte bus dekat salah satu pantai Wisata Desa LU 4, laki-laki tersebut begitu saja mengizinkannya.
“Tidak adil..” gumam pelindung putra mahkota Shin ji menatap kesal kearah Zili yang terlihat senang memandang Putri kelincahan dan keagungan yang tampak kegirangan dan bersemangat karena keinginan hati mereka berdua berhasil didapatkan.
“Anak pandai ..” Putri kelincahan mulai mengelus kepala Zili lalu membawanya pergi bersama, menuruni tangga Tanah, dijalanan kecil yang curam, menuju pantai yang saat itu sedang sepi.
Mungkin karena hari masih pagi, maka dari itu, sangat jarang wisatawan yang akan datang.
“Anak pandai...”
Menghempaskan tangan penasihat putra mahkota yang tadinya akan mengelus kepala pelindung putra mahkota, laki-laki tersebut tampak kesal memandang senyuman geli Temannya yang telah mengikuti langkah putra mahkota menuruni tangga.
Putra mahkota sendiri terlihat sedang berjalan sembari membaca buku, Buku bahasa Latin yang sangat sulit untuk dimengerti.
Mengambil permen didalam kantung, lalu membukanya, pelindung putra mahkota mulai melangkah kaki sembari meletakan kedua tangan dibelakang kepala, dan membawakan ransel milik putra mahkota karena keinginannya sendiri.
“Aku ingin berenang..” ucap putri kelincahan mulai kesenangan.
Ya, walau bagaimanapun, sebagai seorang pejabat tinggi yang tidak memiliki banyak waktu untuk bersenang-senang, sepertinya, ini adalah pertama kalinya bagi gadis itu pergi kepantai untuk bersenang-senang.
“Bagaimana dengan pakaian kita...?” Tanya putri keagungan tampak berpikir panjang,
wajar saja, menimbang bahwa gadis itu merupakan seorang gadis pemikir, ia pasti telah memikirkan akhir dari kesenangan mereka jika mereka tetap ingin berenang.
“kau ini bodoh sekali..” hina pelindung putra mahkota, “lihat itu..” menunjukan sebuah Gubuk kecil yang tak jauh dari sana. “itu adalah tempat penyewaan pakaian renang.” Jelasnya lagi. karena pelindung putra mahkota sering berlibur bersama keluarganya, tentu saja ia mengetahui Situasi dan keadaan dipantai.
Walaubagaimanapun, diantara semua orang yang ada disana, laki-laki tersebutlah yang paling sering Menikmati Liburan, dia yang merupakan anak manja, memang selalu mendapatkan kasih sayang penuh dari Kedua orang tuanya.
Saling memandang, mereka bertiga mulai berhamburan lari menuju gubuk kecil tersebut.
“Kesini, kesini..” belum lama berada disana, penasihat putra mahkota telah menancapkan payung dan juga menggelar tikar.
Entah darimana dia mendapatkan benda-benda tersebut, tapi tampaknya dia begitu bersemangat memberikan kedua benda tersebut untuk kenyamanan putra mahkota.
Sayang,
__ADS_1
Mungkin rasa sayang teman-temannya, menyebabkan mereka rela melakukan apapun asalkan putra mahkota bahagia.
*********
“tuan..” panggil Zili, berdiri didepan putra mahkota yang terlihat sedang duduk diatas tikar, sembari membaca buku dengan segelas es teh lemon diatas meja bulat pendek disisinya yang entah dari mana datangnya,
Mungkin penasihat dan pelindung putra mahkota memang berusaha keras agar bisa membuat Liburan pertama temannya tersebut nyaman, sehingga, berbagai cara mereka akan lakukan asalkan laki-laki tersebut bahagia.
Menghentikan Bacaan bukunya, memandang Zili yang terlihat menginginkan sesuatu darinya “bisakah kau melemparkanku ketengah laut...?” pinta gadis itu, permintaannya sontak mengejutkan putra mahkota yang terlihat tidak ingin memenuhinya.
“Tidak mau..” tolaknya.
“Aahh baiklah, “ tersenyum kecut “aku akan meminta penasihat putra mahkota saja....
“Baiklah..”jawab putra mahkota cepat, menyela kalimat Zili “aku akan menggunakan 10% tenaga dalamku.” Ucap laki-laki tersebut “jadi kau harus hati-hati berenang nanti..” lanjutnya lagi.
“Hmm” tersenyum senang “gunakan saja 100% tenaga dalammu..” pinta gadis itu merasa tertantang.
“10% saja sudah cukup untuk membuatmu melayang ketengah laut..” jawab laki-laki tersebut.
“Sombong sekali..” ucap Zili kesal “bagaimana kalau menggunakan Jurus..?” tawarkannya.
“Tidak perlu..”
Ombak terlihat bergulung diatas permukaan Laut,
Tak jauh dari pantai, terlihat Jalanan Lintas tak begitu ramai dilewati pengendara, hanya sesekali saja, itupun dalam jangka waktu lama dan kebanyakan yang melewatinya adalah Bus Kota.
Birunya air laut membinarkan mata, putihnya pasir pantai ikut menyertai kebinarannya.
Kerang-kerang dipinggiran laut juga terlihat dipelupuk mata.
AH.. benar-benar.
Lagi-lagi entah dari mana datangnya.
Penasihat dan pelindung putra mahkota telah berhasil mendapatkan alat pemanggang Ikan dan menyalakan Arang api diatasnya.
Sungguh, menyantap ikan bakar dipagi hari mungkin adalah pilihan yang tepat bagi orang-orang yang sedang kelaparan saat itu.
“Benar kau bisa melakukannya..?” tanya putri kelincahan mulai kegirangan ketika Zili mengatakan bahwa dia adalah ahli renang.
Tersenyum senang karena baru kali ini memamerkan kehebatannya “tentu saja..” jawab Zili yang telah berada didepan putra mahkota dengan pakaian renang ketat yang membentuk lekukan tubuh tetapi Mengenakan celana panjang.
“Waahhh.. “ terlihat begitu mengagumi Temannya, Putri keagungan tidak henti-hentinya bertepuk tangan sedari tadi.
Perlahan-lahan tubuh Zili terangkat, saling memandang, degup jantung Zili terasa semakin kencang.
__ADS_1
Tersenyum tipis, putra mahkota bahkan mampu merasakan detak jantung gadis itu.
Mulai mengangkat lebih tinggi hingga kepaha kaki.
Waaaahh..
Memandang kebawah, putra mahkota memang tak terlihat kesulitan melakukannya.
Hal itu membuat Zili semakin mengangguminya.
Mulai menguat kaki ketika putra mahkota berhasil meraih kedua lengan kakinya.
“pakai jurus..” perintah Zili.
“hm..” tersenyum remeh, laki-laki tersebut tidak menjawabnya.
“Kubilang padamu, pakai jurus, pakai jurus” teriak Zili diudara ketika putra mahkota memegang kakinya lalu memutar tubuh gadis itu.
“Haaa...
Putra mahkota tampak enggan menerima perintah Zili “kenapa aku harus pakai jurus, tenaga ku saja sudah kuat?”
“Kau ini bodoh sekali” maki Zili kesal “begitulah kata guru Putra mahkota” teriak Zili masih berputar diatas udara “sudahlah, biar aku saja yang memberikan jurusnya” lanjut gadis itu lagi
“Terserah kau saja”
“Jurusan putaran angin” putra mahkota melempar tubuh Zili melayang diatas udara dan jatuh jauh didalam air laut.
********
“Kau yakin dia akan baik-baik saja..?” tanya putri kelincahan dan keagungan kepada putra mahkota setelah menunggu Setengah jam lamanya tetapi Zili tak terlihat kembali kepermukaan.
“Dia akan baik-baik saja..” jawab santai putra mahkota.
“tanpa nama..” teriak putri kelincahan merasa lega ketika melihat gadis itu keluar dari dalam air laut.
Langkah kaki gontai, rasa kesal mendarah daging.
Memandang putra mahkota yang sedang berbaring dengan santai dibawah payung tepi pantai sembari memakai kacamata hitam dan memakan permen lolipop serta meletakan kedua tangannya dibelakang kepala.
“Kau bilang kau hanya menggunakan 10% dari tenagamu bukan?”
Zili yang lemah telah datang menghampiri putra mahkota yang kini telah bangkit dan duduk.
“Tentu saja” jawab santai laki-laki tersebut.
“Dasar pembohong,..
__ADS_1
Maki Zili begitu kesal “kau pasti menggunakan seratus persen tenaga dalammu ditambah jurus dariku karenanya, hampir saja aku masuk kenegara orang lain” Lanjut gadis itu mulai menjatuhkan tubuh lemah dipelukan teman-temannya yang sedari tadi menunggu kedatangannya.