
Benar-benar sendirian.
Hari itu ia tidak ditemani pemilik apartemen seperti biasanya.
Berjalan membawa buku tagihan hutang dibawa paparan sinar matahari, Zili terlihat menghela nafas berat sesekali, merindukan putra mahkota dan laki-laki pemilik apartemen diwaktu yang sama.
Karena Jarak wilayah perumahan tempat ia biasa menagih hutang berdekatan, dibandingkan dengan menaiki Motor yang sangat jarang Ada dinegara NC karena kebanyakan penduduknya memiliki Mobil, Zili lebih memilih menagih hutang dengan berjalan kaki saja.
Mulai memasuki Pintu gerbang perumahan, “berhenti” suara seseorang mengejutkan Zili dan menghentikan langkah kaki gadis itu.
Berbalik, Zili mulai melihat seorang laki-laki keluar dari dalam mobil Polisi.
Tampaknya laki-laki tersebut tidak sendirian didalam mobil sana, ada seorang Laki-laki lain berseragam polisi didalam mobil yang sama dan duduk pada bagian pengendalinya.
Menunggu kedatangan laki-laki yang tak lain adalah Polisi inteligen “Zihen..” panggil Zili kepada laki-laki yang telah datang menghampirinya.
Berdiri tepat dihadapan Zili “aku tidak mengerti kenapa kau bisa jadi sesombong ini” ucapannya terasa aneh menurut gadis itu, tanpa basa-basi, polisi inteligen melontarkan Kalimat tersebut secara Langsung tanpa sebuah sapaan ataupun penghormatan. “Harusnya kau tidak bertindak semena-mena hanya karena kau adalah Istri dari Putra mahkota” lanjutnya lagi sangat tidak sopan.
Walaubagaimanapun, Zili adalah seorang Putri mahkota negara NC, dan saat ini juga, ia ditugaskan untuk Menggantikan putra mahkota untuk mengerjakan tugasnya. Meskipun sampai saat ini dia belum juga menerima satupun tugas yang biasanya putra mahkota kerjakan.
Mungkin,
Para pemimpi negara sesungguhnya tidak mempercayakan tugas tersebut kepada Zili, mereka hanya memanfaatkan gadis itu agar Putra mahkota kembali bekerja namun sayang, Laki-laki yang memiliki sifat keras kepala tersebut ternyata berhasil menggagalkan rencana mereka.
Ketika Zili mengerjakan tugas negara, Putra mahkota hanya diam tidak membantunya. Bahkan hanya sekedar untuk memilihkan para Perwira yang akan bergabung bersama dengannya sekalipun, putra mahkota membiarkan Zili untuk melakukannya sendiri.
“Kau datang tiba-tiba, lalu dengan begitu mudah menghinaku..” menunduk kepala sejenak, lalu mulai memandang mata polisi inteligen dihadapannya kembali. “Bukankah kau ini sungguh sangat keterlaluan..?” Lanjut Zili menghela nafas berat, masih memandang mata saudaranya.
Berada pada jarak yang tidak terlalu dekat “kenapa kau mengganti semua Anggotamu..?” tanya laki-laki tersebut secara langsung, “kau bahkan mengabaikan aku, padahal kita adalah saudara” ucapnya mengingatkan zili yang langsung tersenyum pahit.
Ahh..
__ADS_1
Baru ia sadari Alasan mengapa para regu penjaga keamanan negara Paling tinggi tiba-tiba datang kedesa Zin dan menginap dikediaman kakeknya, Itu semua karena pergantian anggota yang ia sendiri bahkan tidak mengetahui mengapa hal tersebut tiba-tiba terjadi.
Tidak ingin lemah seperti dirinya dimasa lalu “saudara..?” ucap Zili menguatkan hati “kau pikir sesama saudara harus saling membenci..?” sindir gadis itu “karena kita saudara harusnya kau bisa menerima dengan lapang dada bahwa kau tidak lagi menjadi bagian dari anggotaku” lanjut sindir gadis itu berusaha keras menyembunyikan rasa takutnya “bukan malah membenciku dan mengucapkan kalimat yang menyakitiku” tambah gadis itu, mengejutkan Polisi inteligen yang tak lagi mampu menahan amarah.
Tersenyum pahit, matanya kini mulai memerah “sungguh aku sangat membencimu” ucap laki-laki tersebut menegun Zili “harus berapa banyak lagi perjuangan kakek hanya untuk melindungimu..?”
“Apa..!” tanya Zili cepat tidak mengerti “kau bilang orang yang sangat jarang mengunjungiku adalah orang yang melindungiku,begitukah...?” ucap Zili bertanya-tanya, sungguh sangat penasaran “lalu kakek yang pernah menamparku hingga aku berdarah dan menyudutkanku dipengadilan negara,..” berusaha keras menahan rasa sakit ketika mengingat masa lalu “jadi kau bilang orang seperti kakek melindungiku, begitukah..?” lanjutnya lagi bertanya.
Mengepalkan tangannya “apa kau benar tidak pernah tahu, cara paling baik melindungi orang yang sangat disayangi dari Target dan incaran musuh...?” mengedipkan mata sejenak, menahan amarah “sungguh sangat bodoh, bahkan kemampuanmu sendiripun tidak pernah kau sadari”
“Apa maksudmu..?” Tanya Zili cepat masih tidak memahami.
“Kau..” menggertakan gigi geram lalu berbalik “sungguh sangat bodoh, itulah mengapa aku sangat membencimu” lanjut laki-laki tersebut mulai melangkah kaki, meninggalkan zili dengan sejuta pertanyaan didalam hati.
Apa yang sebenarnya terjadi..?
Tanya gadis itu dalam hati, sungguh tidak memahami perkataan polisi inteligen yang kini telah masuk kedalam mobilnya.
Ucapnya dalam hati.
Aku tidak perlu bertanya, karena dengan bertanya, sampai kapanpun aku tidak akan pernah memahaminya.
Lanjut gadis itu lagi.
Aku hanya perlu mencari tahu,
Aku pasti akan menemukan jawabannya dengan caraku sendiri.
Tambah gadis itu lagi, mulai berbalik dan melangkah memasuki pintu gerbang perumahan didepan matanya.
“SHISOU..”
__ADS_1
Panggil gadis itu mulai merindukan putra mahkota.
**********
“Kau..?” Membelalak mata,
Disebuah ruangan Kosong, yang tak terisi satupun perabotan didalamnya, juga ruangan yang Tak begitu Luas, dan hanya diterangi cahaya lampu berwarna putih, Putri ketelitian yang baru saja sadar dari Mimpi panjangnya, tiba-tiba duduk diatas kursi dengan dua buah borgol yang mengunci kedua tangan dan dua Buah borgol lain yang juga mengunci kedua kaki disandaran dan juga penyanggah sebuah kursi kayu berkaki empat.
Berdiri salah, karena dengan berdiri, ia bisa jatuh merangkak lalu kursi yang ia duduki akan menimpanya, tetapi hatinya ingin sekali menghampiri laki-laki didepan mata yang baru saja ia temui, dan memukulnya.
Mengoles minyak kewajah, sebuah topeng Yang berbuat dari silicon terlepas dari wajah tersebut dan mengejutkan Putri ketelitian, hingga mata yang tadinya membelalak, saat itu semakin terbelalak membesar “kau tahu siapa aku, bukan..?” ucap laki-laki dihadapan Putri ketelitian, membuat gadis itu sontak jatuh keatas lantai hingga kursi yang ia duduki menimpanya.
“Maafkan saya yang mulia, sungguh maafkan aku” ucap Putri ketelitian, Zin Ziya begitu amat memohon “saya tidak akan sembarangan lagi mengganggu anda yang mulia” lanjutnya memohon sembari meneteskan air mata ketika mengingat kesalahannya pada putra mahkota yang saat itu telah membuka topeng penyamarannya.
Tersenyum senang “hmm” putra mahkota memang sengaja mempermainkan Putri ketelitian yang telah mengigil ketakutan “kau sudah mengetahui rahasiaku saat ini, bagaimana mungkin aku bisa melepaskanmu..?” sungguh, ucapan putra mahkota semakin membuat putri ketelitian merasa takut, hingga wajahnya sekalipun tidak berani ia angkat naik hanya untuk memandang kembali wajah putra mahkota.
“Rahasia..?” tanya gadis itu masih kebingungan.
Berjalan mendekati, “Haruskah aku menjelaskan kepadamu rahasiaku..?”putra mahkota kini telah berdiri tepat didepan gadis itu sembari mengantongi kedua tangan.
Berusaha menguatkan diri “Bukankah anda sendiri yang membuka rahasia anda kepada saya yang mulia..?” tanya balik putri ketelitian, ketika ia sadar bahwa Rahasia putra mahkota adalah topeng penyamarannya.
Masih tersenyum senang, “Baik aku yang membukanya sendiri ataupun kau yang mengetahuinya sendiri..” memandang kepala Putri ketelitian yang masih belum terangkat padahal tubuh gadis itu sedang menahan kursi yang menimpanya. “tetap saja kau sudah mengetahui rahasia besarku, dan tentu saja..” mulai menghilangkan senyumannya dan memandang tajam, “aku tidak bisa melepaskanmu kecuali harus dengan membunuhmu agar mulutmu bisa terkunci untuk selamanya.” Ancam putra mahkota begitu menekan putri ketelitian.
“Apapun yang mulia hiks..hiks hiks “ tak kuasa lagi menahan tangisan diamnya “apapun akan saya lakukan agar anda bisa melepaskan saya” lanjutnya teramat memohon ampunan.
“Hmm” tersenyum senang kembali, “mana mungkin aku bisa mempercayaimu” ucapan putra mahkota sungguh menggetarkan hatinya.
“Hiks hiks..” menangis sesunggukan “apa yang bisa saya lakukan agar anda bisa mempercayai saya, yang mulia hiks..?” sungguh, putra mahkota sedikitpun tidak merasa iba.
Mulai berjongkok, menarik kursi naik hingga membuat tubuh putri ketelitian ikut naik dan duduk seperti posisi semula “tergantung..”jawab putra mahkota mulai berdiri kembali, “tergantung seberapa penting informasi dan rahasia yang kau ketahui tentang Keluarga Istriku” lanjut laki-laki tersebut memandang kepala Putri ketelitian yang tertunduk.
__ADS_1
Menganggukan kepala, Mau tidak mau, putri ketelitian terpaksa mengungkapkan rahasia yang ia ketahui agar putra mahkota melepaskannya.