Greatest, Chasing After You : My Husband Is Not An Ordinary Villain - Season 5

Greatest, Chasing After You : My Husband Is Not An Ordinary Villain - Season 5
kediaman Xu


__ADS_3

Kediaman Xu,


Tempat Tinggal Keluarga utama Xu berkumpul,


Memiliki Tiga buah Rumah mewah yang dikelilingi Tembok Tinggi, dan Dipisahkan dengan pepohonan bonsai tinggi antara rumah satu dan rumah lainnya.


Jarak antar rumah juga Cukup jauh, Satu rumah yang berada diSisi Kanan kediaman Xu adalah Rumah Pribadi mewah Milik Putra mahkota yang memang baru Saja selesai dibangun sebagai hadiah pernikahannya dengan Zili lebih dari setengah tahun yang Lalu.


Satu rumah lain yang terletak dipertengahan kediaman Xu, merupakan Rumah kenangan Yang terbuat dari papan kayu biasa, rumah Yang sengaja tidak direnovasi karena rumah tersebut merupakan Tempat tinggal Raja dan ratu negara Serta Raja bayangan Dimasa Mereka Remaja.


Dan rumah terakhir, yang berada disisi kiri ujung kediaman Xu, dekat dengan tembok dan bahkan memiliki tembok lain didalam tembok kediaman Xu merupakan Rumah Mewah dan megah milik Ayah putra mahkota.


Rumah bertingkat tiga yang dikelilingi Taman nan indah, serta kolam renang Diatas Atapnya, juga desain dan interior serba Mewah, merupakan Rumah Terbaik yang pernah dibangun dinegara NC.


YA,


menimbang harta kekayaan Raja bayangan yang tak tertandingi Dinegara tersebut, ditambah dengan Keahlian Arsitek berbakat yang merancang desain rumah tersebut dengan tangannya sendiri, tentu saja rumah mewah dan luas tersebut merupakan satu-satunya Rumah mewah terbaik yang Dimiliki negara NC.


Meskipun demikian,


Rumah tersebut merupakan rumah Keluarga, dan tidak terbuka Untuk Umum.


Mobil pribadi putra mahkota perlahan-lahan memasuki area kediaman Xu, berbelok kekanan ketika sampai dipersimpangan tiga,


Melewati Jalanan paving Block yang di setiap sisi terisi pohon Bonsai yang tinggi terlihat mengagumkan mata.


Pemandangan Taman dipertengahan Jalan juga terlihat begitu menawan dengan pancuran Air dari Patung Berbentuk matahari yang ditengahnya terdapat patung lain berbentuk Bulan sabit dan juga Bintang.


Ya,


Matahari adalah Lambang raja negara dan raja bayangan,


Sementara bulan sabit merupakan Lambang ratu negara dan juga ratu bayangan,


Dan terakhir bintang, benda tersebut merupakan Lambang dari Putra mahkota negara NC.


Bintang yang bersinar masih harus bekerja bersama dengan Para pejabat tinggi lainnya karena dianggap belum mampu menyinari Bumi dengan hanya satu cahaya saja.


Seperti Putra mahkota yang masih harus bekerja untuk negara dibantu dengan Semua rekan-rekan dan bawahannya.

__ADS_1


Tidak seperti Ratu, yang masih bisa menyinari gelapnya Bumi dengan cahaya bulannya.


Apalagi Raja, yang pasti bisa menyinari Bumi dengan cahaya mataharinya yang begitu Terang.


Begitulah Sistem Negara NC dibentuk pada masa itu.


Diam,


Disepanjang perjalanan,


Itu semua karena perasaan bersalah Zili yang tadinya memukul Wajah putra mahkota.


Meskipun demikian, laki-laki tersebut sepertinya memahami perasaan wanita miliknya, dia hanya mengikuti Perilaku zili, dan membaca buku yang dia ambil dari Kantung belakang kursi didepannya sembari menunggu Mobil pribadinya sampai kerumah.


Zili yang membuang wajah mulai menoleh kearah putra mahkota yang sedang membaca buku,


Mengamati dengan seksama wajah laki-laki tersebut, sungguh bayang-bayang putra mahkota selalu saja hadir didalam matanya.


Entah mengapa, menurutnya Laki-laki yang duduk disamping gadis itu, terkadang memiliki sifat yang sama dengan Sifat yang dimiliki Gurunya.


Pikirnya,


Mungkinkah mereka berdua sebenarnya bersaudara...?


Mobil telah sampai didepan rumah mewah tak bertingkat.


Sayang sekali, ketika menikah, putra mahkota belum menaruh hati kepada Zili sedikitpun, andai saja sedari Awal ia telah menaruh hati, tentu saja laki-laki tersebut yang akan mendesain rumah pribadi mereka dengan tangannya sendiri seperti ia mendesain Rumah mewah Milik Ayahnya.


Saat ini, ia tidak memiliki waktu untuk membongkar Ulang rumah dan bahkan merenovasi sekalipun putra mahkota tidak ingin melakukannya, karena di anggap membuang-buang waktu untuk ia habiskan bersama wanita miliknya.


Perlahan-lahan mobil telah berhenti,


Belasan pelayan terlihat berbaris rapi menunggu kedatangan Tuan dan Nyonya mereka.


Bercampur, ada yang Pria dan juga kebanyakan dari mereka adalah wanita.


Pintu terbuka,


Yang membuka tentu saja pelayan Mereka.

__ADS_1


Menapakan kaki dihalaman Rumah yang terbuat dari Semen. “Kenapa kau mengikuti.. ?” tanya Zili ketika putra mahkota yang baru saja keluar dari Mobil dan mengikuti langkahnya.


“Karena aku memang ingin mengikutimu..” jawab santai putra mahkota masih mengikuti langkah Zili yang terus bergerak.


Menghentikan langkah, “Pasti..” ucap gadis itu berbalik, menghadap kearah putra mahkota “Aku akan Membuktikan bahwa kau dan aku pernah berselingkuh dihadapan Guruku nanti...” ucap Zili mengancam lalu berbalik tubuh mulai melangkah kembali.


“hmm” mulai tersenyum nakal kembali “jadi kau menantangku..?” tanya putra mahkota begitu senang mendengar ucapan Zili.


Mengabaikan pertanyaan putra mahkota “kau Lihat putra mahkota...?” tanya Zili kepada kepala pelayan yang menyambut kedatangannya.


Menunduk sejenak, lalu tegak sembari menggelengkan kepala “Tidak yang mulia.” Jawab kepala pelayan mengecewakan hati Zili.


Kesal bercampur gelisah.


Takutnya perasaan Cinta gadis itu muncul kembali karena tidak ada putra mahkota bersama mereka. “Kepala pelayan..” panggil Zili lagi kepada laki-laki tua dihadapannya bersamaan dengan putra mahkota yang telah berada disampingnya.


“Ya, yang muliaku..” jawab laki-laki tua tersebut menundukan kepala teramat sopan.


Menghela nafas Berat “Bisakah kau Merekam kegiatan kami selama putra mahkota tidak ada..?” tanya gadis itu meminta.


Tersenyum getir karena mengenali putra mahkota disamping Zili “saya bukanlah orang yang suka mengadu Domba yang mulia” jawab laki-laki tua tersebut menegunkan Zili.


“Astaga..” ucap gadis itu tidak percaya “hanya rekam saja ,rekam saja kakek..” pinta Zili begitu memaksa.


Masih menundukan kepala “maafkan saya yang Mulia, silahkan Masuk kedalam Rumah karena Cuaca mulai panas” lanjut laki-laki tua tersebut mengalihkan pembicaraan.


“Bagaimana dengan CCTV..?” tanya Zili masih belum mau melangkah masuk.


Tertegun karena takut salah menjawab, “tidak ada CCTV disini yang Mulia” jawab laki-laki tua tersebut lalu mempersilahkan zili masuk kedalam rumah. “Segeralah masuk atau saya akan menerima hukuman dari yang Mulia putra mahkota, karena membiarkan anda berlama-lama diluar rumah, yang muliaku” lanjut laki-laki tersebut tidak ingin terlalu lama mengobrol dengan Zili yang takutnya menyebabkan ia dalam masalah.


“Astaga..” ucap Zili lagi mulai berbalik menghadap kearah putra mahkota yang terlihat tersenyum senang. “kau menyuap mereka, iyakan..?” tuduh Zili mengejutkan putra mahkota.


“Benarkah aku menyuapmu...?” tanya putra mahkota kepada kepala pelayannya.


“Tidak yang Mulia, ampuni aku..” ucap kepala pelayan mulai jatuh terduduk menopang kaki “sungguh, mana mungkin aku berani menerima uang Suap.” Lanjut laki-laki tua tersebut begitu khawatir.


Mulai berjongkok “ma.. ma..maafkan aku kakek..” ucap Zili berusaha menenangkan laki-laki tua dihadapannya tapi sayang, tangan putra mahkota menarik cepat tangan gadis itu untuk berdiri karena tidak menyenangi wanita miliknya untuk tunduk bersama orang lain.


“Ayo masuk..” ajak putra mahkota mulai serius.

__ADS_1


“Lepaskan brengsek..” tolak Zili menghempaskan tangan putra mahkota lalu mulai menunduk membantu laki-laki tua berdiri “jangan begini, ayo berdiri kakek..”


“Masuk..” perintah putra mahkota lagi kali ini menggenggam erat tangan zili dan membawa paksa gadis itu masuk kedalam rumah karena merasa marah dengan Sikap gadis itu yang terbiasa menunduk kepada orang lain.


__ADS_2