
Shisou aku menyukaimu.
Bahkan sangat menyukaimu.
Aku yang lemah bisa bertahan sekuat ini karenamu.
Tetapi shisou,
Rasa suka akan tetap menjadi suka karena aku tidak mampu memiliki hatimu.
Tidak masalah, Asalkan pernah dekat denganmu dan menjadi Istrimu meskipun hanya nama saja. Shisou, Aku sudah sangat bahagia pernah menghabiskan waktu bersamamu.
Zili menoleh sejenak memandang Kearah bangunan istana megah dibelakangnya. Tangannya terkunci borgol dan dia dikawal beberapa tentara negara masuk kedalam mobil tahanan menuju ke penjara bawah tanah klan Sun.
Matanya berkaca-kaca amat sangat merindukan putra mahkota. Dia sadar bahkan sangat menyadari bahwa sebentar lagi hubungannya dengan orang yang dia cintai akan segera berakhir.
Tidak ada pembelaan darinya setelah berada didepan pengadilan yang di pimpin oleh Penasihat raja, ou natto atas perintah raja negara.
Begitupula dengan Sejejeran ketua Klan yang tidak satupun dari mereka memihak kepada gadis yang saat ini sedang tersenyum pahit masuk kedalam mobil.
Bagaimana membela, ia bahkan tidak bisa menemukan orang yang telah membuat ia dalam masalah.
__ADS_1
Terus memikirkan putra mahkota didalam perjalanannya. Zili terlihat sangat tenang menerima hukuman.
Mobil berhenti didepan gedung Kepolisian militer Klan sun yang rata-rata diawasi oleh tentara berasal dari klan Shen.
Sebagian dari mereka tampak senang melihat Wajah sedih Zili karena masih membekas Rasa malu dari klan shen dipandangan mata keluarga kerajaan yang mereka anggap itu semua karena ulah gadis itu.
Terus berjalan dikawal tentara menuju pintu masuk biasa penjara bawah tanah, langkah kaki mereka tiba-tiba terhentikan.
“Pergantian hukuman putri mahkota telah disetujui”
Zili mengernyitkan dahi, ia kebingungan mendengarkan Ucapan salah seorang polisi militer berpangkat bintang satu yang diikuti beberapa tentara lain dibelakangnya sedang menghadang pengawalan Zili sembari menunjukan surat ganti perintah.
Polisi militer mengambil alih pengawalan zili setelah para tentara pengawal sebelumnya menerima perintah.
Borgol dibuka, Zili dipersilahkan untuk memasuki sebuah kamar didalam rumah besar yang tidak pernah ia kunjungi sebelumnya.
Dia terpaksa melangkah masuk, lalu pintu ditutup dan dikunci.
Menjadi tahanan rumah terasa lebih menyakitkan baginya dibandingkan menjadi tahanan didalam penjara bawah tanah klan Sun yang masih bisa mendengarkan suara dari percakapan para tahanan penjara dibandingkan merasa kesepian sendirian seperti dimasa lalu.
********
__ADS_1
Putra mahkota memasuki ruangan Pribadi raja bayangan.
Ia melihat ayahnya tengah memijat dahi karena merasa pusing dengan Masalah yang dihadapi menantunya.
Sesekali ia mendesah, mendengarkan demo didepan istana yang menginginkan Zili mundur dari jabatan putri mahkota.
Bahkan mereka yang berdemo didukung keras oleh para pejabat tinggi termasuk klan Zin sendiri yang merasa sangat malu atas perbuatan Anggota klan mereka.
Raja bayangan melihat putra mahkota“Kau datang”
“Yang mulia, bukan.. “ putra mahkota mengangkat sesuatu dari tangannya. Ia memperlihatkan sebuah topeng lentur berwarna putih percis menyerupai kulitnya “ayah...
Sontak raja bayangan berdiri menatap penuh amarah “kau yang menyebabkan dia bermasalah” bentak laki-laki separuh baya tersebut ketika mendapati wajah putra mahkota berubah setelah ia memasang topeng lentur tersebut kewajahnya.
“Hm benar, jadi aku mohon. Sebagai ayahku maka bantulah aku menyelesaikan masalah Yang sedang dihadapai istriku”
“Maka katakan lah didepan umum bahwa kau yang melakukannya”
“Aku tidak bisa melakukannya”
Raja bayangan langsung menyadari bahwa putranya mungkin memiliki alasan tersendiri melakukan hal tersebut.
__ADS_1
Dia kembali duduk, Senyuman Tipis terlihat mengembang dibibirnya. Baru kali ini, ia mendapati putranya datang dengan sendiri meminta bantuan kepadanya tanpa memiliki rencana ditangannya.
Dia melihat putranya sangat ingin melindungi pasangannya yang membuat raja bayangan mendadak mendapatkan ide untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi menantunya menantunya.