Greatest, Chasing After You : My Husband Is Not An Ordinary Villain - Season 5

Greatest, Chasing After You : My Husband Is Not An Ordinary Villain - Season 5
menunggumu


__ADS_3

Putri istana, Sun liyu’A berdiri tepat ditaman samping istana. Hembusan angin sesekali menerjang wajahnya. Bulu mata yang lentik bergerak mengikuti kedipan mata.


“Kau bilang hanya menyukaiku, tapi malah melakukannya” dengan mata berkaca-kaca putri istana melemparkan foto dihadapan Pangeran Xu, Xu yuhan yang telah mendapati panggilan darinya.


Pangeran Xu yang sering mengunjungi Negara NC dimasa lalu dan kini berhasil menetap karena ingin selalu melihat wanita yang dia cinta, tersenyum lembar seolah-olah telah terbiasa menyembunyikan luka didalam hatinya.


“Yu’A, aku pamanmu, tentu saja aku akan selalu menyukaimu, tapi perasa...


“Perasaan apa? Semua orang menyukainya, Ibu ayah bahkan sekarang Xu’i juga mulai menyukainya. Dan kau.. kenapa kau juga harus menyukainya juga? Kenapa tidak wanita lain saja...


“Yu’a...


“Sejak kecil ibu selalu bersamanya, aku hanya diurus nenek Anya, Shin’A selalu bersama rehan dan ayya. Dia bisa berpergian kemanapun yang dia suka karena diurus oleh nenek ralla . Sementara aku, aku kesepian dirumah, bahkan akan selalu saja, selalu dibawa kerumah sakit oleh nenek Anya yang merawatku, hanya melihat orang sakit saja, siapa yang akan tahan” air mata Yu’a mengalir membasahi pipi jatuh digaun merah jambu kesayangannya.


“Yu’a tenang lah, ka....


“Cuma kau paman, Cuma kau yang selalu menemani hari-hariku ketika kau datang kenegara ini tapi kenapa kau malah menyukai wanita itu haaaa... hiks hiks” yu’A jatuh terduduk diatas rerumputan taman. Merasa sakit hati mendalam terhadap Zili yang dia anggap mencuri segalanya yang ia miliki.

__ADS_1


********


Rasa kesepian mengingatkan Zili pada dirinya dimasa lalu. Bahkan ini lebih terasa menyakitkan dibandingkan saat-saat sebelumnya. mengingat beberapa bulan belakangan ia tidak lagi sendiri.


Duduk dikursi dekat jendela kaca yang luarnya ditutupi papan. Hanya dapat melihat sedikit saja bagian luar rumah karena adanya celah diantara kaca.


Zili mengangkat kedua kaki keatas kursi, memeluknya seperti biasa ketika kesepian. Membayangkan dirinya sendiri bebas berpergian dikerumunan orang, mendengar nyanyian orang diperkotaan.


Rasa rindu kepada putra mahkota menerpa, menyisakan rasa sedih yang luar biasa.


Ia terkejut, mendengar pintu terbuka.


Segera berlari menuju pintu keluar namun langkah terhenti karena beberapa penjaga membatasi.


Zili tidak diperkenankan melangkah kaki lebih maju untuk keluar pintu, ia melihat wajah laki-laki yang dirindukan berada dihadapannya yang juga tidak diperkenankan untuk masuk kedalam kamar tahanan.


Mereka saling memandang dengan jarak dinding udara yang memisahkan. Saling menatap dalam jangka waktu yang lumayan lama diantara para penjaga yang tetap siaga.

__ADS_1


Mata Zili tidak lagi merah seperti seorang pengecut dia yang biasa. Gadis itu tersenyum, putra mahkota membalas senyumannya.


“Apa kau baik – baik saj...


“Apa shisou baik-baik saj...


Mengatakan hal yang sama secara bersamaan, mereka bahkan tidak menyadarinya.


“Apa shisou baik-baik saja?”


Tanya ulang Zili tidak ingin membuang waktu lama karena batasan yang ditetapkan.


“Hm” Putra mahkota mengulangi lagi senyumannya”kau tidak perlu khawatir denganku”


“Shisou, aku juga baik-baik saja, jadi jangan khawatirkan aku juga”


“Tunggulah” matanya Zili berkaca-kaca mendengarkan ucapan putra mahkota, seolah-olah laki-laki dihadapannya memberikan sebuah kepastian yang langsung menghapuskan kegelisahan didalam hatinya. “aku pasti mengeluarkan mu dari sini”

__ADS_1


“Hm shisou, aku pasti akan terus menunggumu” Zili menyatakan perasaan didalam hatinya. Dia bukan bermaksud untuk menunggu putra mahkota menyelamatkannya dari kamar tahanan, melainkan menunggu laki-laki tersebut membuka perasaannya untuk Zili meskipun belum pasti, tetapi Zili memang telah terbiasa menunggu.


Menunggu kepulangan ayahnya, menunggu sekolah segera berakhir dan kali ini, menunggu putra mahkota menyukainya.


__ADS_2