
Lumpur yang menodai pakaian putra mahkota perlahan-lahan mengering karena hawa dingin dari AC didalam ruangan tersebut.
Untuk menghindari terjadinya sesuatu terhadap Dua pejabat tinggi negara, sepertinya musuh sengaja meletakan benda tersebut diatas dinding.
Mungkin agar mereka berdua nyaman tinggal disana dan tidak jatuh sakit karena panasnya cuaca.
Ruangan disana terlihat tidak terlalu besar, sebuah koridor kecil tampak diapit dengan dinding dan jeruji besi penjara.
Meskipun demikian, Cahaya lampu tidaklah menyala, hingga tempat tersebut Terlihat remang-remang saja.
Tertegun, terdiam,
Menghentikan tangis melihat laki-laki didepannya.
“Kenapa kau menangis...?” Tanya putra mahkota keheranan,
Sesaat, dia mulai menyadari sesuatu.
Tersenyum lucu, “kau pasti mengira bahwa aku akan mati, bukan...?”, Begitulah yang dia pikirkan mengingat bahwa Zili belum pernah melihat kehebatannya.
Ya,
Tentu saja, karena saat ini putra mahkota sedang menyamar menjadi orang lain, dan Zili tidak mengenalinya sebagai Putra mahkota negara NC.
“Kau.....?”
Suara penasihat raja mulai terdengar.
Diabaikan saja,
Karena Zili mulai berdiri memandang laki-laki tersebut.
Gadis itu tampak sedang Menunggu sesuatu, bukan, sejujurnya, ia sangat ingin memeluk laki-laki dihadapannya.
Hanya saja ...
Tertahankan.
Dia takut akan merepotkannya, terlebih lagi, baru saja laki-laki tersebut menghancurkan Pintu dengan tendangan sekuat tenaga yang ia lakukan berulang kali.
“Tuan hiks...” panggil Zili mulai meneteskan air mata kembali.
Melentangkan kedua tangan “mau pelukan..?” tanya putra mahkota memberikan tubuhnya “aahh iya, tubuhku kot....
Belum menyelesaikan ucapan, Zili telah datang memeluknya, tidak mempedulikan wajahnya kotor karena Terkena pakaian bekas lumpur milik putra mahkota.
“Haaaa hiks hiks hiks haaaa...” menangis sepuasnya, memeluk erat putra mahkota diruangan tersebut.
Ahhh..
Perilaku kedua orang tersebut membuat dua orang laki-laki dewasa yang melihatnya merasa Canggung.
__ADS_1
“Mengingatkanku pada Shin dan yuanna..” ucap Mentri keuangan mulai membaringkan tubuh setelah sebelumnya berdiri memandang kedatangan putrinya.
Sementara penasihat raja sendiri terlihat menutup mata dengan telapak tangan diatas dahi. “ Astaga..” ucapnya tidak ingin memandang kemesraan Putra dan putri dari teman-temannya.
“Jangan tinggalkan aku lagi....hiks hiks..” Pinta Zili mulai membuka suara, terenyuh, wajah Mentri keuangan sontak berubah menjadi sangat menyesal, sungguh, dia pasti telah mengingat permintaan yang berkali-kali diajukan putrinya namun selalu dia abaikan dimasa lalu.
“Aku tidak akan pernah meninggalkanmu” jawab putra mahkota menenangkan gadis itu,.
Tersenyum getir, jawaban putra mahkota memperparah penyesalan mentri keuangan yang selalu menjawab permintaan Zili hanya dengan kata MAAFKAN AYAH dimasa lalu.
“Jangan tinggalkan ak...
Baaakkk..
Tak sadarkan diri lagi,
Kini tubuh Zili terjatuh lemah, menutup mata setelah putra mahkota memukul titik Vital dibelakang lehernya.
Membawa Zili diatas kedua tangannya. “kenapa kau memukulnya....?” tanya Penasihat raja yang langsung dihampiri Mentri keuangan ketika menyadari Tangisan putrinya telah berhenti
“Dia tidak seharusnya tahu siapa aku..” jawab putra mahkota mulai melangkah mendekati pertengahan jeruji besi diruangan tersebut.
Terkejut, “Xu’i...”mentri keuangan tersenyum getir menyadari bahwa menantu yang mengerikan berada dihadapannya.
“Hm..” tersenyum geli. “hahahahaahhah” tertawa lepas, tawanya menggelega, memecahkan kesunyian ruangan dan menggema didalamnya.
Baaaaaakkk...
Traaannkkkk ..
Salah satu sisi Terlepas dari pengaitnya, menyisakan sisi lain yang masih berdiri menutup Penjara.
Keluar dari tempat tersebut “kau pasti senang sekali..” tebak Penasihat raja Yang mengetahui dengan pasti Sifat keponakannya.
Walaubagaimanapun, putra dari kakak kandungnya tersebut memang sangat menyukai tantangan berbahaya.
“Tentu saja sangat senang,” jawab putra mahkota “lepaskan topengku paman..” pinta laki-laki tersebut kepada Penasihat raja.
Merogoh kantung celana putra mahkota yang kotor, lalu meletakan Minyak kewajah laki-laki tersebut,
Wajah putra mahkota, Xu Xu’i yang Asli telah terlihat didepan mata.
“Topengmu..?”.
“Buang saja sampah kotor itu..” ucap putra mahkota menjawab pertanyaan Penasihat raja.
Topeng yang terdapat percikan darah dilempar kelubang Dinding yang diCiptakan putra mahkota “kenapa kau menyembunyikan dirimu dari Zili.. ?”tanya mentri keuangan terlihat begitu kesal putra mahkota menipu putrinya.
“, D-texci, F-texchi, P-texchi..” panggil putra mahkota bersamaan sebelum menjawab pertanyaan mertuanya “aku menyenangi sifat aslinya..” jawab putra mahkota tersenyum lembut tak terlihat.
“maksudmu..?” tanya mertuanya lagi.
__ADS_1
Laki-laki dewasa itu terlihat Berdiri memandang lekat kearah putra mahkota yang saat itu memandang wajah Zili ditangannya. “Kalau itu Xu’i.. “ membalas pandangan Mentri keuangan “dia akan berlaku sangat Sopan dan Hormat seperti yang lainnya..” jawab Putra mahkota bersamaan dengan getaran Diatas langit-langit ruangan “aku tidak menyukainya..” lanjut laki-laki tersebut lagi “benar-benar memuakan diperlakukan seperti seorang Yang paling mulia didunia, “ tambahnya lagi tersenyum kecut “aku tidak ingin dia seperti kakek dan nenek saat memperlakukanku..”
Baaaakkk...
Baaakkkk...
Atap Ruangan mulai runtuh, menghindari Reruntuhan bangunan, cahaya matahari mulai memasuki ruangan tersebut.
“Xu’i..” panggil penasihat raja bersamaan dengan dua texchi putra mahkota yang telah masuk keruangan melalui lubang runtuhan yang telah diledakan Texchi naga Hitam milik putra mahkota “hanya jujur saja..”
“Aku juga telah berkata begitu bukan..?” jawab cepat putra mahkota “kau bahkan melihat sendiri mereka tidak pernah berhenti menghormatiku padahal aku adalah cucu mereka..” lanjut laki-laki tersebut mulai menaiki texchi burung falcon miliknya. “sudah kukatakan berulang kali, percuma saja, “ lanjut putra mahkota terlihat jelas raut kecewa diwajahnya “sifat Wanitaku ini sama seperti mereka, maka dari itu aku tidak menyukai menjadi diriku sendiri ketika bersamanya” mulai naik keudara perlahan-lahan, memandang kedua laki-laki dewasa yang hanya diam memandang kepergiannya dan mulai menaiki texchi Kuda Pegasus milik putra mahkota.
Terbang diudara, memandang kebawah.
“ HANCURKAN.. “ perintah putra mahkota setelah texchi kuda yaang membawa dua laki-laki dewasa keluar dari ruangan tersebut,
“Your Rules are absolutely Obeyed, my Lord..” Suara jawaban Naga hitam Milik putra mahkota menggema disebuah tempat Luas yang hanya dipenuhi dengan rerumpatan Lalang Liar.
Duuuuaaaammmmmmmm
Duuuuuuuaaammmmm...
Meledak,
Luapan api terlihat jelas dipandangan mata, tidak hanya satu Bom saja Yang dikeluarkan texchi naga hitam dari perutnya, tetapi belasan.
Jatuh lalu menggelinding.
Ledakannya mengancurkan tempat hingga hanya tersisa lalapan api yang begitu Besar Disana.
Duaaaammmmmm...
Tertegun,
Hancur luluh lantah karena perbuatan putra mahkota.
Tak jauh dari sana, para penduduk desa Lu terdekat mulai berdatangan berkumpul.
Memandang dari atas langit,
Begitu tunduk melihat putra mahkota mereka disana.
“Hahahahahahahah.....”
Tawa putra mahkota keras, hingga terdengar ketelinga Rakyatnya “menangkapku..” teriaknya lagi menegaskan “bermimpilah kau jika ingin menangkapku” lanjutnya lagi,
Pasti,
Laki-laki muda itu menyadari bahwa diantara orang-orang yang berkerumun dibawahnya, ada Musuh yang memandangnya dari bawah.
“Aku benar-benar ingin sekali melihatnya menderita..” ucap Mentri keuangan begitu kesal melihat kesombongan putra mahkota.
__ADS_1
Tersenyum kecut “kau kira hanya kau saja yang menginginkannya” lanjut ucap penasihat raja memandang kesal kearah keponakannya “benarkah dia itu tidak memiliki kelemahan sama sekali..?” Tanyanya pada mentri keuangan yang saat itu berdiri didepannya.
“Kalau aku tahu kelemahannya, pasti..” menggertakan gigi geram “aku akan menahannya hingga keponakanmu itu bersujud memohon kepadaku..” Lanjutnya lagi merasa sangat jengkel mendengar tawa Senang putra mahkota.