
Hari itu,
Awan terlihat begitu cerah.
Terik matahari menyertai kecerahannya.
Cahayanya mampu membuat kulit Manusia merasakan Panas seperti sedang berdekatan dengan kobaran api.
Tapi,
Kecerahan hari itu tidak mampu membuat hati yang sedih turut menyertainya.
Perasaan Kalut dan takut seperti mendengar suara gemuruh dan melihat kilatan Petir, mampu menegangkan suasana hati.
“sekarang aku tahu alasanmu mengatakan bahwa kau adalah teman Zili..” pangeran istana sungguh, sama sekali tidak ingin mendengarkan penjelasan Zili setelah melihat bukti-bukti pembunuhan yang entah dari mana bisa dibuat musuh dengan begitu mudah.
kecerdasan seseorang memang mampu memutarbalikan fakta, bahkan sekelas Pangeran istana yang begitu cerdas sekalipun mampu diperdaya dengan bukti invalid yang Tertera. “Itu semua karena Kau telah membunuhnya dan mencuri semua barang-barang pribadi miliknya, bukan..?” lanjut ucap pangeran istana “lalu mengakui bahwa dirimu sendiri adalah Zili agar Xu’i percaya padamu dan menerima kau sebagai Zili, iyakan..” bentak emosi pangeran istana melanjutkan tuduhannya.
Memejamkan mata sejenak, “aku Zili, aku Zili, aku Zili Shin’A, percayalah, aku mohon padamu..” pinta gadis itu sangat memohon, mengingat bahwa dia tidak ingin jatuh ketangan musuh.
“Tangkap..” Laki-laki dewasa yang sedang menyamar menjadi Pelindung raja mulai mengeluarkan suara perintah.
“Berhenti..” Larang pangeran istana, tidak ingin seorangpun menyentuh Zili, “biar aku saja yang menangkapnya.” Ucap laki-laki tersebut, sepertinya dia memang tidak ingin Orang lain untuk menyentuh gadis itu.
Mengingat kembali, bagaimana caranya agar bisa meyakinkan pangeran istana “kau bilang akan membawaku berkeliling dengan texchimu bukan..?” pangeran istana yang tadinya telah melangkah kaki mulai menghentikan langkahnya “kau bahkan memberikanku kartu perjanjian dan meletakan stempel pribadi diatas kartu namamu untukku “ meneteskan air mata, berusaha keras agar pangeran istana percaya “Shin’A , percaya....”
Haaaa...
Tidak ingin membuang-buang waktu, seorang Tentara terlihat bergerak cepat memborgol tangan Zili, “Shin’A..” teriak gadis itu kepada pangeran istana yang terlihat marah.
Bergerak cepat mendatangi salah seorang tentara yang mengabaikan perintahnya.
Paaaakkk
Pukulan tangan mengenai wajah laki-laki itu “berani sekali kau melanggar perintahku” bentak marah pangeran istana.
“Dia adalah pembunuh..” Sien terlihat bergerak cepat kearah Zili yang berada disamping pangeran istana.
Baaaaakkkk..
AKkkhhh..
Uhuk uhukk....
Menendaang Zili yang tak berdaya dengan borgol ditangannya. “kauuu...”
__ADS_1
Pangeran istana terkejut bercampur marah ketika tubuh Zili melayang keudara.
Baaaakkkk...
Lalu dengan sigap ditendang lagi hingga terpental jatuh menabrak pagar pembatas Atap.
Kemudian jatuh Terbaring lemah dan tak berdaya, darah gadis itu mulai keluar dari Mulutnya, goresan luka Juga terlihat diwajahnya.
Luka,
Pangeran istana terkejut ketika memastikan ada yang aneh dengan kulit wajah Zili.
Seperti sebuah Plastik yang mengelupas “Texchi..” panggil laki-laki itu mengejutkan semua orang yang ada disana.
“Shin’A..”
bAaaaaakkkk....
Panggilan Laki-laki yang sedang menyamar tidak dihiraukannya. Malahan pangeran istana mulai menendang laki-laki itu hingga ia jatuh terpental keatas lantai. “Siapa kalian semua..?” bentak pangeran istana yang telah menyadari bahwa orang-orang disekitarnya bukanlah para bawahannya.
Sungguh, dia mulai merasa bodoh karena tidak mengenali bawahannya sendiri.
Mulai mengeluarkan senjata api, tapi ....
bAaaakkkk....
BUuuuukkkk...
Ekor ular Naga milik texchinya telah mengibas mengenai beberapa orang disana, orang-orang pengena seragam tentara inteligen berwarna Hitam tapi sayang, mereka semua ternyata bukanlah tentara negara, melainkan Para bawahan musuh yang sedang menyamar.
BAaaakkk...
Tendangan dan pukulan kuat pangeran istana mampu membuat musuh-musuh jatuh tak berdaya.
“Kau melanggar perintahku Shin’A..?” Bentak laki-laki yang telah berdiri menahan rasa sakit.
Tersenyum remeh menghampiri tubuh Zili yang terbaring lemah “paman,..” panggil pangeran istana yang telah meraih tubuh lemah gadis itu, dan melepaskan paksa borgol ditangannya. “kau dan aku..” berbalik, memandang kearah laki-laki dihadapannya “Kau pikir, Kedudukan siapa yang lebih tinggi disini...?” tanyanya begitu sombong mengingat dia adalah Putra dari Raja negara NC.
“serang..” perintah laki-laki tersebut dari balik headset miliknya,
“Paman Sien.” Tebak pangeran istana ketika melihat puluhan musuh berdatangan keatap gedung mengelilingi pangeran istana, “Itu kau bukan..?”
Mengoleskan Minyak diwajah, lalu membuka topeng miliknya “kau benar-benar tidak pernah berhenti menyusahkanku Shin’A..” ucap kesal laki-laki itu kepada pangeran istana.
Tersenyum remeh “haha..” mulai terkekeh, membawa tubuh Zili yang telah menutup mata “hahahahahaha” Tawanya semakin membesar karena begitu senang melihat raut wajah marah laki-laki dewasa yang telah berhasil ia permainkan selama ini. “putrimu yang bodoh memang keturunan orang bodoh sepertimu.” Hina laki-laki tersebut begitu Puas.
__ADS_1
“memuakkan..” hina laki-laki dewasa bersamaan dengan kedatangan seseorang yang sedikit menggetarkan hati pangeran istana “kau berpura-pura baik kepadaku selama ini hanya untuk mendapatkan Buku Seni bela diri Shen 1, bukan..?”
“Tentu saja benar..” jawab pangeran istana cepat sembari tersenyum kecut memandang Kakek tirinya didepan mata “tapi bukan hanya itu saja tujuan awalku..” mulai menggertakan gigi geram ketika Guru putra mahkota bergerak cepat menyerangnya, hingga ia harus berlari menghindar karena tidak ingin melepaskan Zili dari tangannya. “Kakek...” bentak Emosi pangeran istana marah setelah berhasil menghindari laki-laki tua didepan matanya. “Biarkanlah aku bahagia..” pinta pangeran istana mengejutkan semua orang disana.
“Bahagia...?” Tanya guru putra mahkota mulai memandang pangeran istana.
“Bahagia bersama wanita yang kucinta.” Jawab laki-laki muda itu mulai bergerak cepat, mendekati Sien,
Baaaakkk..
Meraih minyak yang telah terjatuh setelah menendaang tubuh laki-laki tersebut sembari meletakan Zili dilantai atap gedung.
Mengoleskan Minyak kewajah Gadis itu.
TERBUKA...
Topeng lama yang menutupi wajah gadis itu akhirnya terbuka karena memang sudah waktunya terbuka dengan menggunakan minyak essensial buatan musuh negara.
Tersenyum senang, memeluk tubuh Zili dengan wajah Aslinya. “akhirnya bertemu lagi.” Ucap pangeran istana.
“Kakek...” teriak Sien kepada Guru putra mahkota yang hanya diam saja memandang pangeran istana.
menyadari panggilan, guru putra mahkota mulai menyerang pangeran istana yang telah mengangkat zili dikedua tangannya. “kau boleh memukulku hingga puas tapi jangan ambil dia dariku kakek..” pinta pangeran istana tetap berdiri diam, menunggu serangan datang.
“Lagi-Lagi Cinta menghancurkan hidup manusia.” Ucap geram guru putra mahkota mengingat kebodohan Orang-orang terdekatnya yang telah diperbudak oleh Cinta.
Menghela nafas berat, pangeran istana mulai menundukan kepala, memandang lembut kearah wajah Zili yang sangat dirindukannya.
Tidak peduli apa yang akan terjadi,
Pikirnya, setelah semua berakhir, dia akan membawa gadis itu pergi bersamanya karena telah menemukannya terlebih dahulu.
Baaaakkkk..
Buuukkkk...
“Pergi shin’A..” teriak seseorang mengejutkan pangeran istana, Menghalangi Guru putra mahkota menyerang laki-laki tersebut lalu berdiri membelakanginya.
Dua orang lain mulai muncul disana, menghalangi siapapun mendekati pangeran istana “bawa Zili kepada Xu’i..” perintah penasihat putra mahkota yang telah datang.
“Kenapa aku harus memberikannya kepada Xu’i..?” pertanyaan pangeran istana sontak mengejutkan semua orang disana.
“Shin’A.. “ berbalik memandang pangeran istana “kau...
“Aku akan membawanya untuk diriku sendiri..” jawab cepat pangeran istana menyela ucapan Pelindung putra mahkota yang tampak tidak menyangka mendengar perkataan laki-laki tersebut.
__ADS_1