
Pandangan mata berbinar-binar, menatap dada yang terbalut kain berwarna hitam.
Menyusuri seluncuran panjang, membalas pelukan Erat dari orang yang ada disampingnya.
Bahagia!.
Tentu saja,
Detak jantungnya bahkan berdegup kencang tak karuan. Dia sendiri bisa merasakan bahwa laki-laki dihadapannya adalah orang yang selama ini dicarinya.
Shisou,
Ungkapnya dalam hati penuh kerinduan, matanya mulai berkaca-kaca menahan rasa haru yang luar biasa.
Lompat,
Putra mahkota menapakkan kaki didinding tanah, mendorongnya lalu membawa Zili lompat mendarat dengan sempurna.
Diikuti semua teman-teman putra mahkota yang telah bersiap menyerang banyaknya musuh didepan mata mereka.
Mulai lari cepat, mereka berenam mendekati musuh dengan lincahnya, menendang, memukul, melompat, sesekali kadang juga melempar Jarum dan cangkang kerang.
“Musuh...
Ucap Shen Shi Yun dari balik headsetnya. Suara laki-laki itu sontak membangunkan Zili dari lamunannya yang sedari tadi memandangi semua gerakan putra mahkota menyerang musuh.
“Hoooiii..
“Tu.. tunggu...
Dia membuka laptop dari pelukannya, menyalakan layarnya kembali, lalu melihat peta didalamnya.
Terlihat gerakkan lingkaran berwarna merah yang sangat cepat, juga terdapat beberapa lorong dipeta tersebut.
Dengan sekuat tenaga, dan kejelian mata ia berusaha menghitung semua jumlah lingkaran merah. “657..
Jawabnya “tiga lorong didepan, kanan 231, tengah 138, kiri 240, sisanya disini 48”
Memasuki lorong, menyerang musuh, masuk semakin kedalam.
Semakin banyak robot berkumpul, semakin menegangkan suasana.
Dilorong yang tidak terlalu luas, Zili memandang Beberapa orang melompat maju semakin kedalam, meninggalkan musuh untuk beberapa orang dibelakangnya.
Sesekali tampak dari mereka semua terlihat memasukkan sesuatu kedalam dinding lorong yang mungkin berasal dari Tanah liat kuning.
Maju,
Semua orang terlihat melompat maju, menapaki kaki mereka diatas kepala robot, berjalan, melompat dan meninggalkan putra mahkota dan zili berdua saja.
Terus melangkah maju, menyerang dengan sangat mudah, kadang menggunakan kaki, kadang menggunakan siku tangan, dia mampu menendang hingga kakinya menembus perut robot atau robot terpelanting jauh mengenai teman-teman lainnya yang sedang berlarian mendekati putra mahkota.
Mengikuti langkah kaki putra mahkota sembari melihat pergerakan lingkaran merah dilaptopnya, Zili bahkan kadang sampai terpesona ketika melihat laki-laki yang dicinta berada didepan mata.
Bergerak,
__ADS_1
Sebuah robot yang telah rusak tiba-tiba bergerak dibelakang Zili, tanpa disadari telah menyerang dari belakang gadis itu.
Dengan sekuat tenaga, zili memberanikan diri, memejamkan mata lalu mengangkat kakinya menendang.
“Haaaa....
Dia membuka mata,
Sayang sekali, kaki putra mahkota lebih panjang dari kakinya, robot terpental hancur menerima tendangan kaki putra mahkota yang sedang melindungi wanita miliknya.
Gadis itu menurunkan kakinya bersamaan dengan kaki putra mahkota, laki-laki itu kini telah berada tepat didepannya, sangat dekat, bahkan saking dekatnya membuat degup jantung Zili terdengar keras.
Zili memandang putra mahkota yang sebagian wajahnya tertutup Kain, tampaknya laki-laki itu sedang tersenyum lucu memandang Zili yang juga memandangnya, hal itu terlihat dari matanya yang sedikit menyipit.
Putra mahkota meraih pipi wajah gadis itu, mulai membungkukkan tubuhnya.
Baaaammm..
Tapi sayang, musuh terus bermunculan, membuat putra mahkota menegakkan kembali tubuhnya, meraih tangan Zili dengan satu tangannya, dan menutup laptop gadis itu dengan tangan lainnya, mengisyaratkan bahwa Zili tidak perlu lagi menjadi informan bagi shen shi yun yang entah dimana dia berada saat ini karena telah masuk jauh kedalam lorong.
Menyerang dengan tendangan kaki, kadang Juga dengan siku tangan, kadang putra mahkota memeluk Zili dan tanpa sengaja memandang matanya yang berbinar-binar, saking terpesonanya dia dengan wanita miliknya tanpa sengaja malah melepaskan tangannya malu, lalu menggaruk-garuk kain dipipinya sejenak kemudian menendang musuh kembali.
Musuh mulai berkurang , putra mahkota meraih tangan wanita miliknya yang sedang memeluk laptop, terus berjalan sembari menyerang musuh, sampai mereka menemukan sebuah ruangan luas yang terdapat tiga lorong lain didalamnya.
Baaaammm...
Uhukk...
Putra mahkota melepaskan tangannya, dia bergerak cepat menyelamatkan dua orang temannya yang terhempas terbang keluar salah satu lorong disana secara bergantian.
Uhuk..
Tiga lainnya terlihat berlari keluar dengan cepat, seorang darinya mengerang kesakitan karena mungkin menerima pukulan.
Seorang wanita berambut panjang diikat setengah, berponi menutup dahi dengan baju kemeja serta rok pendek dan sepatu berhak tidak terlalu tinggi keluar dari lorong tengah.
Dia tersenyum remeh, “sudah kubilang, keahlian desa Shen 1 tidak ada tandingannya” ucapnya begitu santai setelah melukai dua teman putra mahkota “didunia ini, kekuatanlah yang akan menjadi pemenangnya” ucapnya sembari bergerak cepat menuju kearah Shen Shi Yun yang masih berdiri di depan lorong bagian kiri.
Cepat, sangat cepat, bahkan pergerakannya membuat mata Zili yang sedang berdiri disebrang mereka tak mampu mengikutinya.
Baaaam...
kRaaakkk...
“Sial...
Seru wanita itu ketika tangannya berhasil digenggam putra mahkota yang langsung menghempaskan tubuhnya mendarat jauh dengan kesusahan.
Terlihat dua orang laki-laki bertubuh besar keluar dari lorong yang sama dengannya tadi, mereka terluka, memegang perut dan masih tersisa darah dimulut.
Mungkin teman-teman putra mahkota berhasil melukai mereka tapi tidak berhasil melukai wanita yang kini telah berdiri jauh dihadapan putra mahkota.
Ketegangan, rasa takut dan kekhawatiran mulai menghampiri Zili, bagaimana tidak!.
Keempat teman putra mahkota yang merupakan tentara kuat dinegara NC bahkan tidak mampu melawan wanita tersebut.
__ADS_1
Hal itu membuatnya semakin mengkhawatirkan laki-laki yang dia cinta.
“Hmmm...
Wanita itu melirik kearah Zili tipis, bahkan lirikannya mungkin tak bisa terdeteksi oleh awam biasa yang tidak mengetahui tentang ilmu bela diri, ia tersenyum remeh lalu bergerak cepat, sangat cepat mendekati Putra mahkota.
Bukan!..
Ternyata dia mengulurkan tangannya, mengeluarkan tali dijam tangan miliknya kedinding tanah yang tak jauh dari tempat Zili berdiri,
Talinya masuk kedalam dinding tanah dan terkait erat, membuatnya mampu melompat dengan cepat mengganti arah serangan menuju keZili yang sontak terkejut dengan kedatangannya yang begitu cepat dan tiba-tiba.
“Haaa...
Sebuah pisau keluar dari tangannya, kedatangannya yang cepat semakin mendekat..
Baaaaammm.....
Kraaaakkkk...
Akkkhhhhh.....
Dia terpental jatuh menabrak Dinding ruang bawah tanah pintu darah.
pisau yang ia pegang, terlepas jatuh dari tangannya.
“Sial..
Dia tersenyum kecut, membuang ludah.
tubuhnya terjatuh duduk, tampaknya dia merasa sedikit kesakitan.
Kain wajah putra mahkota terbuka,
Ia telah berada didepan Zili yang gemetaran memandang punggungnya.
Dilindungi,
Lagi,
Betapa hebatnya putra mahkota yang mampu menyadari pergerakan musuh yang kini telah berdiri terkejut sampai membuat kakinya gemataran.
“Ckkk...
Wajah putra mahkota yang telah terlihat sempurna tersenyum remeh “jika kemenangan hanya berdasarkan kekuatan, berapa banyak manusia lemah yang akan menderita karenanya” ucap laki-laki itu menggetarkan hati wanita dihadapannya yang mungkin mulai ketakutan.
“Kemenangan itu tentang kepuasan, dan yang menentukannya adalah kerja keras dan kesabaran” lanjut laki-laki itu berlari cepat, sangat cepat mendekati wanita yang telah berdiri didepannya “hari ini kau sungguh sangat beruntung” bisik putra mahkota ditelinga wanita itu.
Buuukkk..
Akhhhhh
Erang wanita itu kesakitan ketika putra mahkota melemparnya lagi menghantam dinding, dia mencoba berdiri lagi untuk menghindari putra mahkota yang telah bergerak cepat mendekatinya “karena disini ada wanita yang sangat kusuka..” bisik putra mahkota lagi sembari menendang perut wanita itu dengan lutut kakinya “aku hanya mengeluarkan 10% saja dari tenagaku” lanjutnya lagi ketika wanita itu mulai naik keatas udara menerima serangan lutut putra mahkota. “mau bagaimana lagi, aku hanya tidak ingin dia menganggapku sebagai laki-laki kejam” tambahnya lagi lalu menendang wanita itu hingga terpental tak berdaya menabrak dinding ruangan untuk kesekian kalinya.
Putra mahkota tersenyum nakal kearah dua orang musuh lainnya yang mulai gemetaran melihat atasan mereka telah jatuh pingsan dan tak sadarkan diri.
__ADS_1
“Majulah...
Ucap putra mahkota kepada dua laki-laki tersebut, “tenang saja, aku tidak akan menggunakan keahlian desa Shen 1,” Lanjutnya lagi “bagaimana kalau aku gunakan saja keahlian bela diri desa shen 62, kalian menganggapnya lemah bukan?” tambah laki-laki yang telah berhasil membuat puncak kekaguman didiri Zili bangkit hingga matanya tak berhenti berbinar-binar.