Greatest, Chasing After You : My Husband Is Not An Ordinary Villain - Season 5

Greatest, Chasing After You : My Husband Is Not An Ordinary Villain - Season 5
Mencari musuh dengan berperan


__ADS_3

Ac ruangan Kerja sepertinya tidak mampu lagi mendinginkan suasana panas di dalam ruangan yang terisi banyak meja komputer disana.


Di bagian ruangan, yang memiliki tempat kosong lebih luas dibandingkan dengan tempat lain terkecuali sisi bagian depannya, Zili sedang berhadapan dengan Pelindung Putra Mahkota Shin jo yang sedang menyamar.


Begitupula dengan para perwira yang bekerja untuknya dan karyawan lain yang tidak ia kenali.


Melompat zig zag "waaaataauuu." Ucap Pelindung Putra Mahkota Shin jo sembari mengangkat kaki ke udara di hadapan Zili dan mengepalkan kedua tangan ke depan.


Berpura-pura geram, "Bagaimana kalau uang 50.000 neceri yang akan kau berikan kepada setiap orang disini, kau berikan kepadaku ..?." Ucap Zili mulai menawarkan diri kepada Putri Kelincahan.


"Hoi, kau mengkhianati kami..?" Seorang karyawan wanita dibelakang Zili mulai kesal dan menuduh Zili.


Tersenyum kecut, "Maaf saja, tapi aku ingin melihatmu tersiksa karena telah berani mengkhianatiku. " Tolak Putri Kelincahan keras, sembari mulai bergerak menjauh.


Berbalik, menghadap ke arah tiga wanita yang tadinya berada dibelakang gadis itu, "Bagaimana kalau kalian menambah bayaranku menjadi 500.000 neceri..?" Ucapan Zili sungguh membuat kesal ketiga wanita yang saat itu sedang takut. "Kalau kalian membayarnya, aku pastikan kalian akan selamat." Lanjut gadis itu lagi memberi penawaran.


Menghela nafas lalu menjulurkan lidah sejenak saja, "Wuhuii." Ucap pelindung Putra Mahkota Shin jo, "Sepertinya seru juga melihat wanita tak berpakaian." Lanjut laki-laki tersebut semakin memperpanas suasana di ruangan sana.


“Dia benar-benar gila.” Ucap seorang dari mereka tidak mempercayai penawaran yang diajukan gadis di hadapannya. “Tanpa aku membayarpun, Kau belum tentu bisa lolos dari mereka.” Lanjut wanita tersebut meremehkan Zili.


Mulai bergerak mendekati Zili, “Tendangan Shadow.” Ucap Pelindung Putra Mahkota Shin jo begitu antusias dan semangat mengangkat kaki mengarahkan ke tubuh Zili.


Meraih kaki Pelindung Putra Mahkota Shin jo dengan cepat, “Jangan remehkan aku.” Ucap Zili bersamaan dengan menghempas kaki laki-laki tersebut lalu berbalik menendang perut Laki-laki di hadapannya hingga membuat laki-laki tersebut terpental jauh menabrak para Perwira yang telah berhasil menangkap tubuhnya agar tidak terjatuh.


“Hebat juga ternyata.” Ucap Pelindung Putra Mahkota Shin jo setelah berdiri dengan bantuan orang-orang dibelakanganya.


Semua orang mulai menyerang, “Aku hanya perlu lari jika kalian menolak untuk membayarku.” Ancam Zili mulai bergerak melompati beberapa orang yang datang mendekat lalu berlari.


“Aku akan membayarmu.” Teriak seorang dari mereka keras ketika Zili hampir membuka pintu ruangan. “Sesuai perjanjian, Habisi mereka semua untukku.” Lanjut wanita tersebut membuat Zili berpura-pura senang.


Bergerak cepat, Zili mulai menyerang satu persatu anggotanya sendiri yang sedang berpura-pura jatuh lumpuh dan tak kuasa melawan gadis itu.


Baaaakkk...


Buukkkk...


Menabrak meja, bahkan hingga terpaksa menerima pukulan kuat dan menahan sakit tendangan agar peran mereka saat itu tidak dicurigai.


“Sial.” Ucap Pelindung Putra Mahkoa Shin Jo berpura-pura marah “Matilah kau wanita sialan.” Mulai mengeluarkan pisau, lalu hampir saja menusuk perut Zili dan tentu saja itu semua hanyalah peran semata.

__ADS_1


Baakkk...


Akkhhhh...


Tangan Pelindung Putra Mahkota berhasil terpukul Zili hingga Pisau yang ia genggam terpental jatuh.


Pintu terbuka.


Haaaa...


Semua orang dikejutkan dengan kedatangan beberapa orang polisi disana, tetapi tidak dengan orang-orang yang sedang melakukan peran.


“Benarkah terjadi keributan disini..?.”Seorang Polisi yang tak lain adalah Dewa Kemenangan yang telah menyamar mulai berucap.


“Brengsek, siapa yang memanggil Polisi..?.” Tanya Zili keras lalu mulai menyembunyikan tubuh di kerumunan para karyawan.


Sesuai rencana, semua orang mulai menunjuk ke arah Zili dan ketiga temannya.


Melihat kearah Zili, lalu berpura-pura terkejut, “Kau...?.” Dan mulai mendekati gadis itu, “Tangkap dia!.”Perintah Dewa Kemenangan kepada para bawahannya.


Bakkk..


“Jangan Lari, Shi yena.”Teriak Penasihat Putra Mahkota yang tiba-tiba datang sebagai anggota keluarga Zili bersama beberapa Polisi yang berpura-pura mencari keberadaan gadis tersebut di rumahnya.“Tanggung jawab atas kesalahanmu” Pinta Laki-laki tersebut berpura-pura memohon.


“Tidak mau.” Tolak Zili keras.


“Dia siapa..?.” Tanya Putri Kelincahan dari jauh.


“Dia Kriminal yang berada dalam pengejaran.”Jawab Dewa Kemenangan mengejutkan seluruh karyawan asli di ruangan tersebut.


Ketiga orang wanita disana mulai merasa takut, “Bagaimana mungkin seorang Kriminal bisa bekerja disini...?.” Doooooorrr... Suara tembakan terdengar menghentikan ucapan salah seorang dari mereka dan menimbulkan suasana kengerian.


Bergerak cepat menuju Dewa Kemenangan setelah melepaskan tawanannya., “Aku hanya mencuri uang untuk membiayai pengobatan Adikku, kenapa Kau mengatakan aku Kriminal..?.” Baaakkkk...


Akhhhhh...


Dewa Kemenangan terpental menabrak dinding ketika telah menerima serangan dari Zili. “Uhuk uhuk,” Berpura-pura kesakitan, “Pencuri tetap saja seorang kriminal.” Lanjut Dewa kemenangan mulai berdiri dan meraih pistol.


Baakkk...

__ADS_1


Namun Zili bergerak dengan cepat dan berhasil menjatuhkan pistol miliknya.


“Shen shi yena,” Bentak keras Penasihat Putra Mahkota berpura-pura, “Jangan gunakan keahlianmu untuk menyakiti orang lain...


“Diamlah kakak.” Bentak keras Zili, “Aku harus mencari uang lagi demi Shi fuya.” Lanjut gadis itu mulai menyerang siapapun yang menghalangi kepergiannya.


Doooorrrr..


Suara tembakan meleset, dan sengaja dilakukan terarah kepada Zili yang terus berlari dan mulai melompati gedung melalui jendela dari atas Lantai dua.


Berguling di atas rerumputan hias, gadis tersebut mulai menghilang tak terlihat mata.


Terus berlari sembari menangis merindukan Putra Mahkota dan bersembunyi di sebuah gudang tua yang telah dipersiapkan, gadis itu sangat berharap bahwa rencana mereka akan berhasil saat itu.


Terduduk dan bersembunyi, melipat kaki dan memeluknya lalu membenamkan wajah di celah yang ada sembari tetap memegang pistol, “Hiks hiks.” Tangisnya sedih mengingat Putra Mahkota yang telah lama tak kunjung memberi kabar.


Suara Langkah kaki tiba-tiba terdengar menggema, “Siapa..?.” Tanya Zili mulai berdiri mengacungkan Pistol miliknya.


Membelalak mata, “Ketua Ou,” Panggil Zili sungguh tidak menyangka, bahkan nafas gadis itu mulai tidak beraturan. “Pergi!.”Usir Zili masih dengan air mata yang berurai.


“Tenanglah.” Jawab Laki-laki tersebut.”Aku tidak akan membawamu ke kantor Polisi”


Doooorrr “Pergi kubilang!.” Usir Zili lagi setelah mengeluarkan peluru mengenai tipis pipi laki-laki di hadapannya hingga mengeluarkan darah.


“Aku datang hanya untuk memberikan bantuan.” Ucap Laki-laki yang telah mengangkat kedua tangannya.


Masih menodongkan pistol, “Konyol, mana mungkin aku percaya..


“Aku akan menyembunyikanmu dari Polisi...


“Aku tidak ingin menjadi ******* ataupun wanita simpananmu.” Sela Zili cepat, berusaha keras agar tidak dicurigai.


“Kau tidak perlu menjadi *******, yang kau lakukan hanyalah menjadi mata-mata kerajaan saja, dan Aku akan membayar semua biaya pengobatan adikmu” Jelas Laki-laki tersebut membuat Zili menurunkan Pistol yang mengarah kepadanya.


“Konyol, aku saja tidak bisa lari dari kejaran Polisi dinegara ini jadi bagaimana mungkin aku bisa menjadi mata-mata kerajaan..?” Jawab Zili masih berpura-pura dan belum mempercayainya.


“Tenang saja, Aku akan membawamu ke tempat dimana kau akan lari tanpa diketahui oleh satupun pejabat tinggi di negara ini” Lanjut jelas Laki-laki yang sedang tersenyum remeh tersebut sembari menurunkan kedua tangan.


“Hahahaha, Jangan bercanda.”Tawa Zili berpura-pura tidak percaya sembari menodongkan Pistol kembali.

__ADS_1


“Maka ikutlah bersama denganku agar kau bisa memastikan bahwa aku tidak sedang bercanda.” Jawab Laki-laki tersebut menyenangkan hati Zili yang masih berpura-pura terkejut disana.


__ADS_2